Ya..begitulah kenyataannya setiap sikap ada resikonya,kalau setuju diprotes rakyat,kalau tidak setuju ya...dimusuhi negara maju. Negara Iran itukan contoh nyata negara yang dimusuhi negara maju,Pemerintah negara muslim mana yang berani terang - terangan mendukung / membantu Iran ? Nah,kalau Indonesia dimusuhi negara maju,kira - kira ada engga pemerintah negara muslim yang akan menentangnya dan mendukung Indonesia ? Kalau Iran itu sudah terbiasa mandiri dan sudah teruji menghadapi embargo (pemerintah dan rakyatnya kompak) nah kalau Indonesia saat ini ketergantungan pada negara lain masih besar,kalau sampai diembargo kira - kira
siap / tidak ?Walaupun bukan berarti merelakan saudara kita diembargo.
Saat ini yang kita tahu yang mendukung sikap menentang tehadap DK.PBB baru rakyat dari masing - masing negara muslim sedangkan pemerintahnya tidak jelas dan cenderung diam.Kalau kita rakyat yang menentang tidak akan ada konsekuensi apa - apa dari negara maju kalau pemerintah yang menentang? Saat ini kesannya negara maju bisa kompak negara berkembang masing - masing saja. Saya InsyaAlloh sangat yakin siapapun diIndonesia dalam hati kecilnya tidak pernah setuju melihat saudaranya diembargo.Dan keberanian akan muncul manakala ada kekompakan dari masing - masing negara muslim / berkembang baik melalui OKI / Liga Arab / GNB.Artinya suka duka ditanggung bersama.Dan kita juga yakin suatu saat negara - negara muslim akan bersatu melawan ketidak
adilan sebagai musuh bersama.Aamiin....


Wallohu'alam

At 10:32 29/03/2007 +0700, Choirul Asyhar wrote:
Indonesia itu wakil negara berkembang dan dunia Islam di DK PBB. Jadi ya harus bersikap. Kalau sikapnya seperti ini ya mengecewakan. Untuk apa diadakan kursi anggota tidak tetap DK, kalau gak bisa counter anggota tetapnya yang terdiri dari para kapitalis dan imperialis. JAngan merasa sendiri, terus berprinsip "apa sih artinya suara saya ini."
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Sulaeman
To: <mailto:[email protected]>Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Saksi (E-mail) ; <mailto:[email protected]>FUPM-EJIP (E-mail)
Sent: Tuesday, March 27, 2007 9:23 AM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] NU Protes Keras Pemerintah

Ass.wr.wb
Kalau hanya Indonesia saja yang diharapkan sementara negara muslim lainnya tidak menentang sanksi tsb.sepertinya memang sulit juga bagi Indonesia .Kita tahulah saat ini negara muslim belum bisa kompak dan masih banyak bergantung pada negara - negara maju (DK.PBB), akibatnya,satu persatu negara muslim menjadi korban ketidak adilan negara maju tanpa ada yang berani mencegah.

Tapi kalau penentangannya atas nama OKI,Liga Arab,GNB barang kali akan lebih bisa dipertimbangkan oleh DK.PBB.

Semoga pemerintah Iran dan rakyatnya diberikan kekuatan oleh Alloh.Swt.Aamiin...

Wass.wr.wb.
Sulaeman
At 08:04 27/03/2007 +0700, Rudy Swardani wrote:
NU Protes Keras Pemerintah



Laporan Wartawan Kompas M Zaid Wahyudi
Senin, 26 Maret 2007 - 20:30 wib

JAKARTA, KOMPAS--Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras sikap Pemerintah Indonesia yang mendukung pemberlakuan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran karena tetap mengembangkan teknologi nuklirnya. Sejumlah ulama Timur Tengah juga menyatakan kekecewaannya atas sikap tersebut. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Senin (26/3) mengatakan, negara-negara Islam dan Gerakan Non-Blok sebenarnya sangat mengharapkan peran Indonesia dalam menentang ketidakdilan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia, Indonesia diharapkan menjadi kiblat negara-negara Islam.

Sikap terbaik yang seharusnya ditunjukkan Indonesia adalah menolak pemberian sanksi Dewan Keamanan PBB ke Iran atau setidaknya abstain. Sikap tersebut merupakan bentuk dukungan moral, simpati dan tanggung jawab etika Indonesia kepada Iran karena Pemerintah Indonesia telah menyatakan dukungannya kepada Iran.

Sejumlah ulama Timur Tengah telah menyatakan kekagetan dan kekecewaannya atas sikap Indonesia kepada Hasyim. Meskipun sikap mereka tidak mengatasnamakan negara, mereka merupakan ulama-ulama berpengaruh di negaranya yang memiliki pengaruh massa luas.

"Sikap pemerintah seharusnya sejalan dengan aspirasi rakyatnya. Kalau tidak, akan menyisakan konflik antara rakyat dan pemerintah Indonesia sendiri," kata Hasyim.


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

----------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke