Dear Salman van "kebomenek"

Apa kabar mas Sudarto,dah berapa anggota sekarang. Mudah mudahan mas sekeluarga 
sehat selalu.

Langsung ke topik, saya kira mas terlalu naif jika mengatakan para koruptor 
berjasa. Kata jasa mengandung pengertian positif mas. Sedang sepak terjang 
koruptor adalah negatif. Kita di sini bukan bicara keadaan ideal atau fakta 
yang ada. Justru mas Salman yang salah naik ojek.

kalo boleh saya contohkan, "jasa jasa" koruptor di negeri ini antara lain: 
Kesenjangan ekonomi yang semakin dalam dan lebar antara si kaya dan si miskin, 
dibangunnya sarana/ prasarana dan infrastruktur yang tidak sesuai spesifikasi 
teknis, meningkatnya angka pengangguran, high cost economy, gizi buruk, mutu 
pendidikan rendah, bantuan yang tidak sampai,... dll. saya rasa mas salman akan 
sangat mudah menemukan "jasa koruptor" yang lain, karena para koruptor itu 
sudah berhasil membangun budaya di negeri ini. sampai sampai mas Salman 
kehilangan kekritisannya sehingga menganggap kenaikan penghasilan (termasuk 
kita) sebagai jasa dari para koruptor.

Mudah2an mas Salman hanya sekedar bercanda. Kalo boleh saya mengingatkan. 
Akibat ulah para koruptor itu membuat negeri ini begitu terpuruk. Kenaikan 
gaji/ upah buruh termasuk remunerasi di lingkungan kita hanya merupakan salah 
satu solusi/ usaha untuk menaikkan taraf hidup dan menggairahkan roda 
perekonomian. Atau dengan kata lain merupakan solusi sementara untuk mengatasi 
efek negatif yang ditimbulkan para koruptor itu.

Sekali lagi saya tekankan, ini bukan perkara kita memandang permasalahan dengan 
kaca mata yang berbeda. Tetapi harus didudukkan dulu persoalannya. karena 
sangat jelas perbedaan makna antara JASA dan EFEK Negative. Kata jasa 
memancarkan energi positif karena memancarkan kemuliaan. Sekali lagi seperti 
kata Mas Yondi, hati hatilah menyandingan kata jasa dengan koruptor. Salah satu 
tempat yang paling pantas buat koruptor adalah rutan salemba.


Salam hangat dari Kendari
HaBeWe 
viva 93

 --- In [email protected], salman harits <soe_bb...@...> wrote:
>
> He..he...itulah fakta di negeri ini bung,
> Anda bicara Idealnya,
> Jadi jaka sembung naik ojek...
> ...
> bangsa ini menggunakan metode-metode yang mirip sama,
> membuat justifikasi untuk mencapai tujuan,
> semua merasa benar, kan?
> koruptor membuat justifikasi pembenaran perbuatannya,
> lalu pembuat kebijakan memakluminya,
> Lalu bermunculanlah ide-ide serupa...
> Guru-guru berdemo....menuntut kesejahteraan
> (mungkin mereka tidak bisa korupsi, sehingga harus berdemo)
> Perangkat desa meniru hal yang sama.....
> dll...dlll
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: yondi_l <yond...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, March 27, 2009 11:14:25 AM
> Subject: [Forum Prima] Re: Jasa Para Koruptor
> 
> 
> Ada baiknya kita berhati-hati menyandingkan kata jasa dengan koruptor. 
> Khawatir apa yang telah tertanam "dalam alam bawah sadar anda", sekali lagi 
> telah tertanam "dalam alam bawah sadar anda" seperti dikatakan seorang 
> "Master" bahwa imajinasi dapat membawa kepada sosok pahlawan dengan 
> jasa-jasanya. Bang Naga pun berteriak " mengapa kau angkat tanganmu 
> Jenderal?" ekspresi
>


Kirim email ke