Betul sekali kata-kata Lenin yangNesare tekankan: acombination of the 
capitalist economy and the communist politics…..Artinya kombinasi ekonomi 
kapitalis dengan politik komunis… Jadi bukan kombinasi ekonomi kapitalis dengan 
ekonomisosialis!!!  Dengan dimasukkannyamekanisme kapitalis ke dalam ekonomi 
Soviet ketika itu, terjadi persaingan sengit antara elemen-elemenkapitalis 
dengan elemen-elemen sosialis!!! Maka itu Lenin menganggapbahwa penerapan NEP 
juga merupakan sebuah “ujian” bagi kaum komunis, bisa tidakmereka menciptakan 
dan menjalankan mekanisme sosialis untuk mengatasi mekanismekapitalis itu. 
Simak sendiri kata-kata Lenin:

“Permit me to say this to you without exaggeration, because in thisrespects it 
is really “the last and decisive battle”, not against international 
capitalism—against that weshall yet have many “last and decisive battles”—but 
against Russian capitalism, against the capitalismthat is fostered by the 
latter. Here we shall have a fight on our hands in theimmediate future, and the 
date of it cannot be fixed exactly. Here the “lastand decisive battle” is 
impending; here there are no political or any otherflanking movements that we 
can undertake, because this is a test in competitionwith private capital. 
Either we pass this test in competition with privatecapital, or we fail 
completely. “

Dalam hubungannya dengan reformkapitalis Deng, siapa yang bisa menunjukkan dan 
membuktikan adanya dandijalankannya “communist politics” oleh para pemimpin PKT 
ketika mereka mulaimembongkar struktur sosialis yang dibangun Mao dan 
merestorasi kapitalisme.Mengerti kan yang saya maksud dengan” politik komunis”? 
Misalnya,  adakah solidaritas RRT dan PKT denganperjuangan rakyat sedunia 
melawan Im- perialisme? Apakah masuk WTO, G20merupakan politik komunis? 
Mengusir orang-orang PKI dan komunis negeri lainjuga politik komunis? Uuuh, 
panjang sekali deretan yang dapat saya tampilkanuntuk memperlihatkan betapa 
reaksionernya dan besarnya pengkhianatan RRT danPKT terhadap perjuangan rakyat 
sedunia!!!

  

    On Friday, September 23, 2016 10:46 AM, 'Tatiana Lukman' via forumdiskusi 
<[email protected]> wrote:
 

 Kalau boleh usul kepada Djie, alangkahbaiknya sebelum membaca tulisan orang 
lain yang menginterpretasi teori dan praktikLenin, baca  tulisan Lenin 
sendiri.Karena interpretasi orang bisa lain-lain, sesuai dengan pendirian 
kelas, kepadakelas apa ia memihak dan kepentingannya menulis itu.Kepada Nesare. 
Apakah memang bisadikatakan Lenin memanipulasimelalui penggunaan nama NEP, 
instead of kapitalisme? Soalnya adalah apakah mekanismekapitalis yang 
diterapkan Lenin berarti menegasi dan menghancurkan struktur sosailisbaru yang 
sudah mulai dibangun? Dan apakah Kapitalisme Negara yang diterapkanselama NEP 
adalah SAMA dengan kapitalisme dalam sebuah Negara borjuis ketikaitu seperti 
Jerman, Perancis, Inggris??? Jawabannya dengan jelas diterangkanoleh Lenin 
sendiri dalam tulisannya yang dapat dibaca dalam CW Vol 33. Silahkanmembacanya! 

    On Friday, September 23, 2016 6:41 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:
 

 Baguuus, bung Lin dan bung Nesare, satu masukan yang sangat mencerahkan, ...! 
Tapi, kenapa bung Lin bilang tidak untuk ikut berdebat? Bukankah boleh-boleh 
saja ikut berdiskusi, kan! Namanya juga tukar pikiran saja, seperti ngobrol di 
warung kopi. Hehehee, ... Pokoknya gunakan otak kita sebaik-baiknya, BERANI 
BERPIKIR biar tidak terlalu cepat jadi pikun, ...  Rupanya di Amerika ada 
kapitalis besar bernama Hammer yg dipanggil KAWAN oleh Lenin dan pemikirannya 
justru digunakan Lenin sebagai alternatif jalan keluar membangun ekonomi Sovyet 
lebih baik! Dan, ... pemikiran Hammer ini pula yang digunakan Deng untuk 
MEMPERKOKOH koreksi kesalahan yang dijalankan Tiongkok dengan menetapkan 
Reformasi dan Keterbukaan, ...! Dari ulasan bung Nesare, saya dapatkan 
penegasan bahwa EKONOMI sebagai ILMU yang sulit ditarik pemisah dengan jelas 
ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis! Karena prinsip dasar ekonomi adalah 
supply and demand, jadi ekonomi sosialis maupun kapitalis, keduanya tidak akan 
lolos dan gunakan prinsip ini. Tidak akan lepas dari prinsip DAGANG, yang oleh 
Fuwa diangkat NILAI! Masalahnya KEUNTUNGAN jatuh lebih banyak untuk apa dan 
siapa saja yang membedakan, sosialis dan komunis. Makanya dibanyak tulisan kw 
TIongkok, juga menyatakan ekonomi pasar sebenarnya bukan monopoli kapitalisme, 
karena sosialisme juga mempunyai ekonomi pasarnya sendiri, yang membedakan 
sosialisme tidak akan membiarkan pasar itu berkembang liar dan tumbuh menjadi 
monopoli, dan keterlibatan negara untuk ikut mengendalikan tetap diberlakukan 
untuk melindungi kepentingan rakyat. Sedang kapitalisme justru mendorong pasar 
menjurus neolib, ... sedang keterlibatan negara untuk melingungi kepentingan 
kapitalis besar, ... menyelamatkan dari kebangkrutan! Sangat baik diskusi macam 
begini, TERRUUUSKAN, ...! Salam,ChanCT   From: mailto:[email protected] 
Sent: Friday, September 23, 2016 12:46 AMTo: 'GELORA45' Subject: RE: [GELORA45] 
Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan 
Bareng (1)   Saya tidak mau memberatkan ide penerapan kapitalisme didalam 
sosialisme seakan2 sosialisme itu menang dan paling hebat. Sekurang2nya bukan 
ini ide saya dalam menulis ttg lenin menerapkan ide2 kapitalisme dalam politik 
sosialismenya. Ada perbedaan pandangan teoritis dan praktis. Ini selalu berbeda 
dalam hal apapun. Ketika seseorang tidak mampu menanggulangi suatu masalah 
walaupun sudah terterah rapi didalam teorinya, dia akan harus mencari jalur 
alternative lain dalam menangani masalah itu. Saya melihat jalannya ekonomi itu 
sebagai ilmu, tidak akan bisa keluar dari jalur supply and demand law. Ini 
prinsip dasar ilmu ekonomi baik makro maupun mikro. Masalah politiknya apa mau 
sosialisme, sosialis democrat, komunisme, liberalism, neolib dll itu hanyalah 
praktis ideology politiknya. Jalannya ekonomi dalam berbagai aliran2 politik 
ini akan tetap sama yaitu berdasarkan supply and demand law. Tidak ada dalam 
praktisnya bisa terciptakan kapitalisme murni yg betul2 tidak ada campur tangan 
negara. Tidak ada! Begitu juga ajaran sosialisme tidak akan bisa jalan tanpa 
bantuan kapitalisme yg berdasarkan pasar. Tidak ada! Silahkan setiap negara 
mencari kombinasinya bagaimana. Apakah mau memberatkan kapitalismenya ataukah 
sosialismenya disitu akan jelas kelihatan peran negara dan atau swasta. USA sbg 
gembong kapitalisme pun dalam krisis 2007 itu menggunakan bail out yang adalah 
identic dengan sosialisme. Saya argue bahwa bail outnya Obama itu berhasil. 
Kalau tidak di bail out, roboh USA dan juga dunia. Ini sebetulnya sudah 
dipikirkan oleh para pendiri NKRI terutama bung Karno dengan nasakom, gerakan 
banteng, program pinjaman nasional Ir. Surachman 1946, dekon 1963, setelah 
dekrit presiden 1959 masuk demokrasi terpimpin dimana ekonomi sangat dipegang 
oleh pemerintah dll. Walaupun bung karno yg terkenal dgn go to hell to 
international aid nya, dia itu bukan anti investasi asing dan atau hutang. 
Penekanannya adalah NKRI itu mau BERDIKARI dan jangan ada imperialisme yg masuk 
melalu modal asing itu. Ini prinsip utamanya. Salam Nesare   From: Hsin Hui Lin 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 12:11 PM
To: GELORA45 <[email protected]>; [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)  NIMBRUNG SEDIKIT....                      
BUKAN UNTUK IKUT BERDEBAT..  Lenin dan Ekonomi Pasar.  Dalam kunjungan Deng 
Xiao ping ke Amerika, ia bertemu dengan seorang kapitalist besar, Dr. Armand 
Hammer, yang pernah dekat dengan Lenin. Deng mengudang Hammer ke Tiongkok, 
dibawah kata Deng pada Hammer: Dr. Armand  Hammer met Vice Chairman Deng 
Xiaoping at a dinner in Houston, Texas. Deng recognized him, saying “you don’t 
have to introduce yourself. . . . We all know you in China. You’re the man who 
went to Russia in 1921 to help Lenin when Russia was in trouble. Now you’ve got 
to come to China.”   Lenin  "katanya" bahkan memanggil Hammer  dengan kata 
depan "kawan" ...kawan Hammer. Andaikata Lenin tak meninggal dunia  waktu itu 
dan sempat meneruskan dengan NEP -nya   ...bagimanakah wajah Russia hari ini.  
Lin   2016-09-22 21:20 GMT+05:30 [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>: 
         Djie: Ya, bacalah sendiri : The Leninist Heritage of the Socialist 
Market Economy, kemudian ambil kesimpulan sendiri. 
http://www.politicalaffairs.net/the-leninist-heritage-of-the-socialist-market-economy/
  Nesare: jonathan ini pikir state capitalism nya lenin itu adalah teori. Dia 
gak ngerti NEP itu adalah programnya lenin seperti GBHNnya soeharto. Kelihatan 
kan cupat jalan pikirannya. Hanya mau mengkritik tetapi tidak mengerti. Kenapa 
begitu? Karena hanya pakai logika umum.  Tambahan: walaupun Lenin menerapkan 
NEP (bahasanya fuwo tetsuro: proses social dalam mengukur value yg sebetulnya 
adalah: kapitalisme), Lenin tetap tidak mau mengatakannya  sbg kapitalisme 
makanya dia label sbg: NEC. Bahasa saya Lenin memanipulasi yaitu: menggunakan 
NEC sbg alat utk membenahi ekonomi yg porak poranda waktu itu krn revolusi 
social.  Nesare     From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 11:30 AM
To: [email protected]   
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)           Jelas ente gak ngerti NEP nya 
lenin. Baca dulu sebelum sesumbar! Bagi ane: NEP itu resep Lenin untuk 
menanggulangi masalah ekonomi setelah revolusi. Karena ingin mempertahankan 
politik sosialismenya, ekonominya “dibebaskan” kepasar. Lenin yang anti 
imperialism dan takut kapitalisme itu menjadi imperialism (ini salah satu ide 
utamanya lenin bahwa imperialism is the highest stake of capitalism. Ini juga  
ide bung Karno dan para pemimpin negara2 dunia setelah PD2). NEP itu adalah 
cara memanipulasi kapitalisme utk meyakinkan bahwa capital itu adalah hasil 
dari labor, sehingga imperialism tidak bisa masuk infiltrasi dan 
menang/berkuasa.  As stated by Lenin, “economically and politically speaking 
the New Economic Policy completely ensures to us the possibility of building 
the foundation of a socialist economy.” It was meant to be based off of the 
existence of capitalism. Basically it would be a combination of the capitalist 
economy and the communist politics. Large businesses would still be 
nationalized, in order to ensure that the “petty bourgeoisie,” or the 
capitalist Imperialists, would not gain too much power over or get in the way 
of the growing Socialist society. Lenin believed that capitalism would lead to 
Imperialism, which is the entity which they had only just eliminated.     From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 11:17 AM
To: yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)          Masyaallah! masak uraian Lenin 
tentang State Capitalism dianggap sebagai bukti Lenin memadukan ekonomi 
sosialis dan ekonomi pasar.       ---In [email protected], <nesare1@...> 
wrote :

    Lenin wrote:  State capitalism would be a step forward as compared with the 
present state of affairs in our Soviet Republic. If in approximately six 
months’ time state capitalism became established in our Republic, this would be 
a great success and a sure guarantee that within a year socialism will have 
gained a permanently firm hold and will have become invincible in this country. 
 Source: http://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/21.htm - this 
writing also has much more on state capitalism.    Lenin wrote:  The state 
capitalism, which is one of the principal aspects of the New Economic Policy, 
is, under Soviet power, a form of capitalism that is deliberately permitted and 
restricted by the working class. Our state capitalism differs essentially from 
the state capitalism in countries that have bourgeois governments in that the 
state with us is represented not by the bourgeoisie, but by the proletariat, 
who has succeeded in winning the full confidence of the peasantry.
Unfortunately, the introduction of state capitalism with us is not proceeding 
as quickly as we would like it. For example, so far we have not had a single 
important concession, and without foreign capital to help develop our economy, 
the latter’s quick rehabilitation is inconceivable.  Source: 
https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1922/nov/14b.htm        From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 10:26 AM
To: Chan CT <sadar@...>; Lusi D. <lusi_d@...>; [email protected]
Cc: [email protected]; Daeng <menakjinggo@...>; Mitri 
<scorpio2001id@...>; Mang Broto <alimoerti@...>; Roeslan <roeslan12@...>; 
Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@...>; Ronggo A. <ronggo303@...>; Lingkar 
Sitompul <lingkarsitompul@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>; Hsin Hui 
Lin <ehhlin@...>; Wuting301 <wuting301@...>; Marsiswo Dirgantoro 
<mdirgantoro@...>
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)           Mengatakan  Lenin yang 
mengajukan "teori memadukan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar", tapi tak ada 
satu kalimatpun dari Lenin yang menunjukkan atau mengekspresikan ide atau teori 
itu. Sekali lagi kalau orang jujur berdebat dan memang mau mencari kebenaran, 
paling sedikit ajukan kata-kata lenin atau praktek Lenin dimana orang bisa 
dapat bukti akan teori itu. Semuanya abstrak!! Gimana orang akan bisa lihat 
"kebenaran" teori itu kalau tidak diperlihatkan kapan dan di mana Lenin 
mengajukan pemaduan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar??? Sebaliknya, 
penelitian orang tentang NEP yang saya ajukan berdasarkan kepada kata-kata dan 
instruksi Lenin sendiri. Ada tulisannya yang bisa dicek.          On Thursday, 
September 22, 2016 3:17 PM, Chan CT <sadar@...> wrote:          Ada baiknya 
kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK Jepang, Fuwa Tetsuro itu 
menjelaskan:   http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf        
  -----原始郵件-----   From: Lusi D.   Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PM   
To: Chan CT ; [email protected]   Cc: Tatiana Lukman ; 
[email protected] ; GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; 
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin 
Hui Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro   Subject: Re: [GELORA45] Re: 
[temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)      
Ikut nimbrung sedikit.      Bung Chan bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian 
"memadukan ekonomi   sosialis dan ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang 
dikatakan ekonomi   sosialis dan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pasar, 
sesuai   pengertian yang bung terima dari penjelasan Fuwa Tetsuro itu?      
Saya kutip alinea yang saya maksud sbb.:      "> Satu-satunya andalan saya 
pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...   > Tapi, anda tidak mampu membantah 
kenyataan yang diajukan Fuwa   > Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama 
didunia ini yang   > meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang 
pasti Fuwa   > Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin 
telah   > membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan   > 
ekonomi-pasar itu!"?      Salam   Lusi.-                  Am Thu, 22 Sep 2016 
16:26:48 +0800   schrieb "Chan CT" <sadar@...>:      > Hahahaa, ... rupanya 
saya sedang berhadapan dengan seorang radikalis   > yang udah gak ketolongan 
lagi! Bagaikan binatang jalang meraung-raung   > dalam sekarat, gunakan 
berbagai jurus menyerang PKT dan berusaha   > membusukkan dengan segala 
berita/tulisan tanpa peduli lagi darimana   > sumbernya! Sungguh heibat 
penyataan, peduli amat dari Falungong,   > pokoknya bisa digunakan untuk 
menyerang dan menjelekkan PKT!   >    > Tanpa disadari lagi, dimana PENDIRIAN 
anda kalau begitu? Atau memang   > begitu ekstrimnya anda jadi tidak lagi 
peduli ternyata sejalan dengan   > Falungong, begundanya AS itu untuk menghujat 
PKT? Sampai-sampai   > begitu senangnya seperti mendapatkan “SENJATA” ampuh 
menembak saya   > sampai KO, tidak berkutik lagi? Padahal saya tetap saja duduk 
tenang   > dibelakang meja computer, lari pun tidak. Hehehee, ...   >    > 
Begitu PERCAYAnya apa yang dinyatakan Falungong “deMaoisasi” seperti   > itulah 
kenyataan yang ada. Padahal itu FITNAH yang sama sekali tidak   > berdasar! 
Tanpa berani melihat KESALAHAN dari praktek nyata yang   > telah terjadi, ... 
bahwa Lenin, Stalin dan Mao betapapun genius yang   > harus kita akui, tetap 
adalah MANUSIA normal saja yang bisa berbuat   > KESALAHAN! Bukan DEWA-DEWA 
yang tidak mungkin berbuat kesalahan. Dan,   > pada saat mengkritik kesalahan 
tertentu, jangan diangkat menjadi   > menegasi semua ajarannya bahkan menjadi 
anti Lenin, anti Mao!   >    > Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK 
Jepang? Hehehee, ...   > Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang 
diajukan Fuwa   > Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini 
yang   > meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa  
 > Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah   > 
membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan   > ekonomi-pasar 
itu!   >    > Tapi ngomong-ngomong, ... mbak Tatiana, sekarang ini didunia 
hanya   > Korea Utara saja yang tidak REMO, ya? Lalu bagaimana melihat video   
> kehebatan Kim Jung Un dikerumuni perempuan-perempuan Korea begitu,   > 
bagaimana perasaan anda sebagai perempuan melihat video itu???   > Begitukah 
seorang Marxis sesungguhnya didunia ini? Kalau begitu,   > biarlah saya 
dibilang remo saja, ketimbang dibilang Marxis modelnya   > kayak Kim Jung Un 
itu! Hahahaa, ...   >    > Salam,   > ChanCT   >    >    >    > From: 
mailto:[email protected]   > Sent: Wednesday, September 21, 2016 10:07 
PM   > To: [email protected] ; GELORA_In   > Cc: Daeng ; Mitri ; Mang 
Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ;   > Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar 
Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui   > Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro 
Subject: [GELORA45] Re:   > [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi 
Harus Berjalan   > Bareng (1)   >    >     >    > Ha....ha....ha.. Udah 
kepojok, KO, nggak berkutik,  picek lagi dan   > terus ngotot berpikir pakai 
dengkul!!!Falungong kek, falingging kek,   > emangnya gue pikirin!! Yang jelas 
"demaoisasi" tidak ada hubungannya   > dengan falunggong atau 
falingging...."demaoisasi" adalah  bukti dari   > pengkhianatan terhadap Mao 
dan Fikirannya yang selalu anda coba   > sembunyikan!!!! Ah, ini mah cuma bukti 
yang sangat kecil sekali yang   > menguatkan seluruh argumentasi yang saya 
ajukan sejak perdebatan yang   > dimulai tiga tahun yang lalu. Bukti ilmiah 
sudah diberikan oleh   > penelitian /research para profesor dan sejarawan 
seperti Wertheim,   > Pao yuching, Mo Bogao, Dong Pinghan, Maurice Meisner, 
Ming Qili, W.   > Huttington, Hongsheng Jiang, Joseph Ball, Joel Andreas, dan 
oleh MAO   > TSEDONG sendiri yang sudah sejak awal mengingatkan akan BAHAYA   > 
restorasi kapitalis oleh kaum revisionis yang dikepalai oleh   > ¨¨Chrushchov 
Tiongkok yang tidur di samping kita¨¨¨¨!!! Itulah canang   > yang dikeluarkan 
Mao ketika RBKP. Bagi Chan, semua para peneliti yang   > saya sebut di atas 
adalah orang-orang penganggur dan hanya   > iseng-iseng saja bikin research!!! 
Oooo, jelas wong Chan itu seorang   > genius yang sudah bikin teori baru untuk 
mengukur negeri yang gimana   > yang bisa dibilang SOSIALIS !!! TAK PEDULI APA 
MODE OF   > PRODUCTIONNYA!!!Sedangkan referensi ( sampai sekarang SATU-SATUNYA  
 > referensi) yang digunakan Chan adalah kata-katanya pemimpin Partai   > 
Komunis  Jepang revisionis!!!! Ha...ha...ya nggak heran apa yang ada   > 
dikepalanya orang-orang REMO, sejak Berstein sampai Khrustjov, Liu   > shaoqi,  
Deng, dan murid kerdilnya Chan!!!!   >    >    >    > On Wednesday, September 
21, 2016 3:37 PM, "'Chan CT'   > SADAR@... [temu_eropa]" 
<[email protected]> wrote:   >    >    >    >    >     > Inilah 
orang-orang penganggur yang keisengan menggunakan tulisan   > kelompok 
Falungong sebagai dasar pemikiran untuk menyerang PKT!   >    >    > From: 
Tatiana Lukman   > Sent: Wednesday, September 21, 2016 8:06 PM   > To: 
yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD   > Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Marsiswo 
Dirgantoro ; Roeslan ;   > Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lusi.D ; 
Lingkar Sitompul ;   > Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Chan CT ; Wuting301 
Subject: Program   > Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)   >    > 
Kalau baru sekarang orang sadar akan adanya "demaoisasi", orang itu   > 
kesiangan bangunnya!!! Ingat tuh hasil penelitian dan kesimpulan   > prof. 
Wertheim yang  sejak Deng xiaoping naik panggung sudah bilang   > PKT 
"pura-pura mendukung Fikiran Mao Tsedong". Pernyataan siapa yang   > sesuai 
dengan kenyataan? Pernyataannya  Chan atau prof. Wertheim?   > Boleh terus 
melempar dan mengobral segala macam ejekan dan julukan   > peyoratif kepada 
saya. Tidak masalah!Kenyataan akan terus membelejeti   > orang-orang seperti 
Chan sebagai pengkhianat usaha sosialisme dan   > renegat!!! Jangan membelokkan 
tema ke Falonggong. Itu bukan tema   > perdebatan saya. Tema perdebatan saya 
dengan Chan adalah masalah PKT   > yang sudah lama mengkhianati FMTT dan 
membongkar struktur sosialisme   > dan kepalsuan pemakaian kata "sosialisme 
dengan ciri Tkk" untuk   > menutupi KAPITALISME BRUTAL yang telah melahirkan 
elit Tkk yang hidup   > dalam kemewahan yang sangat memuakkan dan ratusan juta 
buruh dan tani   > dan rakyat jelata yang menderita penghisapan dan penindasan 
para   > kabir dan komprador yang merangkap anggota dan kader PKT.   >    >    
> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)   > By Erabaru -   
>     > 17/09/2016   >  Isi pidato Wang Qangjiang, kepala Biro Riset 
Pembangunan Partai pada   > Akademi Partai Pusat PKT, menyangkal Marxisme dan 
menyangkal ajaran   > Mao Zedong, menandakan teori Marxisme dan pemikiran Mao 
Zedong yang   > sejalan dengan PKT telah ditinggalkan oleh para akademisi 
partai,   > ideologi komunis pun telah usang. (internet) 9 September 2016, 
adalah   > peringatan 40 tahun meninggalnya sang diktator PKT Mao Zedong. Para  
 > pengikut Mao (faksi ekstrem kiri dari Partai Komunis   > Tiongkok/PKT-red.) 
sebelumnya sudah melakukan persiapan membuat suatu   > pergerakan pada 
peringatan 40 tahun meninggalnya Mao, untuk melawan   > aksi pemberantasan 
korupsi “memukul macan” yang dilancarkan oleh   > pemerintahan Xi Jinping dalam 
rangka meringkus Jiang. Akan tetapi,   > serangkaian kegiatan peringatan oleh 
pengikut Mao di dalam negeri   > dihentikan oleh pihak kepolisian, dan diberi 
peringatan. Pemerintah   > Beijing tidak mau melihat pemberitaan apa pun 
terkait Mao, bahkan   > kegiatan terkait di luar negeri pun dilarang. Selain 
itu, media massa   > ofisial PKT serempak membisu soal pemberitaan terkait 
topik Mao.   > Untuk itu agenda Xi Jinping memilih hari yang sama dengan hari   
> wafatnya Mao, melakukan inspeksi besar-besaran di sekolah   > almamaternya 
yakni Akademi 81 dan menyampaikan pidato penting di   > sekolah tersebut. Ini 
membuat para fans Mao sangat terpukul,   > serangkaian fenomena ini 
menjelaskan, gerakan demaoisasi oleh   > pemerintahan Xi Jinping yang tadinya 
hanya di balik layar kini sudah   > bergeser menjadi di depan panggung. Menilik 
kembali dari awal   > menjabatnya Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi sejak 
Kongres   > Nasional PKT ke-18, orientasi yang ditempuh adalah menggulingkan   
> Jiang bersamaan dengan itu menghapus pengaruh Mao (de-maoisasi). Dan   > 
fenomena lain yang muncul adalah, setiap kali aksi anti-korupsi   > “memukul 
harimau” yang digalakkan Xi dan Wang (Wang Qishan, tangan   > kanan Xi Jinping 
dalam pemberantasan KKN) telah mencapai tahap   > krusial, kubu Jiang dan para 
pengikut Mao selalu berusaha menghalangi   > upaya pemerintah Xi. Kubu Jiang 
juga berusaha mengacau, menjegal   > berbagai upaya reformasi yang diterapkan 
Xi dan Li (PM Li Keqiang)   > atau merusak dan mengacaukan tatanan hukum pada 
pemerintahan Xi dan   > Wang, atau menyerang dan menghambat aksi pemberantasan 
korupsi   > “memukul harimau” untuk menggulingkan Jiang. Baik kubu Jiang maupun 
  > pengikut Mao dengan berani nekad mengusung arwah Mao untuk melawan   > 
pemerintahan Xi Jinping, karena Mao Zedong adalah leluhur PKT, adalah   > asal 
muasal kediktatoran, korupsi, dan kekacauan. Mao Zedong semasa   > hidup, 
menerapkan teori ekstrim kiri seperti “revolusi”, dan   > “Perjuangan Kelas 
(konflik antar kelas)” serta serangkaian metode   > ekstrim untuk menutupi 
ambisi pribadinya demi menjadi kaisar turun   > temurun. “Revolusi Kebudayaan” 
yang dilakukan Mao di masa itu, adalah   > menggalang massa muda mudi yang lugu 
untuk menggulingkan pihak   > berkuasa yang berhaluan paham kapitalis, dan 
bersumpah melindungi   > kelangsungan Dinasti Merah”, yang realitanya guna 
menutupi segala   > kejahatan yang dilakukan Mao akan terungkap (seperti 
programnya   > Lompatan Besar ke Depan yang gagal total dan menimbulkan bencana 
  > kelaparan terparah dalam sejarah, Red.) jika Mao kehilangan   > 
kekuasaannya dan dijadikan penjahat sejarah. Kondisi Jiang Zemin dan   > para 
anteknya sekarang, persis seperti posisi Mao pada saat itu, maka   > itu arwah 
Mao pun diusung, untuk membuat kekacauan, menjegal, bahkan   > mereka tidak 
segan-segan melakukan aksi teror dan upaya pembunuhan   > serta kudeta untuk 
merebut kekuasaan tertinggi dari Xi Jinping, agar   > kejahatan Jiang Zemin 
berikut para pengikutnya tidak terungkap. Mao   > Zedong adalah politisi yang 
paling berambisi dalam sejarah PKT, juga   > seorang diktator besar, dan sumber 
segala korupsi dan kebobrokan.   > Teori ekstrim kirinya beserta perilaku tidak 
berperikemanusiaannya,   > telah menjadi pedoman bagi pengikutnya yakni Jiang 
Zemin, menjadi   > cadar, sekaligus jimat dan tameng bagi Jiang Zemin. Jadi, 
hanya   > dengan pemberantasan korupsi “memukul harimau” dan menggulingkan   > 
Jiang tanpa melenyapkan pengaruh Mao, tidak akan sempurna, tidak akan   > 
tuntas, juga tidak mungkin bisa mewujudkan Impian Tiongkok (yang   > digagas 
Xi) dan kebangkitan kebangsaan Tiongkok. Itu sebabnya pada   > Januari tahun 
ini, sebuah patung Mao Zedong setinggi 36 meter di   > provinsi Henan yang 
belum genap sehari dirampungkan pengerjaannya,   > sudah diperintahkan untuk 
dibongkar. Ini mungkin menjelaskan   > intensitas pemerintahan Xi Jinping. (Ran 
Shazhou/sud/whs)   >    >    >    >    >       
  #yiv7900194203 -- #yiv7900194203ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-mkp #yiv7900194203hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-mkp #yiv7900194203ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-mkp .yiv7900194203ad 
{padding:0 0;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-mkp .yiv7900194203ad p 
{margin:0;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-mkp .yiv7900194203ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-sponsor 
#yiv7900194203ygrp-lc {font-family:arial;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-sponsor #yiv7900194203ygrp-lc #yiv7900194203hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-sponsor #yiv7900194203ygrp-lc .yiv7900194203ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7900194203 #yiv7900194203actions 
{font-family:verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7900194203
 #yiv7900194203activity span {font-weight:700;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7900194203 #yiv7900194203activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7900194203 #yiv7900194203activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7900194203 #yiv7900194203activity span 
.yiv7900194203underline {text-decoration:underline;}#yiv7900194203 
.yiv7900194203attach 
{clear:both;display:table;font-family:arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7900194203 .yiv7900194203attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7900194203 .yiv7900194203attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7900194203 .yiv7900194203attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7900194203 .yiv7900194203attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7900194203 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7900194203 .yiv7900194203bold 
{font-family:arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7900194203 
.yiv7900194203bold a {text-decoration:none;}#yiv7900194203 dd.yiv7900194203last 
p a {font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv7900194203 dd.yiv7900194203last p 
span {margin-right:10px;font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv7900194203 
dd.yiv7900194203last p span.yiv7900194203yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7900194203 div.yiv7900194203attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7900194203 div.yiv7900194203attach-table 
{width:400px;}#yiv7900194203 div.yiv7900194203file-title a, #yiv7900194203 
div.yiv7900194203file-title a:active, #yiv7900194203 
div.yiv7900194203file-title a:hover, #yiv7900194203 div.yiv7900194203file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7900194203 div.yiv7900194203photo-title a, 
#yiv7900194203 div.yiv7900194203photo-title a:active, #yiv7900194203 
div.yiv7900194203photo-title a:hover, #yiv7900194203 
div.yiv7900194203photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7900194203 
div#yiv7900194203ygrp-mlmsg #yiv7900194203ygrp-msg p a 
span.yiv7900194203yshortcuts 
{font-family:verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7900194203 
.yiv7900194203green {color:#628c2a;}#yiv7900194203 .yiv7900194203msonormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7900194203 o {font-size:0;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203photos div {float:left;width:72px;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7900194203
 #yiv7900194203reco-category {font-size:77%;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203reco-desc {font-size:77%;}#yiv7900194203 .yiv7900194203replbq 
{margin:4px;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-mlmsg select, #yiv7900194203 input, #yiv7900194203 textarea 
{font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-mlmsg pre, #yiv7900194203 code {font:115% 
monospace;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-mlmsg #yiv7900194203logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-msg p a 
{font-family:verdana;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-msg 
p#yiv7900194203attach-count span {color:#1e66ae;font-weight:700;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-reco #yiv7900194203reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-sponsor 
#yiv7900194203ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-sponsor #yiv7900194203ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-sponsor #yiv7900194203ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-text 
{font-family:georgia;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7900194203 #yiv7900194203ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7900194203 
#yiv7900194203ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7900194203 

   -- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.


   

Kirim email ke