Bung Nesare, Kalau orang baca tekst yang sama, tetapi kesimpulannya lain, ya biar saja. Kalau minta dijelaskan, ya kita coba jelaskan dengan artikel2 yang bisa dibaca sendiri. Salam, KH
2016-09-22 17:50 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Djie: Ya, bacalah sendiri : The Leninist Heritage of the Socialist Market > Economy, kemudian ambil kesimpulan sendiri. http://www.politicalaffairs. > net/the-leninist-heritage-of-the-socialist-market-economy/ > > > > Nesare: jonathan ini pikir state capitalism nya lenin itu adalah teori. > Dia gak ngerti NEP itu adalah programnya lenin seperti GBHNnya soeharto. > Kelihatan kan cupat jalan pikirannya. Hanya mau mengkritik tetapi tidak > mengerti. Kenapa begitu? Karena hanya pakai logika umum. > > > > Tambahan: walaupun Lenin menerapkan NEP (bahasanya fuwo tetsuro: proses > social dalam mengukur value yg sebetulnya adalah: kapitalisme), Lenin tetap > tidak mau mengatakannya sbg kapitalisme makanya dia label sbg: NEC. Bahasa > saya Lenin memanipulasi yaitu: menggunakan NEC sbg alat utk membenahi > ekonomi yg porak poranda waktu itu krn revolusi social. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Thursday, September 22, 2016 11:30 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN > dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) > > > > > > Jelas ente gak ngerti NEP nya lenin. Baca dulu sebelum sesumbar! > > Bagi ane: NEP itu resep Lenin untuk menanggulangi masalah ekonomi setelah > revolusi. Karena ingin mempertahankan politik sosialismenya, ekonominya > “dibebaskan” kepasar. > > Lenin yang anti imperialism dan takut kapitalisme itu menjadi imperialism > (ini salah satu ide utamanya lenin bahwa imperialism is the highest stake > of capitalism. Ini juga ide bung Karno dan para pemimpin negara2 dunia > setelah PD2). > > NEP itu adalah cara memanipulasi kapitalisme utk meyakinkan bahwa capital > itu adalah hasil dari labor, sehingga imperialism tidak bisa masuk > infiltrasi dan menang/berkuasa. > > > > As stated by Lenin, “economically and politically speaking the New > Economic Policy completely ensures to us the possibility of building the > foundation of a socialist economy.” It was meant to be based off of the > existence of capitalism. Basically it would be a combination of the capitalist > economy and the communist politics. Large businesses would still be > nationalized, in order to ensure that the “petty bourgeoisie,” or the > capitalist Imperialists, would not gain too much power over or get in the > way of the growing Socialist society. Lenin believed that capitalism would > lead to Imperialism, which is the entity which they had only just > eliminated. > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Thursday, September 22, 2016 11:17 AM > *To:* yahoogroups <[email protected]> > *Subject:* RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN > dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) > > > > > > Masyaallah! masak uraian Lenin tentang State Capitalism dianggap sebagai > bukti Lenin memadukan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar. > > > > > > ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : > > > *Lenin wrote:* > > State capitalism would be a step forward as compared with the present > state of affairs in our Soviet Republic. If in approximately six months’ > time state capitalism became established in our Republic, this would be a > great success and a sure guarantee that within a year socialism will have > gained a permanently firm hold and will have become invincible in this > country. > > *Source: *http://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/21.htm - > this writing also has much more on state capitalism. > > > > *Lenin wrote:* > > The state capitalism, which is one of the principal aspects of the New > Economic Policy, is, under Soviet power, a form of capitalism that is > deliberately permitted and restricted by the working class. Our state > capitalism differs essentially from the state capitalism in countries that > have bourgeois governments in that the state with us is represented not by > the bourgeoisie, but by the proletariat, who has succeeded in winning the > full confidence of the peasantry. > Unfortunately, the introduction of state capitalism with us is not > proceeding as quickly as we would like it. For example, so far we have not > had a single important concession, and without foreign capital to help > develop our economy, the latter’s quick rehabilitation is inconceivable. > > *Source:* https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1922/nov/14b.htm > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected] > <[email protected]>] > *Sent:* Thursday, September 22, 2016 10:26 AM > *To:* Chan CT <sadar@...>; Lusi D. <lusi_d@...>; [email protected] > *Cc:* [email protected]; Daeng <menakjinggo@...>; Mitri < > scorpio2001id@...>; Mang Broto <alimoerti@...>; Roeslan <roeslan12@...>; > Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@...>; Ronggo A. <ronggo303@...>; > Lingkar Sitompul <lingkarsitompul@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>; > Hsin Hui Lin <ehhlin@...>; Wuting301 <wuting301@...>; Marsiswo Dirgantoro > <mdirgantoro@...> > *Subject:* Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN > dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) > > > > > > Mengatakan Lenin yang mengajukan "teori memadukan ekonomi sosialis dan > ekonomi pasar", tapi tak ada satu kalimatpun dari Lenin yang menunjukkan > atau mengekspresikan ide atau teori itu. Sekali lagi kalau orang jujur > berdebat dan memang mau mencari kebenaran, paling sedikit ajukan kata-kata > lenin atau praktek Lenin dimana orang bisa dapat bukti akan teori itu. > Semuanya abstrak!! Gimana orang akan bisa lihat "kebenaran" teori itu kalau > tidak diperlihatkan kapan dan di mana Lenin mengajukan pemaduan ekonomi > sosialis dan ekonomi pasar??? Sebaliknya, penelitian orang tentang NEP yang > saya ajukan berdasarkan kepada kata-kata dan instruksi Lenin sendiri. Ada > tulisannya yang bisa dicek. > > > > On Thursday, September 22, 2016 3:17 PM, Chan CT <sadar@...> wrote: > > > > Ada baiknya kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK Jepang, Fuwa > Tetsuro itu menjelaskan: > > *http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf* > <http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf> > > > > > > -----原始郵件----- > > From: Lusi D. > > Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PM > > To: Chan CT ; [email protected] > > Cc: Tatiana Lukman ; [email protected] ; GELORA_In ; Daeng ; > Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lingkar > Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro > > Subject: Re: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan > Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) > > > > Ikut nimbrung sedikit. > > > > Bung Chan bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian "memadukan ekonomi > > sosialis dan ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang dikatakan ekonomi > > sosialis dan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pasar, sesuai > > pengertian yang bung terima dari penjelasan Fuwa Tetsuro itu? > > > > Saya kutip alinea yang saya maksud sbb.: > > > > "> Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ... > > > Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa > > > Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang > > > meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa > > > Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah > > > membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan > > > ekonomi-pasar itu!"? > > > > Salam > > Lusi.- > > > > > > > > > > > > Am Thu, 22 Sep 2016 16:26:48 +0800 > > schrieb "Chan CT" <sadar@...>: > > > > > Hahahaa, ... rupanya saya sedang berhadapan dengan seorang radikalis > > > yang udah gak ketolongan lagi! Bagaikan binatang jalang meraung-raung > > > dalam sekarat, gunakan berbagai jurus menyerang PKT dan berusaha > > > membusukkan dengan segala berita/tulisan tanpa peduli lagi darimana > > > sumbernya! Sungguh heibat penyataan, peduli amat dari Falungong, > > > pokoknya bisa digunakan untuk menyerang dan menjelekkan PKT! > > > > > > Tanpa disadari lagi, dimana PENDIRIAN anda kalau begitu? Atau memang > > > begitu ekstrimnya anda jadi tidak lagi peduli ternyata sejalan dengan > > > Falungong, begundanya AS itu untuk menghujat PKT? Sampai-sampai > > > begitu senangnya seperti mendapatkan “SENJATA” ampuh menembak saya > > > sampai KO, tidak berkutik lagi? Padahal saya tetap saja duduk tenang > > > dibelakang meja computer, lari pun tidak. Hehehee, ... > > > > > > Begitu PERCAYAnya apa yang dinyatakan Falungong “deMaoisasi” seperti > > > itulah kenyataan yang ada. Padahal itu FITNAH yang sama sekali tidak > > > berdasar! Tanpa berani melihat KESALAHAN dari praktek nyata yang > > > telah terjadi, ... bahwa Lenin, Stalin dan Mao betapapun genius yang > > > harus kita akui, tetap adalah MANUSIA normal saja yang bisa berbuat > > > KESALAHAN! Bukan DEWA-DEWA yang tidak mungkin berbuat kesalahan. Dan, > > > pada saat mengkritik kesalahan tertentu, jangan diangkat menjadi > > > menegasi semua ajarannya bahkan menjadi anti Lenin, anti Mao! > > > > > > Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ... > > > Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa > > > Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang > > > meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa > > > Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah > > > membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan > > > ekonomi-pasar itu! > > > > > > Tapi ngomong-ngomong, ... mbak Tatiana, sekarang ini didunia hanya > > > Korea Utara saja yang tidak REMO, ya? Lalu bagaimana melihat video > > > kehebatan Kim Jung Un dikerumuni perempuan-perempuan Korea begitu, > > > bagaimana perasaan anda sebagai perempuan melihat video itu??? > > > Begitukah seorang Marxis sesungguhnya didunia ini? Kalau begitu, > > > biarlah saya dibilang remo saja, ketimbang dibilang Marxis modelnya > > > kayak Kim Jung Un itu! Hahahaa, ... > > > > > > Salam, > > > ChanCT > > > > > > > > > > > > From: mailto:[email protected] <[email protected]> > > > Sent: Wednesday, September 21, 2016 10:07 PM > > > To: [email protected] ; GELORA_In > > > Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; > > > Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui > > > Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro Subject: [GELORA45] Re: > > > [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan > > > Bareng (1) > > > > > > > > > > > > Ha....ha....ha.. Udah kepojok, KO, nggak berkutik, picek lagi dan > > > terus ngotot berpikir pakai dengkul!!!Falungong kek, falingging kek, > > > emangnya gue pikirin!! Yang jelas "demaoisasi" tidak ada hubungannya > > > dengan falunggong atau falingging...."demaoisasi" adalah bukti dari > > > pengkhianatan terhadap Mao dan Fikirannya yang selalu anda coba > > > sembunyikan!!!! Ah, ini mah cuma bukti yang sangat kecil sekali yang > > > menguatkan seluruh argumentasi yang saya ajukan sejak perdebatan yang > > > dimulai tiga tahun yang lalu. Bukti ilmiah sudah diberikan oleh > > > penelitian /research para profesor dan sejarawan seperti Wertheim, > > > Pao yuching, Mo Bogao, Dong Pinghan, Maurice Meisner, Ming Qili, W. > > > Huttington, Hongsheng Jiang, Joseph Ball, Joel Andreas, dan oleh MAO > > > TSEDONG sendiri yang sudah sejak awal mengingatkan akan BAHAYA > > > restorasi kapitalis oleh kaum revisionis yang dikepalai oleh > > > ¨¨Chrushchov Tiongkok yang tidur di samping kita¨¨¨¨!!! Itulah canang > > > yang dikeluarkan Mao ketika RBKP. Bagi Chan, semua para peneliti yang > > > saya sebut di atas adalah orang-orang penganggur dan hanya > > > iseng-iseng saja bikin research!!! Oooo, jelas wong Chan itu seorang > > > genius yang sudah bikin teori baru untuk mengukur negeri yang gimana > > > yang bisa dibilang SOSIALIS !!! TAK PEDULI APA MODE OF > > > PRODUCTIONNYA!!!Sedangkan referensi ( sampai sekarang SATU-SATUNYA > > > referensi) yang digunakan Chan adalah kata-katanya pemimpin Partai > > > Komunis Jepang revisionis!!!! Ha...ha...ya nggak heran apa yang ada > > > dikepalanya orang-orang REMO, sejak Berstein sampai Khrustjov, Liu > > > shaoqi, Deng, dan murid kerdilnya Chan!!!! > > > > > > > > > > > > On Wednesday, September 21, 2016 3:37 PM, "'Chan CT' > > > SADAR@... [temu_eropa]" <[email protected]> wrote: > > > > > > > > > > > > > > > > > > Inilah orang-orang penganggur yang keisengan menggunakan tulisan > > > kelompok Falungong sebagai dasar pemikiran untuk menyerang PKT! > > > > > > > > > From: Tatiana Lukman > > > Sent: Wednesday, September 21, 2016 8:06 PM > > > To: yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD > > > Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Marsiswo Dirgantoro ; Roeslan ; > > > Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ; > > > Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Chan CT ; Wuting301 Subject: Program > > > Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) > > > > > > Kalau baru sekarang orang sadar akan adanya "demaoisasi", orang itu > > > kesiangan bangunnya!!! Ingat tuh hasil penelitian dan kesimpulan > > > prof. Wertheim yang sejak Deng xiaoping naik panggung sudah bilang > > > PKT "pura-pura mendukung Fikiran Mao Tsedong". Pernyataan siapa yang > > > sesuai dengan kenyataan? Pernyataannya Chan atau prof. Wertheim? > > > Boleh terus melempar dan mengobral segala macam ejekan dan julukan > > > peyoratif kepada saya. Tidak masalah!Kenyataan akan terus membelejeti > > > orang-orang seperti Chan sebagai pengkhianat usaha sosialisme dan > > > renegat!!! Jangan membelokkan tema ke Falonggong. Itu bukan tema > > > perdebatan saya. Tema perdebatan saya dengan Chan adalah masalah PKT > > > yang sudah lama mengkhianati FMTT dan membongkar struktur sosialisme > > > dan kepalsuan pemakaian kata "sosialisme dengan ciri Tkk" untuk > > > menutupi KAPITALISME BRUTAL yang telah melahirkan elit Tkk yang hidup > > > dalam kemewahan yang sangat memuakkan dan ratusan juta buruh dan tani > > > dan rakyat jelata yang menderita penghisapan dan penindasan para > > > kabir dan komprador yang merangkap anggota dan kader PKT. > > > > > > > > > Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) > > > By Erabaru - > > > > > > 17/09/2016 > > > Isi pidato Wang Qangjiang, kepala Biro Riset Pembangunan Partai pada > > > Akademi Partai Pusat PKT, menyangkal Marxisme dan menyangkal ajaran > > > Mao Zedong, menandakan teori Marxisme dan pemikiran Mao Zedong yang > > > sejalan dengan PKT telah ditinggalkan oleh para akademisi partai, > > > ideologi komunis pun telah usang. (internet) 9 September 2016, adalah > > > peringatan 40 tahun meninggalnya sang diktator PKT Mao Zedong. Para > > > pengikut Mao (faksi ekstrem kiri dari Partai Komunis > > > Tiongkok/PKT-red.) sebelumnya sudah melakukan persiapan membuat suatu > > > pergerakan pada peringatan 40 tahun meninggalnya Mao, untuk melawan > > > aksi pemberantasan korupsi “memukul macan” yang dilancarkan oleh > > > pemerintahan Xi Jinping dalam rangka meringkus Jiang. Akan tetapi, > > > serangkaian kegiatan peringatan oleh pengikut Mao di dalam negeri > > > dihentikan oleh pihak kepolisian, dan diberi peringatan. Pemerintah > > > Beijing tidak mau melihat pemberitaan apa pun terkait Mao, bahkan > > > kegiatan terkait di luar negeri pun dilarang. Selain itu, media massa > > > ofisial PKT serempak membisu soal pemberitaan terkait topik Mao. > > > Untuk itu agenda Xi Jinping memilih hari yang sama dengan hari > > > wafatnya Mao, melakukan inspeksi besar-besaran di sekolah > > > almamaternya yakni Akademi 81 dan menyampaikan pidato penting di > > > sekolah tersebut. Ini membuat para fans Mao sangat terpukul, > > > serangkaian fenomena ini menjelaskan, gerakan demaoisasi oleh > > > pemerintahan Xi Jinping yang tadinya hanya di balik layar kini sudah > > > bergeser menjadi di depan panggung. Menilik kembali dari awal > > > menjabatnya Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi sejak Kongres > > > Nasional PKT ke-18, orientasi yang ditempuh adalah menggulingkan > > > Jiang bersamaan dengan itu menghapus pengaruh Mao (de-maoisasi). Dan > > > fenomena lain yang muncul adalah, setiap kali aksi anti-korupsi > > > “memukul harimau” yang digalakkan Xi dan Wang (Wang Qishan, tangan > > > kanan Xi Jinping dalam pemberantasan KKN) telah mencapai tahap > > > krusial, kubu Jiang dan para pengikut Mao selalu berusaha menghalangi > > > upaya pemerintah Xi. Kubu Jiang juga berusaha mengacau, menjegal > > > berbagai upaya reformasi yang diterapkan Xi dan Li (PM Li Keqiang) > > > atau merusak dan mengacaukan tatanan hukum pada pemerintahan Xi dan > > > Wang, atau menyerang dan menghambat aksi pemberantasan korupsi > > > “memukul harimau” untuk menggulingkan Jiang. Baik kubu Jiang maupun > > > pengikut Mao dengan berani nekad mengusung arwah Mao untuk melawan > > > pemerintahan Xi Jinping, karena Mao Zedong adalah leluhur PKT, adalah > > > asal muasal kediktatoran, korupsi, dan kekacauan. Mao Zedong semasa > > > hidup, menerapkan teori ekstrim kiri seperti “revolusi”, dan > > > “Perjuangan Kelas (konflik antar kelas)” serta serangkaian metode > > > ekstrim untuk menutupi ambisi pribadinya demi menjadi kaisar turun > > > temurun. “Revolusi Kebudayaan” yang dilakukan Mao di masa itu, adalah > > > menggalang massa muda mudi yang lugu untuk menggulingkan pihak > > > berkuasa yang berhaluan paham kapitalis, dan bersumpah melindungi > > > kelangsungan Dinasti Merah”, yang realitanya guna menutupi segala > > > kejahatan yang dilakukan Mao akan terungkap (seperti programnya > > > Lompatan Besar ke Depan yang gagal total dan menimbulkan bencana > > > kelaparan terparah dalam sejarah, Red.) jika Mao kehilangan > > > kekuasaannya dan dijadikan penjahat sejarah. Kondisi Jiang Zemin dan > > > para anteknya sekarang, persis seperti posisi Mao pada saat itu, maka > > > itu arwah Mao pun diusung, untuk membuat kekacauan, menjegal, bahkan > > > mereka tidak segan-segan melakukan aksi teror dan upaya pembunuhan > > > serta kudeta untuk merebut kekuasaan tertinggi dari Xi Jinping, agar > > > kejahatan Jiang Zemin berikut para pengikutnya tidak terungkap. Mao > > > Zedong adalah politisi yang paling berambisi dalam sejarah PKT, juga > > > seorang diktator besar, dan sumber segala korupsi dan kebobrokan. > > > Teori ekstrim kirinya beserta perilaku tidak berperikemanusiaannya, > > > telah menjadi pedoman bagi pengikutnya yakni Jiang Zemin, menjadi > > > cadar, sekaligus jimat dan tameng bagi Jiang Zemin. Jadi, hanya > > > dengan pemberantasan korupsi “memukul harimau” dan menggulingkan > > > Jiang tanpa melenyapkan pengaruh Mao, tidak akan sempurna, tidak akan > > > tuntas, juga tidak mungkin bisa mewujudkan Impian Tiongkok (yang > > > digagas Xi) dan kebangkitan kebangsaan Tiongkok. Itu sebabnya pada > > > Januari tahun ini, sebuah patung Mao Zedong setinggi 36 meter di > > > provinsi Henan yang belum genap sehari dirampungkan pengerjaannya, > > > sudah diperintahkan untuk dibongkar. Ini mungkin menjelaskan > > > intensitas pemerintahan Xi Jinping. (Ran Shazhou/sud/whs) > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >
