Tidak banyak yang memikirkan, betapa koruptor juga ada jasanya...
Lihatlah fakta, bahwa kebanyakan instansi yang dinaikkan penghasilannya,
dulunya adalah sarangnya koruptor
Semakin banyak 'para koruptornya' semakin tinggi posisi tawar dan 'grade'
remunerasinya, betul?
Para pembuat kebijakan rata-rata berpikir reaktif dan cenderung pragmatif
Untuk menjinakkan koruptor, maka dinaikkanlah penghasilannya
Maka, renungkanlah, kalau anda sekarang menikmati 'remunerasi' yang lumayan,
Jangan lupa, sebagian diantaranya adalah karena 'jasa' para koruptor
Ini terjadi juga di bidang lain...
Ketika terjadi kecelakaan kereta, yang dibahas kemudian adalah berapa gaji
penjaga palang pintu kereta
Maka, ketika si penjaga palang pintu dihukum karena kelalaiannya, penjaga pintu
yang lain menerima tambahan penghasilan
Ketika suatu instansi dilanda 'bedol desa' para pegawainya, barulah kemudian
para pemimpin berpikir 'ada apa dengan organisasi kita?'
Yah.....
Mungkin ini yang menjadikan orang masih tetap melakukan korupsi,
mereka berpikir, 'Siapa tahu gaji kita nanti dinaikkan lebih tinggi lagi...'
He..he....
Hayo salah siapa......
[Non-text portions of this message have been removed]