Yang lebih mengenaskan lagi sudah jauh, transportnya susah, dipaksa cuti bersama, tapi giliran mau ambil cuti tidak diijinkan, padahal kalao cuma cuti bersama 3 hari, dengan jarak tempuh yang begitu jauh untuk nyampe ke bandara terdekat harus nginap dulu dan butuh biaya yang tidak sedikit akan tetapi hanya bisa diam dirumah tidak lebih dari 4 hari, kata orang jawa 'ora nyucuk karo ongkose' sementara kalau tidak pulang alias berdiam diri jauh dari keluarga terasa terlalu lama...
Barangkali untuk masalah cuti bersama ini perlu ditinjau kembali untuk masa mendatang, kasihan para pegawai yang kebetulan bertugas nun jauh di balik gunung di seberang laut... --- In [email protected], untari Retno <retno_untar...@...> wrote: > > sebagai pembuka : ada seorang pegawai DJPBN daerah asalnya > jauuuuuh...sekali dari daerah di mana saat ini pegawai tersebut di tempatkan, > trus mau pulang kampung untuk silaturrahmi dengan keluarga, ongkos > transportnya > saja tidak terbeli karena mahal maklum anak 3 ..yah dari pada habis untuk > transport dan mungkin kurang uangnya lebih baik tidak pulang . dan uang yang > tadinya mau untuk beli tiket tersebut sebagian bisa di kirimkan kepada > keluarga > di kampung, cuman yang menjadi masalah adalah hak cutinya jadi berkurang > karena > keambil cuti bersama.....gimana ya....????kapan penempatan deket keluarga > ya.....???? >

