Yakin? lantas bagaimana dengan hadist tentang apabila kita melihat kemungkaran? Yang Rasulullah menyuruh kita untuk mencegahnya dengan tangan apabila tidak mampu maka dengan lisan dan apabila tidak mampu juga maka dengan hati dan itulah selemah-lemahnya iman... Dan menurut penafsiran saya setalah mengikuti kajian fiqh aksi adalah demonstrasi/aksi merupakan bagian dari mencegah dari kemungkaran tapi bukan masuk kategori "dengan lisan" melainkan "dengan hati" (selemah-lemahnya iman) dengan arti bahwa orang yang tidak ikut demonstrasi bisa dikatakan tidak beriman (wallahu'alam, itu penafsiran saya). Lho... lantas yang termasuk kategori "dengan lisan" apa? Dalam kajian tersebut maksud mencegah kemungkaran 'dengan lisan" adalah menyampaikan langsung kepada pihak yang bersangkutan, atau bisa dikatakan juga dengan tulisan yang bisa dibaca oleh orang yang bersangkutan. Wallahu'alam
Demonstrasi itu tidak ada manfaatnya, ini hanya bentuk keributan belaka. Demonstrasi merupakan bentuk kekacauan. Bagaimana hal tersebut bisa menimpakan bahaya bagi para musuh, jika orang-orang keluar dan berdemonstrasi di jalan-jalan, mengangkat suara mereka? Bahkan, ini akan membuat para musuh senang dan bahagia. Mereka akan mengatakan, "Apa yang kita lakukan telah memudharatkan dan melukai mereka." Para musuh akan senang. Islam adalah agama yang tenang dan penuh kehati-hatian, Islam adalah agama ilmu, bukan agama yang suka keributan. Islam adalah agama yang mendorong untuk bertindak tenang dan hati-hati, di mana pada saat yang bersamaan, Islam mendorong amalan shalih, yang bermanfaat dan terpuji, seperti menyediakan bantuan kepada sesama muslim, berdoa untuk mereka, dan memberikan bantuan finansial dan senjata. Kalau memang benar seperti itu, silahkan ikut demostrasi dulu, baru bicara. Lagipula kalau Islam hanya tampil seperti itu, Islam seperti lemah, tidak berdaya, lembek, dan lunak. Lantas dimana esensi ketegasannya? dimana esensi jihad? Islam itu sempurna, ada Keindahan ada juga ketegasan, ada jihad ada pula cinta. Tidak setengah-setengah. Afwan.. Wallahu'alam --- On Tue, 1/6/09, Abu Abdirrahman <[email protected]> wrote: From: Abu Abdirrahman <[email protected]> Subject: {FoSSEI} Hukum Demonstrasi Untuk Palestina To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Date: Tuesday, January 6, 2009, 4:02 AM Hukum Demonstrasi untuk Palestina Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Soal Pertama: Fadhilatussyaikh, banyak pertanyaan yang muncul tentang apa yang hendaknya dilakukan oleh seorang muslim berkenaan dengan apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina, menyangkut doa untuk mereka, memberikan bantuan finansial, atau berjihad bersama mereka. Jawab: Apa yang wajib bagi setiap muslim adalah hendaknya mereka berdoa bagi saudaranya sesama muslim, dan membantu mereka dengan bantuan finansial. Hendaknya mereka membantu dalam bentuk finansial dan doa. Ini adalah yang wajib bagi mereka dan yang bermanfaat bagi Muslimin Palestina. Soal kedua: Jazakallahu khairan ya Syaikh, penanya berikutnya berkata, "Apa hukum demonstrasi, apakah ini termasuk berjihad karena Allah?" Jawab: Demonstrasi itu tidak ada manfaatnya, ini hanya bentuk keributan belaka. Demonstrasi merupakan bentuk kekacauan. Bagaimana hal tersebut bisa menimpakan bahaya bagi para musuh, jika orang-orang keluar dan berdemonstrasi di jalan-jalan, mengangkat suara mereka? Bahkan, ini akan membuat para musuh senang dan bahagia. Mereka akan mengatakan, "Apa yang kita lakukan telah memudharatkan dan melukai mereka." Para musuh akan senang. Islam adalah agama yang tenang dan penuh kehati-hatian, Islam adalah agama ilmu, bukan agama yang suka keributan. Islam adalah agama yang mendorong untuk bertindak tenang dan hati-hati, di mana pada saat yang bersamaan, Islam mendorong amalan shalih, yang bermanfaat dan terpuji, seperti menyediakan bantuan kepada sesama muslim, berdoa untuk mereka, dan memberikan bantuan finansial dan senjata. Ini adalah perkara yang terpuji. Selain itu (perkara yang bermanfaat lainnya) adalah menentang tekanan yang sedang mereka (muslim Palestina) alami sekarang dan meminta kepada negara-negara yang mengklaim bahwa mereka negara demokrasi, agar muslim Palestina diberikan haknya, meminta hak asasi manusia yang banyak mereka besar-besarkan. Bagaimana pun juga, bagi mereka, 'manusia' (yang dimaksud di dalam HAM) adalah orang-orang kafir, di mana muslim tidaklah mereka anggap sebagai manusia -orang muslim adalah teroris! Mereka memanggil muslim sebagai teroris, dan 'manusia' dalam definisi HAM hanyalah orang-orang kafir! Jadi, kaum muslimin harus mengikuti dan berpegang teguh dengan ajaran Islam yang telah disyariatkan dalam permasalahan ini dan demikian pula pada kejadian lainnya. Islam tidaklah mengajarkan demonstrasi, berteriak-teriak dan meninggikan suara. Tidaklah disyariatkan untuk menghancurkan properti-properti atau melakukan tindakan anarki. Ini bukanlah bagian Islam. Bahkan perkara-perkara ini tidaklah memberikan manfaat. Ini justru membahayakan kaum muslimin, tidak membahayakan musuh. Kenyataannya, musuh-musuh mereka akan bergembira dan berkata kepada diri mereka sendiri, "Aku telah memudharatkan mereka", "Aku telah membuat mereka murka", "Aku telah berhasil mempengaruhi mereka". (Ditranskrip dan diterjemahkan untuk blog ulamasunnah (www.ulamasunnah. wordpress. com dari Question and Answer session on Paltalk, dari email Abu Khadeejah - SalafiPublication fo...@salafipublica tions.com pada tanggal 5 Muharram 1430 -2 Januari 2009) -- Stay Hungry, Stay Foolish ============ ========= ===== Denny Juzaili Departemen Manajemen, Alumni Farmasi UI Universitas Indonesia ============ ========= ====== p: 085693602410 p: 021-95657099 e: denny0...@gmail. com ============ ========= ====== Pengajar Privat SD, SMP, SMA, IPA dan IPS, experienced! !!!!!! ============ ========= ====== "Wa qarna fii buyuutikunna wa laa tabarrajna tabarrujal jaahiliyyatil uulaa...." "Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan Allah menjadikan kalian sebagai pengatur di dalamnya dengan turun temurun, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Maka hati-hatilah kalian dari dunia dan hati-hatilah kalian dari wanita karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil adalah pada wanitanya."

