Loh memangnya salah PT. Pertamina adalah BUMN swasta?

Kan ini yang ente salah sampai ane goblok2in?

Ente kan sok tahu kasih referensi segitu banyak ttg private sampai ke UU no. 19 
tahun 2003 yang semuanya benar tapi tidak mendukung pendapat ente bahwa: BUMN 
itu tidak ada yang swasta!

 

Kan ini tulisan ente sebagian saja yg ane kutip:

1.     menarik juga melihat anda berkilah ha ha ha, coba anda berikan referensi 
kalau perusahaan negara itu sama dengan perusahaan swasta.

2.     anda ngomong sedemikian panjang lebar hanya utk menjelaskan hal simple 
dan sederhana saja, baik perusahaan swasta ataupun perusahaan negara bisa go 
public. kayak gini ya semua orang tahulah. tetapi tetap saja tidak bisa sebuah 
perusahaan negara disebut swasta atau private.

3.     Omongan anda khan terlihat gombalnya dan arahnya terlihat supaya orang 
beranggapan Pertamina itu private yg dikelola menurut udel pemiliknya gitu. 
Aneh aja yg namanya perusahaan negara itu ya milik negara, atau lebih tepatnya 
milik rakyat yg dikelola pemerintah. Dalam perusahaan negara karena itu pada 
dasarnya milik rakyat harus ada bentuk pentanggung jawabannya, setidaknya 
didepan wakil rakyat didepan DPR.

 

 

Ngaco kan? Ketiga tulisannya di 3 email bilang BUMN tidak bisa swasta/private.

Sedangkan referensi yang sok sok an ente pakai UU no. 19 tahun 2003 itu ditulis 
pakai bold lagi: BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT 
tertutup, jelas mengartikan Pertamina yang adalah BUMN adalah swasta/private. 
Ente berpendapat perusahaan negara ya milik negara. Lucunya negara disamakan 
dengan rakyat. Sedangkan ada rakyat yang non pemerintah yang dapat memiliki 
saham BUMN dari pasar modal misalnya PT PGN Tbk dimana pemerintah Indonesia 
sebagai majority shareholder dan rakyat non pemerintah dan asing yang juga 
memiliki sahamnya.

 

Lupa nih yeah dari awal diskusi ane sudah bilang akan ane buka pelan2 kesalahan 
ente. Kalau dikasih jawabannya langsung kan gak seru dan gak kelihatan sifat 
asli ente yg ngeyel, congkak, suka goblok2in orang lain, suka bilang orang 
syaraf dll.

 

Sekarang sudah terbukti belum ada BUMN yang swasta/private?

Dari pertama ane sudah tahu ente itu gak ngerti ketika ente mengkontraskan 
private vs. pemerintah yang seharusnya private vs. public.

Jelas sekali ente bukan orang bisnis! Kalaupun ente pernah belajar ilmu bisnis 
pasti belajarnya di community college atau dari paman google. Kalau ente 
belajar nya dari state college/univ. itu artinya ente lulus pas2an.

 

Setelah “kegilaan”nya ente masalah BUMN swasta ini sudah terbongkar, silahkan 
kalau mau diteruskan kemasalah lain: 

Ini ane tantang ente tapi gak berani ente jawab:

 

What is your point pertamina = BUMN tertutup mengakuisisi PGN = BUMN terbuka?

 

Tak telanjangi terusssss……

Gak ngerti bisnis mau sok2an ngomong bisnis.

Orang yg belajar bisnis saja belum tentu bisa mengerti masalah merger 
acquisition.

Ente yg goblok begini mau congkak. Ketemu ane, kena batunya ente!!!!!

Batu kecongkakan ente bakalan ane pecahkan!

Apalagi kalau sudah bashing NKRI!

 

I promise you that! 

 

 

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, September 28, 2016 5:56 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)

 

  

 

Upaya anda yg sedemikian gigih panjang lebar dgn meng-goblok2an orang itu cuman 
mau ngomong "PT. Pertamina adalah BUMN swasta!" kasihan banget! menunjukkan 
sifat narsis bukan alang kepalang. Tidak mengherankan anda me-muja2 Donald 
Trump.

 

Kalau mau ngomong yg benar dalam bahasa Indonesia "PT Pertamina adalah BUMN 
tertutup" demikian juga untuk mengatakan "PT PGN Tbk adalah BUMN terbuka".

 

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :



Jonathan: bukannya sejak awal posisi saya private atau swasta itu non 
goverment, kok dibilang sudah mengaku tapi ngeyel malu salah?

 

Nesare: hehehehehe baca juga nih yeah. Kepancing juga nih yeah!!!!

Yang ane goblok2in ente salah itu adalah ente bilang: private vs. government 
itu! Masih gak tahu ‘kan???!!!

Government atau non government bisa jadi private company sepanjang 
kepemilikannya belum dijual belikan dibursa!!!!! Goblok!

Ini UU nya: BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup.

BUMN PT tertutup itu misalnya pertamina artinya pertamina ini adalah 
tertutup/private krn kepemilikannya tidak diperdagangkan di bursa!

Ini yang ada diotak ente bahwa: gak ada BUMN yg swasta/private karena diotak 
ente yang ada adalah: private vs. swasta/private!

 

Masih belum mengerti ya. Ini matematikanya:

BUMN = pertamina = PT = private= swasta!

Jadi bacanya: PT. Pertamina adalah BUMN swasta!

 

Ini berlaku dimana2 diseluruh dunia bisnis termasuk Indonesia!

 

Hehehehehe

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, September 28, 2016 5:05 PM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)

 

 

????????????? 

bukannya sejak awal posisi saya private atau swasta itu non goverment, kok 
dibilang sudah mengaku tapi ngeyel malu salah?

ha ha ha ha anda benar2 bikin saya ngakak, gabung dah sama Warkop DKI Reborn.

 

Nesare:

Lihat dari sini sebetulnya jonathan ini sudah mengaku private = non government 
tetapi dia ngeyel, malu salah, terus baca2 digoogle terus bilang private itu 
kontrasnya adalah government, bukan private vs. public. Artinya private tidak 
sama dengan non government lagi dan ngeyelnya sampai sekarang!!! Apa tidak 
memalukan? Sudah mengaku terus mengingkari?

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :




Oh mau lari lagi ya?

What is your point pertamina = BUMN tertutup mengakuisisi PGN = BUMN terbuka?

 

Yang ane salahkan adalah ente bilang private = swasta itu adalah non government!

Terus ente kan tanya ane terus apa private itu. Lalu kasih referensi arti 
private dst….sampai tetap mengklaim private = non government!

 

Sekarang mau lari ke pertamina mengakuisisi PGN? Hehehehe

Gak apa2 mau bikin babak baru lagi. Silahkan. What’s your point if you have one?

 

***************************************

 

Ini runtutan diskusi ini, mari kita simak rame2. Koq berani2nya nulis begini: 
“Ingatan anda benar2 parah banget, sudah periksa neurologist belum? Selain ke 
neurologist kelihatannya anda perlu balik ke Sekolah Dasar belajar PKK biar 
tahu bagaimana berbicara yang beradab”.

 

Jonathan: saya lihatnya kok lebih mirip akuisisi (paksa) seperti misalnya 
Pertamina mengakuisisi PGN, jadinya Pertamina Holding dengan PGN jadi anak 
perusahaan. Cuman nanti gimana dgn saham2 PGN yg dimiliki umum atawa swasta? 
apakah pemerintah akan membelinya? dgn harga berapa? apa harga sahamnya dibikin 
ancur duluan baru kemudian dibeli?

Nesare: Akuisisi paksa? Istilah apa lagi ini? Gak pernah ane denger akuisisi 
paksa ini.

 

Jonathan: ya jelas paksa lha wong nggak bisa nolak, PGN ini sih kelihatannya 
sehat2 saja no problema malah pertamina yg dilanda kerugian.

Nesare: Dipaksa? Dipaksa siapa? Yang memaksa siapa?

Jonathan: Ala belagak pilon main kata2, nanti tanya apa ditodong bedil?

Nesare: kan ente mau bilang Jokowi yang paksa supaya pertamina akuisisi PGN. 
Kan ini yg ente mau katakan????????

Jawabannya hanya 1: goblok saja pernyataan dan pertanyaan ini!!!

Kenapa goblok? Karena gak ngerti bisnis dan pakai logika umum. Sudah ane tulis 
sebelumnya. Sudah ane kasih contoh Technips tempat kerja arcandra dulu yang 
perusahaannya babak belur rugi gak keruan2 mencoba merger dengan CGG (dulu 
namanya CGG Veritas) yang juga babak belur akibat harga minyak jatuh 2012. Jadi 
kedua perusahaan ini financially kacau. Tetapi merger nya gak jadi. Kenapa 
gagal? Karena kedua perusahaan punya masalah sendiri. kelihatannya pemerintah 
perancis yg menginginkan merger ini. kenapa? Karena kedua perusahaan minyak itu 
adalah flagship perancis dalam minyak di dunia. Ada nasionalisme disini yg mau 
ditolong. Persis kasusnya dengan bank of America disuruh ambil alih/acquire 
countrywide dan merryll lynch dst….dst…..

 

Itu ceritera bisnisnya yang ente jelas gak ngerti. Jelas gak ngerti makanya 
masih nanya2 dan bikin statement seperti PAKSA dll.

Ini jawaban telaknya: pertamina itu adalah private company dan pemegang 
sahamnya 100% dimiliki oleh pemerintah. PGN itu perusahaan public bukan 
perusahaan swasta jadi pemegang sahamnya adalah rakyat banyak. Kalau mau merger 
atau acquisition perusahaan public harus ada ijin dari rakyat. Gak bisa seeank 
udelnya. Pemerintah bisa menyuruh pertamina krn pemerintah adalah whole 
shareholder tetapi gak bisa paksa paksa PGN yg adalah perusahaan public. Dalam 
perusahaan public ada board of director yang mewakili suara2 shareholders.

Jonathan: saham pemerintah di PGN itu 50%+ bagaimana public bisa menolak?

setidaknya bisa terbaca dari harga saham PGN yg melorot terus. 1 Agt Rp 3.430,- 
dan tiap hari turun terus sekarang ini 16 Agt (waktu Pacific) Rp 2.950,-

 

Nesare: Rakyat bisa menjawab dengan lantang:"saya tidak mau jual saham 
saya"!!!! Kalau rakyatnya bisu, mereka bisa mengisi proxy form bilang gak 
setuju menjual baik saham maupun voting rights. 

 

Jonathan: menurut ibu Rini memang begitu kok, diadakan RUPS Luar Biasa 
menentukan berapa harga sahamnya kemudian ditetapkan melalui PP. Saham public 
cuman 43% sedang saham pemerintah sekitar 57%. Suara pemerintah yg 57% itu khan 
jelas satu mewakilin suaranya ibu Rini atawa pak Jokowi sedang public yg 43% 
itu jelas bervariasi karena banyak orang. Hasil komposisi seperti ini hasil 
RUPSLB itu tinggal ketok palu. 

 

 

Nesare: Busett…..koq sudah tahu ibu rini akan mengadakan RUPS ketok palu beli 
saham PGN.

Ente ini sudah gila atau memang bener2 gila?

Holding, gimana tata kerja dll saja belum terjadi, koq bisa2nya ibu rini akan 
ketok palu gelontorkan duit.

Emangnya duit ini lagi2 duit engkongmu yg dikasih ke ibu rini mu ya?!! Hahahaha

 

Ini bantahan ilmiahnya: bank of America dulu ambil alih merryl lynch 2008 terus 
kenal class action lawsuit of $2.43 billion.

Walaupun CEOnya BOA bilang dia dipaksa oleh otoritas keuangan dan FED, tetapi 
rakyat pemegang saham nuntut pake class action.

 

Jadi ente jangan sembarangan bilang ibu rini akan paksa pertamina ambil PGN!!!!

 

Silahkan2 saja kalau ente yg konglomerat yg dapet duit dari engkongmu dikasih 
ke ibu rini.

Tapi yg jelas Indonesia gak akan punya duit segini banyak buat talang2an ala 
negara ente.

 

Jonathan: ini memang menimbulkan pertanyaan besar, Pertamina itu khan 
perusahaan tertutup yg jerohannya hanya diketahui pemiliknya saja (pemerintah 
dan pejabat2 terkait) sedang PGN itu perusahaan terbuka yg semua orang bisa 
lihat laporan keuangannya. Kenapa kok perusahaan tertutup yg mengakuisisi 
perusahaan terbuka, yg sudah terbuka dan baik dijadikan tertutup lagi.

 

Ajeg: Taruhlah akuisisi Pertamina terhadap PGN berjalan mulus, kira-kira 
seperti apa nasib anak-anak perusahaan BUMN-BUMN itu dalam holding migas?

Nesare: ini pertanyaan bagus. Disini letaknya jalannya holding companies ini 
harus dimonitor. Rakyat bisa monitor krn ini adalah perusahaan negara. Negara 
harus transparansi. Jangan seperti pertamina sekarang yg susah dibuka krn 
boroknya sudah parah. Disini peran DPR bisa bermain. Marilah Indonesia belajar 
berdemokrasi. Kasih kesempatan lah. Belum jalan sudah dibashing. Momen nya ada 
di jaman Jokowi ini walaupun tidak sempurna.

 

Jonathan: kelihatannya saat ini BUMN2 itu sudah merupakan konglomerasi 
sendiri2. akan perlu saling tukar anak2 perusahaan besar2an di sesuaikan dgn 
jenis2 BUMN itu

Nesare: gobloknya ampun2an bisa bilang “bumn bumn sudah mrpk konglomerasi.” Sok 
tahu amat! Ngerti aja belum teori dasarnya. Terus tahu juga enggak detail 
perusahaannya. Sok2an menggeneralisasi. Bumn adallah konglomerat. Ngaco aja. 
Asal cuap aja. Kaya’ gini klaim dirinya orang pinter?? Hehehehe.

Jonathan: Sebenarnya kalau PGN yg mengakuisisi Petragas itu cukup masuk akal, 
para BUMN itu disesuaikan dgn bidangnya minyak sendiri, gas sendiri, dll, 
selain itu dari segi tranparansi PGN yg tbk itu by law harus menyajikan laporan 
keuangannya ke public jadinya Petragas akan ikut transparant. 

 

Nesare: Sok tahu banget! Gak ngerti bisnis mau ngasih masukan seperti ini?

Mana ada teori bisnis yang mengharuskan pertamina gak boleh akuisisi PGN?

Mana ada teori bisnis yang bilang PGN masuk akal akuisisi petragas?

 

Alasan yang dipakai: transparansi dan yang satu private dan yang lain public.

 

Ini kan ngaco gak keruan2.

 

Koq orang mau merger acquisition pakai transparansi dan private vs. public.

 

Diseluruh dunia: transparansi itu adalah hasil dari suatu regulasi. Regulator 
yg menentukan bagaimana transparansi harus dilakukan. Di usa ada misalnya ada 
Sarbanes oxley yang mengatur bagaimana financial numbers harus dipresentasikan. 
Perusahaan punya data financial sendiri utk analisa internal tetapi ini tidak 
boleh dipergunakan utk file income tax misalnya krn tidak sesuai dgn peraturan 
Sarbanes oxley.

 

Diseluruh dunia gak ada peraturan yg mengatakan private company boleh atau 
tidak boleh merger/acquire public company.

Gak ada!!!!!

Memangnya ada? Luar biasa kalau ada. Mungkin di korea utara, cuba, Venezuela, 
mars atau pluto kali ya? Hehehehe

 

Sudah diskusi segini lama, masih gak ngerti pendapat ane. Gimana bisa diskusi 
sama orang2 seperti ente yg mottonya: “pokoke Jokowi goblok”.

 

Yang paling parah adalah: ente itu sepertinya lebih mengetahui perusahaan2 itu 
semua (pertamina, PGN, petragas) sehingga begitu yakinnya seolah2 konsultan 
bisnis ala KKR yang bikin M&A terbesar dalam dunia dan takeover termahal 
didunia pada tahun 1988.

 

Ane jadi geli lihat tingkah laku ente ini seolah2 mengerti merger acquisition 
yang begitu kompleks dalam dunia bisnis keuangan. Segmen bisnis ini adalah 
segmen yg sangat eksklusif dalam dunia keuangan dunia dan orang2 yg kerja 
didunia ini adalah orang2 yg pintar yg kebanyakan lulusan sekolah2 bisnis 
terkenal dunia berkecimpung didunia ini. dunianya begitu kompleks shg proses 
pengambilan keputusan utk ketok palu mengatakan go or not go suatu M&A itu 
sangat luar biasa analisanya terutama financial numbersnya. Ini baru numbers 
nya, belum lagi aspek non bisnis seperti politik, nasionalisme dll termasuk 
aspek kwalitatif. Ini kan sudah pernah didiskusikan dimana ane dari dulu sdh 
tahu dan bilang ente itu gak ngerti bisnis. Gimana ente mau ngomong feasibility 
study sedangkan ente gak tahu apa itu feasibility study. Hanya pernah lihat 
feasibility study lalu ente klaim ngerti. Aduhhhhh ini ane ketawain….tahu 
ndak??!!11

 

Ente sama sekali gak ngerti dunia ini. teori dasar M&A saja ente gak ngerti. 
Orang gila yang berani bilang perusahaan yg boleh M&A itu adalah perusahaan 
bagus dan perusahaan bagus yg harus akuisisi perusahaan jelek. INI NGACO!!!!

 

Pertanyaan ente di thread lain seperti system apa yg membuat transparan itu 
mengunjukkan ente itu bukan orang bisnis. Hanya sok tahu lalu pakai logika 
bikin statement. Nah disinilah perannya ane utk menelanjangi ente yg sebetulnya 
sudah telanjang. hehehehe

 

Jonathan: pertamina itu dimiliki negara, bagaimana kok bisa jadi private?

Nesare: Nah ini gobloknya diperlihatkan.

Jelas sekali kan ente gak ngerti arti perusahaan private itu apa!!!!!

Google sana artinya private company, public company itu apa dulu akh………………..

 

Minta ampun. Goblok dipertontonkan!!!!

Lihat dari sini sebetulnya jonathan ini sudah mengaku private = non government 
tetapi dia ngeyel, malu salah, terus baca2 digoogle terus bilang private itu 
kontrasnya adalah government, bukan private vs. public. Artinya private tidak 
sama dengan non government lagi dan ngeyelnya sampai sekarang!!! Apa tidak 
memalukan? Sudah mengaku terus mengingkari?

 

Jonathan: ok.... private company itu non-governmental company. "pertamina itu 
dimiliki negara, bagaimana kok bisa jadi private?"

Jonathan: memangnya sejak kapan Pertamina itu private?

 

Nesare: Lihat pertama mengaku private = non government terus nanya pertamina = 
private? Disini kan jelas sekali dia gak ngerti arti private itu diukur dari 
kepemilikan. Saya jelaskan panjang lebar, eh dia bilang muter2. Lucunya dia yg 
nulis begini dgn ngasih referensi UU no. 19 tahun 2003: BUMN PT terbagi dua, 
yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup.

 

Saya kasih jawaban telaknya: Sejak dulu kala! Sejak diambil alih oleh 
pemerintah Indonesia!

Ketika saya nulis begini, dia gak ngerti. Kelihatan sekali diotaknya enggak 
ngerti arti private itu adalah kepemilikan dan pertamina itu sudah sejak dulu 
private bukan public company.

 

Lalu dia menekankan lagi menerima bahwa private itu = non government tetapi 
salah mengartikan “yg belum go public”, dengan menulis begini:

Jonathan: saya rasa anda hanya belagak pilon atau belagu, ok saya turutin saja. 
perusahaan swasta itu perusahaan milik swasta (bukan perusahaan milik negara) 
yang belum/tidak go public. 

 

Nesare: salah! Private atau public companies itu diukur oleh pemegang saham 
bukan dimiliki oleh pemerintah atau bukan pemerintah!

 

Hehehehe. Ane mau lihat sampai dimana ilmunya ente itu. Dikit2 aja kita 
bukanya. Biar kelihatan gobloknya dimana.

 

Nah disini terus dia jawab: private vs. government! Dia ngeyel dan berubah lagi 
yg tadinya dia bilang private = non government!

Jonathan: anda itu mau main apa sih? belagu keminter atau apa? kata perusahaan 
swasta itu sebagai lawan kata dari perusahaan negara sedang perusahaan public 
atau terbuka itu sahamnya sudah ditawarkan ke public/umum 

 

Seterusnya diskusinya ditambahi oleh si ajeg ngomongin ttg pertamina, PGN dan 
petragas. Saya gak mau posting disini krn saya enggak keinginan ajeg dan 
jonathan yg maunya begini dan begitu: seharusnya pertamina gak akuisisi PGN; 
seharusnya PGN akuisisi petragas dll itu menjadi lucu. Jelas sekali mereka ini 
bukan orang bisnis. Gak ngerti bisnis sekali! Sudah saya jawab telak: gak ada 
teori akuisisi itu harus begini dan begitu kaya’ matematika solusinya. Gak ada! 
Siapa yg mau merger silahkan. Siapa mau akuisisi silahkan. Hasilnya akan sukses 
atau berantakan gak ada yg tahu! Ketahuannya kalau sudah terjadi.

 

Setelah dia tahu dia salah, dia lari ke hokum dagang Indonesia. Sampai sekarang 
dia masih gak ngerti bahwa BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup itu sudah 
menjawab salahnya dia bahwa pemerintah = swasta.

 

Jonathan: BUMN PT tertutup artinya apa? Kan BUMN yg private?!!! Contohnya apa?

Nesare: Contohnya BUMN PT tertutup adalah: BUMN yg kepemilikannya belum 
diperdagangkan dibursa.  Ini contoh2 BUMN private: PT. sarina, PT. pertamina, 
PT. pelni, PT. KAI, PT. sucofindo, PT. surveyor Indonesia, PT. pegadaian dan 
BUMN/persero BUMN/persero yang sudah IPO/go public alias saham2nya sudah 
diperdagangkan di bursa.

Ini contoh2 BUMN terbuka: PT. timah, PT. bank mandiri, PT. adhi karya, 
PT.telkom, PT. BNI, PT. BRI, PT. BTN, PT. pembangunan perumahan dan 
BUMN/persero BUMN/persero yg belum IPO alias saham2nya diperdagangkan dibursa.

 

PT. Pertamina itu adalah BUMN yang kepemilikannya seluruhnya ditangan 
pemerintah Indonesia. Ini artinya private company. Pertamina bukan public 
company karena kepemilikannya tidak diperdagangkan dibursa. Ini artinya 
pertamina = BUMN tertutup alias BUMN private.

 

Ayo sekarang ente berkomentar begini: Ingatan anda benar2 parah banget, sudah 
periksa neurologist belum? Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu balik 
ke Sekolah Dasar belajar PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab.

 

Sejak awal diskusi BUMN sudah jelas yg dibicarakan Pertamina yg BUMN tertutup 
akan mengakuisisi PGN yg BUMN terbuka. Memang contoh apalagi yg diperlukan?

 

Hehehehe sekarang sudah terima ya pertamina = BUMN tertutup = BUMN private ya?

 

Dan mau lari lagi? Mau lari ke masalah pertamina akuisisi PGN?

What’s your point if you have one?

 

Nesare

 

 

 

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, September 28, 2016 12:27 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)

 

 

 

Ingatan anda benar2 parah banget, sudah periksa neurologist belum? Selain ke 
neurologist kelihatannya anda perlu balik ke Sekolah Dasar belajar PKK biar 
tahu bagaimana berbicara yang beradab.

 

Sejak awal diskusi BUMN sudah jelas yg dibicarakan Pertamina yg BUMN tertutup 
akan mengakuisisi PGN yg BUMN terbuka. Memang contoh apalagi yg diperlukan?

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :





Jonathan: BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup

Nesare: Apa BUMN tertutup itu? Contohnya apa?

Kan ente maunya pendek2?!! Hehehehe.



Kirim email ke