Meskipun hanya indikasi dan belum tentu benar surveynya, tetapi Sedih
juga mendengar berita di TV dan internet tentang survei integritas
pelayanan publik yang diumumkan KPK. Kalo kami tidak salah
menyimpulkan, kppn berada pada urutan ke-2 terendah dalam survei
tersebut. Urutannya mulai dari terendah:
- MA di Pengadilan Negeri Jakarta Barat = skor 2,52. 
- layanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN?)(Depkeu)= 2,75
- Depkumham - layanan Lembaga Pemasyarakatan = 2,99.
- MA di PN Jakarta Utara = 3,07 
- MA di PN Jakarta Pusat = 4,47
- layanan pembuatan/penggabungan sertifikat dan layanan hak tanggungan
BPN  masing-masing memiliki skor 4,56 dan 4,85. 
- PT Angkasa Pura II dengan unit layanan cargo diberi skor 4,92
- layanan pengurusan SIM di instansi Polri diberi angka 5,22.

Semoga hal ini tidak membuat kita surut langkah dalam melaksanakan
reformasi birokrasi di DJPBN,
Semoga kita bertambah semangat dan semakin yakin dan pasti bahwa masih
banyak yang perlu kita lakukan untuk memajukan DJPBN kita.

Tetap semangat reformasi birokrasi DJPBN.

Mohon maaf bila ada yang salah/keliru or kurang berkenan:)

----------------------
Berita lengkap ada di:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/04/1/189442/kpk-skor-rendah-indikasi-praktek-suap

KPK: Skor Rendah, Indikasi Praktek Suap

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini merilis hasil
survei integritas pelayanan publik. Sejumlah departemen seperti
Mahkamah Agung, Depkum HAM, Departemen Keuangan, PT Angkasa Pura II
dan Polri memiliki skor integritas unit layanan publik di bawah rata-rata.

"Skor yang rendah mengindikasikan adanya suap di pelayanan publik,"
kata Wakil Ketua KPK bidang pencegahan M Jasin di Gedung KPK, Jalan HR
Rasuna Said, Jakarta, Rabu (4/2/2009).

Dengan hasil ini, ke depan KPK akan melakukan koordinasi dengan
instansi yang bersangkutan berupaya memperbaiki kualitas layanan
publik. "(Survei) ini sebagai bahan masukan bagi instansi pelayanan
publik untuk mempersiapkan upaya-upaya pencegahan korupsi yang efektif
pada wilayah/layanan yang rentan terjadinya korupsi," sambungnya.

Jasin menambahkan KPK akan membentuk tim kajian hasil survei pelayanan
publik tersebut. "Kita lebih mengedepankan aspek pencegahan dengan
program perbaikan sistem," pungkasnya.

Hasil survei integritas pelayanan publik itu menyebutkan unit layanan
Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat menduduki posisi
terbawah dengan skor 2,52. Sedangkan layanan MA di PN Jakarta Utara
dan PN Jakarta Pusat skor masing-masing 3,07 dan 4,47. 

Unit layanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (Departemen
Keuangan) mendapat nilai 2,75, Departemen Hukum dan HAM dengan layanan
Lembaga Pemasyarakatan mendapat skor 2,99. Selanjutnya, layanan
pembuatan/penggabungan sertifikat dan layanan hak tanggungan Badan
Pertahanan Nasional masing-masing memiliki skor 4,56 dan 4,85. PT
Angkasa Pura II dengan unit layanan cargo diberi skor 4,92 dan layanan
pengurusan SIM di instansi Polri diberi angka 5,22.

Survei yang dilakukan tim direktorat pengembangan dan penelitian KPK,
LP3ES dan menjaring 9.390 responden pengguna langsung pelayana publik
di 40 departemen/ instansi di tingkat pusat dan 53 kota/kabupaten di
20 provinsi.(ded)


Kirim email ke