Banyaknya comment teman2 atas SPAN, hal tersebut menunjukkan kita care atas perbendaharaan indonesia kita. masa depan kita dan beban yang akan kita tanggungkan kepada generasi kita berikutnya.
dari beberapa comment, saya condong pada comment Pa wachid, Pa Deri, Pa Habewe dan Pa Bagus (org yg benar2 in-charge dalam bidangnya). Teman2... banyak memang paradigma, pemahaman, literatur, dan contoh praktik di negara lain. dari alpa edison, teori2 transformasi, dll teori modern lainya. tapi kita juga jangan lupa, kita ada dan hidup di negara kita, hidup yang nyata yang juga patut dihitung, hidup dalam masa maju dinegara sendiri dengan praktik perbendaharaan dan keuangan negara yang telah di modernisasi. jauh sudah kita melangkah, jika dibanding masa lalu, CKC-KKN/KPN-KBN-KPKN, saat ini praktik perbendaharaan sdh jauh maju. dan semua itu dikembangkan dg mangacu pd best practices di negara2 maju. adakah yang salah hari ini? ya.. mmg belum se-modern di dunia luar, yg sdh menggunakan ATM para spending-unitnya dan reportnya tinggal tekan satu tombol (ini yg selalu disampaikan dimana2) tapi secara besaran, Indonesia saat ini, sudah modern mekanismenya. jika hanya tentang teknis-nya, ada baiknya kita kembangkan sendiri dg berawal dari praktik yang hari ini dilakukan (penyusunan anggaran-SPP-SPM-SP2D-adm penerimaan negara-pertanggungjawaban dlsb. karena jangan lupa: SPAN dengan COTS-nya: ADALAH SISTEM PAKET. kita membeli PAKET yang sudah dikemas dalam peti kemas dan itu Import. perkara apa yang kita lakukan hari ini dengan FO kppn, SOP percontohan, TSA, pembukuan penerimaan (yang dikenal dengan sistem perbendaharaan ala Indonesia) TIDAK akan mempunyai hubungan langsung dengan PAKET yang kita Import tadi. percayalah, krn hal ini yang terjadi di masa lalu, dan pola itu sdh mjd pola dagang "orang luar" Pa Bagus sudah menyampaikan, jika PAKET tadi dibuka dari Peti-nya, lalu dipasang di kita: di KPPN,bbrp Satker, DPR , DJA (tidak di DJP dan DJBC: yang mmg sudah hengkang lebih dulu dari SPAN) lalu diresmikan oleh Para pejabat kita dengan menekan tombol peresmian beroperasi, setelah seremonial itu dilakukan, ternyata tdk jalan di berbagai tempat, dan saat kita berteriak "mas koq nggak jalan" salah satu staf menjawab " maaf mas, pesta-nya sudah bubar... khan BAP sdh ditandatangani barang diterima 100%, mungkin untuk sementara bisa pake sistem yang lama aja Mas" Bapak-ibu sekalian... apakah hari ini adalah gambaran 'kurang PD-nya" kita? dg cara kampung yg hari ini kita jalankan. kita bisa ingat praktik BLBI di Indonesia, dimana advisornya adl org terbaik dari luar sana... ternyata saat permasalahan yg sama menerpa negara -nya, mereka pun limbung" dan Indonesia ternyata telah berhasil menjadi "kelinci percobaan" negara maju. jika analog diatas tidak pas, mungkin saja kita, negara kita adalah "PASAR" utk mereka jualan product. jika tidak kedua-nya perkiraan diatas, Pastilah salah satu diantaranya . kita tidak percaya kalo nasi goreng itu benar2 enak dan hebat, sebelum nasi goreng di-nyanyi2kan oleh org2 belanda dalam lagunya, juga demikian dg tari pendet.. sekali lagi, jangan lupa apa yg kita lakukan hari ini adalah hasil perbaikan sistem yang jauh lebih baik dari masa lalu, dan COTS/SPAN dinegosiasikan dg pandangan pola perbendaharaan masa lalu. kontrak memang sudah di tandatangani, jika pesta-nya Bubar... siapa yang akan bertanggungjawab...? sedang pa Bagus dan pa Hari sdh pensiun saat itu.. hmmm adik2 muda yg saat ini ada, yang akan menyaksikan apa yg akan terjadi. semoga masih ada jalan baik untuk kita semua, paling tidak sudut pandang kita yang tidak membuta akan apa yg terjadi hari ini. majulah perbendaharaan Indonesia.

