Mungkin juga gara gara pejabat immigrasinya ga tau Bahasa China...Seperti portugis Di Philippines...Tanya si Engkoh .. ocupacion por favor..Si Engkoh Jawab ..Cho Zhenglie (pedagang)...Oh ...sangley....Jadi Chinese Di sebut sangley...bukan Cina.... ..
Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Thu., Aug. 19, 2021 at 6:01 p.m., kh djie<[email protected]> wrote: Sorry, correctie : Perancis = Peranakan Cina Serui Op do 19 aug. 2021 om 23:13 schreef kh djie <[email protected]>: Waktu oma saya panggil tukang untuk renovasi rumah, adasatu anak buah tukang, orangnya tinggi besar. Teman2 kerjanyapanggil dia Perancis, tetapi dia bukan orang Barat. Termasukagak putih sedikit kalau dibandingkan tukang2 lainnya. Itu kejadianwaktu saya masih di kelas 5 Sd, jadi waktu umur 11 tahun.Lebih dari 50 tahun kemudian, baru saya tahu dari tulisan Lisa Surosoyang melakukan penyelidikan di Papua di daerah Serui, bahwa sebutanPerancis itu berarti Peranakan Tionghoa Serui. Jadi dulunya neneknyawanita Papua, dan kakeknya Tionghoa pendatang dari Tiongkok.Lisa Suroso ini dulu asistentenya Benny Setiono dari INTI, yang banyakmenulis laporan kegiatan INTI bantu atasi becana alam dll. Belakanganpindah ke Kanada. Op do 19 aug. 2021 om 23:00 schreef kh djie <[email protected]>: Di Belanda banyak sekali HITACHI, ayah Tionghoa, ibu Kulit Hitam, dari Suriname.Ada beberapa dari familie Tjon A Tjoen. Tjon A Tjoen ini nama familie. Bukan Tjonnama familinya. Ada yang namanya Marcel Tjon A Tjoen, ada Albert Tjon A Tjoen. Op do 19 aug. 2021 om 22:15 schreef Sunny ambon <[email protected]>: Di Papua ada istilah mereka HITACHI = HItam TApi CHIna On Thu, Aug 19, 2021 at 5:02 PM BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote: Mungkin ada yang tau.....kenalan saya..Johan Oey...Elektro 1967 ITB..Kenampakannya Asli Papua, rambut kriting, berkulit coklat Tua, tinggi 175cm..?.. Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Thu., Aug. 19, 2021 at 6:49 a.m., nesare hotmail<[email protected]> wrote: Betul keluarga raweyai itu campuran papua dan tionghoa. Mereka punya paguyuban tionghoa di serui, papua. Ada seorang familinya yg bergelar sarjana hukum masih tinggal di serui sekarang ini. Saya lupa namanya. Paguyuban marga Tan lebih dominan di papua. Tidak ada rasa diskriminasi sbg campuran tionghoa papua di tanah papua, makanya mereka bangga mendirikan paguyuban2 tionghoa ini. Mereka sudah menyebar keseluruh pelosok tanah papua dan keluar papua spt yorrys raweyai itu. Nesare From: [email protected] <[email protected]>On Behalf Of kh djie Sent: Thursday, August 19, 2021 3:21 AM Subject: [GELORA45] Thung Tjing Ek Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian Thung Tjing Ek alias Jakub Thung adalah seorang pejuang kemerdekaan berdarah Tionghoa Indonesia. Ia adalah perantau Tionghoa asal Makassar yang berprofesi sebagai penangkap buaya di Waropen. Anak-anaknya kini cukup dikenal dengan nama marga istrinya yang asli Papua: Raweyai. Dr. Sam Ratulangi bersama kawan-kawannya juga sering memakai rumah Thung Tjing Ek untuk rapat-rapat yang membicarakan persiapan penyatuan Irian Barat ke NKRI. Ia pun juga diangkat menjadi Komisaris I.[1] Kong Ek juga membantu menyumbangkan uang ketika Silas Papare harus berangkat ke Jawa untuk menemui Presiden Soekarno. Ia bersama Tan Su Song (Fritz Warabay) pergi ke Biak untuk belajar ilmu kebal dari orang Maluku. Sepulangnya dari Biak mereka mengorganisir pasukan sipil bawah tanah sampai berjumlah 2000 orang. Gerakan bawah tanah ini dinamakan Batalyon Tentara Tjendrawasih Tjadangan (TTT). Gerakan bawah tanah ini akhirnya diketahui oleh Belanda. Maka Fritz bersama kawan-kawanya seperti David Wasiri, Rafael dan Agus pun ditangkap dan dipenjarakan. Setelah tiga bulan mereka dibebaskan dan kena wajib lapor. Namanya tercantum pada taman makam pahlawan Serui terletak di tengah kota bersama dengan Silas Papare, Stefanus Rumbewas, Dirk Ramandey, Salim Suneth, HW Antaribaba, Rafael Maselkosu dan George Henk Ayorbaba. Ia adalah ayah dari Yorrys Raweyai.[2] -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavh%3DzfRfewW53eieWOoHazTMyfvRuR7XeewmRVaBqJbVBQ%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/SN6PR07MB5456297F50BF596EFB8359C4F0C09%40SN6PR07MB5456.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/626371091.119034.1629385353382%40mail.yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2AxtXQcNCEB4sQtHEMzgy%3D6SciSyJT%2BZzKGYAJPgQ8FTw%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjA5%2BZY7VfF4AArxARBi8WR7MNBWXT4LGE-Sv-D7WXr7Q%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1433525116.241143.1629417225956%40mail.yahoo.com.
