Sehubungan dengan “Lenin dan Ekonomi Pasar” ini, tempo hari Suar Suroso juga 
pernah mengulas Lenin Tentang Kapitalisme Negara, sangat baik sebagai tambahan 
pengertian teori untuk dipikirkan lebih lanjut, ... Lalu, siapa sebetulnya yang 
REMO? Kalau ternyata Stalin setelah 5 tahun Lenin meninggal, yang mencabut 
keputusan Lenin menggunakan ekonomi pasar membangun ekonomi sosialis! Sedang 
Deng justru yang meneruskan dan berlakukan kembali keputusan Lenin, memadukan 
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang PASTI Lenin dan Deng yang lebih BENAR!

Salam,
ChanCT

* * * * *

Suar Suroso:



LENIN TENTANG KAPITALISME NEGARA



Sdri Tatiana menulis bahwa Suar Suroso dkk telah meninggalkan prinsip-prinsip 
dasar Marxisme karena mendukung pembangunan sosialisme berciri Tiongkok, yang 
dianggapnya pembangunan sosialisme dengan menggunakan penghisapan.. Pikiran ini 
adalah keliru dan menyesatkan. Pandangan-pandangan saya mendukung Teori Deng 
Xiaoping mengenai pembangunan sosialisme di Tiongkok dipaparklan dengan jelas 
dalam berbagai tulisan, terutama dalam buku PIKIR ITU PELITA HATI, Ilmu 
Berfikir Mengubah Dunia, Dari Marxisme Sampai Teori Deng Xiaoping, terbitan 
ULTIMUS, 2015, 404 halaman. Antara lain dipaparkan mengenai..Kapitalisme Negara 
di Bawah Diktatur Proletariat



PADA saat Tiongkok mulai menggalakkan program reformasi dan politik terbuka di 
bawah pimpinan Deng Xiaoping, berlangsung politik memberi konsesi pada 
kapitalisme dengan mengundang masuk capital asing, maka bermunculan suara yang 
menyatakan Tiongkok sudah merevisi Marxisme, PKT sudah menjadi partai 
revisionis.



Sesungguhnya, pemberian konsesi pada kapitalisme di bawah syarat diktatur 
proletariat adalah ajaran Lenin. Sesudah terbentuknya URSS dan kian 
terkonsolidasinya diktatur proletariat di Uni Sovyet, dalam berbagai 
kesempatan, Lenin telah memaparkan masalah teori kapitalisme negara. Pada masa 
peralihan ke sosialisme, walaupun sudah berdiri diktatur proletariat, 
kapitalisme belumlah terbasmi, bahkan diperlukan demi kepentingan pembangunan 
sosialisme. Diktatur proletariat melindungi kapitalisme ini berupa kapitalisme 
negara.



Lenin yang tangguh membela dan menegakkan diktatur proletariat mengajarkan 
bahwa untuk jangka panjang masa peralihan menuju sosialisme di mana 
berlangsungnya diktatur proletariat, maka berlaku kapitalisme negara. 
Dikemukakan bahwa “sosialisme berarti penghapusan klas‐klas. Diktatur 
proletariat berusaha dengan semua kemampuannya untuk menghapuskan klas‐klas. 
Tetapi klas‐klas tidak bisa dihapuskan sekaligus. Dan klas‐klas ada dan serta 
akan ada selama masa diktatur proletariat. Bila klas‐klas lenyap, diktatur akan 
menjadi tidak perlu. Tanpa diktatur proletariat, klas‐klas tidak akan lenyap. 
Klas-klas tetap ada, tetapi selama masa diktatur proletariat, tiap klas 
mengalami perubahan, dan hubungan-hubungan antara klas-klas berubah pula. 
Perjuangan klas tidak lenyap di bawah diktatur proletariat, perjuangan klas itu 
hanya mengambil bermacam-macam bentuk.”*)



Dalam laporan kepada Kongres ke-III Komintern 5 Juli 1921 mengenai Taktik 
Partai Komunis Rusia, Lenin memaparkan bahwa “kapitalisme negara dalam 
masyarakat di mana kekuasaan berada di tangan kapital, dan kapitalisme negara 
di bawah negara proletar adalah dua pengertian yang berbeda. Di bawah negara 
kapitalis, kapitalisme negara itu berarti bahwa ia diakui dan diawasi oleh 
negara demi kepentingan borjuasi melawan proletariat. Di bawah negara proletar 
juga demikian, ia mengabdi pada klas pekerja dengan tujuan melawan semua 
sisa-sisa borjuasi yang masih kuat. Dengan sendirinya, harus dipahami, bahwa 
kita harus menghadapi dan memberi konsesi pada borjuasi yang banyak akal, pada 
kapital asing. Tanpa denasionalisasi, kita memberikan sedikit bahan baku, 
hutan, sumber minyak kepada kapital asing, supaya kita memperoleh hasil 
produksi industrinya, mesin-mesin, dan lain-lain; dengan demikian kita 
membangun industri kita sendiri.” **)



“Negara proletar, tanpa mengubah hakikatnya, bisa memperbolehkan perdagangan 
bebas, dan membiarkan perkembangan kapitalisme hanya sampai batas-batas dan 
hanya di bawah syarat-syarat pengaturan negara (pengawasan, kontrol, 
bentuk-bentuk penentuan, pengaturan-pengaturan, dan sebagainya), perdagangan 
swasta dan kapitalisme usaha swasta. Berhasilnya pengaturan yang demikian, 
tergantung tidak hanya pada kekuasaan negara, tetapi lebih besar lagi 
tergantung pada tingkat kematangan proletariat dan massa pekerja pada umumnya, 
juga pada tingkatan kebudayaan dan sebagainya. Lebih‐lebih lagi, tentu saja, 
berhasilnya pengaturan yang demikian berlawanan dengan kepentingan klas pekerja 
dan kapital. Oleh karena itu salah satu tugas utama serikat buruh adalah dari 
sekarang secara menyeluruh dan dengan segala jalan membela kepentingan klas 
proletar dan berjuang melawan kapital.” ***).



Dalam laporan politik CC PKR(B) ke Kongres XI, 27 Maret 1922, Lenin 
mengemukakan, “Mengenai kapitalisme negara, saya berpikir, bahwa pada umumnya 
persuratkabaran kita, juga partai kita, membikin kesalahan yang demikian, yaitu 
kita menyerang kaum intelektual, yang bermuara pada liberalisme, mencari 
kearifan untuk bagaimana memahami kapitalisme negara, dengan berpaling pada 
buku-buku lama. Di sana ditulis sepenuhnya bahwa mengenai kapitalisme negara 
yang terdapat di bawah kapitalisme, dan tidak satu buku pun yang menulis 
mengenai kapitalisme negara yang terdapat di bawah komunisme. Bahkan Marx pun 
belum sempat menulis satu kata juga mengenai hal ini dan beliau sudah 
berpulang, tanpa meninggalkan satu titik catatan serta petunjuk yang berupa 
sangkalan. Oleh karena itu, sekarang kita sendiri berhadapan dengan hal ini dan 
merangkak keluar dari masalah ini. Dan

jika ditemukan pada pikiran persuratkabaran kita mengenai masalah kapitalisme 
negara, sebagaimana yang saya berusaha mengungkapkannya dalam laporan ini, 
jelas tampak pandangan dari segi yang lain.



Kapitalisme negara, dalam semua literatur ekonomi—itu adalah kapitalisme, yang 
terdapat dalam masyarakat kapitalis, ketika kekuasaan negara secara langsung 
tunduk kepada perusahaan kapitalis tertentu. Sedangkan pada kita, negara adalah 
negara proletariat, memberlakukan hukum proletariat; pada proletariat terdapat 
semua keunggulan politik, dan lewat proletariat terdapat kaum tani. Oleh karena 
itu, kapitalisme negara pada kita adalah masalah yang sama sekali lain. Supaya 
halnya tidak jadi demikian, maka haruslah dipahami yang  pokok, yaitu 
kapitalisme negara dalam bentuk demikian, sebagaimana yang ada pada kita, tidak 
ada dalam teori mana pun, tidak ada dalam literatur mana pun, tidak diungkap 
semata-mata karena alasan yang sederhana, bahwa semua biasanya, sehubungan 
dengan kata-kata yang demikian, adalah dihubungkan pada kekuasaan borjuasi 
dalam masyarakat kapitalis. Sedangkan pada kita, masyarakat sudah meluncur 
turun dari rel kapitalis, tapi rel baru belumlah ada, sedangkan yang memimpin 
negara bukanlah borjuasi, tetapi proletariat. Kita tak ingin mengetahui, bahwa 
yang kita maksud dengan ‘negara’ itu adalah kita, adalah proletariat, adalah 
pelopor klas pekerja. Kapitalisme negara, adalah kapitalisme, yang dapat kita 
batasi, yang batas-batasnya dapat kita tentukan, kapitalisme negara itu 
berhubungan dengan negara, dan negara itu adalah klas pekerja, itu adalah 
bagian dari pekerja yang maju, pelopor itu adalah kita.



Kapitalisme negara itu adalah kapitalisme yang kita harus menetapkannya dalam 
kerangka yang tertentu yang sampai sekarang kita belum mampu mendirikannya. Ya, 
itulah masalahnya. Dan kini sudah tergantung pada kita, bagaimana jadinya 
kapitalisme negara itu. Kekuasaan politik yang ada pada kita adalah cukup, 
sungguh‐sungguh cukup.” ****) 



Dengan demikian, Lenin mengajarkan bahwa di bawah kekuasaan diktatur 
proletariat, dapat membolehkan berlangsungnya kapitalisme negara yang 
dikendalikan oleh negara. Maka di Tiongkok berlangsunglah kegiatan mengundang 
kapital asing untuk melakukan investasi, kerja sama ekonomi dengan negara 
kapitalis, menjalankan perdagangan bebas dengan negara kapitalis, sampai‐sampai 
menggunakan pasar sebagai pengungkit ekonomi untuk meningkatkan produksi. Ini 
jelas-jemelas bukan merevisi Marxisme, tetapi manerapkan ajaran Lenin sesuai 
dengan syarat-syarat objektif Tiongkok.



Kapitalisme negara di bawah diktatur proletariat telah menjadi salah satu 
faktor yang menyebabkan perekonomian Tiongkok maju pesat menakjubkan, hingga 
negeri yang terbelakang dan miskin di pertengahan abad ke‐20, pada awal abad 
ke‐21 menjadi negara besar kedua di bidang ekonomi, mengungguli Jepang dan 
berada di bawah Amerika Serikat.





Keterangan:



*). W.I.Lenin:Ekonomi dan Politik Selama Masa Diktatur Proletariat, Pustaka 
Ketjil Marxis, delapan belas, Jajasan Pembaruan  Jakarta, 1958.

**) V.I.Lenin: O Gosudarsvennom Kapitalizme –Gosudarstvennyy Kapitalizm V 
Period Perekhoda K Sotzializmu – Tentang Kapitalisme Negara Dalam Periode 
Peralihan Menuju Sosialisme, Gosudarsvennoye Izdatyelstvo Politiceskoy 
Literfaturhi, Balai Penerbitan Negara Literatur Politik, Moskwa 1957, h.136.

***) Ibid. hal. 167

****)Ibid. hal. 168-169 




From: mailto:GELORA45@yahoogroups.com 
Sent: Thursday, September 22, 2016 9:17 PM
To: Lusi D. ; GELORA45@yahoogroups.com 
Cc: Tatiana Lukman ; temu_er...@yahoogroups.com ; GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; 
Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; 
Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro 
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)

  

Ada baiknya kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK Jepang, Fuwa 
Tetsuro itu menjelaskan:
http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf


-----原始郵件----- 
From: Lusi D. 
Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PM 
To: Chan CT ; GELORA45@yahoogroups.com 
Cc: Tatiana Lukman ; temu_er...@yahoogroups.com ; GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; 
Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; 
Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro 
Subject: Re: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi 
Harus Berjalan Bareng (1) 

Ikut nimbrung sedikit.

Bung Chan bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian "memadukan ekonomi
sosialis dan ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang dikatakan ekonomi
sosialis dan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pasar, sesuai
pengertian yang bung terima dari penjelasan Fuwa Tetsuro itu? 

Saya kutip alinea yang saya maksud sbb.:

"> Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...
> Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa
> Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang
> meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa
> Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah
> membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan
> ekonomi-pasar itu!"?

Salam
Lusi.-





Am Thu, 22 Sep 2016 16:26:48 +0800
schrieb "Chan CT" <sa...@netvigator.com>:

> Hahahaa, ... rupanya saya sedang berhadapan dengan seorang radikalis
> yang udah gak ketolongan lagi! Bagaikan binatang jalang meraung-raung
> dalam sekarat, gunakan berbagai jurus menyerang PKT dan berusaha
> membusukkan dengan segala berita/tulisan tanpa peduli lagi darimana
> sumbernya! Sungguh heibat penyataan, peduli amat dari Falungong,
> pokoknya bisa digunakan untuk menyerang dan menjelekkan PKT! 
> 
> Tanpa disadari lagi, dimana PENDIRIAN anda kalau begitu? Atau memang
> begitu ekstrimnya anda jadi tidak lagi peduli ternyata sejalan dengan
> Falungong, begundanya AS itu untuk menghujat PKT? Sampai-sampai
> begitu senangnya seperti mendapatkan “SENJATA” ampuh menembak saya
> sampai KO, tidak berkutik lagi? Padahal saya tetap saja duduk tenang
> dibelakang meja computer, lari pun tidak. Hehehee, ...
> 
> Begitu PERCAYAnya apa yang dinyatakan Falungong “deMaoisasi” seperti
> itulah kenyataan yang ada. Padahal itu FITNAH yang sama sekali tidak
> berdasar! Tanpa berani melihat KESALAHAN dari praktek nyata yang
> telah terjadi, ... bahwa Lenin, Stalin dan Mao betapapun genius yang
> harus kita akui, tetap adalah MANUSIA normal saja yang bisa berbuat
> KESALAHAN! Bukan DEWA-DEWA yang tidak mungkin berbuat kesalahan. Dan,
> pada saat mengkritik kesalahan tertentu, jangan diangkat menjadi
> menegasi semua ajarannya bahkan menjadi anti Lenin, anti Mao! 
> 
> Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...
> Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa
> Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang
> meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa
> Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah
> membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan
> ekonomi-pasar itu!
> 
> Tapi ngomong-ngomong, ... mbak Tatiana, sekarang ini didunia hanya
> Korea Utara saja yang tidak REMO, ya? Lalu bagaimana melihat video
> kehebatan Kim Jung Un dikerumuni perempuan-perempuan Korea begitu,
> bagaimana perasaan anda sebagai perempuan melihat video itu???
> Begitukah seorang Marxis sesungguhnya didunia ini? Kalau begitu,
> biarlah saya dibilang remo saja, ketimbang dibilang Marxis modelnya
> kayak Kim Jung Un itu! Hahahaa, ...
> 
> Salam,
> ChanCT
> 
> 
> 
> From: mailto:GELORA45@yahoogroups.com 
> Sent: Wednesday, September 21, 2016 10:07 PM
> To: temu_er...@yahoogroups.com ; GELORA_In 
> Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ;
> Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui
> Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro Subject: [GELORA45] Re:
> [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan
> Bareng (1)
> 
>   
> 
> Ha....ha....ha.. Udah kepojok, KO, nggak berkutik,  picek lagi dan
> terus ngotot berpikir pakai dengkul!!!Falungong kek, falingging kek,
> emangnya gue pikirin!! Yang jelas "demaoisasi" tidak ada hubungannya
> dengan falunggong atau falingging...."demaoisasi" adalah  bukti dari
> pengkhianatan terhadap Mao dan Fikirannya yang selalu anda coba
> sembunyikan!!!! Ah, ini mah cuma bukti yang sangat kecil sekali yang
> menguatkan seluruh argumentasi yang saya ajukan sejak perdebatan yang
> dimulai tiga tahun yang lalu. Bukti ilmiah sudah diberikan oleh
> penelitian /research para profesor dan sejarawan seperti Wertheim,
> Pao yuching, Mo Bogao, Dong Pinghan, Maurice Meisner, Ming Qili, W.
> Huttington, Hongsheng Jiang, Joseph Ball, Joel Andreas, dan oleh MAO
> TSEDONG sendiri yang sudah sejak awal mengingatkan akan BAHAYA
> restorasi kapitalis oleh kaum revisionis yang dikepalai oleh
> ¨¨Chrushchov Tiongkok yang tidur di samping kita¨¨¨¨!!! Itulah canang
> yang dikeluarkan Mao ketika RBKP. Bagi Chan, semua para peneliti yang
> saya sebut di atas adalah orang-orang penganggur dan hanya
> iseng-iseng saja bikin research!!! Oooo, jelas wong Chan itu seorang
> genius yang sudah bikin teori baru untuk mengukur negeri yang gimana
> yang bisa dibilang SOSIALIS !!! TAK PEDULI APA MODE OF
> PRODUCTIONNYA!!!Sedangkan referensi ( sampai sekarang SATU-SATUNYA
> referensi) yang digunakan Chan adalah kata-katanya pemimpin Partai
> Komunis  Jepang revisionis!!!! Ha...ha...ya nggak heran apa yang ada
> dikepalanya orang-orang REMO, sejak Berstein sampai Khrustjov, Liu
> shaoqi,  Deng, dan murid kerdilnya Chan!!!!
> 
> 
> 
> On Wednesday, September 21, 2016 3:37 PM, "'Chan CT'
> sa...@netvigator.com [temu_eropa]" <temu_er...@yahoogroups.com> wrote:
> 
> 
> 
> 
>   
> Inilah orang-orang penganggur yang keisengan menggunakan tulisan
> kelompok Falungong sebagai dasar pemikiran untuk menyerang PKT!
> 
> 
> From: Tatiana Lukman 
> Sent: Wednesday, September 21, 2016 8:06 PM
> To: yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD 
> Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Marsiswo Dirgantoro ; Roeslan ;
> Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ;
> Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Chan CT ; Wuting301 Subject: Program
> Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
> 
> Kalau baru sekarang orang sadar akan adanya "demaoisasi", orang itu
> kesiangan bangunnya!!! Ingat tuh hasil penelitian dan kesimpulan
> prof. Wertheim yang  sejak Deng xiaoping naik panggung sudah bilang
> PKT "pura-pura mendukung Fikiran Mao Tsedong". Pernyataan siapa yang
> sesuai dengan kenyataan? Pernyataannya  Chan atau prof. Wertheim?
> Boleh terus melempar dan mengobral segala macam ejekan dan julukan
> peyoratif kepada saya. Tidak masalah!Kenyataan akan terus membelejeti
> orang-orang seperti Chan sebagai pengkhianat usaha sosialisme dan
> renegat!!! Jangan membelokkan tema ke Falonggong. Itu bukan tema
> perdebatan saya. Tema perdebatan saya dengan Chan adalah masalah PKT
> yang sudah lama mengkhianati FMTT dan membongkar struktur sosialisme
> dan kepalsuan pemakaian kata "sosialisme dengan ciri Tkk" untuk
> menutupi KAPITALISME BRUTAL yang telah melahirkan elit Tkk yang hidup
> dalam kemewahan yang sangat memuakkan dan ratusan juta buruh dan tani
> dan rakyat jelata yang menderita penghisapan dan penindasan para
> kabir dan komprador yang merangkap anggota dan kader PKT.
> 
> 
> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
> By Erabaru -
>   
> 17/09/2016
>  Isi pidato Wang Qangjiang, kepala Biro Riset Pembangunan Partai pada
> Akademi Partai Pusat PKT, menyangkal Marxisme dan menyangkal ajaran
> Mao Zedong, menandakan teori Marxisme dan pemikiran Mao Zedong yang
> sejalan dengan PKT telah ditinggalkan oleh para akademisi partai,
> ideologi komunis pun telah usang. (internet) 9 September 2016, adalah
> peringatan 40 tahun meninggalnya sang diktator PKT Mao Zedong. Para
> pengikut Mao (faksi ekstrem kiri dari Partai Komunis
> Tiongkok/PKT-red.) sebelumnya sudah melakukan persiapan membuat suatu
> pergerakan pada peringatan 40 tahun meninggalnya Mao, untuk melawan
> aksi pemberantasan korupsi “memukul macan” yang dilancarkan oleh
> pemerintahan Xi Jinping dalam rangka meringkus Jiang. Akan tetapi,
> serangkaian kegiatan peringatan oleh pengikut Mao di dalam negeri
> dihentikan oleh pihak kepolisian, dan diberi peringatan. Pemerintah
> Beijing tidak mau melihat pemberitaan apa pun terkait Mao, bahkan
> kegiatan terkait di luar negeri pun dilarang. Selain itu, media massa
> ofisial PKT serempak membisu soal pemberitaan terkait topik Mao.
> Untuk itu agenda Xi Jinping memilih hari yang sama dengan hari
> wafatnya Mao, melakukan inspeksi besar-besaran di sekolah
> almamaternya yakni Akademi 81 dan menyampaikan pidato penting di
> sekolah tersebut. Ini membuat para fans Mao sangat terpukul,
> serangkaian fenomena ini menjelaskan, gerakan demaoisasi oleh
> pemerintahan Xi Jinping yang tadinya hanya di balik layar kini sudah
> bergeser menjadi di depan panggung. Menilik kembali dari awal
> menjabatnya Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi sejak Kongres
> Nasional PKT ke-18, orientasi yang ditempuh adalah menggulingkan
> Jiang bersamaan dengan itu menghapus pengaruh Mao (de-maoisasi). Dan
> fenomena lain yang muncul adalah, setiap kali aksi anti-korupsi
> “memukul harimau” yang digalakkan Xi dan Wang (Wang Qishan, tangan
> kanan Xi Jinping dalam pemberantasan KKN) telah mencapai tahap
> krusial, kubu Jiang dan para pengikut Mao selalu berusaha menghalangi
> upaya pemerintah Xi. Kubu Jiang juga berusaha mengacau, menjegal
> berbagai upaya reformasi yang diterapkan Xi dan Li (PM Li Keqiang)
> atau merusak dan mengacaukan tatanan hukum pada pemerintahan Xi dan
> Wang, atau menyerang dan menghambat aksi pemberantasan korupsi
> “memukul harimau” untuk menggulingkan Jiang. Baik kubu Jiang maupun
> pengikut Mao dengan berani nekad mengusung arwah Mao untuk melawan
> pemerintahan Xi Jinping, karena Mao Zedong adalah leluhur PKT, adalah
> asal muasal kediktatoran, korupsi, dan kekacauan. Mao Zedong semasa
> hidup, menerapkan teori ekstrim kiri seperti “revolusi”, dan
> “Perjuangan Kelas (konflik antar kelas)” serta serangkaian metode
> ekstrim untuk menutupi ambisi pribadinya demi menjadi kaisar turun
> temurun. “Revolusi Kebudayaan” yang dilakukan Mao di masa itu, adalah
> menggalang massa muda mudi yang lugu untuk menggulingkan pihak
> berkuasa yang berhaluan paham kapitalis, dan bersumpah melindungi
> kelangsungan Dinasti Merah”, yang realitanya guna menutupi segala
> kejahatan yang dilakukan Mao akan terungkap (seperti programnya
> Lompatan Besar ke Depan yang gagal total dan menimbulkan bencana
> kelaparan terparah dalam sejarah, Red.) jika Mao kehilangan
> kekuasaannya dan dijadikan penjahat sejarah. Kondisi Jiang Zemin dan
> para anteknya sekarang, persis seperti posisi Mao pada saat itu, maka
> itu arwah Mao pun diusung, untuk membuat kekacauan, menjegal, bahkan
> mereka tidak segan-segan melakukan aksi teror dan upaya pembunuhan
> serta kudeta untuk merebut kekuasaan tertinggi dari Xi Jinping, agar
> kejahatan Jiang Zemin berikut para pengikutnya tidak terungkap. Mao
> Zedong adalah politisi yang paling berambisi dalam sejarah PKT, juga
> seorang diktator besar, dan sumber segala korupsi dan kebobrokan.
> Teori ekstrim kirinya beserta perilaku tidak berperikemanusiaannya,
> telah menjadi pedoman bagi pengikutnya yakni Jiang Zemin, menjadi
> cadar, sekaligus jimat dan tameng bagi Jiang Zemin. Jadi, hanya
> dengan pemberantasan korupsi “memukul harimau” dan menggulingkan
> Jiang tanpa melenyapkan pengaruh Mao, tidak akan sempurna, tidak akan
> tuntas, juga tidak mungkin bisa mewujudkan Impian Tiongkok (yang
> digagas Xi) dan kebangkitan kebangsaan Tiongkok. Itu sebabnya pada
> Januari tahun ini, sebuah patung Mao Zedong setinggi 36 meter di
> provinsi Henan yang belum genap sehari dirampungkan pengerjaannya,
> sudah diperintahkan untuk dibongkar. Ini mungkin menjelaskan
> intensitas pemerintahan Xi Jinping. (Ran Shazhou/sud/whs)
> 
> 
> 
> 
> 
  • [GELORA45] Re: Program A... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
    • [GELORA45] Re: [tem... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]
      • Re: [GELORA45] ... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
        • Re: [GELORA... 'Lusi D.' lus...@rantar.de [GELORA45]
          • Re: [GE... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
            • Re... 'Lusi D.' lus...@rantar.de [GELORA45]
              • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
                • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
                • ... 'Lusi D.' lus...@rantar.de [GELORA45]
          • Re: [GE... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
            • Re... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
              • ... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]
            • Re... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]
              • ... nesa...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke