Apa pertanyaan Lusi yang harus saya jawab??? Lalu, dimana saya salah 
interpretasi tulisan? Coba jelaskan, ...


From: Tatiana Lukman 
Sent: Friday, August 20, 2021 8:05 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In 
Subject: RE: [GELORA45] Pemenang KO, ...???

MATA SENDIRI SUDAH JULING DAN RABUN, TAPI MENYALAHKAN  DAN MENGEJEK ORANG LAIN… 
ITULAH LAGI CIRI REMO.. BERAPA KALI  HAL INI SDH TERJADI, TAPI OTAK YANG SDH 
KARATAN TIDAK DAPAT MENYADARINYA… WONG MENGINTERPRETASI TULISAN JUGA SERING 
KALI NGGAK BECUS!!!! AYO JAWAB PERTANYAANNYA LUSI!!!! JANGAN SEMBUNYI!!! 
MENUDUH ORANG LAIN SEMBUNYI, PADAHAL DIRINYA SENDIRI YANG TDK BERANI MENGAKUI 
BAHWA DALAM KASUS PERANG ANTAR IMPERIALIS CHINA VS AS, TIDAK AKAN ANTEK REMO 
BERPIHAK KEPADA KEPENTINGAN RAKYAT INDONESIA. DIA AKAN BERPIHAK PADA TUANNYA!!!!

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Chan CT
Sent: Friday, August 20, 2021 2:35 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Pemenang KO, ...???

 

Hahahaa, .... ini nenek dalam tempurung berani-beraninya merasa diri 
“pemenang”, KO pula! Siapa yang KO??? Apanya dan siapa yang tak punya 
argumentasi logis? Bukankah beberapa tanggapan saya tidak juga muncul balasan, 
...??? Kemana bersembunyi kepalamu itu, kalau bukan dalam tempurungnya itu?

 

Coba saja dibaca ulang kumpulan percakapan kalau tidak hendak dikatakan diskusi 
kita yang terkumpul di googlegroups, link didbawah ini dibawah, khususnya 2 
balasan saya yang saya copykan langsung, ... tgl. 11 dan 12. Dimana balasan 
nenek ini???

 

https://groups.google.com/g/gelora1945/c/5D_nfc1tvWo

 



Chan CT
未讀, 

2021年8月11日 上午10:47:34 (8 天前) 



 

收件者:Tatiana Lukman、GELORA45_In

Daripada pikiran dan energi dipusatkan membongkar kepalsuan dan kebusukan remo 
Tiongkok dengan dasar kebencian berlebih begitu yang TIDAK ada artinya 
sedikitpun, tak ada orang yang bisa mempercayai obrolan tanpa DASAR! Dan PASTI 
TIDAK akan berhasil menghambat gerak kemajuan apalagi menghancurkan 
keberhasilan perjuangan 1,4 milyar Rakyat Tiongkok yang telah bertekad menempuh 
Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, ... Kenapa sinenek tidak berusaha 
introspeksi, memeriksa dimana kesalahan sendiri sehingga sampai sekarang TIDAK 
JUGA berhasil tegak berdiri kembali! Menangkan perjuangan RAKYAT Indonesia yang 
sampai sekarang masih saja kelimpungan, ...! Lhaa, ... AS super power adidaya 
didunia ini yang masih diakui berkekuatan besar sudah belasan tahun, sejak 
Obama, Trump yang menggempur gila-gilan dan berlanjut dengan Biden sekarang 
berusaha menghambat kemajuan RRT yang dianggap “ANCAMAN” terberat nampaknya 
juga masih kewahalan, kok!

 

Cobalah BELAJAR bagaimana Chiang Kaisek berusaha menyimpulkan sebab2 KEKALAHAN 
menghadapi Mao Tsetung/PKT, dari tahun 1946, semula kekuatan tentara dari 
jumlah 5-6 X lebih banyak dan dengan kecanggihan persenjataan yang jauh lebih 
unggul, TETAP saja kalah telak??? Apa dan dimana KESALAHAN terjadi di KMT??? 
Dari catatan harian Chiang yang diungkap VOA (Link dibawah ini, sekalipun dalam 
bhs. Tionghoa, mestinya nenek Tatiana tetap bisa mengerti dengan baik!) cukup 
menarik diperhatikan: antara lain Chiang menyatakan: 1. Tidak boleh bersandar 
pada BANTUAN Amerika! Karena kenyataan, setelah beda pendapat dengan AS, Chiang 
hendak bertahan kuasai kedaulatan wilayah Tiongkok, sedang AS yang hendak 
wujudkan perjanjian Yalta (ditahun 1945, AS-Soviet-Inggris, bersepakat membagi 
wilayah Tiongkok menjadi utara untuk PKT dan selatan sungai Yang Tse untuk 
KMT), hentikan dan tidak melanjutkan perang usaha membasmi komunis PKT! 2. 
Dekadensi, kemerosotan moral pejabat/tokoh KMT, berebutan kekuasaan, harta 
rampasan perang Jepang dan saat perang berlanjut, lebih dahulu memikirkan 
keselamatan jiwa dan harta pribadi kalau kalah perang melawan PKT! 3. TIDAK 
mendapat dukungan rakyat luas, sebaliknya PKT yang berorientasi pada rakyat, 
melancarkan landreform didesa-desa mendapat dukungan kuat rakyat banyak. 
Membuat PKT dalam waktu singkat berhasil dengan kecepatan tinggi penambahan 
jumlah tentara, sedang jumlah tentara KMT terus merosot dengan kecepatan tinggi 
akibat kesulitan merekrut tentara yang luka dan mati!

 

Tentu Chiang sekalipun berhasil simpulkan kesalahan sendiri, dia TETAP saja 
GAGAL merubah dan memperbaiki langkah sampai ajalnya, ... karena PENDIRIAN 
Chiang yang egoistis dan otoriter melulu untuk kepentingan diri sendiri, 
keluarga dan klik nya saja, sedang PKT berprinsip kepemimpinan kolektif yang 
terus disempurnakan dan melulu untuk kepentingan rakyat banyak. Begitulah PKT 
dalam perjalanan 100 tahun telah membuktikan KEBERHASILAN membangun masyarakat 
adil-makmur dan mendapatkan dukungan kuat rakyat Tiongkok, ...!

 

 

From: Chan CT 

Sent: Thursday, August 12, 2021 12:31 PM

To: Tatiana Lukman ; Lusi D. 

Cc: GELORA45_In 

Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

 

Sekaligus jadi satu saja, ya! Biar tidak terlalu banyak dan membosankan pembaca 
di GELORA45.

 

Bung Lusi, boleh saya diberi penjelasan apa dan dimana kesimpulan Chiang Kaisek 
yang dirasakan tidak logis itu?

 

Untuk Tatiana:

Saya berpendapat, perdebatan atau pertengkaran ideologi, teori mana benar salah 
adalah masalah sangat rumit yang TIDAK mungkin diselesaikan dalam jangka waktu 
pendek, beberapa bahkan puluhan tahun saja. Bukankah kenyataan pertengkaran 
Bolsyewiek vs Mensyewiek sudah lebih seratus tahun belum juga berakhir, 
sekalipun Bosyewiek sudah roboh sedang Mensyewiek masih bergaya di Eropah-utara 
khususnya dalam wujud Sosial Demokrat, tentu masih akan terus berlanjut. 
Biarlah sejarah yang akan membuktikan. Karena setiap kebenaran teori dibuktikan 
lebih lanjut didalam praktek! Bukan, dan tidak mungkin diselesaikan hanya 
melalui perdebatan dari teori ke teori saja, ...!

 

Tapi, entah nenek ini perhatikan tidak kalau pemikiran Deng dengan menempuh 
Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok ini, jelas menghendaki jalan yang baru 
yang belum ada keduanya didunia, disatu pihak tidak sepenuhnya sama lagi dengan 
jalan sosialisme yang ditempuh PKUS, dipihak lain juga tidak sama dengan jalan 
Sosial Demokrat di Eropah utara itu! Inilah perubahan dengan pemikiran baru 
mentrapkan ML-FMTT sesuai dengan kondisi Tiongkok! Jadi, dalam melihat 
perjalanan masyarakat, tidak bisa sepotong-potong kejadian, tapi harus berusaha 
secara menyeluruh dengan penilaian seobjektif mungkin sesuai kenyataan. 
Berusahalah melihat gajah itu seutuhnya gajah yang besar itu, bukan hanya 
meraba belalai lalu bilang seperti itulah gajah, ...

 

Pertengkaran “perjuangan klas” yang terjadi antara Mao vs Liu-Deng, BUKAN 
masalah menyangkal adanya perjuangan klas setelah PKT berhasil merebut 
kekuasaan, tapi benetuk perjuangan klas yang berubah, dari utamanya antagonis, 
perang menjadi perjuangan politik-ideologi. Juga bukan menempuh jalan 
sosialisme atau jalan kapitalisme, karena kenyataan yang dipertengkarkan 
bagaimana cara yang lebih baik membangun masyarakat adil dan makmur. Lebih 
dahulu meningkatkan kemakmuran masyarakat setelah sampai tingkat kemakmuran 
tertentu baru meratakan kemakmuran, atau sebaliknya meratakan kemiskinan dengan 
menarik turun orang yang sudah kaya/kapitalis, ... 

Perhatikan, dalam waktu 40 tahun terakhir ini PKT berhasil membebaskan lebih 
700 juta rakyat dari kemiskinan absolut, mencapai kehidupan yang berkecukupan 
sandang-pangan. Tentu BELUM tercapai kemakmuran yang sangat memadai, tapi, 
mayoritas mutlak rakyat Tiongkok sudah bisa menikmati rumah tinggal yang 
memadai sebagai manusia normal, anak-anak mendapatkan pendidikan dan orang 
sakit mendapatkan pengobatan yang sepenuhnya ditanggung koperasi-desa yang 
sudah terbentuk, ... diseluruh desa-desa Tiongkok! Jadi, TIDAK BENAR Liu Shaoqi 
diawal tahun 50-an secara sepihak membubarkan koperasi-desa yang sudah 
terbentuk! Jelas fitnah yang tidak berdasar, karena justru koperasi desa itulah 
jalan keluar pemecahan masalah kerja kolektif yang diajukan Liu-Deng didaerah 
basis revolusioner yang dibentuk! Ini salah satu sudut perumahan didesa Huai 
An, Jiangshu, yang begitu indah dan nampak sangfat nyaman telah merubah wajah 
desa-desa kumuh 40 tahuan sebelumnya!

 

Begitu juga masalah mogok-buruh, sekalipun UU jaminan mogok dicabut, TIDAK 
berarti hak mogok-buruh dilarang. TIDAK! Kenyataan dibeberapa propinsi terjadi 
aksi mogok cukup besar dan berhasil dimenangkan! Tidak satu tokoh buruh yang 
menggerakkan aksi-mogok itu ditangkap dan dijatuhi sanksi HUKUM. Saya beri 
contoh konkrit:

Diakhir tahun 2011, Buruh/karyawan Pabrik Jam Citizen, Shenzhen melakukan 
pemogokan setelah perundingan bersama pengusaha gagal. Tapi, akhirnya aksi 
buruh-mogok berhasil memaksa pengusaha pabrik jam Citizen itu mengubah total 
upah lembur selama 5 tahun terakhir menjadi 70% dari total upah yang dibayarkan 
kepada karyawan.

 

Pada tahun 2015, aksi mogok-buruh di Pabrik Sepatu Lide, juga berhasil menuntut 
perusahaan membayar kembali asuransi sosial dan dana tunjangan perumahan yang 
seharusnya adalah hak karyawan, dengan total sekian juta yuan.

 

Begitu juga masalah pekerja Delivery yang terakhir ini disoroti "South China 
Morning Post" Hong Kong tentang "Panduan Opini tentang Implementasi Tanggung 
Jawab Platform Katering Online dan Secara Efektif Melindungi Hak dan 
Kepentingan Pengiriman Makanan" yang dikeluarkan oleh tujuh departemen pada 26 
Juli.

 

Berlanjut dengan tulisan berjudul "Tiongkok Mengambil Tindakan untuk Melindungi 
Pengiriman Makanan dari Eksploitasi Digital, Menindak Raksasa Layanan Meituan 
dan Saham Perusahaan Lain". Tulisan ini berfokus pada upah minimum, asuransi, 
organisasi serikat pekerja, kondisi kerja, dan persyaratan lainnya di "Panduan 
Opini ". "Membuat hubungan hukum antara platform dan karyawan lebih jelas," 
Dipihak lain, tulisan tsb. juga menekankan untuk memperhatikan dampak yang 
mungkin terjadi pada finansial bagi perusahaan jasa Delivery besar dan kecil, 
jangan sampai mati.



 

Pada 7 Agustus, Kementerian Manajemen Darurat, Kementerian Keamanan Publik, 
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial mengadakan pertemuan di 
platform utama perusahaan Delivery seperti Meituan dan Ele.me. Pertemuan 
tersebut menyerukan perlindungan yang lebih besar terhadap hak-hak buruh, 
karyawan dan perusahaan harus memperkuat perlindungan keselamatan dan hak-hak 
buruh. Harus ada keseimdbangan keuntungan besar pengusaha dan meningkatkan 
kesejahteraan karyawan, ...! Menurut data laporan keuangan Perusahaan Delivery 
Meituan 2020, pengendara pengiriman makanan menghabiskan lebih dari 48,6 miliar 
yuan Menurut Dolphin Investment Research, jika Meituan membayar asuransi sosial 
untuk semua pengendara saat ini, keuntungan tahunan Meituan akan menjadi 
sekitar 10 miliar RMB. Dan laba setahun penuh Meituan pada tahun 2020 hanya 
4,71 miliar yuan. Menemukan titik temu penyelesaian yang sebaik-baiknya, 
sekalipun buruh tidak melancarkan aksi-mogok!  Pengusaha boleh untung, tapi 
jangan lakukan penghisapan berlebih terhadap karyawan, ... harus dicapai! 
Diselesaikan secara damai untuk mencapai untung bersama, maju bersama, ...!

 

 

 

From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 

Sent: Thursday, August 19, 2021 7:41 PM

To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45 

Subject: [GELORA45] 

 

 

Sudah lama SGTjing agen remo itu keok alias KO, tak punya argumentasi yang 
logis untuk membela posisinya sebagai anjing jaga kekaisaran Xi..Berbagai 
alasan dipakai untuk menghindar memberi jawaban kepada argumentasi yang 
diajukan lawan diskusinya.. Sebetulnya, kalau orang konsekwen dengan 
pendiriannya, maka dalam kasus perang antara imperialis AS dan sosial 
imperialisme China (Sosialisme dalam kata, Imperialisme dalam perbuatan), bagi 
orang yang berpihak kepada rakyat dan kedaulatan negerinya, sudah tentu ia akan 
mengambil sikap yang sesuai dengan kepentingan rakyat jelata yang terhisap dan 
tertidas oleh rezim lokal. Lenin sudah memberi contoh bagaimana orang harus 
bersikap dalam Perang Dunia Pertama yang merupakan perang antar-imperialisme. 
Orang komunis dan rakyat progresif dianjurkan untuk menentang perang dan 
mengorganisasi serta memobilisasi rakyat negeri masing-masing untuk memajukan 
dan mencetuskan revolusi dalam negeri. Bukannya membantu pemerintah dalam 
negeri dalam usaha perangnya. Kelihatan lagi disini kemunafikannya  agen remo. 
Mengutip Lenin hanya untuk kapitalisme negara, dan itupun salah karena Lenin 
tidak mengajarkan rakyat Soviet untuk membangun kapitalisme negara sebagai 
strategi perjuangan. Ditambah pula kapitalisme yang sedang berlaku di China 
adalah kapitalisme monopoli!!

Rakyat Tiongkok dan rakyat Amerikapun tidak seharusnya mendukung pemerintah 
masing-masing dalam usaha memenangkan perang antar-imperialis itu!! Di sini 
kelihatan bagaimana Kaisar Xi sedang mengipasi “nasionalisme palsu”alias 
sovinisme supaya rakyat tiongkok mendukungnmya dalam agresivitasnya terhadap 
negeri-negeri tetangga yang menentang Klaim China atas Laut Tiongkok 
Selatan…Tak ada jalan lain kecuali berusaha meningkatkan kesadaran rakyat 
menentang perang antar-imperialis dengan membelejeti kejahatan imperialis AS 
dan juga Sosial imperialis China!!

 

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Lusi D.
Sent: Friday, August 13, 2021 9:58 AM
To: Chan CT; GELORA45_In
Cc: Tatiana Lukman; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid
Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

 

Memang begitulah sopan-santunnya orang berdiskusi dengan kedudukan

setara. Saya kan sudah menjawab argumen bung yang membawa-bawa

kesamaan ras saya dengan Suharto dan bedanya fikiran bung dengan

pengalaman di lapangan oleh Lieus Sungkharisma dalam melawan fikiran dan

tindakan penguasa yang bersifat rasis. Apa saya pernah mempersoalkan

bung punya ras? Kan tidak dan tunjukkan kalau ada. Dalam hal ini secara

tidak langsung orang boleh menerka siapa sebenarnya yang mengidap

penyakit rasialis.

 

Saya tidak menyuruh orang milih hanya tiga sikap. Itulah kemungkinan

sikap yang akan diambil orang menurut pendapat saya. Kalau bung punya

sikap selain itu ya nggak ada yang mempersoalkan. Tapi selain tiga

sikap itu apa memang masih ada kemungkinan sikap yang lain? Kan ada

baiknya kalau bung jelaskan sikap selain tiga kemungkinan itu. Sekali

lagi ini pertanyaan.

 

Yah kalau nggak mau jawab juga nggak masalah. Sekarang kita kan juga

sudah maklum apa dan dimana kedudukan politik kita masing-masing.

Termasuk apa yang harus kita kerjakan manakala perang yang sedang

dipersiapkan oleh dua kubu imperialis ini terjadi.

 

 

 

Am Fri,

13 Aug 2021 11:52:52 +0800 schrieb "Chan CT" <[email protected]>:

 

> Lhooo, ... kenapa bung memposisikan diri macam “guru” berhadapan

> dengan muridnya? Mengajukan pertanyaan dengan muridnya disuruh pilih

> 3 jawaban? Jawaban bebas atau diluar itu tidak boleh? Lalu, untuk apa

> saya harus menjawab begitu dan pertanyaan semula ditarik kemana-mana?

> Bahkan dijadikan syarat untuk menjawab persoalan lain? Kok, bisa???

> Hehehee, ...

> 

> 

 

Sent from Mail for Windows

 

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/611e435d.1c69fb81.d2fe6.9f3fSMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B5E87FD47720404FA761B85CEFF8F320%40A10Live.

 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E1BD4C39E6194A1FAEAB4820227E611F%40A10Live.

Reply via email to