Indonesia itu wakil negara berkembang dan dunia Islam di DK PBB. Jadi ya harus
bersikap. Kalau sikapnya seperti ini ya mengecewakan. Untuk apa diadakan kursi
anggota tidak tetap DK, kalau gak bisa counter anggota tetapnya yang terdiri
dari para kapitalis dan imperialis. JAngan merasa sendiri, terus berprinsip
"apa sih artinya suara saya ini."
----- Original Message -----
From: Sulaeman
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP ; Saksi (E-mail) ; FUPM-EJIP
(E-mail)
Sent: Tuesday, March 27, 2007 9:23 AM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] NU Protes Keras Pemerintah
Ass.wr.wb
Kalau hanya Indonesia saja yang diharapkan sementara negara muslim lainnya
tidak menentang sanksi tsb.sepertinya memang sulit
juga bagi Indonesia .Kita tahulah saat ini negara muslim belum bisa kompak
dan masih banyak bergantung pada negara - negara maju
(DK.PBB), akibatnya,satu persatu negara muslim menjadi korban ketidak adilan
negara maju tanpa ada yang berani mencegah.
Tapi kalau penentangannya atas nama OKI,Liga Arab,GNB barang kali akan lebih
bisa dipertimbangkan oleh DK.PBB.
Semoga pemerintah Iran dan rakyatnya diberikan kekuatan oleh
Alloh.Swt.Aamiin...
Wass.wr.wb.
Sulaeman
At 08:04 27/03/2007 +0700, Rudy Swardani wrote:
NU Protes Keras Pemerintah
Laporan Wartawan Kompas M Zaid Wahyudi
Senin, 26 Maret 2007 - 20:30 wib
JAKARTA, KOMPAS--Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras
sikap Pemerintah Indonesia yang mendukung pemberlakuan sanksi Dewan Keamanan
PBB terhadap Iran karena tetap mengembangkan teknologi nuklirnya. Sejumlah
ulama Timur Tengah juga menyatakan kekecewaannya atas sikap tersebut.
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Senin (26/3) mengatakan,
negara-negara Islam dan Gerakan Non-Blok sebenarnya sangat mengharapkan peran
Indonesia dalam menentang ketidakdilan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk
beragama Islam terbesar di dunia, Indonesia diharapkan menjadi kiblat
negara-negara Islam.
Sikap terbaik yang seharusnya ditunjukkan Indonesia adalah menolak
pemberian sanksi Dewan Keamanan PBB ke Iran atau setidaknya abstain. Sikap
tersebut merupakan bentuk dukungan moral, simpati dan tanggung jawab etika
Indonesia kepada Iran karena Pemerintah Indonesia telah menyatakan dukungannya
kepada Iran.
Sejumlah ulama Timur Tengah telah menyatakan kekagetan dan kekecewaannya
atas sikap Indonesia kepada Hasyim. Meskipun sikap mereka tidak mengatasnamakan
negara, mereka merupakan ulama-ulama berpengaruh di negaranya yang memiliki
pengaruh massa luas.
"Sikap pemerintah seharusnya sejalan dengan aspirasi rakyatnya. Kalau
tidak, akan menyisakan konflik antara rakyat dan pemerintah Indonesia sendiri,"
kata Hasyim.
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
------------------------------------------------------------------------------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
****************************************************************************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************