Satu KEBENARAN itu bukan karena dikatakan Lenin, tapi adalah kenyataan yang ada 
harus begitu! Kenapa jadi harus mencari-cari bagaimana kata Lenin sesungguhnya, 
padahal yang kalian baca itu dari bhs. Inggris, bisa saja terjemahan yang 
gunakan istilah berbeda bahkan penangkapan penterjemah yang kurang pas! Jadi, 
kudu mencari tulisan asli Lenin dalam bahasa Rusia? Hehehee, ... Kenapa tidak 
berani gunakan otak dan pengertian kita sendiri, ... lalu coba dipraktekan 
betul tidak pengertian itu! Bukankah satu KEBENARAN itu dibuktikan dalam 
praktek dan bukan mencari bagaimana kata-kata dibuku, ...!

Seperti dari kutipan kata-kata Lenin, “Kombinasi ekonomi kapitalis dan politik 
komunis”, menurut saya dalam kenyataan yang terjadi ya kombinasi ekonomi 
sosialis dan ekonomi kapitalis dengan ketegasan tetap dibawah DIKTATUR 
PROLETARIAT. Beitulah yang menurut saya pengertian yang dikatakan Lenin dengan 
kombinasi ekonomi kapitalis dan politik komunis! Dimana salahnya, ...?

Dimana politik komunis yang dijalankan Deng? Yaa, ... TETAP dipertahankannya 4 
PRINSIP itu! Itulah politik komunis yang dipertahankan PKT sampai sekarang. 
Lalu apa jadinya kalau Komunis didunia ini harus menyendiri, tidak berani turun 
gelanggang pertarungan melawan imperialisme di WTO, G20, ... ? 

Ooouuh, ternyata kalian ketika itu keluar bukan kehendak dan pilihan sendiri, 
kasihan amat sampai merasa harus diusir keluar dari Tiongkok? 

 Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman 
Sent: Friday, September 23, 2016 5:17 PM
To: [email protected] ; Chan CT ; [email protected] ; 
[email protected] 
Cc: Daeng ; Mitri ; Marsiswo Dirgantoro ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ; Roeslan ; 
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Jonathan Goeij ; Ajeg ; Wuting301 
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)

Betul sekali kata-kata Lenin yang Nesare tekankan: a combination of the 
capitalist economy and the communist politics….. Artinya kombinasi ekonomi 
kapitalis dengan politik komunis… Jadi bukan kombinasi ekonomi kapitalis dengan 
ekonomi sosialis!!!  Dengan dimasukkannya mekanisme kapitalis ke dalam ekonomi 
Soviet ketika itu, terjadi persaingan sengit antara elemen-elemen kapitalis 
dengan elemen-elemen sosialis!!! Maka itu Lenin menganggap bahwa penerapan NEP 
juga merupakan sebuah “ujian” bagi kaum komunis, bisa tidak mereka menciptakan 
dan menjalankan mekanisme sosialis untuk mengatasi mekanisme kapitalis itu. 
Simak sendiri kata-kata Lenin:
“Permit me to say this to you without exaggeration, because in this respects it 
is really “the last and decisive battle”, not against international 
capitalism—against that we shall yet have many “last and decisive battles”—but 
against Russian capitalism, against the capitalism that is fostered by the 
latter. Here we shall have a fight on our hands in the immediate future, and 
the date of it cannot be fixed exactly. Here the “last and decisive battle” is 
impending; here there are no political or any other flanking movements that we 
can undertake, because this is a test in competition with private capital. 
Either we pass this test in competition with private capital, or we fail 
completely. “
Dalam hubungannya dengan reform kapitalis Deng, siapa yang bisa menunjukkan dan 
membuktikan adanya dan dijalankannya “communist politics” oleh para pemimpin 
PKT ketika mereka mulai membongkar struktur sosialis yang dibangun Mao dan 
merestorasi kapitalisme. Mengerti kan yang saya maksud dengan” politik 
komunis”? Misalnya,  adakah solidaritas RRT dan PKT dengan perjuangan rakyat 
sedunia melawan Im- perialisme? Apakah masuk WTO, G20 merupakan politik 
komunis? Mengusir orang-orang PKI dan komunis negeri lain juga politik komunis? 
Uuuh, panjang sekali deretan yang dapat saya tampilkan untuk memperlihatkan 
betapa reaksionernya dan besarnya pengkhianatan RRT dan PKT terhadap perjuangan 
rakyat sedunia!!!




On Friday, September 23, 2016 10:46 AM, 'Tatiana Lukman' via forumdiskusi 
<[email protected]> wrote:




Kalau boleh usul kepada Djie, alangkah baiknya sebelum membaca tulisan orang 
lain yang menginterpretasi teori dan praktik Lenin, baca  tulisan Lenin 
sendiri. Karena interpretasi orang bisa lain-lain, sesuai dengan pendirian 
kelas, kepada kelas apa ia memihak dan kepentingannya menulis itu.
Kepada Nesare. Apakah memang bisa dikatakan Lenin memanipulasi melalui 
penggunaan nama NEP, instead of kapitalisme? Soalnya adalah apakah mekanisme 
kapitalis yang diterapkan Lenin berarti menegasi dan menghancurkan struktur 
sosailis baru yang sudah mulai dibangun? Dan apakah Kapitalisme Negara yang 
diterapkan selama NEP adalah SAMA dengan kapitalisme dalam sebuah Negara 
borjuis ketika itu seperti Jerman, Perancis, Inggris??? Jawabannya dengan jelas 
diterangkan oleh Lenin sendiri dalam tulisannya yang dapat dibaca dalam CW Vol 
33. Silahkan membacanya!



On Friday, September 23, 2016 6:41 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:




Baguuus, bung Lin dan bung Nesare, satu masukan yang sangat mencerahkan, ...! 
Tapi, kenapa bung Lin bilang tidak untuk ikut berdebat? Bukankah boleh-boleh 
saja ikut berdiskusi, kan! Namanya juga tukar pikiran saja, seperti ngobrol di 
warung kopi. Hehehee, ... Pokoknya gunakan otak kita sebaik-baiknya, BERANI 
BERPIKIR biar tidak terlalu cepat jadi pikun, ... 

Rupanya di Amerika ada kapitalis besar bernama Hammer yg dipanggil KAWAN oleh 
Lenin dan pemikirannya justru digunakan Lenin sebagai alternatif jalan keluar 
membangun ekonomi Sovyet lebih baik! Dan, ... pemikiran Hammer ini pula yang 
digunakan Deng untuk MEMPERKOKOH koreksi kesalahan yang dijalankan Tiongkok 
dengan menetapkan Reformasi dan Keterbukaan, ...!

Dari ulasan bung Nesare, saya dapatkan penegasan bahwa EKONOMI sebagai ILMU 
yang sulit ditarik pemisah dengan jelas ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis! 
Karena prinsip dasar ekonomi adalah supply and demand, jadi ekonomi sosialis 
maupun kapitalis, keduanya tidak akan lolos dan gunakan prinsip ini. Tidak akan 
lepas dari prinsip DAGANG, yang oleh Fuwa diangkat NILAI! Masalahnya KEUNTUNGAN 
jatuh lebih banyak untuk apa dan siapa saja yang membedakan, sosialis dan 
komunis. Makanya dibanyak tulisan kw TIongkok, juga menyatakan ekonomi pasar 
sebenarnya bukan monopoli kapitalisme, karena sosialisme juga mempunyai ekonomi 
pasarnya sendiri, yang membedakan sosialisme tidak akan membiarkan pasar itu 
berkembang liar dan tumbuh menjadi monopoli, dan keterlibatan negara untuk ikut 
mengendalikan tetap diberlakukan untuk melindungi kepentingan rakyat. Sedang 
kapitalisme justru mendorong pasar menjurus neolib, ... sedang keterlibatan 
negara untuk melingungi kepentingan kapitalis besar, ... menyelamatkan dari 
kebangkrutan!

Sangat baik diskusi macam begini, TERRUUUSKAN, ...!

Salam,
ChanCT 


From: mailto:[email protected] 
Sent: Friday, September 23, 2016 12:46 AM
To: 'GELORA45' 
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)

  
Saya tidak mau memberatkan ide penerapan kapitalisme didalam sosialisme seakan2 
sosialisme itu menang dan paling hebat. Sekurang2nya bukan ini ide saya dalam 
menulis ttg lenin menerapkan ide2 kapitalisme dalam politik sosialismenya.
Ada perbedaan pandangan teoritis dan praktis. Ini selalu berbeda dalam hal 
apapun. Ketika seseorang tidak mampu menanggulangi suatu masalah walaupun sudah 
terterah rapi didalam teorinya, dia akan harus mencari jalur alternative lain 
dalam menangani masalah itu.
Saya melihat jalannya ekonomi itu sebagai ilmu, tidak akan bisa keluar dari 
jalur supply and demand law. Ini prinsip dasar ilmu ekonomi baik makro maupun 
mikro. Masalah politiknya apa mau sosialisme, sosialis democrat, komunisme, 
liberalism, neolib dll itu hanyalah praktis ideology politiknya. Jalannya 
ekonomi dalam berbagai aliran2 politik ini akan tetap sama yaitu berdasarkan 
supply and demand law.
Tidak ada dalam praktisnya bisa terciptakan kapitalisme murni yg betul2 tidak 
ada campur tangan negara. Tidak ada!
Begitu juga ajaran sosialisme tidak akan bisa jalan tanpa bantuan kapitalisme 
yg berdasarkan pasar. Tidak ada!
Silahkan setiap negara mencari kombinasinya bagaimana. Apakah mau memberatkan 
kapitalismenya ataukah sosialismenya disitu akan jelas kelihatan peran negara 
dan atau swasta.
USA sbg gembong kapitalisme pun dalam krisis 2007 itu menggunakan bail out yang 
adalah identic dengan sosialisme. Saya argue bahwa bail outnya Obama itu 
berhasil. Kalau tidak di bail out, roboh USA dan juga dunia.
Ini sebetulnya sudah dipikirkan oleh para pendiri NKRI terutama bung Karno 
dengan nasakom, gerakan banteng, program pinjaman nasional Ir. Surachman 1946, 
dekon 1963, setelah dekrit presiden 1959 masuk demokrasi terpimpin dimana 
ekonomi sangat dipegang oleh pemerintah dll. Walaupun bung karno yg terkenal 
dgn go to hell to international aid nya, dia itu bukan anti investasi asing dan 
atau hutang. Penekanannya adalah NKRI itu mau BERDIKARI dan jangan ada 
imperialisme yg masuk melalu modal asing itu. Ini prinsip utamanya.
Salam
Nesare
From: Hsin Hui Lin [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 12:11 PM
To: GELORA45 <[email protected]>; [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
NIMBRUNG SEDIKIT....
                     BUKAN UNTUK IKUT BERDEBAT..
Lenin dan Ekonomi Pasar.
Dalam kunjungan Deng Xiao ping ke Amerika, ia bertemu dengan seorang kapitalist 
besar, Dr. Armand Hammer, yang pernah dekat dengan Lenin. Deng mengudang Hammer 
ke Tiongkok, dibawah kata Deng pada Hammer:
Dr. Armand  Hammer met Vice Chairman Deng Xiaoping at a dinner in Houston, 
Texas. Deng recognized him, saying “you don’t have to introduce yourself. . . . 
We all know you in China. You’re the man who went to Russia in 1921 to help 
Lenin when Russia was in trouble. Now you’ve got to come to China.” 
Lenin  "katanya" bahkan memanggil Hammer  dengan kata depan "kawan" ...kawan 
Hammer.
Andaikata Lenin tak meninggal dunia  waktu itu dan sempat meneruskan dengan NEP 
-nya   ...bagimanakah wajah Russia hari ini.
Lin
2016-09-22 21:20 GMT+05:30 [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:
  Djie: Ya, bacalah sendiri : The Leninist Heritage of the Socialist Market 
Economy, kemudian ambil kesimpulan sendiri. 
http://www.politicalaffairs.net/the-leninist-heritage-of-the-socialist-market-economy/
  Nesare: jonathan ini pikir state capitalism nya lenin itu adalah teori. Dia 
gak ngerti NEP itu adalah programnya lenin seperti GBHNnya soeharto. Kelihatan 
kan cupat jalan pikirannya. Hanya mau mengkritik tetapi tidak mengerti. Kenapa 
begitu? Karena hanya pakai logika umum.
  Tambahan: walaupun Lenin menerapkan NEP (bahasanya fuwo tetsuro: proses 
social dalam mengukur value yg sebetulnya adalah: kapitalisme), Lenin tetap 
tidak mau mengatakannya sbg kapitalisme makanya dia label sbg: NEC. Bahasa saya 
Lenin memanipulasi yaitu: menggunakan NEC sbg alat utk membenahi ekonomi yg 
porak poranda waktu itu krn revolusi social.
  Nesare
  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
  Sent: Thursday, September 22, 2016 11:30 AM
  To: [email protected]

  Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
  Jelas ente gak ngerti NEP nya lenin. Baca dulu sebelum sesumbar!
  Bagi ane: NEP itu resep Lenin untuk menanggulangi masalah ekonomi setelah 
revolusi. Karena ingin mempertahankan politik sosialismenya, ekonominya 
“dibebaskan” kepasar.
  Lenin yang anti imperialism dan takut kapitalisme itu menjadi imperialism 
(ini salah satu ide utamanya lenin bahwa imperialism is the highest stake of 
capitalism. Ini juga ide bung Karno dan para pemimpin negara2 dunia setelah 
PD2).
  NEP itu adalah cara memanipulasi kapitalisme utk meyakinkan bahwa capital itu 
adalah hasil dari labor, sehingga imperialism tidak bisa masuk infiltrasi dan 
menang/berkuasa.
  As stated by Lenin, “economically and politically speaking the New Economic 
Policy completely ensures to us the possibility of building the foundation of a 
socialist economy.” It was meant to be based off of the existence of 
capitalism. Basically it would be a combination of the capitalist economy and 
the communist politics. Large businesses would still be nationalized, in order 
to ensure that the “petty bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would 
not gain too much power over or get in the way of the growing Socialist 
society. Lenin believed that capitalism would lead to Imperialism, which is the 
entity which they had only just eliminated.
  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
  Sent: Thursday, September 22, 2016 11:17 AM
  To: yahoogroups <[email protected]>
  Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
  Masyaallah! masak uraian Lenin tentang State Capitalism dianggap sebagai 
bukti Lenin memadukan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar. 
  ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :


  Lenin wrote:
  State capitalism would be a step forward as compared with the present state 
of affairs in our Soviet Republic. If in approximately six months’ time state 
capitalism became established in our Republic, this would be a great success 
and a sure guarantee that within a year socialism will have gained a 
permanently firm hold and will have become invincible in this country.
  Source: http://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/21.htm - this 
writing also has much more on state capitalism.
  Lenin wrote:
  The state capitalism, which is one of the principal aspects of the New 
Economic Policy, is, under Soviet power, a form of capitalism that is 
deliberately permitted and restricted by the working class. Our state 
capitalism differs essentially from the state capitalism in countries that have 
bourgeois governments in that the state with us is represented not by the 
bourgeoisie, but by the proletariat, who has succeeded in winning the full 
confidence of the peasantry.
  Unfortunately, the introduction of state capitalism with us is not proceeding 
as quickly as we would like it. For example, so far we have not had a single 
important concession, and without foreign capital to help develop our economy, 
the latter’s quick rehabilitation is inconceivable.
  Source: https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1922/nov/14b.htm
  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
  Sent: Thursday, September 22, 2016 10:26 AM
  To: Chan CT <sadar@...>; Lusi D. <lusi_d@...>; [email protected]
  Cc: [email protected]; Daeng <menakjinggo@...>; Mitri 
<scorpio2001id@...>; Mang Broto <alimoerti@...>; Roeslan <roeslan12@...>; 
Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@...>; Ronggo A. <ronggo303@...>; Lingkar 
Sitompul <lingkarsitompul@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>; Hsin Hui 
Lin <ehhlin@...>; Wuting301 <wuting301@...>; Marsiswo Dirgantoro 
<mdirgantoro@...>
  Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
  Mengatakan  Lenin yang mengajukan "teori memadukan ekonomi sosialis dan 
ekonomi pasar", tapi tak ada satu kalimatpun dari Lenin yang menunjukkan atau 
mengekspresikan ide atau teori itu. Sekali lagi kalau orang jujur berdebat dan 
memang mau mencari kebenaran, paling sedikit ajukan kata-kata lenin atau 
praktek Lenin dimana orang bisa dapat bukti akan teori itu. Semuanya abstrak!! 
Gimana orang akan bisa lihat "kebenaran" teori itu kalau tidak diperlihatkan 
kapan dan di mana Lenin mengajukan pemaduan ekonomi sosialis dan ekonomi 
pasar??? Sebaliknya, penelitian orang tentang NEP yang saya ajukan berdasarkan 
kepada kata-kata dan instruksi Lenin sendiri. Ada tulisannya yang bisa dicek. 
  On Thursday, September 22, 2016 3:17 PM, Chan CT <sadar@...> wrote:
  Ada baiknya kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK Jepang, Fuwa 
Tetsuro itu menjelaskan:
  http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf
  -----原始郵件-----
  From: Lusi D.
  Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PM
  To: Chan CT ; [email protected]
  Cc: Tatiana Lukman ; [email protected] ; GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; 
Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; 
Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro
  Subject: Re: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi 
Harus Berjalan Bareng (1)
  Ikut nimbrung sedikit.
  Bung Chan bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian "memadukan ekonomi
  sosialis dan ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang dikatakan ekonomi
  sosialis dan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pasar, sesuai
  pengertian yang bung terima dari penjelasan Fuwa Tetsuro itu?
  Saya kutip alinea yang saya maksud sbb.:
  "> Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...
  > Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa
  > Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang
  > meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa
  > Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah
  > membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan
  > ekonomi-pasar itu!"?
  Salam
  Lusi.-
  Am Thu, 22 Sep 2016 16:26:48 +0800
  schrieb "Chan CT" <sadar@...>:
  > Hahahaa, ... rupanya saya sedang berhadapan dengan seorang radikalis
  > yang udah gak ketolongan lagi! Bagaikan binatang jalang meraung-raung
  > dalam sekarat, gunakan berbagai jurus menyerang PKT dan berusaha
  > membusukkan dengan segala berita/tulisan tanpa peduli lagi darimana
  > sumbernya! Sungguh heibat penyataan, peduli amat dari Falungong,
  > pokoknya bisa digunakan untuk menyerang dan menjelekkan PKT!
  > 
  > Tanpa disadari lagi, dimana PENDIRIAN anda kalau begitu? Atau memang
  > begitu ekstrimnya anda jadi tidak lagi peduli ternyata sejalan dengan
  > Falungong, begundanya AS itu untuk menghujat PKT? Sampai-sampai
  > begitu senangnya seperti mendapatkan “SENJATA” ampuh menembak saya
  > sampai KO, tidak berkutik lagi? Padahal saya tetap saja duduk tenang
  > dibelakang meja computer, lari pun tidak. Hehehee, ...
  > 
  > Begitu PERCAYAnya apa yang dinyatakan Falungong “deMaoisasi” seperti
  > itulah kenyataan yang ada. Padahal itu FITNAH yang sama sekali tidak
  > berdasar! Tanpa berani melihat KESALAHAN dari praktek nyata yang
  > telah terjadi, ... bahwa Lenin, Stalin dan Mao betapapun genius yang
  > harus kita akui, tetap adalah MANUSIA normal saja yang bisa berbuat
  > KESALAHAN! Bukan DEWA-DEWA yang tidak mungkin berbuat kesalahan. Dan,
  > pada saat mengkritik kesalahan tertentu, jangan diangkat menjadi
  > menegasi semua ajarannya bahkan menjadi anti Lenin, anti Mao!
  > 
  > Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...
  > Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa
  > Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang
  > meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa
  > Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah
  > membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan
  > ekonomi-pasar itu!
  > 
  > Tapi ngomong-ngomong, ... mbak Tatiana, sekarang ini didunia hanya
  > Korea Utara saja yang tidak REMO, ya? Lalu bagaimana melihat video
  > kehebatan Kim Jung Un dikerumuni perempuan-perempuan Korea begitu,
  > bagaimana perasaan anda sebagai perempuan melihat video itu???
  > Begitukah seorang Marxis sesungguhnya didunia ini? Kalau begitu,
  > biarlah saya dibilang remo saja, ketimbang dibilang Marxis modelnya
  > kayak Kim Jung Un itu! Hahahaa, ...
  > 
  > Salam,
  > ChanCT
  > 
  > 
  > 
  > From: mailto:[email protected]
  > Sent: Wednesday, September 21, 2016 10:07 PM
  > To: [email protected] ; GELORA_In
  > Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ;
  > Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui
  > Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro Subject: [GELORA45] Re:
  > [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan
  > Bareng (1)
  > 
  >  
  > 
  > Ha....ha....ha.. Udah kepojok, KO, nggak berkutik,  picek lagi dan
  > terus ngotot berpikir pakai dengkul!!!Falungong kek, falingging kek,
  > emangnya gue pikirin!! Yang jelas "demaoisasi" tidak ada hubungannya
  > dengan falunggong atau falingging...."demaoisasi" adalah  bukti dari
  > pengkhianatan terhadap Mao dan Fikirannya yang selalu anda coba
  > sembunyikan!!!! Ah, ini mah cuma bukti yang sangat kecil sekali yang
  > menguatkan seluruh argumentasi yang saya ajukan sejak perdebatan yang
  > dimulai tiga tahun yang lalu. Bukti ilmiah sudah diberikan oleh
  > penelitian /research para profesor dan sejarawan seperti Wertheim,
  > Pao yuching, Mo Bogao, Dong Pinghan, Maurice Meisner, Ming Qili, W.
  > Huttington, Hongsheng Jiang, Joseph Ball, Joel Andreas, dan oleh MAO
  > TSEDONG sendiri yang sudah sejak awal mengingatkan akan BAHAYA
  > restorasi kapitalis oleh kaum revisionis yang dikepalai oleh
  > ¨¨Chrushchov Tiongkok yang tidur di samping kita¨¨¨¨!!! Itulah canang
  > yang dikeluarkan Mao ketika RBKP. Bagi Chan, semua para peneliti yang
  > saya sebut di atas adalah orang-orang penganggur dan hanya
  > iseng-iseng saja bikin research!!! Oooo, jelas wong Chan itu seorang
  > genius yang sudah bikin teori baru untuk mengukur negeri yang gimana
  > yang bisa dibilang SOSIALIS !!! TAK PEDULI APA MODE OF
  > PRODUCTIONNYA!!!Sedangkan referensi ( sampai sekarang SATU-SATUNYA
  > referensi) yang digunakan Chan adalah kata-katanya pemimpin Partai
  > Komunis  Jepang revisionis!!!! Ha...ha...ya nggak heran apa yang ada
  > dikepalanya orang-orang REMO, sejak Berstein sampai Khrustjov, Liu
  > shaoqi,  Deng, dan murid kerdilnya Chan!!!!
  > 
  > 
  > 
  > On Wednesday, September 21, 2016 3:37 PM, "'Chan CT'
  > SADAR@... [temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
  > 
  > 
  > 
  > 
  >  
  > Inilah orang-orang penganggur yang keisengan menggunakan tulisan
  > kelompok Falungong sebagai dasar pemikiran untuk menyerang PKT!
  > 
  > 
  > From: Tatiana Lukman
  > Sent: Wednesday, September 21, 2016 8:06 PM
  > To: yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD
  > Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Marsiswo Dirgantoro ; Roeslan ;
  > Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ;
  > Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Chan CT ; Wuting301 Subject: Program
  > Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
  > 
  > Kalau baru sekarang orang sadar akan adanya "demaoisasi", orang itu
  > kesiangan bangunnya!!! Ingat tuh hasil penelitian dan kesimpulan
  > prof. Wertheim yang  sejak Deng xiaoping naik panggung sudah bilang
  > PKT "pura-pura mendukung Fikiran Mao Tsedong". Pernyataan siapa yang
  > sesuai dengan kenyataan? Pernyataannya  Chan atau prof. Wertheim?
  > Boleh terus melempar dan mengobral segala macam ejekan dan julukan
  > peyoratif kepada saya. Tidak masalah!Kenyataan akan terus membelejeti
  > orang-orang seperti Chan sebagai pengkhianat usaha sosialisme dan
  > renegat!!! Jangan membelokkan tema ke Falonggong. Itu bukan tema
  > perdebatan saya. Tema perdebatan saya dengan Chan adalah masalah PKT
  > yang sudah lama mengkhianati FMTT dan membongkar struktur sosialisme
  > dan kepalsuan pemakaian kata "sosialisme dengan ciri Tkk" untuk
  > menutupi KAPITALISME BRUTAL yang telah melahirkan elit Tkk yang hidup
  > dalam kemewahan yang sangat memuakkan dan ratusan juta buruh dan tani
  > dan rakyat jelata yang menderita penghisapan dan penindasan para
  > kabir dan komprador yang merangkap anggota dan kader PKT.
  > 
  > 
  > Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
  > By Erabaru -
  >  
  > 17/09/2016
  >  Isi pidato Wang Qangjiang, kepala Biro Riset Pembangunan Partai pada
  > Akademi Partai Pusat PKT, menyangkal Marxisme dan menyangkal ajaran
  > Mao Zedong, menandakan teori Marxisme dan pemikiran Mao Zedong yang
  > sejalan dengan PKT telah ditinggalkan oleh para akademisi partai,
  > ideologi komunis pun telah usang. (internet) 9 September 2016, adalah
  > peringatan 40 tahun meninggalnya sang diktator PKT Mao Zedong. Para
  > pengikut Mao (faksi ekstrem kiri dari Partai Komunis
  > Tiongkok/PKT-red.) sebelumnya sudah melakukan persiapan membuat suatu
  > pergerakan pada peringatan 40 tahun meninggalnya Mao, untuk melawan
  > aksi pemberantasan korupsi “memukul macan” yang dilancarkan oleh
  > pemerintahan Xi Jinping dalam rangka meringkus Jiang. Akan tetapi,
  > serangkaian kegiatan peringatan oleh pengikut Mao di dalam negeri
  > dihentikan oleh pihak kepolisian, dan diberi peringatan. Pemerintah
  > Beijing tidak mau melihat pemberitaan apa pun terkait Mao, bahkan
  > kegiatan terkait di luar negeri pun dilarang. Selain itu, media massa
  > ofisial PKT serempak membisu soal pemberitaan terkait topik Mao.
  > Untuk itu agenda Xi Jinping memilih hari yang sama dengan hari
  > wafatnya Mao, melakukan inspeksi besar-besaran di sekolah
  > almamaternya yakni Akademi 81 dan menyampaikan pidato penting di
  > sekolah tersebut. Ini membuat para fans Mao sangat terpukul,
  > serangkaian fenomena ini menjelaskan, gerakan demaoisasi oleh
  > pemerintahan Xi Jinping yang tadinya hanya di balik layar kini sudah
  > bergeser menjadi di depan panggung. Menilik kembali dari awal
  > menjabatnya Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi sejak Kongres
  > Nasional PKT ke-18, orientasi yang ditempuh adalah menggulingkan
  > Jiang bersamaan dengan itu menghapus pengaruh Mao (de-maoisasi). Dan
  > fenomena lain yang muncul adalah, setiap kali aksi anti-korupsi
  > “memukul harimau” yang digalakkan Xi dan Wang (Wang Qishan, tangan
  > kanan Xi Jinping dalam pemberantasan KKN) telah mencapai tahap
  > krusial, kubu Jiang dan para pengikut Mao selalu berusaha menghalangi
  > upaya pemerintah Xi. Kubu Jiang juga berusaha mengacau, menjegal
  > berbagai upaya reformasi yang diterapkan Xi dan Li (PM Li Keqiang)
  > atau merusak dan mengacaukan tatanan hukum pada pemerintahan Xi dan
  > Wang, atau menyerang dan menghambat aksi pemberantasan korupsi
  > “memukul harimau” untuk menggulingkan Jiang. Baik kubu Jiang maupun
  > pengikut Mao dengan berani nekad mengusung arwah Mao untuk melawan
  > pemerintahan Xi Jinping, karena Mao Zedong adalah leluhur PKT, adalah
  > asal muasal kediktatoran, korupsi, dan kekacauan. Mao Zedong semasa
  > hidup, menerapkan teori ekstrim kiri seperti “revolusi”, dan
  > “Perjuangan Kelas (konflik antar kelas)” serta serangkaian metode
  > ekstrim untuk menutupi ambisi pribadinya demi menjadi kaisar turun
  > temurun. “Revolusi Kebudayaan” yang dilakukan Mao di masa itu, adalah
  > menggalang massa muda mudi yang lugu untuk menggulingkan pihak
  > berkuasa yang berhaluan paham kapitalis, dan bersumpah melindungi
  > kelangsungan Dinasti Merah”, yang realitanya guna menutupi segala
  > kejahatan yang dilakukan Mao akan terungkap (seperti programnya
  > Lompatan Besar ke Depan yang gagal total dan menimbulkan bencana
  > kelaparan terparah dalam sejarah, Red.) jika Mao kehilangan
  > kekuasaannya dan dijadikan penjahat sejarah. Kondisi Jiang Zemin dan
  > para anteknya sekarang, persis seperti posisi Mao pada saat itu, maka
  > itu arwah Mao pun diusung, untuk membuat kekacauan, menjegal, bahkan
  > mereka tidak segan-segan melakukan aksi teror dan upaya pembunuhan
  > serta kudeta untuk merebut kekuasaan tertinggi dari Xi Jinping, agar
  > kejahatan Jiang Zemin berikut para pengikutnya tidak terungkap. Mao
  > Zedong adalah politisi yang paling berambisi dalam sejarah PKT, juga
  > seorang diktator besar, dan sumber segala korupsi dan kebobrokan.
  > Teori ekstrim kirinya beserta perilaku tidak berperikemanusiaannya,
  > telah menjadi pedoman bagi pengikutnya yakni Jiang Zemin, menjadi
  > cadar, sekaligus jimat dan tameng bagi Jiang Zemin. Jadi, hanya
  > dengan pemberantasan korupsi “memukul harimau” dan menggulingkan
  > Jiang tanpa melenyapkan pengaruh Mao, tidak akan sempurna, tidak akan
  > tuntas, juga tidak mungkin bisa mewujudkan Impian Tiongkok (yang
  > digagas Xi) dan kebangkitan kebangsaan Tiongkok. Itu sebabnya pada
  > Januari tahun ini, sebuah patung Mao Zedong setinggi 36 meter di
  > provinsi Henan yang belum genap sehari dirampungkan pengerjaannya,
  > sudah diperintahkan untuk dibongkar. Ini mungkin menjelaskan
  > intensitas pemerintahan Xi Jinping. (Ran Shazhou/sud/whs)
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 




-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.



Kirim email ke