Assalamu'alaikum wr. wb. Af1 boleh ya nimbrung dikit... Beginilah jika ada temen kita menghukumi sesuatu hanya dengan ilmu hadist melulu, dan taklit 100 % pada syekhnya..dan melupakan ilmu Fikih (ini yang saya pahami selama ini terhadap temen2 kita yang marasa benar sendiri). Saudara kita ada yang menyatakan sesama muslim akidahnya sesat, dan mereka lebih keras kata-katanya kepada saudara sesama muslim, dari pada ke kaum kafir yang sudah benar2 sesat akidahnya. Pengalaman pribadi saya (sebagai Aktivis HTI), pada waktu saya pasang pamflet Iklan KKI (udah ijin ke DKM)ada beberapa saudara kita sesama muslim menyobek pamflet tersebut, padahal orang non muslim aja membiarkannya...begitu bencinyakah saudara kita itu kepada kita? wallahualam bissowab. emang, memegang prinsip adalah perlu, bahwa pendapat kita yang benar adalah perlu, tapi dibalik itu kita harus ikhlas sebagai manusia, bahwa mungkin ada kekeliruan di kita. Imam syafi'i saja pernah mengatakan (Kurang lebihnya seperti ini) " Pendapat saya adalah yang paling Benar, dan pendapat orang lain adalah salah, tetapi dari kebenaran itu tidak menutup kemungkinan ada kesalahan, dan jika ada yang mempunyai hujjah lebih kuat, maka pakailah dalili tersebut"...tentu ini terlepas juga dari perbedaan perbedaan pendapat yang memang tidak mungkin bisa disamakan untuk hal2 cabang. bukan bermaksud menggurui, yang benar dari Allah, yang salah dari pendapat diri sendiri wassalamu'alaikum wr. wb. Regards Daryono Process Engineer Process Engineering B (Machining) PT. Astra Honda Motor phone : 021-89981818 ext : 8572 / 8574
________________________________
From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of Huda
Sent: Sun 8/12/2007 8:38 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama NabiMuhammad
Assalamu'alaikum
Nambahin aja ah,
Ni forum kok seringnya debat terus seh.:((
Kebiasaan dari kita untuk menanggapi suatu perkara, biasanya kita bilang "hal
itu tidak ada dalilnya dan mengada-ada"
Padahal, apakah kita sudah membaca semua buku atau referensi tentang suatu hal
yang diperdebatkan?
Paling2 kita cuma baca buku/referensi tidak lebih dari 100 buku.
Atau juga cuma ringkasan2nya saja.
Padahal buku yang ditulis oleh para ulama terdahulu jumlahnya ribuan.
Terus kita jadi merasa paling tahu dan paling bener.
Ana pernah menghadiri suatu kajian , yang kalo pembicaranya tidak bisa
menyebutkan dalil dari suatu masalah yang diperdebatkan
yang sifatnya tidak krusial maka beliau bilang " Afwan,saya belum pernah baca
tentang hal itu di Alqur'an atau pun hadits karena ilmu saya masih terbatas,
mungkin antum ada yang tahu silahkan ditambahkan"
Nah, kalo kalimat kayak gini kan lebih enak didenger, jadi tidak ada yang
merasa disalahkan.
Karena pembicara tsb tidak merasa dirinya paling bener dan paling tahu.
Padahal pembicara tsb hafal Qur'an 30 Juz dan banyak baca buku tentang keislaman
Jadi masalah2 yang kecil, ga usah digede2in.
Bisa2 kita ribut terus kerjaannya.
Wassalamu'alaikum
Huda
Yangsenengkaloliatsodaranyapadarukun
At 21:00 11/08/07 +0700, you wrote:
Shollu alaa Muhammad,
Bukanlah perdebatan yang diributkan dan itu memang tidak perlu &
rugi..sia-sia, tapi apakah antum tidak menyadari akan adanya perbedaan pendapat
diantara para Ulama sehingga dalam penyampaian sesuatu hal pun harus
diperhatikan dimana kita berada, bagaimana cara penyampaiannya secara akhlaqul
karimah.
Kalau Ana tidak salah, Imam Hanafi dan Imam Syafi i saja tidak saling
menyalahkan dalam Shalat Shubuh dimana Imam Hanafi tidak pakai Qunut sedang
Imam Syafi i pakai dan bahkan Imam Syafi i pun pernah bermakmum kepada Imam
Hanafi dan tidak ada yang dipermasalahkan
Masak menyampaikan kebenaran dilarang sih&cuman benernya itu menurut
siapa& menurut antum atau menurut Allah Swt&
Ana comment bukan karena tidak berkenan atau apa tapi InsyaAllah semata
hanya sedikit ngingetin bahwa tidak bisa dipungkiri kenyataan akan adanya
perbedaan pendapat diantara para Ulama sehingga kita tidak harus bersikap
mengesampingkan Orang2 yang Alim sholih tsb yang sudah berjasa membimbing dan
mengenalkan Addiinul Haq kpd kita
Semoga Allah Swt mengampuni segala dosa2 kita dan kita diakui sebagai
hambaNYA serta diakui pula oleh Nabi Muhammad Saw sebagai ummatnya&Aamiin.
Laailaaha illAllah Al malikul haqqul mubiin
Muhammadur-Rosulullah Ash-shodiqul wa dul Aamin.
Allahumma Sholli alaa sayyidinaa Muhammad.
Ibnu Husein
________________________________
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
susanto.agus
Sent: Saturday, August 11, 2007 6:27 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama
NabiMuhammad
Semoga Allah merahmati semua yang mengikuti milis ini dan yang
berpartisipasi di dalam milis ini. Amiin...
Saya bukanlah ulama dan bukanlah orang yang berpegang pada mazhab
bahkan golongan, hizbiy atau faham manapun. Tetapi saya sebagai tholibul ilmi
hanya berusaha berpegang kepada Qur an dan Sunnah Nabi SAW dan mengikuti
pemahaman para shahabat r.a ajma in melalui para ulama salafushalih yang awal
maupun mutaakhirin.
Sebagai tholibul ilmi, saya hanya menyampaikan yang benar secara
ilmiyah dengan hujjah atau dalil yang shahih adapun perdebatan buat saya lebih
dihindari karena keterbatasan ilmu dan sekecil mungkin
menghindari penyampaian berdasarkan hawa nafsu.
Jika ada yang tidak berkenan maka sesungguhnya Allah lah yang membolak
balikkan hati.
Apakah di mililis ini ada larangan menyampaikan yang haq ? Bagaimana
Pak Moderator...?
Afwan...
Abu Syauqi
Berikut artikel email dari saudara kita yang berasal dari milis Assunnah
----- Original Message -----
From: iam prasetyo <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, June 30, 2007 11:21 AM
Subject: Re: [assunnah] Dalil Sholawat dengan "Sayyidina Muhammad"
Assalamu'alaykum warohmatulloh wabarokatuh....
Alhamdulillah saya mememukan artikel yang saya ambil dari buku
Ensiklopedia bid'ah karangan "Hammid bin abdullah al-Mathar" penerbit Darul
Haq, Jakarta hal 394
Orang berakal tidak akan mengingkari bahwa Muhammad Shallallohu alaihi
wa sallam adalah sayyid (pemimpin) anak keturunan Adam, setiap mukmin yang
berakal mempercayai ini dan bahwa Nabi shallollohu alaihi wa sallam adalah
sayyid-Nya seluruh manusia, sedangkan sayyid itu mempunyai hak untuk dihormati
dan ditaati serta hak untuk memerintah.
Mentaati Nabi Shallallohu alaihi wa sallam termasuk menaati Alloh SWT,
sebagaimana firmannya, "Barangsiapa yang mentaati Rosul itu, sesungguhnya ia
telah mentaati Alloh." (an-Nisa':80).
Kami dan juga kaum mukmin lainnya, tidak meragukan bahwa Nabi kita
Muhammad shallollohu alaihi wa sallam adalah sayyid kita, manusia yang paling
baik dan paling utama disisi Alloh SWT, dan bahwasanya beliau harus ditaati
semua perintahnya.
Diantara konsekuensi keyakinan kita adalah hendaknya kita tidak
melanggar apa yang telah beliau syari'atkan, baik merupa perkataan, perbuatan
maupun keyakinan.
Yang beliau syari'atkan kepada kita tentang cara bersholawat kepada
beliau dalam tasyahud adalah dengan mengucapkan:
"Allohumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad kama shollaita ala
ibrohim wa ala ali ibrohim innaka hamidu majid".
Atau ungkapan lainnya yang disebutkan dalam hadits-hadits yang mengupas
tentang tata cara sholawat kepada beliau shallallohu alaihi wa sallam. Saya
tidak memgetahui adanya hadits yang menyebutkan ungkapan sholawat yang
disebutkan penanya, yaitu,
"Allohumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina
muhammad... "
Jika ungkapan ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallohu alaihi
wa sallam, maka yang lebih utama bagi kita adalah tidak bersholawat dengan
ungkapan seperti itu, akan tetapi dengan ungkapan yang telah diajarkan kepada
kita.
Dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan kepada setiap orang yang
beriman bahwa Nabi Muhammad Shallallohu alaihi wa sallam adalah sayyid kita,
bahwa konsekuensi keimanan ini adalah tidak boleh melanggar apa yang beliau
telah syari'atkan dan tidak boleh menguranginya, jadi tidak boleh mengada-ada
dalam urusan agama Alloh yang bukan darinya dan tidak boleh mengurangi dari
agama Alloh yang telah ditetapkan darinya. Inilah konsekuensi pengakuan bahwa
beliau adalah sayyid kita, ini adalah hak Nabi Shallallohu alaihi wa sallam
terhadap kita.
Karena itu, orang-orang yang mengada-ada (berbuat bid'ah) dalam
dzikir-dzikir atau sholawat atas Nabi shallallohu alaihi wa sallam yang tidak
pernah disyariatkan oleh Alloh melalui lisan Rosul-NYA shallallohu alaihi wa
sallam, sesungguhnya bid'ah mereka ini bertolak belakang dengan persaksian
mereka, karena orang yang meyakini bid'ah itu meyakini bahwa Muhammad
Shallallohu alaihi wa sallam adalah sayyid, sebab konsekuensi keyakinan ini
adalah tidak melampaui apa yang beliau syari'atkan dan tidak menguranginya.
Oleh karena itu, hendaknya setiap orang memperhatikan dan menghayati
apa yang terkandung dalam ucapannya sehingga perkaranya menjadi jelas baginya
dan sampai ia sadar bahwa dirinya adalah pengikut, bukan pembuat syari'at.
(Nur'ala ad-Darb, fatawa Fadilah asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan
2/13)
________________________________
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Muhtadin
Sent: Saturday, August 11, 2007 12:52 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama
NabiMuhammad
Allahumma Sholli alaa Sayyidinaa Muhammad,
Maaf P Agus, saya hanya ngingetin aja agar kita jangan jadi orang yang
merasa paling bener sendiri dengan mengangap yang lain yaa& rada2 Salah karena
dalilnya dianggap kurang kuat, dhoif lah, palsu lah dll karena Mailist ini kan
untuk umum&ya&kan P Mod?
Dari Kalimat yang antum sampaikan terasa sangat jelas bahwa terkesan
orang yang mengamalkan selain dari yang antum tuliskan sepertinya Salah Saja
karena antum menganggapnya melaksanakan ibadah dengan syak or perkiraan saja
padahal mereka juga kan mengikut apa2 yang diajarkan oleh para Ulamanya, kalo
bicara tentang hadits ya memang shoheh & tapi jangan sampai nyalah-nyalahin &
karena kalo diperdebatkan pun Ana yakin nggak akan ketemu kata sepakat alias
Ooo &ini nich yang paling Bener& yang lain salah dan nggak boleh dilakuin ,
apalagi diskusinya oleh kita2 & apalagi lagi hanya lewat email&. Sepertinya
nggak bakal nyambung da&h&
Antum boleh mengatakan demikian kecuali kalo antum tuch& ketemu
langsung ama Nabi dan dapat jawaban langsung dari Beliau bahwa Golongan ANU
mengada-ada, yang ono juga nambah2in sedang golongan atau faham yang sampeyan
amalkan sekarang nich baru BENER sesuai dengan apa yang Nabi mu ini amalkan.
Jadi singkatnya aja nich kalo di tempat umum jangan tok menyampaikan
pendapat satu faham saja, apalagi jika kita memang tahu bahwa ada yang
pemahamannya begini, ada yang begitu dan lain2 sedang untuk pengamalannnya yaaa
kita serahkan saja pada apa yang diyakininya, misalnya masalah mo pake
Sayyidina atau nggak sepertinya nggak ada yang Salah juga dan InsyaAllah
dua2nya Benar, kalo mo bukti benernya yang rasanya kita kudu mati dulu baru
bisa ngerasain.
Shollu alaa Muhammad.
Ibnu Husein
________________________________
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
susanto.agus
Sent: Friday, August 10, 2007 2:43 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Menjawab sholawat ketika disebut nama
NabiMuhammad
Wa alaikum salam Wr. Wb.
Jazakallahu khoir atas tanggapannya. Semoga kita mendapatkan rahmat
dari Allah SWT.
Untuk kesimpulan 2. Justru saya hanya mencoba menjelaskan bahwa
hendaknya dalam beribadah berpegang kepada
dalil yang shahih. Ibadah bukan dengan
syak atau perkiraan (berpegang kepada hadits dhoif
apalagi maudhu/palsu ).
Jika kita sebagai tholibul ilmi, insya
Allah kita akan terus mencari ilmu dan mendapatkan bahwa
setiap ibadah harus ada contohnya, dalam
hal ini sunnah Rasul yang mulia.
Untuk kesimpulan 3. Jika kita sebagai tholibul ilmi, saya persilakan
mencari riwayat hadits yang mencantumkan shalawat
Nabi dengan ziyadah sayyidina. Para
shahabatpun tidak ada yang meriwayatkan. Bahkan para
ulama yang bermanhaj salafpun tidak ada
yang menganjurkan tambahan sayyidina.
Jikalau sekarang ini ada maka justru
saya ingin ditunjukkan dalilnya.
Akhir kata : 1. Hendaknya kita berusaha menjelaskan persoalan yang
menyangkut addin haruslah dengan metode ilmiyah
sesuai dengan pemahaman para shahabat
radhiyallahu anhum ajma in serta penjelasan para ulama
salafusshalih.
Merekalah sebaik-baiknya umat pada masa Nabi SAW.
2. Kaidah : Jika sekiranya perbuatan itu baik (dalam
hal addin) tentu para shahabat r.a ajma in sudah
melakukannya.
Wallahu alam
Abu Syauqi
______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net <http://www.usahamulia.net/>
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
<<winmail.dat>>
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
