Memang mungkin agak 'ironical', bukankah itu fakta, meski kita tidak 'sudi' mengakuinya, (mungkin kita takut disangka koruptor juga, padahal dulunya........he..he.. tanya ke bendaharawan dan/atau atasan aja yak) Biar gak ekstrim, saya gambarkan yang demonstrasi saja... Saya menganggap demonstrasi itu bukan hal yang baik, apalagi dilakukan oleh guru, dan yang dituntut adalah kenaikan gaji Faktanya, gaji guru kemudian naik, Saya yakin, kenaikan itu salah satunya karena ada tekanan melalui demonstrasi tsb... Dari sebagian guru-guru itu tentu ada yang tidak setuju dengan cara-cara demonstrasi, meski tetap menginginkan kenaikan gaji Nah..., entah itu namanya 'jasa, tekanan, atau apapun istilahnya..., faktanya demonstrasi 'berhasil' memaksa pembuat kebijakan menaikkan gaji para guru... Para guru yang tidak demonstrasi tentu ikut menikmatinya, bukan? Ironis, memang Kalau koruptor....yang seperti digambarkan itu saya kira sudah banyak yang tahu...., Mereka yang terkena dampak negatifnya mungkin rakyat...., kalau kita? he...he...he.... Bukankah tidak semua hal yang jelek semata-mata membuat dampak negatif ? ................ Ini bukan saya menganjurkan korupsi, jangan diplintir, dibolak-balik apalagi dipolitisasi...
________________________________ From: Den_Boedhi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, March 30, 2009 7:30:44 AM Subject: [Forum Prima] Re: Jasa Para Koruptor Dear Salman van "kebomenek" Apa kabar mas Sudarto,dah berapa anggota sekarang. Mudah mudahan mas sekeluarga sehat selalu. Langsung ke topik, saya kira mas terlalu naif jika mengatakan para koruptor berjasa. Kata jasa mengandung pengertian positif mas. Sedang sepak terjang koruptor adalah negatif. Kita di sini bukan bicara keadaan ideal atau fakta yang ada. Justru mas Salman yang salah naik ojek.

