Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Kok minggu ini sepi ya milis forum prima, jadi menurun semangat
mengirim postingan ke milis ini, untung mas acep melemparkan wacana
yang bisa menggugah semangat saya lagi.


Yang pertama, saya ingin menanggapi tentang rangkap jabatan menjadi
komisaris BUMN.

Menurut saya, tujuan awal menjadikan pejabat eselon 1 dan 2 menjadi
komisaris BUMN adalah menempatkan wakil pemerintah di perusahaan milik
negara tsb yang merupakan bagian dari kekayaan negara yang dipisahkan.
Sehingga arah dan kebijakan BUMN bisa selaras dengan arah dan
kebijakan dari pemerintah. Di samping itu, memberi
insentif/penghasilan tambahan bagi pejabat yang telah menduduki eselon
1 dan 2 tsb sehingga tidak mudah tergoda untuk korupsi.

Namun, konflik kepentingan sangat mungkin terjadi. Misalnya, ketika
Pak Darmin sebagai Dirjen Pajak diangkat menjadi Komisasris utama
(komut) pada RUPS PT.BEI hal pertama yang saya tangkap adalah negatif
thinking (su'udhon), jangan2 beliau diangkat menjadi komut adalah
untuk memberi kemudahan2 dan insentif2 khusus bagi PT.BEI dalam
perpajakan.

Bahkan, pengangkatan komisaris BUMN sarat muatan politisnya, jabatan
komisaris digunakan pemerintah untuk menyumpal atau menyumbat
penentang kebijakan pemerintah. Aroma ini sangat mudah tercium
manakala aktivis2 dan penulis2 kritis diangkat menjadi komisaris BUMN
sehingga mereka tidak lagi mengkritisi kebijakan pemerintah dan
berbalik mendukung kebijakan pemerintah. Mungkin bisa dipertimbangkan
bila Iman Sugema dan Denny Indrayana diangkat menjadi komisaris BUMN
agar tidak asbun (asal bunyi) dalam mengkritik pemerintah (atau karena
asbun itu makanya mereka gak dijadiin komisaris BUMN) atau mantan
menteri seperti Rizal Ramli dan Fuad Bawazier dijadikan dubes saja
supaya tidak anti pemerintah.

Sangat wajar dan beralasan bila Bu SMI menginisiasi agar tidak ada
lagi rangkap jabatan bagi pejabat Depkeu. Tidak mengherankan bila
pejabat dari Dept.Perindustrian menentang inisiasi tsb, ketika ada
kasus Bea Cukai di KPU Tj Priok, menteri perindustrian mencibir
besarnya remunerasi di depkeu yang tidak berpengaruh bagi perilaku
pegawai BC. Tentu miliser semua dapat membaca gesture dan statement
dari menteri dan pejabat dept perindustrian tsb.

Bila dihubungkan dengan Bu SMI yang merangkap jabatan sebagai menko
perokonomian maka tidak ada kaitannya, karena dua jabatan tsb masih
dalam satu domain. Sebagai analogi, bila ada ka kantor yang cuti maka
kasienya ada yang rangkap jabatan sebagai pgs. ka kantor, atau bila
ada ka kanwil yang pensiun maka kabu-nya pun merangkap menjadi
plt/pjs/pgs ka kanwil. Jadi itu bukan rangkap jabatan yang berpotensi
terjadi conflict of interest.


Wacana selanjutnya adalah AMD (akuntan masuk daerah)

Sebenarnya ketika angkatan saya (angkt 2005) baru lulus dari STAN,
Depdagri meminta 20 lulusan STAN untuk ditempatkan di sana. Tidak
mengherankan permintaan tsb, karena Dirjen BAKD adalah lulusan IIK
(STAN tempoe doeloe) juga. Namun langkah tersebut tidak terlaksana
karena mendapat resistensi dari kalangan internal depdagri, mungkin
dari alumni STPDN sebagai penguasa wilayah birokrasi di sana khawatir
mendapat saingan baru dari alumni STAN. Alhasil, 20 teman saya itu pun
terombang-ambing nasibnya, sehingga pengangkatan mereka tertunda 1
tahun. Alhamdulillah sekarang mereka telah diangkat dan ditempatkan di
Itjen Depkeu.

Bila melihat kecenderungan mahasiswa STAN yang tidak ingin mengabdi di
luar jawa maka akan kesulitan menempatkan lulusannya di pemda2.
Apalagi dengan dengan fasilitas yang serba minim di kabupaten dan kota
yang terpencil. Mungkin dengan tambahan penghasilan yang benar2
menggiurkan (kalau bisa melebihi Depkeu) dan jalur karier yang benar2
menjajikan bisa tercapai pencanangan AMD tsb.







> Assalamualaikum Wr.Wb.
>
> Selamat siang semua miliser di manapun anda berada. Selamat Siang Yth
> Bapak Hari di tempat, Mas Yuni dan Hendra serta Indra di Marisa. Pujo,
> Surya, Imam, Mbak Tri dan Kang Zamzam di Got. Mas Dayu, Pak Jamruding,
> Pak Fahmi, Hendro dan Lae' Erwin di Mdo. Kang Khobir dan Ira di Ozy.
> Kng Dedy yang entah di mana? Semua miliser yang tidak bisa saya sebut
> satu persatu.

Kirim email ke