Dear Miliser,
    
Gw gatau apakh pak Bambang sdh liat psl 21 ayt (6) yg mnrt gw hrs dbaca dlm 
kesatuan dg pasal 21 ayt (1) UU Perbend. 
    
Klo ga salah PP (Praturan Pemrintah) ttg Pngadaan brg n jsa yg renc mo gantikn 
Perpres 8/2006 (kepres 80/2003) skrg mash dlm proses.  So, smbil nunggu PP, 
wajar aja klo utk pelaks pngadaan brg n jsa kta ngacu k aturan lama (perpres 
8/2006 bin 80/2003). Klo ada bag perpres yg ga match ma UU Perbend psl 21 ayt 
(1), mnrt gw mstiny ntuh dtafsirkn sbg kkecualian n bkan sbg pelanggarn.
   
Anyway, gw kan cma pngamat.  Referensi yg bsa lbh dpercaya mstinya brsumbr dr 
ahliny.  Gtu kan ya?
     
 
>From Bayu Biru with Love       
Ketik G spasi C spasi P....Gw kan Cuma Peng..amat...

--- On Wed, 10/29/08, BAMBANG SUPRIADI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: BAMBANG SUPRIADI <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re:[Forum Prima] kontroversi uang muka kerja
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 29, 2008, 10:43 PM







Assalamu'alaikum wr wb.
Kalau mau bicara soal "bertentangan dengan UU Perbendaharaan pasal 21 ayat 
(1)", maka yang termasuk dalam katagori hal tersebut bukan hanya "uang muka 
kerja" saja, melainkan juga adalah "pembayaran kontrak kerja kepada rekanan 
dengan termin".
Pada dasarnya "serah terima barang" dilaksanakan pada saat pembayaran termin 
terakhir yaitu saat pekerjaan selesai 100%, jadi pembayaran termin-termin 
sebelumnya yang membebani APBN tidak diikuti dengan serah terima barang 
sehingga termasuk menyalahi  UU Perbendaharaan pasal 21 ayat(1).
 
 



Recent Activity
Visit Your Group 


Search Ads
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.

Y! Messenger
Instant hello
Chat in real-time
with your friends.

All-Bran
10 Day Challenge
Join the club and
feel the benefits.
.. 
 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke