Yth. Mas Tio6797 dan Para Milisers Forum Prima, Awal kata, awal cerita, kalaulah dilakukan kilas balik awal muasal topik yang dikemukakan Mr. Amir Syah "Pilih Mana: Bicara Jujur or Bicara Sopan?", maka Mr. Amir Syah memberi tanggapan atas milis tanggapan saya dengan topik "Ubuddunya" Tanggapan Topik Mutakhir Forum Prima, yaitu: (1) Tindak Lanjut Forum Prima, (2) Pegawai KPPN-P Jadi Laen, (3) Remunerasi di Remote Areas: Janji, Bohong, dan Adil".
Dalam milis itu saya tulis agar gagasan atau pendapat disampaikan secara santun sesuai kapasitasnya. Misal: para kawula muda atau siapapun yang mau menyampaikan usulan atau pendapat mengenai suatu permasalahan DJPBN berkaitan dengan tugas (SOP), perilaku SDM, organisasi, dll, ya... silahkan saja, tapi ga perlu diiringi buruk sangka, apalagi dengan umpatan... bohonglah, ga adillah, jadi laenlah, atau kata lain bernada negatif. Ingat, nada negatif merupakan gambaran rasa tidak puas, rasa marah, rasa kecewa, rasa sedih, rasa iri, tidak didengar/dibacalah, dll, yang merupakan bahan membakar hati. Kalau hati selalu terbakar akan timbul penyakit hati atau "lever", di samping diri ini tambah susah, dan pasti keluarga maupun kerabat jadi ikut susah, akhirnya semua susah, susah... deh. Oleh karenya peliharalah hati dari nada negatif. Saya sependapat dengan mas Tio6797, "sopan" atau saya lebih suka memakai kata "santun" adalah merupakan cara penyampaian. Jujur adalah merupakan ungkapan fakta apa adanya. Sebagai contoh: Kepada orang lain sesuai faktanya, dikatakan "guoblok", atau dikatakan "tidak pintar", manakah penyampaian yang efektif. Kata "guoblok" bernada negatif dan pasti akan menimbulkan masalah baru, dan akan membentuk tekanan jiwa, sedang kata "tidak pintar" bernada positif dan mungkin akan memotivasi untuk menjadi pintar. Contoh lain, sungguh ini terjadi... dalam suatu kunjungan menjenguk orang sakit, ada kawan mengatakan kepada si Pasien "tetangga saya sakit seperti ini, beberapa hari yang lalu meninggal dunia". Kawan itu memang jujur karena fakta bahwa tetangganya meninggal sebab sakit serupa. Tapi... apakah pernyataan itu santun??? Demikian pula milis Forum Prima atau Remunerasi Remote Area atau Pegawai KPPN-P, sepanjang disampaikan secara santun, obyektif, dan dilatari pemikiran untuk kebaikan, kemajuan, dan kejayaan DJPBN, Insya Allah, pada saatnya akan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh Pimpinan. Namun si pengusul, si pendapat, si penggagas, tahu dirilah dengan posisinya, janganlah memaksakan kehendak, dengan menambahkan kalimat yang tidak perlu yang berkonotasi "tidak santun". Di samping penyampaian tidak efektif, maka akan membentuk Forum Prima ini menjadi ajang pokrol bambu. Oleh karena itu bungkuslah kejujuran itu dengan rasa saling kasih sayang, rasa saling menghormati. Dan jangan pernah senang bila orang lain susah dan jangan pernah susah bila orang lain senang. Kita semua harus sama senang, sama semangat, sama berjuang, sama bangkit mewujudkan DJPBN yang profesional, transparan, bersih dari KKN. Mohon maaf, semoga ada manfaat. Salam dari Agung Sayuta. --- In [email protected], "tio6797" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > .... Karena jujur > lebih pada materi yang disampaikan sedangkan sopan lebih pada cara > penyampaian. Dan ini ga bisa dibuat pilihan. .... > Jadi mengapa kita tidak membuat suatu pilihan yang baru, bukan yang > klise dan usang, yaitu menyampaikan sesuatu yang brilian dengan cara > yang brilian? > > Dari pedalaman Kalimantan >
