Chan: Saya coba melihat dari sudut Demokrasi multi partai dengan pemilu 
langsung keluarkan pimpinan, yaa jadinya seperti di Indonesia begini! Pemimpin 
yang keluar lebih berat mewakili kepentingan parpol dan kelompok yang 
mendukungnya saja, BUKAN kepentingan RAKYAT BANYAK!

Nesare: ada untung ada rugi dgn multi partai. Begitu juga dgn 1 partai seperti 
system komunis itu ada untung dan ruginya. saya rasa tidak ada lagi negara 
demokrasi yg hanya punya 1 parpol skrg ini. Dulu memang ada ttp stlh 
perkembangan jaman, ya 1 parpol tdk kuat dan akhirnya berubah menjadi 
multipartai. Mungkin hanya suriah skrg ini yg hanya punya 1 parpol ttg ya 
bashar itu kayak soeharto dulu itu. Jadi ini dulu hrs disepakati. Kalau hanya 
mau 1 parpol ya komunis namanya spt RRT, Vietnam, korut dll.

Chan: Jalan pikiran Jokowi bangun infrastruktur untuk dorong perkeembangan 
ekonomi, tentu tidak salah! Masalahnya muncul saat menetapkan infrastruktur 
mana, dimana dan siapa yang kerjakan itu sangat menentukan yang mana harus 
didahulukan, ...! Disitu rejeki nomplok yang jadi perebutan pejabat-pejabat. 
Entrah siapa dan bagaimana cara menentukan, ... Jadi, nampak tak terhindar ada 
proyek-proyek yang kurang kena sasaran, tidak efektif. Atau BELUM dirasakan 
berguna dalam usaha mendorong kemajuan ekonomi, karena harus berkelanjutan 
dengan proyek-proyek lain yang belum jadi.

Nesare: infrastrukturnya sdh jelas. Proyek2nya juga jelas. Saya baca dan ikuti. 
Mungkin persoalannya adalah ketika Jokowi juga membangun tol di papua. Ini 
menjadi polemic. Yg tdk setuju berargumen: ngapain bangun tol di papua, siapa 
yg pakai? Dst. Yg setuju bilang: ya kasihan papua sdh ditinggalkan segitu lama, 
hrs mulai skrg bangun jalan dulu, internet, listrik, air dll akan ikut terjadi 
nantinya dst.
Kalau mau dihubungkan sama koruptor, ya jelas itu bukan masalah proyeknya. 
Masalahnya adalah: koruptornya itu sendiri. Mau ada proyek atau tdk ada proyek, 
korupsi mah jalan terus. Coba lihat ngurus ktp, kk, sim kan itu rutinitas 
sehari2 bukan proyek ttp korupsi mah sdh berjemaah disitu. Saya lihat di 
proyek2 nya Jokowi ini jelas ada yg diuntungkan yaitu kelompok2/perusahaan2 yg 
terlibat misalnya BUMN, BUMD, investasi asing RRT, jepang dll. Tetapi kalau 
proyek itu bocor maksudnya dikorupsi spt proyek hambalang itu sgt ditanggulangi 
oleh Jokowi. Jokowi itu turun sendiri lihat, tanya dan selidik setiap proyek2 
itu. Tentunya seketat apa sidaknya, ya gak akan maximum lah. Wong dia itu 
presiden bukan kepala proyek. Ttp yg jelas kebocoran2 itu diminimalkan. 
Jangankan proyek2 infrastruktur ini yg jelas2 gede kalau bukan mega proyek, 
masalah birokrasi saja dipotong habis2an oleh Jokowi. Saya sdh pernah nulis 
tempo hari ttg kayu dimana meja2 birokrasi dipangkas dari belasan meja menjadi 
1 atau 2 meja saja. Dukcapil itu dibikin  2015 setahun setelah Jokowi jadi 
presiden 2014. Ini jelas2 utk “ngurus” kelurahan, kecamatan yg kalau mau urus 
surat2 ktp, kk, surat kawin, surat kematian dll selalu hrs bayar premium alias 
pungli.

Nesare


From: Chan CT <[email protected]>
Sent: Tuesday, July 6, 2021 8:01 PM
To: BILLY GUNADIE <[email protected]>; [email protected]; GELORA45_In 
<[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci 
pulihkan ekonomi

Saya coba melihat dari sudut Demokrasi multi partai dengan pemilu langsung 
keluarkan pimpinan, yaa jadinya seperti di Indonesia begini! Pemimpin yang 
keluar lebih berat mewakili kepentingan parpol dan kelompok yang mendukungnya 
saja, BUKAN kepentingan RAKYAT BANYAK!

Persoalan menjadi lebih rumit dan ruwet karena tidak ada parpol yang mayoritas, 
lha PDIP tidak cukup 20%, sehingga mereka harus menggandeng parpol lain untuk 
bisa mencalonkan capresnya yang dijagokan, mau tidak mau yaa terjadi dagang 
sapi. Bagi-bagi kursi tidak terhindarkan, ...! Dengan kata lain bagi-bagi 
rejeki, bagi-bagi kepentingan diutamakan, bukan lagi bagaimana membangun 
ekonomi nasional bisa maju lebih cepat dan baik!

Jalan pikiran Jokowi bangun infrastruktur untuk dorong perkeembangan ekonomi, 
tentu tidak salah! Masalahnya muncul saat menetapkan infrastruktur mana, dimana 
dan siapa yang kerjakan itu sangat menentukan yang mana harus didahulukan, ...! 
Disitu rejeki nomplok yang jadi perebutan pejabat-pejabat. Entrah siapa dan 
bagaimana cara menentukan, ... Jadi, nampak tak terhindar ada proyek-proyek 
yang kurang kena sasaran, tidak efektif. Atau BELUM dirasakan berguna dalam 
usaha mendorong kemajuan ekonomi, karena harus berkelanjutan dengan 
proyek-proyek lain yang belum jadi.

Berbicara proyek berkelanjutan, tentu akan terbentur oleh batas waktu jabatan, 
begitu ganti orang bahkan Presiden, Gubernur yang dari parpol lain dan punya 
pikiran lain. Proyek-proyek yang harus berlanjut itu bisa mangkrak! Lagi, lagi 
NEGARA dan RAKYAT dirugikan! Inilah produk yang tidak terhindar dari demokrasi 
multi parpol dengan pemilu langsung yang dijalankan!

Ada contoh baik dari seorang kawan bilang, disekitar rumahnya sudah terbangun 
sederet gedung RUSUN yang direncanakan Ahok menampung warga yang masih hidup di 
bantaran sungai mana itu, ... sudah lebih setahun dibiarkan saja kosong oleh 
gubernur Anies! Dibiarkan saja RUSUN itu mangkrak, sedang warga bantaran juga 
tidak bisa segera pindah dan menikmati kehidupan yang lebih layak sebagai 
manusia normal! Dan, ... bagaimana menyelesaikan banjir Jakarta, kalau aliran 
sungai tidak juga bisa diberesin dengan adanya penghuni dibantaran sungai??? 
Mau diapakan Indonesia kalau masih saja begini terus? Kusuuuut, deh!



From: BILLY GUNADIE
Sent: Wednesday, July 7, 2021 12:35 AM
To: [email protected]<mailto:[email protected]> ; GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci 
pulihkan ekonomi

Namanya kepulauan....sejarah terbentuknya kepulauan Nusantara relative muda 
ketimbang benua..
Sedimentasi yang membentuk lapisan Dan terobosan gunung API, hot spot Dari 
plate tektonik aktivitas...(van Bemellen, disusul teori plate tektonik)
Yang dimaksud kendaraan umum memang harus digalakkan, ketimbang kendaraan 
pribadi...yang sudah puluhan juta...
Saya tidak melihat luas gedung dan luas parkir, luas ruang dan 
jendela..building code jaman Belanda sudah usang barangkali? Kendaraan 
Delman...Bahan bangunan lain...kenyamanan lingkungan lain...temp sudah naik.. 
3-5C..
Industri pangan, industri pharmaceutical..dsb..
Public health watchdog...etc...you are what you eat...
Pulau Jawa...kalau lihat Tagog Apu...hasil dari endaosn laut dangkal, jadi ke 
utaranya arah Bogor ..Jakarta  lumpur.....
Industri mobil itu hanya perakitan..bahan baku bukan.lokal...
Sejarah mercantslalism di Amarika Latin dan kepulauan Carribean model yang 
dipakai Di Indonesia .?


Sent from Rogers Yahoo Mail on 
Android<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>

On Tue., Jul. 6, 2021 at 11:45 a.m., nesare hotmail
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:

Saya kurang pengetahuan dalam bidang ini.

Permasalahan di Indonesia dari segi wilayah, saya kira hanya terletak di jawa 
yg padat terutama Jakarta, semarang dan Surabaya.

Dari dulu ya sdh ada kereta api di jawa dan sumatera jadi mestinya layak.

Denger2 dari yg belajar air, memang tanah Jakarta ini sudah amblas parah. 
Begitu juga jawa itu sdh banyak turunnya. Semarang menyusul.



Building code jelas ada sejak voc Batavia.



Sdh ada perusahaan swasta yg bergerak dlm limbah. Mereka ini jualan chemical 
utk menanggulangi pencemaran.



Kalau bangun2 building ini sebelum Jokowi, saya rasa belum ada yg focus ke 
infrastruktur ini.

SBY jelas gagal dgn proyek mangkraknya bandara kertajati yg gede ttp skrng 
kosong melompong. Tol pemalang semarang juga mangkrak. Saya lihat waktu dulu 
dari batang, terus dilanjutkan oleh Jokowi. Yg paling parah ya hambalang yg 
berakibat masukanya andi mallarangeng dan bebasnya ibas. Anas urbaningrum 
dikambinghitamkan sampai masuk bui juga.



Saya sgt mengerti dan setuju dgn proyek infrastruktur nya Jokowi. Indonesia itu 
gak akan maju kedepan tanpa infrastruktur ini. Gak usalah ngomong investasi 
asing tanpa ada infrastruktur yg memadai. Ada infratrukturpun tapi diganggu dgn 
masalah politik sectarian spt skrng ini saja Indonesia akan kelimpungan. 
Pandemi jilid 2 sdg menyerang Indonesia skrg ini. Luar biasa bahayanya skrg 
ini. Bukannya Bersatu eh malahan diplintir utk menyerang Jokowi. Kasus BEM UI 
ini salah satunya utk menyambut pemilu 2024 ini.



Masalah kebangsaan ini sgt mencolok skrg ini. Ini bikin infrastruktur menjadi 
bukan kunci lagi. kasihan memang NKRI itu banyak masalah. Ttp ya tetap harus 
kuatlah kalau memang masih mau berdiri. Kalau tidak ya bakalan pecah spt 
Yugoslavia.



Nesare







From: BILLY GUNADIE <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Sent: Tuesday, July 6, 2021 11:27 AM
To: [email protected]<mailto:[email protected]>; GELORA45_In 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Subject: RE: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci 
pulihkan ekonomi



Perbandingan infrastructure.  Benua dan kepulauan tentunya berlainan..

Apakah Pulau Jawa itu layak untuk Jalan Toll...Kereta api ...?

Apakah Mobil pribadi itu tidak ada batasnya...Di Tokyo dan Singapore ada aturan 
pengeluaran Izin kendaraan..

Apakah sebaiknya Tanah untuk lahan pertanian...agreeculture...yang jaman VOC 
sampe menjajah...karena keunikan hasil agri-business. .. Antara lain 
penghasilan buah pala, Lada dsb..



Kerang jelas apakah ada building code Dan saluran air bekas?

Penyebab pencemaran air yang tidak Di atur..... Tendensi sakit...pepatah warga 
sehat negara kuat ...?



Pembangunan infrastructure yang semrawut......lahan pertanian dingunakan untuk 
station Olah raga...?





Sent from Rogers Yahoo Mail on 
Android<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>



On Tue., Jul. 6, 2021 at 10:39 a.m., nesare hotmail

<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:

Bener secara umum dana yg digelontorkan pemerintah utk infrastruktur hanyalah 
salah satu cara utk merangsang pertumbuhan ekonomi – bukan satu2nya/kunci.

Dana utk infrastruktur itu dinegara manapun yg sedang susah sgt diharapkan utk 
meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Disinilah pentingnya dana infrastruktur itu 
utk menolong ekonomi suatu negara yg lagi susah. Susahnya ekonomi suatu negara 
tidak selalu sama, ada yg setengah teler, setengah mati, tiga perempat mati. 
Semakin parah ekonominya, semakin penting dana pemerintahnya. Sasaran utamanya 
biasanya adalah: infratruktur.



Infrastruktur itu bukan hanya bangunan saja. Infrastruktur bisa mencakup: 
transportasi, komunikasi, air, listrik, saluran got dll yg biasanya perlu 
capital yg gede.



Kalau takut gedung tua roboh itu bukan belum tentu akan merangsang ekonomi. 
Gedung tua di eropa itu kan banyak sekali dibangun diabad 15 msh berdiri dgn 
megah. Persoalannya kalau spt yg tjd barusan ini di surfside florida dimana 
Gedung condo runtuh dgn korban 27 orang meninggal dan ratusan yg gak ketahuan 
mati atau hidup, ya memang perlu dirobohkan ttp gak perlu sampai hrs menunggu 
duit dari pemerintah krn swasta juga bisa bangun koq.

Beda dgn plan nya biden utk merangsang perekonomian dgn 1.2 triliun us dollar 
yg sasarannya memang meningkatkan ekonomi.

https://www.whitehouse.gov/briefing-room/statements-releases/2021/03/31/fact-sheet-the-american-jobs-plan/



https://www.cnbc.com/2021/06/30/biden-infrastructure-plan-would-cut-us-debt-add-to-gdp-wharton-study.html



Nesare



From: [email protected]<mailto:[email protected]> 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> On Behalf Of 
Sunny ambon
Sent: Tuesday, July 6, 2021 2:41 AM
To: BILLY GUNADIE <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Cc: [email protected]<mailto:[email protected]>; GELORA45_In 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Subject: Re: [GELORA45] Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci 
pulihkan ekonomi



Infrastruktur ada hagian dari kegiatan ekonomi bukan kunci.



On Tue, Jul 6, 2021 at 3:05 AM BILLY GUNADIE 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:

Betul sekali.....bongkar semua gedung Tua diseluruh Indonesia . .dirikan gedung 
baru yang teratur...
Dan saluran got...air bersih terpisah...

Jepang umumnya Masa gedung untuk tinggal 30 tahun....ada juga program Akita....

Pabrik semen berjalan, kayu, pertukangan...truck...pabrik Bata..good industry 
...dsb..dsb.....





Sent from Rogers Yahoo Mail on 
Android<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>



On Mon., Jul. 5, 2021 at 8:58 p.m., Chan CT

<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:
Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi

Senin, 5 Juli 2021 20:51 
WIBhttps://www.antaranews.com/berita/2250182/sri-mulyani-investasi-bidang-infrastruktur-kunci-pulihkan-ekonomi

[Sri Mulyani: Investasi bidang infrastruktur kunci pulihkan ekonomi]

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Selasa (2/7/2021). 
ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Setkab/pri.

G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan 
investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya untuk 
memobilisasi sumber pembiayaan swasta sebagai strategi pemulihan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan investasi 
di bidang infrastruktur memegang kunci untuk mewujudkan pemulihan ekonomi 
global sebagaimana juga diakui dalam pembaruan Rencana Aksi G20 atau G20 Action 
Plan pada April 2021.

“G20 menegaskan kembali komitmennya untuk melipatgandakan upaya mempromosikan 
investasi infrastruktur yang berkualitas dan mempercepat upaya untuk 
memobilisasi sumber pembiayaan swasta sebagai strategi pemulihan,” katanya 
dalam acara B20-G20 Dialogue di Jakarta, Senin.

Ia menuturkan pandemi COVID-19 berdampak terhadap pembangunan infrastruktur 
mengingat tekanan pada ruang fiskal membuat pemerintah memprioritaskan agenda 
yang lebih krusial seperti menyelamatkan masyarakat kelas bawah melalui 
perlindungan sosial.

Tak hanya itu, Sri Mulyani mengatakan pihak swasta juga menahan diri untuk 
berinvestasi di sektor infrastruktur bahkan membatalkan rencananya di banyak 
proyek infrastruktur karena kendala pandemi.

Berdasarkan laporan Bank Dunia 2021, pada paruh pertama tahun 2020 investasi 
sektor swasta dalam proyek infrastruktur di negara berkembang turun 56 persen 
dari periode yang sama pada 2019.

Padahal menurut Sri Mulyani, investasi infrastruktur dapat mendukung 
pertumbuhan di banyak negara maju dan berkembang sekaligus memberikan dorongan 
tambahan untuk output global melalui efek spillover yang positif.

Oleh sebab itu, ia memastikan Indonesia mendukung agenda infrastruktur yang 
berfokus pada empat pilar yaitu ketahanan dan pemeliharaan, infrastruktur 
digital, infrastruktur yang berkelanjutan serta inklusi sosial.

“Kami menghargai kerja Presidensi Italia dalam terus mengembangkan kolaborasi 
antara investor publik dan swasta untuk memobilisasi modal swasta,” ujarnya.

Baca juga: Peneliti harapkan swasta dilibatkan investasi infrastruktur 
pertanian<https://www.antaranews.com/berita/2204946/peneliti-harapkan-swasta-dilibatkan-investasi-infrastruktur-pertanian>
Baca juga: INA bangun platform investasi 
infrastruktur<https://www.antaranews.com/berita/2168130/ina-bangun-platform-investasi-infrastruktur>
Baca juga: Menkeu berharap INA mampu akselerasi pembangunan 
infrastruktur<https://www.antaranews.com/berita/2025111/menkeu-berharap-ina-mampu-akselerasi-pembangunan-infrastruktur>

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AF05C35269BE4859ACA1BE0DE94B9415%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AF05C35269BE4859ACA1BE0DE94B9415%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/496282058.1821956.1625533510688%40mail.yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/496282058.1821956.1625533510688%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Bc8Op5YnKqWK5ycwgONPo8ZB4JUDm5JadUooMYQ4e84A%40mail.gmail.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Bc8Op5YnKqWK5ycwgONPo8ZB4JUDm5JadUooMYQ4e84A%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB54413EC45767DAB5E2ECC164F01B9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB54413EC45767DAB5E2ECC164F01B9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/SN6PR07MB54566E61F717223DC4931554F01B9%40SN6PR07MB5456.namprd07.prod.outlook.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/SN6PR07MB54566E61F717223DC4931554F01B9%40SN6PR07MB5456.namprd07.prod.outlook.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1808428247.1399650.1625589310377%40mail.yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1808428247.1399650.1625589310377%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB54413D71228B9AD221FB8B97F0199%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com.

Reply via email to