Bener secara umum dana yg digelontorkan pemerintah utk infrastruktur hanyalah 
salah satu cara utk merangsang pertumbuhan ekonomi – bukan satu2nya/kunci.
Dana utk infrastruktur itu dinegara manapun yg sedang susah sgt diharapkan utk 
meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Disinilah pentingnya dana infrastruktur itu 
utk menolong ekonomi suatu negara yg lagi susah. Susahnya ekonomi suatu negara 
tidak selalu sama, ada yg setengah teler, setengah mati, tiga perempat mati. 
Semakin parah ekonominya, semakin penting dana pemerintahnya. Sasaran utamanya 
biasanya adalah: infratruktur.

Infrastruktur itu bukan hanya bangunan saja. Infrastruktur bisa mencakup: 
transportasi, komunikasi, air, listrik, saluran got dll yg biasanya perlu 
capital yg gede.

Kalau takut gedung tua roboh itu bukan belum tentu akan merangsang ekonomi. 
Gedung tua di eropa itu kan banyak sekali dibangun diabad 15 msh berdiri dgn 
megah. Persoalannya kalau spt yg tjd barusan ini di surfside florida dimana 
Gedung condo runtuh dgn korban 27 orang meninggal dan ratusan yg gak ketahuan 
mati atau hidup, ya memang perlu dirobohkan ttp gak perlu sampai hrs menunggu 
duit dari pemerintah krn swasta juga bisa bangun koq.
Beda dgn plan nya biden utk merangsang perekonomian dgn 1.2 triliun us dollar 
yg sasarannya memang meningkatkan ekonomi.
https://www.whitehouse.gov/briefing-room/statements-releases/2021/03/31/fact-sheet-the-american-jobs-plan/

https://www.cnbc.com/2021/06/30/biden-infrastructure-plan-would-cut-us-debt-add-to-gdp-wharton-study.html

Nesare

From: [email protected] <[email protected]> On Behalf Of 
Sunny ambon
Sent: Tuesday, July 6, 2021 2:41 AM
To: BILLY GUNADIE <[email protected]>
Cc: [email protected]; GELORA45_In <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci 
pulihkan ekonomi

Infrastruktur ada hagian dari kegiatan ekonomi bukan kunci.

On Tue, Jul 6, 2021 at 3:05 AM BILLY GUNADIE 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:
Betul sekali.....bongkar semua gedung Tua diseluruh Indonesia . .dirikan gedung 
baru yang teratur...
Dan saluran got...air bersih terpisah...
Jepang umumnya Masa gedung untuk tinggal 30 tahun....ada juga program Akita....
Pabrik semen berjalan, kayu, pertukangan...truck...pabrik Bata..good industry 
...dsb..dsb.....


Sent from Rogers Yahoo Mail on 
Android<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>

On Mon., Jul. 5, 2021 at 8:58 p.m., Chan CT
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:
Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi

 Senin, 5 Juli 2021 20:51 
WIBhttps://www.antaranews.com/berita/2250182/sri-mulyani-investasi-bidang-infrastruktur-kunci-pulihkan-ekonomi
[Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi]

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Selasa (2/7/2021). 
ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Setkab/pri.
G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan 
investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya untuk 
memobilisasi sumber pembiayaan swasta sebagai strategi pemulihan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan investasi 
di bidang infrastruktur memegang kunci untuk mewujudkan pemulihan ekonomi 
global sebagaimana juga diakui dalam pembaruan Rencana Aksi G20 atau G20 Action 
Plan pada April 2021.

“G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan 
investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya untuk 
memobilisasi sumber pembiayaan swasta sebagai strategi pemulihan,” katanya 
dalam acara B20-G20 Dialogue di Jakarta, Senin.

Ia menuturkan pandemi COVID-19 berdampak terhadap pembangunan infrastruktur 
mengingat tekanan pada ruang fiskal membuat pemerintah memprioritaskan agenda 
yang lebih krusial seperti menyelamatkan masyarakat kelas bawah melalui 
perlindungan sosial.

Tak hanya itu, Sri Mulyani mengatakan pihak swasta juga menahan diri untuk 
berinvestasi di sektor infrastruktur bahkan membatalkan rencananya di banyak 
proyek infrastruktur karena kendala pandemi.

Berdasarkan laporan Bank Dunia 2021, pada paruh pertama tahun 2020 investasi 
sektor swasta dalam proyek infrastruktur di negara berkembang turun 56 persen 
dari periode yang sama pada 2019.

Padahal menurut Sri Mulyani, investasi infrastruktur dapat mendukung 
pertumbuhan di banyak negara maju dan berkembang sekaligus memberikan dorongan 
tambahan untuk output global melalui efek spillover yang positif.

Oleh sebab itu, ia memastikan Indonesia mendukung agenda infrastruktur yang 
berfokus pada empat pilar yaitu ketahanan dan pemeliharaan, infrastruktur 
digital, infrastruktur yang berkelanjutan serta inklusi sosial.

“Kami menghargai kerja Presidensi Italia dalam terus mengembangkan kolaborasi 
antara investor publik dan swasta untuk memobilisasi modal swasta,” ujarnya.

Baca juga: Peneliti harapkan swasta dilibatkan investasi infrastruktur 
pertanian<https://www.antaranews.com/berita/2204946/peneliti-harapkan-swasta-dilibatkan-investasi-infrastruktur-pertanian>
Baca juga: INA bangun platform investasi 
infrastruktur<https://www.antaranews.com/berita/2168130/ina-bangun-platform-investasi-infrastruktur>
Baca juga: Menkeu berharap INA mampu akselerasi pembangunan 
infrastruktur<https://www.antaranews.com/berita/2025111/menkeu-berharap-ina-mampu-akselerasi-pembangunan-infrastruktur>

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AF05C35269BE4859ACA1BE0DE94B9415%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AF05C35269BE4859ACA1BE0DE94B9415%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/496282058.1821956.1625533510688%40mail.yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/496282058.1821956.1625533510688%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Bc8Op5YnKqWK5ycwgONPo8ZB4JUDm5JadUooMYQ4e84A%40mail.gmail.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Bc8Op5YnKqWK5ycwgONPo8ZB4JUDm5JadUooMYQ4e84A%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB54413EC45767DAB5E2ECC164F01B9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com.

Reply via email to