Ternyata pungli masih ada di lingkungan kita. Bagaimana membasminya? Berbagai 
cara sudah dilakukan, mulai dr yg lunak sampai tindakan keras. Ini membuktikan 
betapa syusyahnya merubah mindset. Sosialisasi ke satker kelohatannya perlu jg 
di galakkan kelihatannya. Kl yg melakukan itu dr orang lebih tua dan orang 
lama, mungkin bisa berkilah. Tapi kta menjadi sedih kl itu terjd pd anak muda. 
Berarti sdh terkontaminasi virus jahat. Ketika, ada berita di koran kta br 37 
kppn bebas pungli pd kebakaran jenggot. Ternyata 'ITU' mm masih ada di kita. 
Ketika kta men'difen' bhw di kita sdh tidak ada, ternyata dr bbrp sampel 
TERBUKTI ADA, jadi...SBS (sangat prihatin)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "tio6797" <[email protected]>
Date: Fri, 11 Sep 2009 18:02:31 
To: <[email protected]>
Subject: [Forum Prima] SMS Keprihatinan

Dear Miliser's, hari ini saya mendapat sms dari seorang "teman". Isi SMS 
tersebut ternyata forwad SMS yang materinya adalah SMS dari Pak Dirjen kepada 
para Pejabat Esl II. Sehingga saya merasa tidak berhak dan lancang 
menyampaikannya kepada Sidang Miliser,namun karena kecintaan dan keprihatinan 
saya kepada DJPBN, saya beranikan untuk menyampaikannya.

Demikian isi SMS tersebut :

Pungli di Skbm dan Bgr
Yth Bpk/Ibu Kakanwil, Ses, dan Dir, saya betul2 prihatin, ternyata tdk hanya di 
KPPN Sukabumi tapi, siang ini 10 Sept 09, di Bogor juga tim Irjen menangkap 
pegawai KPPN yg lakukan pungli!!!!Harap menjadi perhatian yg sangat serius 
Bapak/Ibu. Sekarang tdk perlu retorika, saya minta betul2 turun ke KPPN masing2 
guna mengingatkan utk tdk lakukan pungli, lakukan pencegahan dan menindak 
pelakunya. Mhn diingat ini menjelang lebaran, godaan utk lakukan pungli sangat 
besar. Sekali lagi mhn pastikan Bapak/Ibu melangkah utk mencegah merebaknya 
pungli dlm pelayanan di KPPN bahkan di Kanwil dan Ktr Pusat. Tks atas 
kerjasamanya. Wasalam HP cc Ibu MK, Irjen

Semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan kita semua untuk menata langkah 
demi perbaikan dan penyempurnaan DJPBN. Selanjutnya saya mohon maaf atas 
kelancangan saya ini.

Salam dari ladang batubara Kalimantan Timur.


Kirim email ke