Assalam'mualaikum Wr.Wb. kang Parno.... :-)

gimana yah pak Moderator....(maaf kalo postingan ini tidak qualified)

habisnya saya cuma bisa tersenyum dengan jawaban kang Parno

tapi minimal kang Parno dan temen2 taulah yah...seperti apa jadinya feedback 
saya..... :-)

(semoga ini bukan termasuk postingan One-liner, Two-liner atau Three-liner.... 
ya pak MoD...karena lebih dari 3 baris hehehehehe....)

semoga menjadi perenungan "kita" semua  untuk selalu "belajar" dan terus 
"belajar"



Wassalam'mualaikum Wr.Wb.
Allah meninggikan derajat orang yg berilmu diantara kalian.....(CMIIW)



--- In [email protected], I GUSTI SUPARNO <maz_a...@...> wrote:
>
> Assalam'mualaikum Wr.Wb.
>  
> Kang Ikyusan Hidayat yang sedang resah,
>  
> Saya hormati pendapat kang Ikyus yang menilai saya tidak berimpati. Dan 
> memang saya sendiri tidak tahu apakah saya begitu. Yang jelas saya memang 
> tidak berhak memberi penilaian kepada siapapun karena tidak punya wewenang 
> untuk itu, di samping fakta permasalahannya memang saya tidak tahu secara 
> pasti. Menurut saya, permasalahan ini bersifat lokal atau paling tinggi 
> regional. Oleh karena itu saya menyampaikan pendapat, agar 
> dipertanyakan dasar pertimbangan Kakan/KPA sehingga tercapai "win-win 
> solution". Kasus nasional serupa ini (pembayaran CPNS Prodip tidak berlaku 
> surut) pernah menjadi topik dalam forum ini, toh akhirnya terselesaikan 
> dengan cantik.
>  
> Secara fakta dan hanya sebagai pembanding, di tempat saya bertugas 
> copy/turunan DIPA dan RKA-K/L diberikan kepada semua seksi dengan maksud 
> transfaransi. Dengan begitu semua tahu penggunaan DIPA itu. Mungkin di tempat 
> tugas kang Ikyus beda dengan di sini. Yang jadi pertanyaan kenapa beda??? 
> Kantor sama, KPPN. Kanwil sama, Kanwil DJPBN. Ditjen sama, Ditjen PBN. Semua 
> sama, tapi kenapa beda... kok beda??? Mungkinkah karakteristik Pemimpin yang 
> beda. Dalam milis lalu saya mencoba menggelitik dengan pendapat, apakah perlu 
> dibuat ketentuan yang detail mengenai pemberian "reward" dan "punishment" 
> oleh KP DJPBN???
>  
> Saya dapat mengerti saran Kang Ikyusan untuk jangan memperluas 
> masalah/bahasan... jangan menjauh dari substansi permasalahan/masalah. Tapi 
> saya berpendapat, milis saya masih wajar dan tidak lari dari substansi, dan 
> juga forum ini banyak ditonton secara nasional bahkan internasional, 
> dibimbing oleh Bapak-Bapak Tercinta, seperti Bapak Hari Wibowo, Bapak 
> Subasita. Banyak lo, rekan kita yang belajar di negeri seberang turut 
> menyimak forum ini antara lain Kang Noor Faisal. Jadi menurut saya, mau 
> dipersempit atau diperlebar, mari serahkan kepada Redaktur untuk mengatur.
>  
> Kalau saya tidak silaf menangkap, salah satu memperluas masalah/bahasan dan 
> menjauh substansi permasalahan/masalah, pernyataan "andaikan hak tersebut 
> tidak diberikan lantaran LKP/LKPP "disclaimer". Sesungguhnya fakta dari 
> pernyataan ini s.d. sekarang memang belum pernah ada, karena memang belum ada 
> ketentuan untuk men-"disclaimer"-kan LKP/LKPP yang disusun KPPN. Mungkin pada 
> suatu saat perlu dipertimbangkan untuk memberi penilaian kelayakan LKP/LKPP 
> KPPN.
>  
> Masalah besaran honor tidak sesuai dengan RKA-K/L. Secara obyektif saya 
> tuliskan bahwa memang pembayaran honor tidak harus/mutlak/wajib sama dengan 
> yang tercantum dalam DIPA/RKA-K/L. Salah satu contoh Kasus: Dalam RKA-K/L 
> disebut Honor Tim LAKIP= 5 orang x 1 bulan x Rp400.000,- Yang jadi 
> pertanyaan, apakah semua orang yang duduk dalam Tim dibayar sama Rp400.000,- 
> tanpa membedakan Jabatan Dalam Tim, sebagai Ketua atau Anggota. Kalau 
> dibayarkan sama maka akan menubruk ketentuan dalam PMK. Apatah lagi bagi 
> Tenaga Kontrak yang jelas tercantum dalam SPK yang telah disepakati. 
> Pertanyaan kalau Tenaga Kontrak tidak setuju apakah harus berhenti, mungkin 
> lebih tepat diajukan kepada ybs. atau kepada rumput yang bergoyang. Menurut 
> saya, kita sebagai aparatur DJPBN/Kwl DJPBN/KPPN harusnya dapat memberi 
> penjelasan dengan benar, janganlah justru penjelasan itu akan mendorong 
> perbuatan negatif.
>  
> Kang Ikyusan, empati bukan berarti berkata anda benar, ayo serang terus. 
> Kalau bonyok siapa yang rugi??? Saya mengartikannya "Katakan yang hak 
> walaupun pahit".
>  
> Mohon maaf, semoga manfaat.
>  
> Wassalam'mualaikum Wr.Wb.
>  
>  
>  
>  
> @yahoo.com> wrote:
> 
> From: ikyusan hidayat <iky...@...>
> Subject: [Forum Prima] Re: CURHAT.... Soal Honor Tupoksi:-)
> To: [email protected]
> Date: Sunday, July 12, 2009, 9:04 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Waalaikumsalam Wr.Wb. kang Parno...
> 
> Terimakasih yg sebesarnya untuk kang Parno yg sudah rela mengorbankan 
> waktunya merespon Curhatan kami....
> tapi kalo boleh sy memberikan sedikit masukan....
> mbo kalo mau merespon sesuatu....jangan lupa ber"empati". ...
> bagaimana kalo sampeyan yg berada di posisi kami....dan kalo bisa jangan 
> memperluas masalah/bahasan. ...jangan menjauh dari substansi permasalahan/ 
> bahasan.. ..malah kesannya kang Parno mencari "pembenaran" atas sikap kakan 
> kami....
> 
> coba degh dibaca lagi... :-)
> 
> Luar biasa sekali dong yah, si penguasa pengguna anggaran ini yg tidak mau 
> memberikan "hak" beberapa orang anggota dari institusi yg diamanatkan 
> kepadanya... sementara hak tersebut telah memiliki dasar hukum yg jelas, 
> terlebih lagi...dari hasil kerja "mereka"lah setiap kita dapat 
> melihat/menilai kwalitas kantor yg dipimpinnya. ...
> Sedang jika kang Parno meng-andaikan hak tersebut tidak diberikan lantaran 
> LKP/LKPP "disclaimer" ...Asli.. ..luchu degh..." coba degh nalar kang 
> Parno.....sedikit dipake....
> 
> mengenai "kisah" pembayaran uang bulanan 2 pegawai harian...
> yg sy katakan "hanya lebih dari separuh" dari yg dialokasikan dalam RKA-KL 
> (dan siapapun tau, tidak boleh jmlah honor dalam SPK melebihi alokasi dalam 
> RKA-KL, dan seandainya mereka tidak setuju...berarti mereka harus berhenti 
> mjd peg.harian di kntr ini, sementara angan2 mereka tetap yakin akan mnjadi 
> peg.tetap depkeu)...padahal mereka adalah pegawai harian yg telah sekian lama 
> mengabdikan dirinya di kantor ini...bahkan dimasa daerah ini merupakan daerah 
> konflik....merekala h ujung tombak pelayanan kantor kita ini....
> pesan yg ingin sy sampaikan adalah....mengapa penguasa pengguna anggaran ini 
> "tidak" mau sedikit "menggunakan" hatinya....dalam menetapkan honor pada SPK 
> mereka? 
> 
> cabe merah di atas papan, jangan marah kalo kurang sopan...
> 
> astainu bishobri washolah.... .
> karena Allah tidak pernah salah....
> 
> Wassalam'mualaikum Wr.Wb.
> (jadikan sholat dan sabar sbagai penolongmu.. .)
>


Kirim email ke