Mengatakan Lenin yang mengajukan "teori memadukan ekonomi sosialis dan ekonomi
pasar", tapi tak ada satu kalimatpun dari Lenin yang menunjukkan atau
mengekspresikan ide atau teori itu. Sekali lagi kalau orang jujur berdebat dan
memang mau mencari kebenaran, paling sedikit ajukan kata-kata lenin atau
praktek Lenin dimana orang bisa dapat bukti akan teori itu. Semuanya abstrak!!
Gimana orang akan bisa lihat "kebenaran" teori itu kalau tidak diperlihatkan
kapan dan di mana Lenin mengajukan pemaduan ekonomi sosialis dan ekonomi
pasar??? Sebaliknya, penelitian orang tentang NEP yang saya ajukan berdasarkan
kepada kata-kata dan instruksi Lenin sendiri. Ada tulisannya yang bisa dicek.
On Thursday, September 22, 2016 3:17 PM, Chan CT <[email protected]>
wrote:
Ada baiknya kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK Jepang, Fuwa
Tetsuro itu
menjelaskan:http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf
-----原始郵件----- From: Lusi D. Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PM To:
Chan CT ; [email protected] Cc: Tatiana Lukman ;
[email protected] ; GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ;
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin
Hui Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro Subject: Re: [GELORA45] Re:
[temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
Ikut nimbrung sedikit. Bung Chan bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian
"memadukan ekonomisosialis dan ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang
dikatakan ekonomisosialis dan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pasar,
sesuaipengertian yang bung terima dari penjelasan Fuwa Tetsuro itu? Saya kutip
alinea yang saya maksud sbb.: "> Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK
Jepang? Hehehee, ...> Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan
Fuwa> Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang> meneliti
hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa> Tetsuro,
sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah> membuat
kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan> ekonomi-pasar itu!"?
SalamLusi.- Am Thu, 22 Sep 2016 16:26:48 +0800schrieb "Chan CT"
<[email protected]>: > Hahahaa, ... rupanya saya sedang berhadapan dengan
seorang radikalis> yang udah gak ketolongan lagi! Bagaikan binatang jalang
meraung-raung> dalam sekarat, gunakan berbagai jurus menyerang PKT dan
berusaha> membusukkan dengan segala berita/tulisan tanpa peduli lagi darimana>
sumbernya! Sungguh heibat penyataan, peduli amat dari Falungong,> pokoknya bisa
digunakan untuk menyerang dan menjelekkan PKT! > > Tanpa disadari lagi, dimana
PENDIRIAN anda kalau begitu? Atau memang> begitu ekstrimnya anda jadi tidak
lagi peduli ternyata sejalan dengan> Falungong, begundanya AS itu untuk
menghujat PKT? Sampai-sampai> begitu senangnya seperti mendapatkan “SENJATA”
ampuh menembak saya> sampai KO, tidak berkutik lagi? Padahal saya tetap saja
duduk tenang> dibelakang meja computer, lari pun tidak. Hehehee, ...> > Begitu
PERCAYAnya apa yang dinyatakan Falungong “deMaoisasi” seperti> itulah kenyataan
yang ada. Padahal itu FITNAH yang sama sekali tidak> berdasar! Tanpa berani
melihat KESALAHAN dari praktek nyata yang> telah terjadi, ... bahwa Lenin,
Stalin dan Mao betapapun genius yang> harus kita akui, tetap adalah MANUSIA
normal saja yang bisa berbuat> KESALAHAN! Bukan DEWA-DEWA yang tidak mungkin
berbuat kesalahan. Dan,> pada saat mengkritik kesalahan tertentu, jangan
diangkat menjadi> menegasi semua ajarannya bahkan menjadi anti Lenin, anti Mao!
> > Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...> Tapi,
anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa> Tetsuro, bahwa Lenin
lah orang komunis pertama didunia ini yang> meneliti hubungan ekonomi sosialis
dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa> Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak
memfitnah bahwa Lenin telah> membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi
sosialis dan> ekonomi-pasar itu!> > Tapi ngomong-ngomong, ... mbak Tatiana,
sekarang ini didunia hanya> Korea Utara saja yang tidak REMO, ya? Lalu
bagaimana melihat video> kehebatan Kim Jung Un dikerumuni perempuan-perempuan
Korea begitu,> bagaimana perasaan anda sebagai perempuan melihat video itu???>
Begitukah seorang Marxis sesungguhnya didunia ini? Kalau begitu,> biarlah saya
dibilang remo saja, ketimbang dibilang Marxis modelnya> kayak Kim Jung Un itu!
Hahahaa, ...> > Salam,> ChanCT> > > > From: mailto:[email protected] >
Sent: Wednesday, September 21, 2016 10:07 PM> To: [email protected] ;
GELORA_In > Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto
;> Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui> Lin ;
Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro Subject: [GELORA45] Re:> [temu_eropa] Re:
Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan> Bareng (1)> > > >
Ha....ha....ha.. Udah kepojok, KO, nggak berkutik, picek lagi dan> terus
ngotot berpikir pakai dengkul!!!Falungong kek, falingging kek,> emangnya gue
pikirin!! Yang jelas "demaoisasi" tidak ada hubungannya> dengan falunggong atau
falingging...."demaoisasi" adalah bukti dari> pengkhianatan terhadap Mao dan
Fikirannya yang selalu anda coba> sembunyikan!!!! Ah, ini mah cuma bukti yang
sangat kecil sekali yang> menguatkan seluruh argumentasi yang saya ajukan sejak
perdebatan yang> dimulai tiga tahun yang lalu. Bukti ilmiah sudah diberikan
oleh> penelitian /research para profesor dan sejarawan seperti Wertheim,> Pao
yuching, Mo Bogao, Dong Pinghan, Maurice Meisner, Ming Qili, W.> Huttington,
Hongsheng Jiang, Joseph Ball, Joel Andreas, dan oleh MAO> TSEDONG sendiri yang
sudah sejak awal mengingatkan akan BAHAYA> restorasi kapitalis oleh kaum
revisionis yang dikepalai oleh> ¨¨Chrushchov Tiongkok yang tidur di samping
kita¨¨¨¨!!! Itulah canang> yang dikeluarkan Mao ketika RBKP. Bagi Chan, semua
para peneliti yang> saya sebut di atas adalah orang-orang penganggur dan hanya>
iseng-iseng saja bikin research!!! Oooo, jelas wong Chan itu seorang> genius
yang sudah bikin teori baru untuk mengukur negeri yang gimana> yang bisa
dibilang SOSIALIS !!! TAK PEDULI APA MODE OF> PRODUCTIONNYA!!!Sedangkan
referensi ( sampai sekarang SATU-SATUNYA> referensi) yang digunakan Chan adalah
kata-katanya pemimpin Partai> Komunis Jepang revisionis!!!! Ha...ha...ya nggak
heran apa yang ada> dikepalanya orang-orang REMO, sejak Berstein sampai
Khrustjov, Liu> shaoqi, Deng, dan murid kerdilnya Chan!!!!> > > > On
Wednesday, September 21, 2016 3:37 PM, "'Chan CT'> [email protected]
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:> > > > > > Inilah
orang-orang penganggur yang keisengan menggunakan tulisan> kelompok Falungong
sebagai dasar pemikiran untuk menyerang PKT!> > > From: Tatiana Lukman > Sent:
Wednesday, September 21, 2016 8:06 PM> To: yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD >
Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Marsiswo Dirgantoro ; Roeslan ;> Rachmat
Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ;> Jonathan Goeij ; Hsin
Hui Lin ; Chan CT ; Wuting301 Subject: Program> Anti KKN dan Demaoisasi Harus
Berjalan Bareng (1)> > Kalau baru sekarang orang sadar akan adanya
"demaoisasi", orang itu> kesiangan bangunnya!!! Ingat tuh hasil penelitian dan
kesimpulan> prof. Wertheim yang sejak Deng xiaoping naik panggung sudah
bilang> PKT "pura-pura mendukung Fikiran Mao Tsedong". Pernyataan siapa yang>
sesuai dengan kenyataan? Pernyataannya Chan atau prof. Wertheim?> Boleh terus
melempar dan mengobral segala macam ejekan dan julukan> peyoratif kepada saya.
Tidak masalah!Kenyataan akan terus membelejeti> orang-orang seperti Chan
sebagai pengkhianat usaha sosialisme dan> renegat!!! Jangan membelokkan tema ke
Falonggong. Itu bukan tema> perdebatan saya. Tema perdebatan saya dengan Chan
adalah masalah PKT> yang sudah lama mengkhianati FMTT dan membongkar struktur
sosialisme> dan kepalsuan pemakaian kata "sosialisme dengan ciri Tkk" untuk>
menutupi KAPITALISME BRUTAL yang telah melahirkan elit Tkk yang hidup> dalam
kemewahan yang sangat memuakkan dan ratusan juta buruh dan tani> dan rakyat
jelata yang menderita penghisapan dan penindasan para> kabir dan komprador yang
merangkap anggota dan kader PKT.> > > Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus
Berjalan Bareng (1)> By Erabaru -> > 17/09/2016> Isi pidato Wang Qangjiang,
kepala Biro Riset Pembangunan Partai pada> Akademi Partai Pusat PKT, menyangkal
Marxisme dan menyangkal ajaran> Mao Zedong, menandakan teori Marxisme dan
pemikiran Mao Zedong yang> sejalan dengan PKT telah ditinggalkan oleh para
akademisi partai,> ideologi komunis pun telah usang. (internet) 9 September
2016, adalah> peringatan 40 tahun meninggalnya sang diktator PKT Mao Zedong.
Para> pengikut Mao (faksi ekstrem kiri dari Partai Komunis> Tiongkok/PKT-red.)
sebelumnya sudah melakukan persiapan membuat suatu> pergerakan pada peringatan
40 tahun meninggalnya Mao, untuk melawan> aksi pemberantasan korupsi “memukul
macan” yang dilancarkan oleh> pemerintahan Xi Jinping dalam rangka meringkus
Jiang. Akan tetapi,> serangkaian kegiatan peringatan oleh pengikut Mao di dalam
negeri> dihentikan oleh pihak kepolisian, dan diberi peringatan. Pemerintah>
Beijing tidak mau melihat pemberitaan apa pun terkait Mao, bahkan> kegiatan
terkait di luar negeri pun dilarang. Selain itu, media massa> ofisial PKT
serempak membisu soal pemberitaan terkait topik Mao.> Untuk itu agenda Xi
Jinping memilih hari yang sama dengan hari> wafatnya Mao, melakukan inspeksi
besar-besaran di sekolah> almamaternya yakni Akademi 81 dan menyampaikan pidato
penting di> sekolah tersebut. Ini membuat para fans Mao sangat terpukul,>
serangkaian fenomena ini menjelaskan, gerakan demaoisasi oleh> pemerintahan Xi
Jinping yang tadinya hanya di balik layar kini sudah> bergeser menjadi di depan
panggung. Menilik kembali dari awal> menjabatnya Xi Jinping sebagai pemimpin
tertinggi sejak Kongres> Nasional PKT ke-18, orientasi yang ditempuh adalah
menggulingkan> Jiang bersamaan dengan itu menghapus pengaruh Mao (de-maoisasi).
Dan> fenomena lain yang muncul adalah, setiap kali aksi anti-korupsi> “memukul
harimau” yang digalakkan Xi dan Wang (Wang Qishan, tangan> kanan Xi Jinping
dalam pemberantasan KKN) telah mencapai tahap> krusial, kubu Jiang dan para
pengikut Mao selalu berusaha menghalangi> upaya pemerintah Xi. Kubu Jiang juga
berusaha mengacau, menjegal> berbagai upaya reformasi yang diterapkan Xi dan Li
(PM Li Keqiang)> atau merusak dan mengacaukan tatanan hukum pada pemerintahan
Xi dan> Wang, atau menyerang dan menghambat aksi pemberantasan korupsi>
“memukul harimau” untuk menggulingkan Jiang. Baik kubu Jiang maupun> pengikut
Mao dengan berani nekad mengusung arwah Mao untuk melawan> pemerintahan Xi
Jinping, karena Mao Zedong adalah leluhur PKT, adalah> asal muasal
kediktatoran, korupsi, dan kekacauan. Mao Zedong semasa> hidup, menerapkan
teori ekstrim kiri seperti “revolusi”, dan> “Perjuangan Kelas (konflik antar
kelas)” serta serangkaian metode> ekstrim untuk menutupi ambisi pribadinya demi
menjadi kaisar turun> temurun. “Revolusi Kebudayaan” yang dilakukan Mao di masa
itu, adalah> menggalang massa muda mudi yang lugu untuk menggulingkan pihak>
berkuasa yang berhaluan paham kapitalis, dan bersumpah melindungi> kelangsungan
Dinasti Merah”, yang realitanya guna menutupi segala> kejahatan yang dilakukan
Mao akan terungkap (seperti programnya> Lompatan Besar ke Depan yang gagal
total dan menimbulkan bencana> kelaparan terparah dalam sejarah, Red.) jika Mao
kehilangan> kekuasaannya dan dijadikan penjahat sejarah. Kondisi Jiang Zemin
dan> para anteknya sekarang, persis seperti posisi Mao pada saat itu, maka> itu
arwah Mao pun diusung, untuk membuat kekacauan, menjegal, bahkan> mereka tidak
segan-segan melakukan aksi teror dan upaya pembunuhan> serta kudeta untuk
merebut kekuasaan tertinggi dari Xi Jinping, agar> kejahatan Jiang Zemin
berikut para pengikutnya tidak terungkap. Mao> Zedong adalah politisi yang
paling berambisi dalam sejarah PKT, juga> seorang diktator besar, dan sumber
segala korupsi dan kebobrokan.> Teori ekstrim kirinya beserta perilaku tidak
berperikemanusiaannya,> telah menjadi pedoman bagi pengikutnya yakni Jiang
Zemin, menjadi> cadar, sekaligus jimat dan tameng bagi Jiang Zemin. Jadi,
hanya> dengan pemberantasan korupsi “memukul harimau” dan menggulingkan> Jiang
tanpa melenyapkan pengaruh Mao, tidak akan sempurna, tidak akan> tuntas, juga
tidak mungkin bisa mewujudkan Impian Tiongkok (yang> digagas Xi) dan
kebangkitan kebangsaan Tiongkok. Itu sebabnya pada> Januari tahun ini, sebuah
patung Mao Zedong setinggi 36 meter di> provinsi Henan yang belum genap sehari
dirampungkan pengerjaannya,> sudah diperintahkan untuk dibongkar. Ini mungkin
menjelaskan> intensitas pemerintahan Xi Jinping. (Ran Shazhou/sud/whs)> > > > >