Ada baiknya kita berhati-hati menyandingkan kata jasa dengan koruptor. Khawatir 
apa yang telah tertanam "dalam alam bawah sadar anda", sekali lagi telah 
tertanam "dalam alam bawah sadar anda" seperti dikatakan seorang "Master" bahwa 
imajinasi dapat membawa  kepada sosok pahlawan dengan jasa-jasanya. Bang Naga 
pun berteriak " mengapa kau angkat tanganmu Jenderal?" ekspresi penuh sejuta 
tanya dibawah patung jenderal besar.

Generalisasi yang agak ceroboh dapat berakibat pada simplifikasi persoalan yang 
berujung pada banalitas kejahatan. Persoalan yang begitu membelenggu bangsa ini 
menjadi hal yang biasa dan banal (sepele), remeh temeh. Semua yang baik dimasa 
lalu harus tetap dijaga dan mengambil yang baru yang lebih baik dengan 
mengedepankan humanisme sebagai bangsa beradab. 

Demokratisasi dan reformasi birokasi yang sedang berjalan bertujuan 
meminimalisasi adanya "kambing hitam" atau bahkan korban yang tidak perlu. 
lewat saluran-saluran komunikasi politik yang sedang kita bangun. Ini pula yang 
membedakan sebuah negara dikatakan demokrasi mapan atau sebuah negara yang 
sedang merangkak menuju demokrasi yaitu dapat dilihat dari bagaima cara pandang 
warganya melihat sebuah persoalan  eksistensial baik berupa kehilangan harta, 
nyawa atau kegersangan jiwa yang semakin teralienasi (terasing) akibat lompatan 
kemajuan peradaban yang dapat disaksikan sampai keruang-ruang private. 

salam,
yondi

--- In [email protected], salman harits <soe_bb...@...> wrote:
>
> Tidak banyak yang memikirkan, betapa koruptor juga ada jasanya...

> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke