Ternyata hati nurani itu ada juga di departemen lain, meski mereka tidak
mendapatkan kemudahan2 seperti kita. Harapan itu ternyata masih ada.
Terus terang saja, kalo mau jujur, ternyata pola remunerasi di Depkeu dengan
memakan biaya yang luar biasa belum diiringi komitmen yang tinggi untuk
melakukan perbaikan2 dari hal2 seperti yang dituliskan dibawah ini.
Jangankan jauh2 teriak masalah kinerja yang berkaitan dengan inti pekerjaan,
wong absen sidik jari aja belum semuanya komit koq.... hehehehe


====================

Republika Jumat, 15 Februari 2008
* *
*LEMBUR FIKTIF DI DEPBUDPAR
* Matinya Hati Nurani
Oleh :

 Sebagai karyawan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata saya sangat malu di
saat bangsa ini sedang gencar-gencarnya memerangi korupsi, praktik ini malah
terjadi di instansi kami. Para karyawan menandatangani daftar hadir lembur
tertanggal 8 Agustus 2007 (ditandatangani pada bulan Desember 2007) yang
sebenarnya lembur tersebut fiktif (tidak dilaksanakan).

Hal ini mengugah nurani saya karena mencederai komitmen Inspektorat Jenderal
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di saat bangsa ini melakukan perang
terhadap korupsi. Hal ini juga mencederai anjuran KPK seperti yang tertulis
dalam poster atau stikernya: 'Awas Budaya Laten Korupsi' dan 'Mencegah KKN
(Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dari diri sendiri'.

Benar apa yang dikatakan orang, lebih mudah mengajak orang melakukan hal-hal
buruk dibandingkan hal baik. Dimulai dari membuat lembur fiktif hingga
puncaknya menipulasi tanpa batas. Maka, terjadilah korupsi berjamaah.

Ke depan, yang diperlukan bukan hanya reformasi struktural birokrasi, tetapi
juga reformasi kultural. Bangsa ini masih sangat paternalistik sehingga kita
memerlukan kehadiran seorang pemimpin yang dapat memberi contoh dan panutan,
disamping kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Pada akhirnya
saya mau mengutip apa yang dikatakan oleh Prof. Syafii Ma'arif: 'Situasi
gawat yang dihadapi bangsa ini yakni lumpuhnya hati nurani yang berarti pula
lumpuhnya akal sehat'.

Harapan saya, semoga saya tidak mendengar lagi kegiatan yang memalukan di
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Kita telah sepakat dari awal bahwa
korupsi musuh kita bersama.

*M Alimuddin *
Jl. Darmaputra VIII Nomer 10 Kompleks Kostrad Kebayoran Lama Selatan Jakarta
Selatan


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke