Loh memangnya salah PT. Pertamina adalah BUMN swasta? Kan ini yang ente salah sampai ane goblok2in?
Ente kan sok tahu kasih referensi segitu banyak ttg private sampai ke UU no. 19 tahun 2003 yang semuanya benar tapi tidak mendukung pendapat ente bahwa: BUMN itu tidak ada yang swasta! Kan ini tulisan ente sebagian saja yg ane kutip: 1. menarik juga melihat anda berkilah ha ha ha, coba anda berikan referensi kalau perusahaan negara itu sama dengan perusahaan swasta. 2. anda ngomong sedemikian panjang lebar hanya utk menjelaskan hal simple dan sederhana saja, baik perusahaan swasta ataupun perusahaan negara bisa go public. kayak gini ya semua orang tahulah. tetapi tetap saja tidak bisa sebuah perusahaan negara disebut swasta atau private. 3. Omongan anda khan terlihat gombalnya dan arahnya terlihat supaya orang beranggapan Pertamina itu private yg dikelola menurut udel pemiliknya gitu. Aneh aja yg namanya perusahaan negara itu ya milik negara, atau lebih tepatnya milik rakyat yg dikelola pemerintah. Dalam perusahaan negara karena itu pada dasarnya milik rakyat harus ada bentuk pentanggung jawabannya, setidaknya didepan wakil rakyat didepan DPR. Ngaco kan? Ketiga tulisannya di 3 email bilang BUMN tidak bisa swasta/private. Sedangkan referensi yang sok sok an ente pakai UU no. 19 tahun 2003 itu ditulis pakai bold lagi: BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup, jelas mengartikan Pertamina yang adalah BUMN adalah swasta/private. Ente berpendapat perusahaan negara ya milik negara. Lucunya negara disamakan dengan rakyat. Sedangkan ada rakyat yang non pemerintah yang dapat memiliki saham BUMN dari pasar modal misalnya PT PGN Tbk dimana pemerintah Indonesia sebagai majority shareholder dan rakyat non pemerintah dan asing yang juga memiliki sahamnya. Lupa nih yeah dari awal diskusi ane sudah bilang akan ane buka pelan2 kesalahan ente. Kalau dikasih jawabannya langsung kan gak seru dan gak kelihatan sifat asli ente yg ngeyel, congkak, suka goblok2in orang lain, suka bilang orang syaraf dll. Sekarang sudah terbukti belum ada BUMN yang swasta/private? Dari pertama ane sudah tahu ente itu gak ngerti ketika ente mengkontraskan private vs. pemerintah yang seharusnya private vs. public. Jelas sekali ente bukan orang bisnis! Kalaupun ente pernah belajar ilmu bisnis pasti belajarnya di community college atau dari paman google. Kalau ente belajar nya dari state college/univ. itu artinya ente lulus pas2an. Setelah “kegilaan”nya ente masalah BUMN swasta ini sudah terbongkar, silahkan kalau mau diteruskan kemasalah lain: Ini ane tantang ente tapi gak berani ente jawab: What is your point pertamina = BUMN tertutup mengakuisisi PGN = BUMN terbuka? Tak telanjangi terusssss…… Gak ngerti bisnis mau sok2an ngomong bisnis. Orang yg belajar bisnis saja belum tentu bisa mengerti masalah merger acquisition. Ente yg goblok begini mau congkak. Ketemu ane, kena batunya ente!!!!! Batu kecongkakan ente bakalan ane pecahkan! Apalagi kalau sudah bashing NKRI! I promise you that! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, September 28, 2016 5:56 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Upaya anda yg sedemikian gigih panjang lebar dgn meng-goblok2an orang itu cuman mau ngomong "PT. Pertamina adalah BUMN swasta!" kasihan banget! menunjukkan sifat narsis bukan alang kepalang. Tidak mengherankan anda me-muja2 Donald Trump. Kalau mau ngomong yg benar dalam bahasa Indonesia "PT Pertamina adalah BUMN tertutup" demikian juga untuk mengatakan "PT PGN Tbk adalah BUMN terbuka". ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Jonathan: bukannya sejak awal posisi saya private atau swasta itu non goverment, kok dibilang sudah mengaku tapi ngeyel malu salah? Nesare: hehehehehe baca juga nih yeah. Kepancing juga nih yeah!!!! Yang ane goblok2in ente salah itu adalah ente bilang: private vs. government itu! Masih gak tahu ‘kan???!!! Government atau non government bisa jadi private company sepanjang kepemilikannya belum dijual belikan dibursa!!!!! Goblok! Ini UU nya: BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. BUMN PT tertutup itu misalnya pertamina artinya pertamina ini adalah tertutup/private krn kepemilikannya tidak diperdagangkan di bursa! Ini yang ada diotak ente bahwa: gak ada BUMN yg swasta/private karena diotak ente yang ada adalah: private vs. swasta/private! Masih belum mengerti ya. Ini matematikanya: BUMN = pertamina = PT = private= swasta! Jadi bacanya: PT. Pertamina adalah BUMN swasta! Ini berlaku dimana2 diseluruh dunia bisnis termasuk Indonesia! Hehehehehe Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, September 28, 2016 5:05 PM To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) ????????????? bukannya sejak awal posisi saya private atau swasta itu non goverment, kok dibilang sudah mengaku tapi ngeyel malu salah? ha ha ha ha anda benar2 bikin saya ngakak, gabung dah sama Warkop DKI Reborn. Nesare: Lihat dari sini sebetulnya jonathan ini sudah mengaku private = non government tetapi dia ngeyel, malu salah, terus baca2 digoogle terus bilang private itu kontrasnya adalah government, bukan private vs. public. Artinya private tidak sama dengan non government lagi dan ngeyelnya sampai sekarang!!! Apa tidak memalukan? Sudah mengaku terus mengingkari? ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Oh mau lari lagi ya? What is your point pertamina = BUMN tertutup mengakuisisi PGN = BUMN terbuka? Yang ane salahkan adalah ente bilang private = swasta itu adalah non government! Terus ente kan tanya ane terus apa private itu. Lalu kasih referensi arti private dst….sampai tetap mengklaim private = non government! Sekarang mau lari ke pertamina mengakuisisi PGN? Hehehehe Gak apa2 mau bikin babak baru lagi. Silahkan. What’s your point if you have one? *************************************** Ini runtutan diskusi ini, mari kita simak rame2. Koq berani2nya nulis begini: “Ingatan anda benar2 parah banget, sudah periksa neurologist belum? Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu balik ke Sekolah Dasar belajar PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab”. Jonathan: saya lihatnya kok lebih mirip akuisisi (paksa) seperti misalnya Pertamina mengakuisisi PGN, jadinya Pertamina Holding dengan PGN jadi anak perusahaan. Cuman nanti gimana dgn saham2 PGN yg dimiliki umum atawa swasta? apakah pemerintah akan membelinya? dgn harga berapa? apa harga sahamnya dibikin ancur duluan baru kemudian dibeli? Nesare: Akuisisi paksa? Istilah apa lagi ini? Gak pernah ane denger akuisisi paksa ini. Jonathan: ya jelas paksa lha wong nggak bisa nolak, PGN ini sih kelihatannya sehat2 saja no problema malah pertamina yg dilanda kerugian. Nesare: Dipaksa? Dipaksa siapa? Yang memaksa siapa? Jonathan: Ala belagak pilon main kata2, nanti tanya apa ditodong bedil? Nesare: kan ente mau bilang Jokowi yang paksa supaya pertamina akuisisi PGN. Kan ini yg ente mau katakan???????? Jawabannya hanya 1: goblok saja pernyataan dan pertanyaan ini!!! Kenapa goblok? Karena gak ngerti bisnis dan pakai logika umum. Sudah ane tulis sebelumnya. Sudah ane kasih contoh Technips tempat kerja arcandra dulu yang perusahaannya babak belur rugi gak keruan2 mencoba merger dengan CGG (dulu namanya CGG Veritas) yang juga babak belur akibat harga minyak jatuh 2012. Jadi kedua perusahaan ini financially kacau. Tetapi merger nya gak jadi. Kenapa gagal? Karena kedua perusahaan punya masalah sendiri. kelihatannya pemerintah perancis yg menginginkan merger ini. kenapa? Karena kedua perusahaan minyak itu adalah flagship perancis dalam minyak di dunia. Ada nasionalisme disini yg mau ditolong. Persis kasusnya dengan bank of America disuruh ambil alih/acquire countrywide dan merryll lynch dst….dst….. Itu ceritera bisnisnya yang ente jelas gak ngerti. Jelas gak ngerti makanya masih nanya2 dan bikin statement seperti PAKSA dll. Ini jawaban telaknya: pertamina itu adalah private company dan pemegang sahamnya 100% dimiliki oleh pemerintah. PGN itu perusahaan public bukan perusahaan swasta jadi pemegang sahamnya adalah rakyat banyak. Kalau mau merger atau acquisition perusahaan public harus ada ijin dari rakyat. Gak bisa seeank udelnya. Pemerintah bisa menyuruh pertamina krn pemerintah adalah whole shareholder tetapi gak bisa paksa paksa PGN yg adalah perusahaan public. Dalam perusahaan public ada board of director yang mewakili suara2 shareholders. Jonathan: saham pemerintah di PGN itu 50%+ bagaimana public bisa menolak? setidaknya bisa terbaca dari harga saham PGN yg melorot terus. 1 Agt Rp 3.430,- dan tiap hari turun terus sekarang ini 16 Agt (waktu Pacific) Rp 2.950,- Nesare: Rakyat bisa menjawab dengan lantang:"saya tidak mau jual saham saya"!!!! Kalau rakyatnya bisu, mereka bisa mengisi proxy form bilang gak setuju menjual baik saham maupun voting rights. Jonathan: menurut ibu Rini memang begitu kok, diadakan RUPS Luar Biasa menentukan berapa harga sahamnya kemudian ditetapkan melalui PP. Saham public cuman 43% sedang saham pemerintah sekitar 57%. Suara pemerintah yg 57% itu khan jelas satu mewakilin suaranya ibu Rini atawa pak Jokowi sedang public yg 43% itu jelas bervariasi karena banyak orang. Hasil komposisi seperti ini hasil RUPSLB itu tinggal ketok palu. Nesare: Busett…..koq sudah tahu ibu rini akan mengadakan RUPS ketok palu beli saham PGN. Ente ini sudah gila atau memang bener2 gila? Holding, gimana tata kerja dll saja belum terjadi, koq bisa2nya ibu rini akan ketok palu gelontorkan duit. Emangnya duit ini lagi2 duit engkongmu yg dikasih ke ibu rini mu ya?!! Hahahaha Ini bantahan ilmiahnya: bank of America dulu ambil alih merryl lynch 2008 terus kenal class action lawsuit of $2.43 billion. Walaupun CEOnya BOA bilang dia dipaksa oleh otoritas keuangan dan FED, tetapi rakyat pemegang saham nuntut pake class action. Jadi ente jangan sembarangan bilang ibu rini akan paksa pertamina ambil PGN!!!! Silahkan2 saja kalau ente yg konglomerat yg dapet duit dari engkongmu dikasih ke ibu rini. Tapi yg jelas Indonesia gak akan punya duit segini banyak buat talang2an ala negara ente. Jonathan: ini memang menimbulkan pertanyaan besar, Pertamina itu khan perusahaan tertutup yg jerohannya hanya diketahui pemiliknya saja (pemerintah dan pejabat2 terkait) sedang PGN itu perusahaan terbuka yg semua orang bisa lihat laporan keuangannya. Kenapa kok perusahaan tertutup yg mengakuisisi perusahaan terbuka, yg sudah terbuka dan baik dijadikan tertutup lagi. Ajeg: Taruhlah akuisisi Pertamina terhadap PGN berjalan mulus, kira-kira seperti apa nasib anak-anak perusahaan BUMN-BUMN itu dalam holding migas? Nesare: ini pertanyaan bagus. Disini letaknya jalannya holding companies ini harus dimonitor. Rakyat bisa monitor krn ini adalah perusahaan negara. Negara harus transparansi. Jangan seperti pertamina sekarang yg susah dibuka krn boroknya sudah parah. Disini peran DPR bisa bermain. Marilah Indonesia belajar berdemokrasi. Kasih kesempatan lah. Belum jalan sudah dibashing. Momen nya ada di jaman Jokowi ini walaupun tidak sempurna. Jonathan: kelihatannya saat ini BUMN2 itu sudah merupakan konglomerasi sendiri2. akan perlu saling tukar anak2 perusahaan besar2an di sesuaikan dgn jenis2 BUMN itu Nesare: gobloknya ampun2an bisa bilang “bumn bumn sudah mrpk konglomerasi.” Sok tahu amat! Ngerti aja belum teori dasarnya. Terus tahu juga enggak detail perusahaannya. Sok2an menggeneralisasi. Bumn adallah konglomerat. Ngaco aja. Asal cuap aja. Kaya’ gini klaim dirinya orang pinter?? Hehehehe. Jonathan: Sebenarnya kalau PGN yg mengakuisisi Petragas itu cukup masuk akal, para BUMN itu disesuaikan dgn bidangnya minyak sendiri, gas sendiri, dll, selain itu dari segi tranparansi PGN yg tbk itu by law harus menyajikan laporan keuangannya ke public jadinya Petragas akan ikut transparant. Nesare: Sok tahu banget! Gak ngerti bisnis mau ngasih masukan seperti ini? Mana ada teori bisnis yang mengharuskan pertamina gak boleh akuisisi PGN? Mana ada teori bisnis yang bilang PGN masuk akal akuisisi petragas? Alasan yang dipakai: transparansi dan yang satu private dan yang lain public. Ini kan ngaco gak keruan2. Koq orang mau merger acquisition pakai transparansi dan private vs. public. Diseluruh dunia: transparansi itu adalah hasil dari suatu regulasi. Regulator yg menentukan bagaimana transparansi harus dilakukan. Di usa ada misalnya ada Sarbanes oxley yang mengatur bagaimana financial numbers harus dipresentasikan. Perusahaan punya data financial sendiri utk analisa internal tetapi ini tidak boleh dipergunakan utk file income tax misalnya krn tidak sesuai dgn peraturan Sarbanes oxley. Diseluruh dunia gak ada peraturan yg mengatakan private company boleh atau tidak boleh merger/acquire public company. Gak ada!!!!! Memangnya ada? Luar biasa kalau ada. Mungkin di korea utara, cuba, Venezuela, mars atau pluto kali ya? Hehehehe Sudah diskusi segini lama, masih gak ngerti pendapat ane. Gimana bisa diskusi sama orang2 seperti ente yg mottonya: “pokoke Jokowi goblok”. Yang paling parah adalah: ente itu sepertinya lebih mengetahui perusahaan2 itu semua (pertamina, PGN, petragas) sehingga begitu yakinnya seolah2 konsultan bisnis ala KKR yang bikin M&A terbesar dalam dunia dan takeover termahal didunia pada tahun 1988. Ane jadi geli lihat tingkah laku ente ini seolah2 mengerti merger acquisition yang begitu kompleks dalam dunia bisnis keuangan. Segmen bisnis ini adalah segmen yg sangat eksklusif dalam dunia keuangan dunia dan orang2 yg kerja didunia ini adalah orang2 yg pintar yg kebanyakan lulusan sekolah2 bisnis terkenal dunia berkecimpung didunia ini. dunianya begitu kompleks shg proses pengambilan keputusan utk ketok palu mengatakan go or not go suatu M&A itu sangat luar biasa analisanya terutama financial numbersnya. Ini baru numbers nya, belum lagi aspek non bisnis seperti politik, nasionalisme dll termasuk aspek kwalitatif. Ini kan sudah pernah didiskusikan dimana ane dari dulu sdh tahu dan bilang ente itu gak ngerti bisnis. Gimana ente mau ngomong feasibility study sedangkan ente gak tahu apa itu feasibility study. Hanya pernah lihat feasibility study lalu ente klaim ngerti. Aduhhhhh ini ane ketawain….tahu ndak??!!11 Ente sama sekali gak ngerti dunia ini. teori dasar M&A saja ente gak ngerti. Orang gila yang berani bilang perusahaan yg boleh M&A itu adalah perusahaan bagus dan perusahaan bagus yg harus akuisisi perusahaan jelek. INI NGACO!!!! Pertanyaan ente di thread lain seperti system apa yg membuat transparan itu mengunjukkan ente itu bukan orang bisnis. Hanya sok tahu lalu pakai logika bikin statement. Nah disinilah perannya ane utk menelanjangi ente yg sebetulnya sudah telanjang. hehehehe Jonathan: pertamina itu dimiliki negara, bagaimana kok bisa jadi private? Nesare: Nah ini gobloknya diperlihatkan. Jelas sekali kan ente gak ngerti arti perusahaan private itu apa!!!!! Google sana artinya private company, public company itu apa dulu akh……………….. Minta ampun. Goblok dipertontonkan!!!! Lihat dari sini sebetulnya jonathan ini sudah mengaku private = non government tetapi dia ngeyel, malu salah, terus baca2 digoogle terus bilang private itu kontrasnya adalah government, bukan private vs. public. Artinya private tidak sama dengan non government lagi dan ngeyelnya sampai sekarang!!! Apa tidak memalukan? Sudah mengaku terus mengingkari? Jonathan: ok.... private company itu non-governmental company. "pertamina itu dimiliki negara, bagaimana kok bisa jadi private?" Jonathan: memangnya sejak kapan Pertamina itu private? Nesare: Lihat pertama mengaku private = non government terus nanya pertamina = private? Disini kan jelas sekali dia gak ngerti arti private itu diukur dari kepemilikan. Saya jelaskan panjang lebar, eh dia bilang muter2. Lucunya dia yg nulis begini dgn ngasih referensi UU no. 19 tahun 2003: BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. Saya kasih jawaban telaknya: Sejak dulu kala! Sejak diambil alih oleh pemerintah Indonesia! Ketika saya nulis begini, dia gak ngerti. Kelihatan sekali diotaknya enggak ngerti arti private itu adalah kepemilikan dan pertamina itu sudah sejak dulu private bukan public company. Lalu dia menekankan lagi menerima bahwa private itu = non government tetapi salah mengartikan “yg belum go public”, dengan menulis begini: Jonathan: saya rasa anda hanya belagak pilon atau belagu, ok saya turutin saja. perusahaan swasta itu perusahaan milik swasta (bukan perusahaan milik negara) yang belum/tidak go public. Nesare: salah! Private atau public companies itu diukur oleh pemegang saham bukan dimiliki oleh pemerintah atau bukan pemerintah! Hehehehe. Ane mau lihat sampai dimana ilmunya ente itu. Dikit2 aja kita bukanya. Biar kelihatan gobloknya dimana. Nah disini terus dia jawab: private vs. government! Dia ngeyel dan berubah lagi yg tadinya dia bilang private = non government! Jonathan: anda itu mau main apa sih? belagu keminter atau apa? kata perusahaan swasta itu sebagai lawan kata dari perusahaan negara sedang perusahaan public atau terbuka itu sahamnya sudah ditawarkan ke public/umum Seterusnya diskusinya ditambahi oleh si ajeg ngomongin ttg pertamina, PGN dan petragas. Saya gak mau posting disini krn saya enggak keinginan ajeg dan jonathan yg maunya begini dan begitu: seharusnya pertamina gak akuisisi PGN; seharusnya PGN akuisisi petragas dll itu menjadi lucu. Jelas sekali mereka ini bukan orang bisnis. Gak ngerti bisnis sekali! Sudah saya jawab telak: gak ada teori akuisisi itu harus begini dan begitu kaya’ matematika solusinya. Gak ada! Siapa yg mau merger silahkan. Siapa mau akuisisi silahkan. Hasilnya akan sukses atau berantakan gak ada yg tahu! Ketahuannya kalau sudah terjadi. Setelah dia tahu dia salah, dia lari ke hokum dagang Indonesia. Sampai sekarang dia masih gak ngerti bahwa BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup itu sudah menjawab salahnya dia bahwa pemerintah = swasta. Jonathan: BUMN PT tertutup artinya apa? Kan BUMN yg private?!!! Contohnya apa? Nesare: Contohnya BUMN PT tertutup adalah: BUMN yg kepemilikannya belum diperdagangkan dibursa. Ini contoh2 BUMN private: PT. sarina, PT. pertamina, PT. pelni, PT. KAI, PT. sucofindo, PT. surveyor Indonesia, PT. pegadaian dan BUMN/persero BUMN/persero yang sudah IPO/go public alias saham2nya sudah diperdagangkan di bursa. Ini contoh2 BUMN terbuka: PT. timah, PT. bank mandiri, PT. adhi karya, PT.telkom, PT. BNI, PT. BRI, PT. BTN, PT. pembangunan perumahan dan BUMN/persero BUMN/persero yg belum IPO alias saham2nya diperdagangkan dibursa. PT. Pertamina itu adalah BUMN yang kepemilikannya seluruhnya ditangan pemerintah Indonesia. Ini artinya private company. Pertamina bukan public company karena kepemilikannya tidak diperdagangkan dibursa. Ini artinya pertamina = BUMN tertutup alias BUMN private. Ayo sekarang ente berkomentar begini: Ingatan anda benar2 parah banget, sudah periksa neurologist belum? Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu balik ke Sekolah Dasar belajar PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab. Sejak awal diskusi BUMN sudah jelas yg dibicarakan Pertamina yg BUMN tertutup akan mengakuisisi PGN yg BUMN terbuka. Memang contoh apalagi yg diperlukan? Hehehehe sekarang sudah terima ya pertamina = BUMN tertutup = BUMN private ya? Dan mau lari lagi? Mau lari ke masalah pertamina akuisisi PGN? What’s your point if you have one? Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, September 28, 2016 12:27 PM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Ingatan anda benar2 parah banget, sudah periksa neurologist belum? Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu balik ke Sekolah Dasar belajar PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab. Sejak awal diskusi BUMN sudah jelas yg dibicarakan Pertamina yg BUMN tertutup akan mengakuisisi PGN yg BUMN terbuka. Memang contoh apalagi yg diperlukan? ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Jonathan: BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup Nesare: Apa BUMN tertutup itu? Contohnya apa? Kan ente maunya pendek2?!! Hehehehe.
