Setuujuuuu, juga, bung Nesare! Berbagai bentuk demokrasi yang ada didunia ini, dengan sistem partai tunggal atau multi-partai tentu ada untung dan ruginya, ... tidak mutlak! Bagaimana wujud pelaksanaan DEMOKRASI yang dijalankan banyak tergantung dari kesadaran manusia yang menjalankan saja. Dengan segala mekanisasi dan sistem yang dijalankan, kalau manusianya berjiwa maling dan bandit melulu untuk kepentingan diri dan kliknya, yaa demokrasi itu hanya jadi kedok menutupi kebejatannya saja. Dan, kalau kesadaran masyarakat masih rendah, yaaa hanya berdiam diakali tanpa ada kekompakkan untuk berteriak dan melawannya, ... jadi manuuut saja!
Dalam hal membangun jalan tol juga begitu, bagaimanapun juga harus memperhitungkan rencana pembangunan disekitar wilayah itu. Kalau saja ada rencana membangun industri atau pertembangan di Papua yang akan dikembangkan, kalau pemerintah tidak berani bangun tol. siapa mau dan berani investasi disitu? Kecuali ketemu investor yang berani gelontorkan modal lebih besar, seperti saat membangun tambang nikel di Morowali, IMIP, yang sampai sekarang diributkan karena investor dari RRT. Dimana mereka harus lebih dahulu membeli tanah disekitar areal pembangunan tambang deengan penuh kesulitan, lalu masih harus membangun pembangkit listrik sendiri dan penyulingan air jernih dan, ... harus membangun pelabuhan bagi kapal berat berlabuh! Yang heiibat, pembangunan pembangkit listrik, air-jernih dan pelabuhan bisa dinikmati bersama penduduk disitu! Namun demikian, masih juga selalu diganggu bahkan didemo, mogok oleh segelintir oknum yang anti-Tiongkok. Gak tahu mau apa dan bagaimana membangun negara ini kalau kesadaran manusianya masih saja begitu, ... Mana mungkin membangun tanpa kerja keras dan menyiapkan infrastruktur yang memadai lebih dahulu! Terimakasih tanggapan yang diberikan, ...! Salam, ChanCT From: nesare hotmail Sent: Friday, July 9, 2021 12:50 AM To: GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi Chan: Saya coba melihat dari sudut Demokrasi multi partai dengan pemilu langsung keluarkan pimpinan, yaa jadinya seperti di Indonesia begini! Pemimpin yang keluar lebih berat mewakili kepentingan parpol dan kelompok yang mendukungnya saja, BUKAN kepentingan RAKYAT BANYAK! Nesare: ada untung ada rugi dgn multi partai. Begitu juga dgn 1 partai seperti system komunis itu ada untung dan ruginya. saya rasa tidak ada lagi negara demokrasi yg hanya punya 1 parpol skrg ini. Dulu memang ada ttp stlh perkembangan jaman, ya 1 parpol tdk kuat dan akhirnya berubah menjadi multipartai. Mungkin hanya suriah skrg ini yg hanya punya 1 parpol ttg ya bashar itu kayak soeharto dulu itu. Jadi ini dulu hrs disepakati. Kalau hanya mau 1 parpol ya komunis namanya spt RRT, Vietnam, korut dll. Chan: Jalan pikiran Jokowi bangun infrastruktur untuk dorong perkeembangan ekonomi, tentu tidak salah! Masalahnya muncul saat menetapkan infrastruktur mana, dimana dan siapa yang kerjakan itu sangat menentukan yang mana harus didahulukan, ...! Disitu rejeki nomplok yang jadi perebutan pejabat-pejabat. Entrah siapa dan bagaimana cara menentukan, ... Jadi, nampak tak terhindar ada proyek-proyek yang kurang kena sasaran, tidak efektif. Atau BELUM dirasakan berguna dalam usaha mendorong kemajuan ekonomi, karena harus berkelanjutan dengan proyek-proyek lain yang belum jadi. Nesare: infrastrukturnya sdh jelas. Proyek2nya juga jelas. Saya baca dan ikuti. Mungkin persoalannya adalah ketika Jokowi juga membangun tol di papua. Ini menjadi polemic. Yg tdk setuju berargumen: ngapain bangun tol di papua, siapa yg pakai? Dst. Yg setuju bilang: ya kasihan papua sdh ditinggalkan segitu lama, hrs mulai skrg bangun jalan dulu, internet, listrik, air dll akan ikut terjadi nantinya dst. Kalau mau dihubungkan sama koruptor, ya jelas itu bukan masalah proyeknya. Masalahnya adalah: koruptornya itu sendiri. Mau ada proyek atau tdk ada proyek, korupsi mah jalan terus. Coba lihat ngurus ktp, kk, sim kan itu rutinitas sehari2 bukan proyek ttp korupsi mah sdh berjemaah disitu. Saya lihat di proyek2 nya Jokowi ini jelas ada yg diuntungkan yaitu kelompok2/perusahaan2 yg terlibat misalnya BUMN, BUMD, investasi asing RRT, jepang dll. Tetapi kalau proyek itu bocor maksudnya dikorupsi spt proyek hambalang itu sgt ditanggulangi oleh Jokowi. Jokowi itu turun sendiri lihat, tanya dan selidik setiap proyek2 itu. Tentunya seketat apa sidaknya, ya gak akan maximum lah. Wong dia itu presiden bukan kepala proyek. Ttp yg jelas kebocoran2 itu diminimalkan. Jangankan proyek2 infrastruktur ini yg jelas2 gede kalau bukan mega proyek, masalah birokrasi saja dipotong habis2an oleh Jokowi. Saya sdh pernah nulis tempo hari ttg kayu dimana meja2 birokrasi dipangkas dari belasan meja menjadi 1 atau 2 meja saja. Dukcapil itu dibikin 2015 setahun setelah Jokowi jadi presiden 2014. Ini jelas2 utk “ngurus” kelurahan, kecamatan yg kalau mau urus surat2 ktp, kk, surat kawin, surat kematian dll selalu hrs bayar premium alias pungli. Nesare From: Chan CT <[email protected]> Sent: Tuesday, July 6, 2021 8:01 PM To: BILLY GUNADIE <[email protected]>; [email protected]; GELORA45_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi Saya coba melihat dari sudut Demokrasi multi partai dengan pemilu langsung keluarkan pimpinan, yaa jadinya seperti di Indonesia begini! Pemimpin yang keluar lebih berat mewakili kepentingan parpol dan kelompok yang mendukungnya saja, BUKAN kepentingan RAKYAT BANYAK! Persoalan menjadi lebih rumit dan ruwet karena tidak ada parpol yang mayoritas, lha PDIP tidak cukup 20%, sehingga mereka harus menggandeng parpol lain untuk bisa mencalonkan capresnya yang dijagokan, mau tidak mau yaa terjadi dagang sapi. Bagi-bagi kursi tidak terhindarkan, ...! Dengan kata lain bagi-bagi rejeki, bagi-bagi kepentingan diutamakan, bukan lagi bagaimana membangun ekonomi nasional bisa maju lebih cepat dan baik! Jalan pikiran Jokowi bangun infrastruktur untuk dorong perkeembangan ekonomi, tentu tidak salah! Masalahnya muncul saat menetapkan infrastruktur mana, dimana dan siapa yang kerjakan itu sangat menentukan yang mana harus didahulukan, ...! Disitu rejeki nomplok yang jadi perebutan pejabat-pejabat. Entrah siapa dan bagaimana cara menentukan, ... Jadi, nampak tak terhindar ada proyek-proyek yang kurang kena sasaran, tidak efektif. Atau BELUM dirasakan berguna dalam usaha mendorong kemajuan ekonomi, karena harus berkelanjutan dengan proyek-proyek lain yang belum jadi. Berbicara proyek berkelanjutan, tentu akan terbentur oleh batas waktu jabatan, begitu ganti orang bahkan Presiden, Gubernur yang dari parpol lain dan punya pikiran lain. Proyek-proyek yang harus berlanjut itu bisa mangkrak! Lagi, lagi NEGARA dan RAKYAT dirugikan! Inilah produk yang tidak terhindar dari demokrasi multi parpol dengan pemilu langsung yang dijalankan! Ada contoh baik dari seorang kawan bilang, disekitar rumahnya sudah terbangun sederet gedung RUSUN yang direncanakan Ahok menampung warga yang masih hidup di bantaran sungai mana itu, ... sudah lebih setahun dibiarkan saja kosong oleh gubernur Anies! Dibiarkan saja RUSUN itu mangkrak, sedang warga bantaran juga tidak bisa segera pindah dan menikmati kehidupan yang lebih layak sebagai manusia normal! Dan, ... bagaimana menyelesaikan banjir Jakarta, kalau aliran sungai tidak juga bisa diberesin dengan adanya penghuni dibantaran sungai??? Mau diapakan Indonesia kalau masih saja begini terus? Kusuuuut, deh! From: BILLY GUNADIE Sent: Wednesday, July 7, 2021 12:35 AM To: [email protected] ; GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi Namanya kepulauan....sejarah terbentuknya kepulauan Nusantara relative muda ketimbang benua.. Sedimentasi yang membentuk lapisan Dan terobosan gunung API, hot spot Dari plate tektonik aktivitas...(van Bemellen, disusul teori plate tektonik) Yang dimaksud kendaraan umum memang harus digalakkan, ketimbang kendaraan pribadi...yang sudah puluhan juta... Saya tidak melihat luas gedung dan luas parkir, luas ruang dan jendela..building code jaman Belanda sudah usang barangkali? Kendaraan Delman...Bahan bangunan lain...kenyamanan lingkungan lain...temp sudah naik.. 3-5C.. Industri pangan, industri pharmaceutical..dsb.. Public health watchdog...etc...you are what you eat... Pulau Jawa...kalau lihat Tagog Apu...hasil dari endaosn laut dangkal, jadi ke utaranya arah Bogor ..Jakarta lumpur..... Industri mobil itu hanya perakitan..bahan baku bukan.lokal... Sejarah mercantslalism di Amarika Latin dan kepulauan Carribean model yang dipakai Di Indonesia .? Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Tue., Jul. 6, 2021 at 11:45 a.m., nesare hotmail <[email protected]> wrote: Saya kurang pengetahuan dalam bidang ini. Permasalahan di Indonesia dari segi wilayah, saya kira hanya terletak di jawa yg padat terutama Jakarta, semarang dan Surabaya. Dari dulu ya sdh ada kereta api di jawa dan sumatera jadi mestinya layak. Denger2 dari yg belajar air, memang tanah Jakarta ini sudah amblas parah. Begitu juga jawa itu sdh banyak turunnya. Semarang menyusul. Building code jelas ada sejak voc Batavia. Sdh ada perusahaan swasta yg bergerak dlm limbah. Mereka ini jualan chemical utk menanggulangi pencemaran. Kalau bangun2 building ini sebelum Jokowi, saya rasa belum ada yg focus ke infrastruktur ini. SBY jelas gagal dgn proyek mangkraknya bandara kertajati yg gede ttp skrng kosong melompong. Tol pemalang semarang juga mangkrak. Saya lihat waktu dulu dari batang, terus dilanjutkan oleh Jokowi. Yg paling parah ya hambalang yg berakibat masukanya andi mallarangeng dan bebasnya ibas. Anas urbaningrum dikambinghitamkan sampai masuk bui juga. Saya sgt mengerti dan setuju dgn proyek infrastruktur nya Jokowi. Indonesia itu gak akan maju kedepan tanpa infrastruktur ini. Gak usalah ngomong investasi asing tanpa ada infrastruktur yg memadai. Ada infratrukturpun tapi diganggu dgn masalah politik sectarian spt skrng ini saja Indonesia akan kelimpungan. Pandemi jilid 2 sdg menyerang Indonesia skrg ini. Luar biasa bahayanya skrg ini. Bukannya Bersatu eh malahan diplintir utk menyerang Jokowi. Kasus BEM UI ini salah satunya utk menyambut pemilu 2024 ini. Masalah kebangsaan ini sgt mencolok skrg ini. Ini bikin infrastruktur menjadi bukan kunci lagi. kasihan memang NKRI itu banyak masalah. Ttp ya tetap harus kuatlah kalau memang masih mau berdiri. Kalau tidak ya bakalan pecah spt Yugoslavia. Nesare From: BILLY GUNADIE <[email protected]> Sent: Tuesday, July 6, 2021 11:27 AM To: [email protected]; GELORA45_In <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi Perbandingan infrastructure. Benua dan kepulauan tentunya berlainan.. Apakah Pulau Jawa itu layak untuk Jalan Toll...Kereta api ...? Apakah Mobil pribadi itu tidak ada batasnya...Di Tokyo dan Singapore ada aturan pengeluaran Izin kendaraan.. Apakah sebaiknya Tanah untuk lahan pertanian...agreeculture...yang jaman VOC sampe menjajah...karena keunikan hasil agri-business. .. Antara lain penghasilan buah pala, Lada dsb.. Kerang jelas apakah ada building code Dan saluran air bekas? Penyebab pencemaran air yang tidak Di atur..... Tendensi sakit...pepatah warga sehat negara kuat ...? Pembangunan infrastructure yang semrawut......lahan pertanian dingunakan untuk station Olah raga...? Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Tue., Jul. 6, 2021 at 10:39 a.m., nesare hotmail <[email protected]> wrote: Bener secara umum dana yg digelontorkan pemerintah utk infrastruktur hanyalah salah satu cara utk merangsang pertumbuhan ekonomi – bukan satu2nya/kunci. Dana utk infrastruktur itu dinegara manapun yg sedang susah sgt diharapkan utk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Disinilah pentingnya dana infrastruktur itu utk menolong ekonomi suatu negara yg lagi susah. Susahnya ekonomi suatu negara tidak selalu sama, ada yg setengah teler, setengah mati, tiga perempat mati. Semakin parah ekonominya, semakin penting dana pemerintahnya. Sasaran utamanya biasanya adalah: infratruktur. Infrastruktur itu bukan hanya bangunan saja. Infrastruktur bisa mencakup: transportasi, komunikasi, air, listrik, saluran got dll yg biasanya perlu capital yg gede. Kalau takut gedung tua roboh itu bukan belum tentu akan merangsang ekonomi. Gedung tua di eropa itu kan banyak sekali dibangun diabad 15 msh berdiri dgn megah. Persoalannya kalau spt yg tjd barusan ini di surfside florida dimana Gedung condo runtuh dgn korban 27 orang meninggal dan ratusan yg gak ketahuan mati atau hidup, ya memang perlu dirobohkan ttp gak perlu sampai hrs menunggu duit dari pemerintah krn swasta juga bisa bangun koq. Beda dgn plan nya biden utk merangsang perekonomian dgn 1.2 triliun us dollar yg sasarannya memang meningkatkan ekonomi. https://www.whitehouse.gov/briefing-room/statements-releases/2021/03/31/fact-sheet-the-american-jobs-plan/ https://www.cnbc.com/2021/06/30/biden-infrastructure-plan-would-cut-us-debt-add-to-gdp-wharton-study.html Nesare From: [email protected] <[email protected]> On Behalf Of Sunny ambon Sent: Tuesday, July 6, 2021 2:41 AM To: BILLY GUNADIE <[email protected]> Cc: [email protected]; GELORA45_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi Infrastruktur ada hagian dari kegiatan ekonomi bukan kunci. On Tue, Jul 6, 2021 at 3:05 AM BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote: Betul sekali.....bongkar semua gedung Tua diseluruh Indonesia . .dirikan gedung baru yang teratur... Dan saluran got...air bersih terpisah... Jepang umumnya Masa gedung untuk tinggal 30 tahun....ada juga program Akita.... Pabrik semen berjalan, kayu, pertukangan...truck...pabrik Bata..good industry ...dsb..dsb..... Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Mon., Jul. 5, 2021 at 8:58 p.m., Chan CT <[email protected]> wrote: Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi Senin, 5 Juli 2021 20:51 WIBhttps://www.antaranews.com/berita/2250182/sri-mulyani-investasi-bidang-infrastruktur-kunci-pulihkan-ekonomi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Selasa (2/7/2021). ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Setkab/pri. G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya untuk memobilisasi sumber pembiayaan swasta sebagai strategi pemulihan Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan investasi di bidang infrastruktur memegang kunci untuk mewujudkan pemulihan ekonomi global sebagaimana juga diakui dalam pembaruan Rencana Aksi G20 atau G20 Action Plan pada April 2021. “G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya untuk memobilisasi sumber pembiayaan swasta sebagai strategi pemulihan,” katanya dalam acara B20-G20 Dialogue di Jakarta, Senin. Ia menuturkan pandemi COVID-19 berdampak terhadap pembangunan infrastruktur mengingat tekanan pada ruang fiskal membuat pemerintah memprioritaskan agenda yang lebih krusial seperti menyelamatkan masyarakat kelas bawah melalui perlindungan sosial. Tak hanya itu, Sri Mulyani mengatakan pihak swasta juga menahan diri untuk berinvestasi di sektor infrastruktur bahkan membatalkan rencananya di banyak proyek infrastruktur karena kendala pandemi. Berdasarkan laporan Bank Dunia 2021, pada paruh pertama tahun 2020 investasi sektor swasta dalam proyek infrastruktur di negara berkembang turun 56 persen dari periode yang sama pada 2019. Padahal menurut Sri Mulyani, investasi infrastruktur dapat mendukung pertumbuhan di banyak negara maju dan berkembang sekaligus memberikan dorongan tambahan untuk output global melalui efek spillover yang positif. Oleh sebab itu, ia memastikan Indonesia mendukung agenda infrastruktur yang berfokus pada empat pilar yaitu ketahanan dan pemeliharaan, infrastruktur digital, infrastruktur yang berkelanjutan serta inklusi sosial. “Kami menghargai kerja Presidensi Italia dalam terus mengembangkan kolaborasi antara investor publik dan swasta untuk memobilisasi modal swasta,” ujarnya. Baca juga: Peneliti harapkan swasta dilibatkan investasi infrastruktur pertanian Baca juga: INA bangun platform investasi infrastruktur Baca juga: Menkeu berharap INA mampu akselerasi pembangunan infrastruktur Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah Editor: Faisal Yunianto -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AF05C35269BE4859ACA1BE0DE94B9415%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/496282058.1821956.1625533510688%40mail.yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Bc8Op5YnKqWK5ycwgONPo8ZB4JUDm5JadUooMYQ4e84A%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB54413EC45767DAB5E2ECC164F01B9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/SN6PR07MB54566E61F717223DC4931554F01B9%40SN6PR07MB5456.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1808428247.1399650.1625589310377%40mail.yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB54413D71228B9AD221FB8B97F0199%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7B3FC1CD90BF4AE2807DE274CD030D34%40A10Live.
