Solusinya... mari tegakkan ekonomi Islam Pada 6 April 2010 12:57, imron soleh <[email protected]> menulis:
> > > ya... yang pasti wajahnya stadar manusia mas he he he. buat temen2 > mahasiswa, yang pasti hati2 aja ya, segmen mereka kebanyakan mahasiswa > soalnya. > sekitar Jabotabek ini mereka banyak berkeliaran.jadi waspadalah!!! > > ups lupa, sebetulnya mereka bener islam, tpi kebejatan mereka itu > menggunakan islam untuk meraup uang. inti pokoknya itu, > > --- On *Mon, 4/5/10, iqbal faisol <[email protected]>* wrote: > > > From: iqbal faisol <[email protected]> > > Subject: Re: {FoSSEI} AJARAN YANG MENJEBAKQ,.. > To: [email protected] > Date: Monday, April 5, 2010, 8:14 AM > > > > > aslm.wah.... .....bisa kita telusuri bareng2, mungkin tu awal timbulnya > para pengotor nama Islam. karena mereka Islam tidak dikenal sebagai agama > rahmatan lil alamin....jadi penasaran... pingin liat tu wajah orangx kaya > apa? > > ------------------------------ > *From:* aqied sh <aqied_a...@yahoo. com> > *To:* fos...@yahoogroups. com > *Sent:* Mon, April 5, 2010 2:05:00 PM > *Subject:* Re: {FoSSEI} AJARAN YANG MENJEBAKQ,.. > > > > > maaf, mb > mungkin maksid mb zahra islam sesat,,,bukan islam garis keras (saya tdk > berani mendefinisikan dan mengkotak2 umat islam ke garis keras atau lunak > atau memplem...) > > --- On *Wed, 3/31/10, Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id>* wrote: > > > From: Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id> > Subject: {FoSSEI} AJARAN YANG MENJEBAKQ,.. > To: "FOSSEI NASIONAL" <fos...@yahoogroups. com> > Date: Wednesday, March 31, 2010, 8:07 PM > > > > *Assalamu’alaykum,.. Wr,.. Wb,..* > > > > Teman2 milisQ semuanya,.. sebentar lagi akan banyak mahasiswa baru, yang > bisa jadi mereka akan jadi target seperti aQ dulu yang yang juga menjadi > korban karena keluguanQ. Mungkin sedikit pengalamanQ ini bisa menjadi > pembelajaran bagi temen2 agar jangan sampai temen2 semua dan orang2 > disekitar kalian menjadi target berikutnya. Karena gerakan mereka cepat > banget,… > > > Berikut sepenggal dari kisahQ: > AJARAN YANG MENJEBAKKU > > Pada suatu sore di tahun 2005, saat aku masih semester 1, ketika sedang > berwudzu, untuk menunaikan shalat dhuhur di masjid, aku bertemu dengan dua > orang mbak-mbak.. Namanya Mbak Ida dan Mbak Ela. Mereka mengajakku > berkenalan. > > Tidak ada hujan tidak ada angin, malamnya mereka datang ke kosku. Ketika > itu aku lagi semangat-semangatny a belajar bahasa arab. Kebetulan, waktu itu > kakakku lagi pulang ke rumah di Magelang sana. Mereka mengajakku untuk ikut > mengaji. Awalnya sih aku nggak mau, karena menurutku hari telah begitu > larut. Tapi begitu kudengarkan berbagai bujuk rayuannya, akhirnya aku pun > tertunduk juga. Mereka mengatakan bahwa berjihad mencari ilmu tidak boleh > ditunda-tunda, karena kita tidak akan pernah tau kapan ajal akan menjemput > kita. Jelas saja aku tertohok, apa lagi mereka bawa-bawa Al Quran segala. Di > samping itu mereka mengatakan bahwa aku juga akan diajari bahasa Arab.secara > intensif hingga dalam waktu singkat, aku pasti bisa. Tawaran itu begitu > menggiyurkan. aku pun segera bersiap-siap dan pamit pada mbak-mbak kos > dengan alasan ngaji dan mabit. > > Dengan boncengan bandotan kami pun pergi meninggalkan kosku. Aku dibawa ke > Monjali. Di sana aku dipertemukan dengan seorang ustadz bernama Bp. Bakri. > Jelas saja aku heran. Yang namanya ngaji kan biasanya banyak orang, tapi ini > beda. aku sendirian mengaji. Aku tidak mau. Apalagi hanya dengan seorang > lelaki yang sama sekali belum kukenal, itu kan bukan muhrim. Kuminta Mbak. > Ida untuk menemaniku, alhamdulillah ia pun bersedia. > > Ngaji yang benar benar-benar mencurigakan. Bp. Bakri mengatakan bahwa Al > Quran sekarang ini, bukanlah Al Quran yang sebenarnya, tapi sebagian sudah > dirubah oleh orang Yahudi. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak akan bisa > berIslam secara kaffah jika kita masih tinggal di negara Indonesia Sebuah > negara yang berdasarkan Pancasila, bukan berdasarkan Islam. Karena itu kita > harus mendirikan negara Islam. Di samping itu kita juga harus berinfak > sebesar-besarnya. berbagai pertanyaan aku lontarkan. Tetapi apa daya, dia > ahli tafsir, dan Alquran dia hapalkan secara sempurna. Sementara aku, > seorang mahasiswa lugu dengan pengetahuan agama yang begitu minim, hanya > bisa menelan mentah-mentah tanpa bisa mengkritisi. > > Terakhir dia mengatakan, bahwa besuk pagi aku akan di bawa ke Jakarta untuk > di bai’at. Aku tidak mau, apalagi aku belum pamit. Tapi dia sekali lagi > dengan dalil-dalil Al Qurannya memberikan penjelasan kepadaku, > > “*Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, > dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu > adalah lebih baik bagimu jika kamu tidak mengetahuinya”.*(QS At Taubah: > 47) > > Paginya aku berangkat ke Jakarta dengan ditemani oleh Bp. Khusni, seseorang > yang juga sama sekali belum aku kenal. Kami naik bus menuju ke Semarang. Di > Semarang kami berhenti menunggu mobil jemputan. Ternyata di dalam mobil > sudah ada 2 orang yang seusia denganku. Namanya Siska dan Eni. Mereka berdua > berasal dari Cilacap. Kemudian kami turun di salah satu stasiun kereta api > di Semarang. Di sana kami naik kereta ekonomi menuju ke Bogor. Sesampainya > di Bogor kami menunggu mobil jemputan lagi dan di dalamnya sudah ada dua > orang remaja bernama Resti dan Ajeng dan juga seorang ibu rumahtangga > bernama Mbak Ratna. Sekarang semuanya berjumplah 6 orang. > > Ketika kami hampir sampai di suatu tempat di Jakarta, mata kami ditutup > dengan sebuah kain dan gorden yang ada di sekeliling mobil di tutup rapat. > Sesampainya di sana kami langsung masuk ke garasi. Dengan cepat garasi > dikunci. Semua itu bertujuan, agar markas mereka tidak dapat dilacak. > > Sejenak kami diizinkan untuk istirahat. Dalam senggangnya waktu kami > berenam saling mencurahkan perasaan kami. Aku menangis tersedu-sedu, karena > aku sadar bahwa aku akan dimasukkan dalam sebuah organisasi garis keras. > Kesedihanku ternyata telah mengetuk hati Siska, Eni dan Mbak. Ratna. Mereka > ikut-ikutan menangis bersama aku. Tapi Resti dan Ajeng tetap tegar dan > semangat. Mereka yakin, bahwa ini adalah perjuangan menuju Ridha Allah SWT. > > Kemudian kami dikumpulkan di ruang rapat. Di sana kami diberi penjelasan > dan diwawancarai satu-satu dengan materi seperti yang telah diberikan oleh > Bp. bakri tadi malam. Mereka menyuruh kami untuk infak sebesar-besarnya. Aku > tidak setuju. Aku merasa bahwa Islam tidak memberatkan, jadi menurutku, kita > memang harus berinfak tetapi sesuai dengan kemampuan kita. Mereka menjawab > dengan ayat: > > *“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan > baginya jalan ke luar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada > disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya > Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan > urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan > bagi tiap-tiap waktu”* (Q.S Ath Thalaq 2-3). > > Mereka mengatakan bahwa setiap umat muslim adalah juru dakwah, jadi setelah > kami di bai’at, kami harus mengajak orang lain untuk ikut golongan kami. > Kami harus menikah dengan golongan kami, jadi dalam pernikahan pun wali dan > saksi pun harus dari golongan kami juga. karena jika tidak, berarti > pernikahan kami tidak sah. Rasa bingung membuatku menanyakan alasan mereka > berda’wah secara sembunyi-sembunyi. Namun pertanyaan itu juga mampu dijawab > mereka. Mereka megatakan bahwa Rasulullah pun pada awalnya juga melakukan > da’wah secara sembunyi-sembunyi. Selain itu ada sebuah pernyataan yang > membuatku takut, yaitu kita bisa mengambil barang siapa saja dan dengan cara > apapun, selama barang yang kita ambil adalah barang orang kaya yang > mengambil hak ummat. Semua itu dilakukan untuk kepentingan *maslahah > mursalah. *Aku semakin takut saat mereka mengatakan bahwa darah semua > orang kafir adalah halal untuk dibunuh. dan semua orang yang bukan > golongannya adalah orang kafir. > > Malamnya kami dipaksa melakukan sumpah. Aku menolak, tapi lama-kelamaan > mereka mulai menampakkan kekerasan. Aku takut, mengingat bahwa darah orang > yang bukan golongannya adalah halal. Setelah itu kami dianggap telah lahir > kembali sebagai orang suci tanpa dosa seperti bayi yang baru lahir dan > diberi nama hijrah sebagaimana hijrahnya rasul dari Mekah ke Madinah yang > akan meninggalkan semua masa lalu kami dan akan melakukan apapun untuk > golongan. Mereka lupa bahwa Islam digariskan untuk menjadi > golongan-golongan. > > Paginya kami di pulangkan. Tetapi sebelum pulang kami harus mau di foto. > Sebagai bukti dokumentasi bahwa kami merupakan anggota. Kami juga harus > menandatangani surat kontrak. Dalam foto itu nampak wajahku yang lagi > menangis. Mau gimana lagi, kami tidak bisa pulang sebelum kami melengkapi > bukti bahwa kami adalah anggota golongan. > > Tidak ada satu ayatpun yang mereka sampaikan itu salah, namun sebaiknya > kita tidak menerima ayat-ayat itu secara terpisah-pisah, karena Al-Quran itu > komperhensif. Ada ayat tentang jihad, namun juga ada ayat tentang kasih > sayang, sebagaimana Allah yang maha membalas perbuatan dosa hambanya dan > Allah pun Maha Memberi Ampunan. Beruntunglah aku memiliki keluarga dan > sahabat yang bisa mem-*back up*ku sehingga aku dapat keluar dari golongan > ini tanpa melalui tindak kekerasan seperti pengalaman banyak penghianat > golongan mereka yang lain. > > > Mudah-mudahan bermanfaat,. .. > *Memory of 2005* > > *Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti* > *ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta* > Mobile : 085292747168 > Email : zahra_...@yahoo. co.id > *SEMANGAT!!!* > *PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!* > *ALLAHU AKBAR!!!* > ** > > ------------------------------ > Lebih aman saat online. > Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih > cepat<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>yang > dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan > IE8 di > sini!<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/> > > > > > > -- FARIZAL ALBONCELLI Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/ FS: [email protected] mobile: 021 950 42948

