Assalamu'alaikum wr. wb. Mas faisal, kalau menurut saya sih itu tidak bisa diteruskan, karena jelas sudah berbeda untuk jenis/klasifikasi belanjanya. Dan itu tidak sesuai dengan BAS, dan lagi tentunya untuk belanja bagi hasil biaya/upah pungut PBB untuk DJP dengan belanja modal itu sangat nyata bedanya
Yang jadi pertanyaan saya kenapa KPP Pratama menggunakan DIPA tersebut sebagai operasional untuk belanja yang menurut saya tidak seharusnya??? Bukankan KPP Pratama mempunyai DIPA di BA 015 sebagai operasional sesuai tupoksi mereka?? Karena pembelian tersebut tentunya juga untuk keperluan operasional mereka to? Itu artinya untuk pembelian LCD dll, bisa diambil dari situ Itu saja dari saya barangkali ada yang kurang pas mohon dimaafkan ya.. salam buat teman2 di surabaya wassalamu'alaikum wr. wb Joyo --- In [email protected], "faisal naim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salah satu masalah BAS VS DIPA yang saya perlu penjelasan para miliser!! > DIPA BA 069 (belanja lain-lain) untuk KPP Pratama yang membebani akun > 581131(belanja bagi hasil biaya/upah pungut PBB untuk DJP), masalahnya : > 1. MA 581131 dibebankan belanja yang sifatnya belanja modal (mis:PC,LCD dll) > diteruskan atau revisi dulu? > 2. DIPA BA 069 apakah bisa dibebankan Klasifikasi belanja modal kalau mmg > harus revisi > terima kasih atas penjelasan tman2 > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
