Tampaknya saya perlu "menambahkan beberapa" hal kepada email dari Bapak Karnos70
karena email beliau menurut pribadi saya belum mencakup hal-hal berikut yang
menurut saya
menyita sebagian besar waktu MK pada pidato pengarahan :
1. Perintah/instruksi MK kepada semua yang hadir pada saat tersebut untuk tidak
lagi menerima gratifikasi
dalam bentuk apa pun atas layanan apapun pada KPPN, kanwil atau Kantor
Pusat. sebagian besar waktu pidato
Beliau dihabiskan untuk menekankan hal ini. MK juga menekankan bahwa
pegawai yang menerima dapat dipecat jika terbukti.
2. MK meminta agar jajarannya (peserta rapat saat itu) agar kreatif dalam
mengatasi masalah gratifikasi
3. MK juga membahas mengenai masalah pemberian remunerasi yang belum memberikan
dampak maksimal pada kenaikan
kinerja. MK juga menekankan bahwa seharusnya yang menerima remunerasi
tersebut adalah pegawai yang benar benar
kerja bukan pegawai yang tipe 8 - 0 - 5! Kanwil, KPPN, Kanpus diminta untuk
kreatif dalam meningkatkan kinerja pegawai.
4. MK menantang semua peserta rapat agar LKPP 2011 WTP! tantangan tersebut
wajib diterima oleh DJPB.
5. MK juga membahas berbagai perubahan yang terjadi saat ini seperti akan
diterapkannya accrual accounting dan PBB.
6. terakhir, MK meminta DJPB kembali membuat prediksi realisasi belanja hingga
akhir tahun dengan tingkat akurasi yang baik
seperti tahun lalu bahkan ditingkatkan.
perlu saya tambahkan bahwa poin 1 s.d 4 lah yang paling banyak dibahas oleh MK.
Mengenai SPAN. Perlu saya tegaskan bahwa SPAN BUKAN WACANA!
SPAN adalah NYATA dan merupakan MILIK DJPB. Perlu diperhatikan bahwa
pembentukan Direktorat TP
adalah bertujuan untuk menangani SPAN secara langsung. SPAN akan mensejajarkan
kita dengan berbagai negara maju
yang telah terlebih dahulu mempunyai sistem "serupa" SPAN.
Salam, dari Rantauprapat.
________________________________
From: karnos70 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, October 23, 2009 9:52:19 AM
Subject: [Forum Prima] Rapim-catatan Bu Menteri (cerita kepala KPPN-ku)
Kemaren sore, kami dikumpulkan kepala kantor untuk mendengar hasil rapim di
Jakarta minggu lalu.
Kepala KPPN kami ini, selalu menyampaikan hasil rapim2 yang dihadirinya dan
juga mewajibkan para kasi dan staf yg selesai mengikuti diklat2 untuk berbagi
pengetahuan sesampainya di kantor.
Berkaitan dengan hasil rapim kemaren, nampaknya terdapat beberapa catatan
penting. Khususnya beberapa hal yang menjadi penekanan Ibu Menteri:
1.Ibu Menteri mempertanyakan, apakah ditjen Perbendaharaan ini mempuyai data
pengeluaran beberapa bulan kedepan (sisa TA 2009: Nopember-desember)
2.Apa saja yang dilakukan jajaran DJPBN selain melaksanakan tupoksinya.
Terutama di KPPN, apa hanya mencatat penerimaan Negara dan mengeluarkan SP2D
saja?
Nampaknya kedua hal yg menjadi perhatian dan tantangan Ibu menteri harus kita
tanyakan kepada diri kita masing-masing. Apakah kita sudah dapat memprediksi
pengeluaran dan penerimaan beberapa bulan kedepan dan apakah kita juga telah
melakukan sesuatu kegiatan bagi lingkungan sekitar yang bermanfaat, selain
tupoksi (Tentunya kegiatan yang berkaitan dengan fungsi perbendaharaan di
bidang keuangan Negara.)
Kami sendiri telah meriview KPPN kami, memang benar, kami belum bisa
memprediksi penerimaan dan pengeluaran beberapa bulan kedepan dan juga belum
mempunyai kegiatan tambahan lain yang kiranya berkaitan dengan pengetahuan
keuangan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Hal ini yang akan menjadi tantangan kita semua, warga djpbn. Mengapa kita
tidak/belum melakukannya? Mari saatnya kini kita bergerak, majukan djpbn,
bukan hanya penuhi harapan Ibu Menteri kita.
NB:
-Kantor pusat pun demikian nampaknya, hanya karena telah di "sentil" bu
menteri, baru sekarang tergopoh2 menyusun rencana pengeluaran nop-des 2009.
Terbukti surat tertanggal 21 oktober, minta data disampaikan ke ktr pusat tgl
27 oktober.
-Oh ya.. kalo tentang SPAN.. khabarnya sudah sampai (masih) wacana saja,
seperti sebelum2nya, yang tetap saja meragukan para peserta rapat.