--- In [email protected], "jonny wijaya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
Assalam'mualaikum Wr.Wb.

Yth. Rekan Millisers Forum Prima,

Beberapa hari terjadi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.
Beberapa hari terjadi adu pendapat penyaluran BLT.
Beberapa hari lagi mungkin ada penetapan kenaikan harga BBM.
Beberapa hari lagi BLT akan dibagikan.
Beberapa hari lagi mungkinkah terjadi antrian panjang kendaraan si
miskin, si nengah, dan si kaya memperebutkan BBM yang menjelang naik.
Beberapa hari lagi mungkinkah terjadi perebutan BLT oleh si tua dan si
muda, tanpa mengenal lagi rasa kasih sayang... tanpa mengenal lagi
etika bermasyarakat... tanpa mengenal lagi rasa saling hormat menghormati.

Mungkinkah ini "Ubuddunnya". Kalaulah ini yang menjadi tujuan, 
salahkah Allah menurunkan "bhala" dimana-mana. Gempa dan Tsunami,
Gunung meletus, banjir, tanah longsor, kecelakaan pesawat, kereta,
Lusi, dll. Ingatlah... akan peristiwa perang "Uhud" dalam surat Al
Baqarah, hanya karena "Ubuddunnya", pasukan Nabi Muhammad SAW nyaris
mengalami kekalahan, dan pada waktu itu Nabi mendapat luka, 
"Astagfirullah Alla'zim".

Dalam Forum Prima ini, pada beberapa hari terakhir ini terjadi diskusi
yang cukup hangat antara lain: "Tindak Lanjut Forum Prima", "Pegawai
KPPN-P Jadi Laen", "Remunerasi di Remote Areas: Janji, Bohong, dan
Adil", dll. Saya mencoba memberikan komentar:

"Tindak Lanjut Forum Prima",
Menurut saya, adanya forum prima ini bersifat umum dan sangatlah
positif, sepanjang tidak untuk menghujat, menghina, melecehkan, buruk
sangka, dan lainnya yang bernada negatif, dan sampaikanlah topik yang
memang menjadi tugas kewenangan kita, kalaulah bukan merupakan tugas
dan kewenangan, jadikalah itu sebagai sarana usulan. Yang namanya
usulan tidak perlu ngotot untuk diterima, sampai menulis kata-kata
yang tidak sesuai dengan kode etik pegawai negeri.
Karena sifatnya umum, dapat dijadikan ajang berbagi pengalaman, dapat
dijadikan pelepas rindu, merupakan ajang pemuas mengemukakan pendapat,
sesama pegawai DJPBN yang tersebar di seantero nusantara.
Apakah materi diskusi Forum Prima diperhatikan Pimpinan DJPBN?
Wallahhualam, tapi yang jelas, terdapat beberapa topik dalam Forum
Prima ini yang saat ini menjadi kebijakan Pimpinan, antara lain:
Pegawai KPPN-P untuk tugas "Kurir", "Sekretaris KK", dan "Sopir",
tidak perlu test assesment, cukup dinilai dan ditetapkan KaKanwil
DJPBN. Yang lain lagi, untuk test assesment bagi penempatan pegawai
KPPN-P dengan rekomendasi Atasan Langsung. Saya yakin, masih terdapat
beberapa topik yang saat ini masih dalam pembahasan, antara lain:
Topik Reorganisasi DJPBN tahap n, Topik Pengembangan/Pelaksanaan tugas
KPPN selaku KBUN menurut pasal 8 ayat (4) dan pasal 53 UU No.1/2004,
dan topik lainnya.

"Pegawai KPPN-P Jadi Laen",
Laen, dapat diartikan berbeda dari sebelumnya, dan mengandung arti
positif atau negatif.
Laen dalam arti positif, jelas mereka akan laen dan memang mereka
dituntut agar laen. Mereka harus menyelesaikan penerbitan SP2D paling
lambat 1 jam, mereka harus menyelesaikan LKP, LKPP, dan laporan lain
dengan tepat waktu dan valid, sehingga mereka dapat menjadi contoh.
Untuk itu semua mereka harus bekerja keras, berinovatif, bersemangat,
dsb-nya. Kita yang belum ditetapkan sebagai KPPN-P patut berterima
kasih kepada mereka, karena nilai jual KPPN-P saat ini kita menikmati
remunerasi. Tapi kita yang belum ditetapkan sebagai KPPN-P, tidak
hanya cukup berterima kasih, tetapi yang lebih penting, tunjukkan
kepada Pimpinan DJPBN bahwa kita juga dapat melakukan tugas
sebagaimana mereka, dan tunjukkanlah bahwa kitapun memang "pantas"
mendapat remunerasi seperti saat ini.
Laen dalam arti negatif, apakah untuk itu telah dilakukan survey,
cobalah kita tidak saling berburuk sangka, marilah kita saling
menghormati, dan kita saling menyadari bahwa kita merupakan keluarga
besar DJPBN. Saling maaf, saling sapa, saling mengerti, merupakan
terapi bekerja "happy" di tanah rantau.

"Remunerasi di Remote Areas: Janji, Bohong, dan Adil".
Menurut saya, Remunerasi merupakan kewenangan Kantor Pusat. Kalaulah
ada usul silahkan usulkan dan itu hanya sekedar usul, tidak perlu
ditambah janji doang... bohong... ga adil....
Menurut saya, tugas kita adalah menunjukkan kepada Pimpinan bahwa kita
memang "pantas" untuk mendapat remunerasi. Caranya... ya dengan
bekerja secara profesional... caranya... bekerja tepat waktu... data
tertata rapih, akurat, up to date, valid... tata ruang bersih, nyaman,
aman, hemat... sikap santun, semangat, bersih, corect,... dsb-nya,
minimal semua itu diberlakukan untuk diri sendiri.
Sungguh... sejak bekerja 31 tahun yang lalu, saya tidak pernah
mempersoalkan gaji dan "TC" saat ini remunerasi, karena soal itu sudah
ada yang menanganinya, percaya sajalah. Dan yang lebih mengkhawatirkan
apabila didasarkan sifat "Ubuddunya" (cinta dunia atau keserakahan
harta). Kalau ini yang telah mendasari, tunggu kehancuran... minimal
akan timbul penyakit rasa, rasa iri, rasa sakit hati, dsb-nya.

Mohon maaf dan semoga bermanfaat.

Wassalam'mualaikum Wr.Wb. Agung Sayuta, pegawai KPPN-NP.


> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke