program sejenis SPAN yang dijalankan  di Australia :ternyata  GAGAL. Tentang 
kegagalannya sendiri tidak di publikasi secara resmi oleh pemerintah Australia, 
karena alasan  politis". 
Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan kita akan keberlangsungan SPAN 
di Indonesia.

Wah memang adik2 muda kita ini memang  peduli terhadap pekerjaannya.  Tambahan  
pa WIBAWA PRAM SIHOMBING  memang tepat, tapi mungkin yang dimaksud pa karnos 
itu lebih focus pada fungsi utama DJPBN  kita. Bapak-bapak kepala kantornya 
didaerah juga mungkin menjelaskan hal yang sama seperti point2 dimaksud pa 
sihombing, tapi  pekerjaan  yang saat ini harus dilakukan DJPBN  khususnya PKN 
adl seperti yang diulang2 oleh menkeu di rapat2 dinas: yaitu sindiran keras ke 
Dit PKN untuk memfungsikan manajemen kas (di rapim matraman/acacia dan  di 
rapim sahid).   Hal yang harus kita akui : benar adanya bu menteri, bahwa   
DJPBN harus segera memanfaatkan uangnya bu menteri, yg dikuasakan kepada DJPBN. 
  

Tentang SPAN, kami berpendapat: 
-      Diskusi SPAN ini sudah sangat sering. Pro-kontra nampaknya sesuatu yang 
wajar. Karena SPAN sendiri merupakan project bank dunia yang sangat sensitive 
untuk dibahas. Beberapa level pimpinan kita menginginkan project ini 
"diamankan", harus dibela apapun yang terjadi, karena project ini harus jalan.
Sedang kelompok masyarakat DJPBN lainnya yang KONTRA-SPAN, yang nampaknya 
jumlahnya lebih banyak dari yang PRO…hanya seringnya "berbisik-bisik" saja di 
meja belakang (karena meja depan sudah penuh dengan TIM – SPAN). 
Dari pendapatnya pa WIBAWA PRAM SIHOMBING nampaknya bapak termasuk yang yakin 
akan berhasilnya SPAN di Indonesia (DJPBN -khususnya), sejarah akan mencatat pa 
PRAM sebagai pendukung SPAN fanatik. Pendapat pa Pram menyiratkan kuat hal 
tersebut. Mungkin tulisan di milis ini akan dapat dibuktikan beberapa tahun 
lagi, tapi sayangnya, saat itu kami yang sudah setengah tua ini hanya akan 
tinggal melihat dari luar rumah ini saja, karena kami sudah tidak ada lagi 
disini saat itu, karena banyak dari kami yang akan memasuki masa purna .    
TAPI jangan bersedih… kita masih ada waktu… 

-       Berkaca dari project2 bank dunia lainnya yang pernah dilaksanakan 
dimasa lalu. Pa PRAM mungkin masih ingat dengan ORACLE, ORAFIN, paket 
accounting system yang kita beli dengan uang pinjaman dari luar negeri ? apa 
masih ada : dari beberapa contoh project sejenis SPAN (paket project) dimasa 
lalu yang masih "hidup" hari ini ?  yang masih bisa kita gunakan dan bermanfaat 
bagi negeri ini hari ini? Sayang…yang ada hanya tinggal berkas2 
pertanggungjawaban anggarannya saja. systemnya…softwarenya…hardwarenya-pun 
entah dimana….(bisa didiskusikan dg Bpk. Bagus-DSP)
Padahal orang bijak berkata : "jangan kau jatuh di lubang yang sama nak.., 
karena engkau dikaruniai akal yang baik untuk tidak melakukan itu, akal-fikir 
mu dan hatimu dapat kau pakai guna membaca fenomena" 
Pa PRAM juga harus membaca sejarah awal munculnya GFMRAP-SPAN karena disanalah 
terjadi pembelokan idea. Dan generasi yg saat ini menangani SPAN, jangan hanya 
melihat kulitnya saja, bisa jadi sejarah SPAN-nya belum lengkap. 

-       Khabar terakhir lainnya ttg SPAN yang  sudah menjadi rahasia umum  
masyarakat DJPBN : bahwa kunjungan Bapak-bapak kita ke Australia beberapa waktu 
lalu (2009) mendapat penjelasan lisan dari pejabat Dep.Keuangan Australia. 
Penjelasan yang mengagetkan dan membuat gamang, bukan hanya kita2, tetapi juga 
Bapak-bapak kita di Jakarta " bahwa program sejenis SPAN yang dijalankan  di 
Australia :ternyata  GAGAL. Tentang kegagalannya sendiri tidak di publikasi 
secara resmi oleh pemerintah Australia, karena alasan  politis". 
Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan kita akan keberlangsungan SPAN 
di Indonesia.
Masihkah kita-kita belum yakin ? dan tetap bersikukuh menyatakan SPAN akan 
sukses di Indonesia, karena SPAN di australia berbeda dengan yang ada di 
Indonesia, atau SPAN yang di Indonesia ini: nantinya dapat disesuaikan dengan 
bisnis proses yang ada?
Jika benar demikian, kita mungkin bagian dari kelompok yang tak pandai membaca 
fenomena ? 

-       Hal yang tidak kalah ramai diperbincangkan di pagi hari saat sarapan 
pagi dipinggir2 warung kopi adalah tentang COTS. Yang konon tidak dapat diubah 
terlampau banyak "isi" didalamnya. Dengan kata lain "isinya" itulah yang harus 
kita ikuti (karena itulah best practices), sedang SOP/bisnis proses kita yang 
hari ini… : itu sudah terlampau usang dan harus kita tanggalkan nanti. 
Jika benar demikian adanya (menurut teman2 yang tahu benar ttg COTS), apa 
gunanya bisnis proses kita 
Yang hari ini kita perbaiki, rapikan, di- Mapping… jika kelak: bisnis 
proses-nya COTS yang harus kita pakai?
 
-       Sedang lembaga yang terkait di DJPBN: Khabarnya Direktorat TP yang akan 
mengawal implementasi SPAN. Sedang      Direktorat SP diminta untuk tetap 
menjaga system yang berjalan sekarang. Jikapun SPAN berjalan lancar… perlahan 
Direktorat SP akan melakukan penyesuaian dibeberapa tempat. Sedang kemungkinan 
kedua: jika SPAN Gagal:  System yang lama tetap berjalan dan ini yang akan 
tetap digunakan sebagai opsi kedua untuk berjaga-jaga.
 
-       Tentang kelompok pendukung: di DJPBN sendiri diakui atau tidak terdapat 
dua kelompok besar: Pendukung fanatic SPAN (seperti pa PRAM dan beberapa bapak2 
lainnya) dan kelompok yang cenderung diam tetapi penuh dengan keraguan akan 
SPAN. Dimasa yang akan datang sejarah akan mencatat dan kita akan mengingat : 
kita ada di kelompok mana, seperti pemilu.. ha..ha….

-       Oke lah… jangan serius sangat… diskusi kita ini akan tetap berada 
dijalur yang sehat, demi masa depan DJPBN kita.

-       Yang penting di-ingat: Mengapa kita harus menunggu beberapa waktu 
kedepan, membiarkan waktu yang membuktikan bagaimana SPAN nantinya di 
Indonesia. jika saat ini kita bisa memperkirakannya akan seperti apa nantinya 
SPAN. Tapi Sebaliknya jika kita yakin bahwa  SPAN akan berjalan lancar, maka 
harus kita dukung SPAN dengan sepenuh hati, jangan setengah hati.

-       Kita berdoa saja , semoga para pimpinan kita bijak dalam menentukan 
langkah kedepan, apapun  pilihan yang kini diambil. Jika SPAN terus berlanjut: 
semoga SPAN dapat berjalan lancar, dan jika SPAN nantinya akan bernasib seperti 
ORAFIN-ORACLE semoga saja pimpinan kita berani mengambil langkah berani hari 
ini.  

-       Dan jangan lupa para miliser : yang tak kalah pentingnya untuk hari ini 
: harus ada yang segera menjelaskan dengan jujur : apa yang dijelaskan pejabat 
Australia tentang gagalnya SPAN di Australia?   Dan alasan beberapa eselon I 
depkeu keluar dari SPAN? 

Terimakasih.
Horas. 

               
---------------------------------------------------------------------
Pendapat pa PRAM : "Mengenai SPAN. Perlu saya tegaskan bahwa SPAN BUKAN WACANA! 
SPAN adalah NYATA dan merupakan MILIK DJPB. Perlu diperhatikan bahwa 
pembentukan Direktorat TP adalah bertujuan untuk menangani SPAN secara 
langsung. SPAN akan mensejajarkan kita dengan berbagai negara maju yang telah 
terlebih dahulu mempunyai sistem "serupa" SPAN. "



Kirim email ke