ya... yang pasti wajahnya stadar manusia mas he he he. buat temen2 mahasiswa, 
yang pasti hati2 aja ya, segmen mereka kebanyakan mahasiswa soalnya. 
sekitar Jabotabek ini mereka banyak berkeliaran.jadi waspadalah!!!

ups lupa, sebetulnya mereka bener islam, tpi kebejatan mereka itu menggunakan 
islam untuk meraup uang. inti pokoknya itu, 

--- On Mon, 4/5/10, iqbal faisol <[email protected]> wrote:

From: iqbal faisol <[email protected]>
Subject: Re: {FoSSEI} AJARAN YANG MENJEBAKQ,..
To: [email protected]
Date: Monday, April 5, 2010, 8:14 AM







 



  


    
      
      
      aslm.wah.... .....bisa kita telusuri bareng2, mungkin tu awal timbulnya 
para pengotor nama Islam. karena mereka Islam tidak dikenal sebagai agama 
rahmatan lil alamin....jadi penasaran... pingin liat tu wajah orangx kaya apa?

From: aqied sh <aqied_a...@yahoo. com>
To: fos...@yahoogroups. com
Sent: Mon, April 5, 2010 2:05:00 PM
Subject: Re: {FoSSEI} AJARAN YANG MENJEBAKQ,..









 



    
      
      
      
maaf, mb
mungkin maksid mb zahra islam sesat,,,bukan islam garis keras (saya tdk berani 
mendefinisikan dan mengkotak2 umat islam ke garis keras atau lunak atau 
memplem...)

--- On Wed, 3/31/10, Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id> wrote:

From: Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id>
Subject: {FoSSEI} AJARAN YANG MENJEBAKQ,..
To: "FOSSEI NASIONAL" <fos...@yahoogroups. com>
Date: Wednesday, March 31, 2010, 8:07 PM







 



    
      
      
      

Assalamu’alaykum,.. Wr,.. Wb,.. 

   

Teman2 milisQ semuanya,.. sebentar lagi akan banyak mahasiswa baru, yang
bisa jadi mereka akan jadi target seperti aQ dulu yang yang juga menjadi korban
karena keluguanQ. Mungkin sedikit pengalamanQ ini bisa menjadi pembelajaran
bagi temen2 agar jangan sampai temen2 semua dan orang2 disekitar kalian menjadi
target berikutnya. Karena gerakan mereka cepat banget,…


Berikut sepenggal
dari kisahQ:

AJARAN
YANG MENJEBAKKU 

Pada suatu sore di tahun 2005, saat aku masih semester 1, ketika sedang
berwudzu, untuk menunaikan shalat dhuhur di masjid, aku bertemu dengan dua
orang mbak-mbak.. Namanya Mbak Ida
dan Mbak Ela. Mereka mengajakku berkenalan. 

Tidak ada hujan tidak ada
angin, malamnya mereka datang ke kosku. Ketika itu aku lagi
semangat-semangatny a belajar bahasa arab. Kebetulan, waktu itu kakakku lagi
pulang ke rumah di Magelang sana. Mereka mengajakku untuk ikut mengaji. Awalnya
sih aku nggak mau, karena menurutku hari telah begitu larut. Tapi begitu
kudengarkan berbagai bujuk rayuannya, akhirnya aku pun tertunduk juga. Mereka
mengatakan bahwa berjihad mencari ilmu tidak boleh ditunda-tunda, karena kita
tidak akan pernah tau kapan ajal akan menjemput kita. Jelas saja aku tertohok,
apa lagi mereka bawa-bawa Al Quran segala. Di samping itu mereka mengatakan
bahwa aku juga akan diajari bahasa Arab.secara intensif hingga dalam waktu
singkat, aku pasti bisa. Tawaran itu begitu menggiyurkan. aku pun segera 
bersiap-siap
dan pamit pada mbak-mbak kos dengan alasan ngaji dan mabit. 

Dengan boncengan bandotan kami
pun pergi meninggalkan kosku. Aku dibawa ke Monjali. Di sana aku dipertemukan
dengan seorang ustadz bernama Bp. Bakri. Jelas saja aku heran. Yang namanya
ngaji kan biasanya banyak orang, tapi ini beda. aku sendirian mengaji. Aku
tidak mau. Apalagi hanya dengan seorang lelaki yang sama sekali belum kukenal,
itu kan bukan muhrim. Kuminta Mbak. Ida untuk menemaniku, alhamdulillah ia pun
bersedia. 

Ngaji yang benar benar-benar
mencurigakan. Bp. Bakri mengatakan bahwa Al Quran sekarang ini, bukanlah Al
Quran yang sebenarnya, tapi sebagian sudah dirubah oleh orang Yahudi. Dia juga
mengatakan bahwa kita tidak akan bisa berIslam secara kaffah jika kita masih
tinggal di negara Indonesia Sebuah negara yang berdasarkan Pancasila, bukan
berdasarkan Islam. Karena itu kita harus mendirikan negara Islam. Di samping
itu kita juga harus berinfak sebesar-besarnya. berbagai pertanyaan aku
lontarkan. Tetapi apa daya, dia ahli tafsir, dan Alquran dia hapalkan secara
sempurna. Sementara aku, seorang mahasiswa lugu dengan pengetahuan agama yang
begitu minim, hanya bisa menelan mentah-mentah tanpa bisa mengkritisi. 

Terakhir dia mengatakan, bahwa
besuk pagi aku akan di bawa ke Jakarta untuk di bai’at. Aku tidak mau, apalagi
aku belum pamit. Tapi dia sekali lagi dengan dalil-dalil Al Qurannya memberikan
penjelasan kepadaku, 

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa
berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian
itu adalah lebih baik bagimu jika kamu tidak mengetahuinya”.(QS At Taubah:
47) 

Paginya aku berangkat ke
Jakarta dengan ditemani oleh Bp. Khusni, seseorang yang juga sama sekali belum
aku kenal. Kami naik bus menuju ke Semarang. Di Semarang kami berhenti menunggu
mobil jemputan. Ternyata di dalam mobil sudah ada 2 orang yang seusia denganku.
Namanya Siska dan Eni. Mereka berdua berasal dari Cilacap. Kemudian kami turun
di salah satu stasiun kereta api di Semarang. Di sana kami naik kereta ekonomi
menuju ke Bogor. Sesampainya di Bogor kami menunggu mobil jemputan lagi dan di
dalamnya sudah ada dua orang remaja bernama Resti dan Ajeng dan juga seorang
ibu rumahtangga bernama Mbak Ratna. Sekarang semuanya berjumplah 6 orang. 

Ketika kami hampir sampai di
suatu tempat di Jakarta, mata kami ditutup dengan sebuah kain dan gorden yang
ada di sekeliling mobil di tutup rapat. Sesampainya di sana kami langsung masuk
ke garasi. Dengan cepat garasi dikunci. Semua itu bertujuan, agar markas mereka
tidak dapat dilacak. 

Sejenak kami diizinkan untuk
istirahat. Dalam senggangnya waktu kami berenam saling mencurahkan perasaan
kami. Aku menangis tersedu-sedu, karena aku sadar bahwa aku akan dimasukkan
dalam sebuah organisasi garis keras. Kesedihanku ternyata telah mengetuk hati
Siska, Eni dan Mbak. Ratna. Mereka ikut-ikutan menangis bersama aku. Tapi Resti
dan Ajeng tetap tegar dan semangat. Mereka yakin, bahwa ini adalah perjuangan
menuju Ridha Allah SWT. 

Kemudian kami dikumpulkan di
ruang rapat. Di sana kami diberi penjelasan dan diwawancarai satu-satu dengan
materi seperti yang telah diberikan oleh Bp. bakri tadi malam. Mereka menyuruh
kami untuk infak sebesar-besarnya. Aku tidak setuju. Aku merasa bahwa Islam
tidak memberatkan, jadi menurutku, kita memang harus berinfak tetapi sesuai
dengan kemampuan kita. Mereka menjawab dengan ayat: 

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang
dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
waktu” (Q.S Ath Thalaq
2-3). 

Mereka mengatakan bahwa setiap
umat muslim adalah juru dakwah, jadi setelah kami di bai’at, kami harus
mengajak orang lain untuk ikut golongan kami. Kami harus menikah dengan
golongan kami, jadi dalam pernikahan pun wali dan saksi pun harus dari golongan
kami juga. karena jika tidak, berarti pernikahan kami tidak sah. Rasa bingung
membuatku menanyakan alasan mereka berda’wah secara sembunyi-sembunyi. Namun
pertanyaan itu juga mampu dijawab mereka. Mereka megatakan bahwa Rasulullah pun
pada awalnya juga melakukan da’wah secara sembunyi-sembunyi. Selain itu ada
sebuah pernyataan yang membuatku takut, yaitu kita bisa mengambil barang siapa
saja dan dengan cara apapun, selama barang yang kita ambil adalah barang orang
kaya yang mengambil hak ummat. Semua itu dilakukan untuk kepentingan maslahah 
mursalah. Aku semakin takut
saat mereka mengatakan bahwa darah semua orang kafir adalah halal untuk
dibunuh. dan semua orang yang bukan golongannya adalah orang kafir. 

Malamnya kami dipaksa melakukan
sumpah. Aku menolak, tapi lama-kelamaan mereka mulai menampakkan kekerasan. Aku
takut, mengingat bahwa darah orang yang bukan golongannya adalah halal. Setelah
itu kami dianggap telah lahir kembali sebagai orang suci tanpa dosa seperti
bayi yang baru lahir dan diberi nama hijrah sebagaimana hijrahnya rasul dari
Mekah ke Madinah yang akan meninggalkan semua masa lalu kami dan akan melakukan
apapun untuk golongan. Mereka lupa bahwa Islam digariskan untuk menjadi
golongan-golongan. 

Paginya kami di pulangkan.
Tetapi sebelum pulang kami harus mau di foto. Sebagai bukti dokumentasi bahwa
kami merupakan anggota. Kami juga harus menandatangani surat kontrak. Dalam
foto itu nampak wajahku yang lagi menangis. Mau gimana lagi, kami tidak bisa
pulang sebelum kami melengkapi bukti bahwa kami adalah anggota golongan. 

Tidak ada satu ayatpun yang
mereka sampaikan itu salah, namun sebaiknya kita tidak menerima ayat-ayat itu
secara terpisah-pisah, karena Al-Quran itu komperhensif. Ada ayat tentang
jihad, namun juga ada ayat tentang kasih sayang, sebagaimana Allah yang maha
membalas perbuatan dosa hambanya dan Allah pun Maha Memberi Ampunan.
Beruntunglah aku memiliki keluarga dan sahabat yang bisa mem-back upku sehingga 
aku dapat keluar dari
golongan ini tanpa melalui tindak kekerasan seperti pengalaman banyak
penghianat golongan mereka yang lain.
 

Mudah-mudahan bermanfaat,. .. 

Memory of  2005

Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti  ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  Mobile : 
085292747168  Email   : zahra_...@yahoo.
 co.id  SEMANGAT!!!  PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!  ALLAHU AKBAR!!! 
 

       Lebih aman saat online. 
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

    
     



 







      

    
     








      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke