????????????? bukannya sejak awal posisi saya private atau swasta itu non 
goverment, kok dibilang sudah mengaku tapi ngeyel malu salah?ha ha ha ha anda 
benar2 bikin saya ngakak, gabung dah sama Warkop DKI Reborn.
Nesare:Lihat dari sini sebetulnya jonathan ini sudah mengaku private = non 
government tetapi dia ngeyel, malu salah, terus baca2 digoogle terus bilang 
private itu kontrasnya adalah government, bukan private vs. public. Artinya 
private tidak sama dengan non government lagi dan ngeyelnya sampai sekarang!!! 
Apa tidak memalukan? Sudah mengaku terus mengingkari?

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Oh mau lari lagi ya?What is your point pertamina = BUMN tertutup mengakuisisi 
PGN = BUMN terbuka? Yang ane salahkan adalah ente bilang private = swasta itu 
adalah non government!Terus ente kan tanya ane terus apa private itu. Lalu 
kasih referensi arti private dst….sampai tetap mengklaim private = non 
government! Sekarang mau lari ke pertamina mengakuisisi PGN? HeheheheGak apa2 
mau bikin babak baru lagi. Silahkan. What’s your point if you have one? 
*************************************** Ini runtutan diskusi ini, mari kita 
simak rame2. Koq berani2nya nulis begini: “Ingatan anda benar2 parah banget, 
sudah periksa neurologist belum? Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu 
balik ke Sekolah Dasar belajar PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab”. 
Jonathan: saya lihatnya kok lebih mirip akuisisi (paksa) seperti misalnya 
Pertamina mengakuisisi PGN, jadinya Pertamina Holding dengan PGN jadi anak 
perusahaan. Cuman nanti gimana dgn saham2 PGN yg dimiliki umum atawa swasta? 
apakah pemerintah akan membelinya? dgn harga berapa? apa harga sahamnya dibikin 
ancur duluan baru kemudian dibeli?Nesare: Akuisisi paksa? Istilah apa lagi ini? 
Gak pernah ane denger akuisisi paksa ini. Jonathan: ya jelas paksa lha wong 
nggak bisa nolak, PGN ini sih kelihatannya sehat2 saja no problema malah 
pertamina yg dilanda kerugian.Nesare: Dipaksa? Dipaksa siapa? Yang memaksa 
siapa?Jonathan: Ala belagak pilon main kata2, nanti tanya apa ditodong 
bedil?Nesare: kan ente mau bilang Jokowi yang paksa supaya pertamina akuisisi 
PGN. Kan ini yg ente mau katakan????????Jawabannya hanya 1: goblok saja 
pernyataan dan pertanyaan ini!!!Kenapa goblok? Karena gak ngerti bisnis dan 
pakai logika umum. Sudah ane tulis sebelumnya. Sudah ane kasih contoh Technips 
tempat kerja arcandra dulu yang perusahaannya babak belur rugi gak keruan2 
mencoba merger dengan CGG (dulu namanya CGG Veritas) yang juga babak belur 
akibat harga minyak jatuh 2012. Jadi kedua perusahaan ini financially kacau. 
Tetapi merger nya gak jadi. Kenapa gagal? Karena kedua perusahaan punya masalah 
sendiri. kelihatannya pemerintah perancis yg menginginkan merger ini. kenapa? 
Karena kedua perusahaan minyak itu adalah flagship perancis dalam minyak di 
dunia. Ada nasionalisme disini yg mau ditolong. Persis kasusnya dengan bank of 
America disuruh ambil alih/acquire countrywide dan merryll lynch dst….dst….. 
Itu ceritera bisnisnya yang ente jelas gak ngerti. Jelas gak ngerti makanya 
masih nanya2 dan bikin statement seperti PAKSA dll.Ini jawaban telaknya: 
pertamina itu adalah private company dan pemegang sahamnya 100% dimiliki oleh 
pemerintah. PGN itu perusahaan public bukan perusahaan swasta jadi pemegang 
sahamnya adalah rakyat banyak. Kalau mau merger atau acquisition perusahaan 
public harus ada ijin dari rakyat. Gak bisa seeank udelnya. Pemerintah bisa 
menyuruh pertamina krn pemerintah adalah whole shareholder tetapi gak bisa 
paksa paksa PGN yg adalah perusahaan public. Dalam perusahaan public ada board 
of director yang mewakili suara2 shareholders.Jonathan: saham pemerintah di PGN 
itu 50%+ bagaimana public bisa menolak?setidaknya bisa terbaca dari harga saham 
PGN yg melorot terus. 1 Agt Rp 3.430,- dan tiap hari turun terus sekarang ini 
16 Agt (waktu Pacific) Rp 2.950,- Nesare: Rakyat bisa menjawab dengan 
lantang:"saya tidak mau jual saham saya"!!!! Kalau rakyatnya bisu, mereka bisa 
mengisi proxy form bilang gak setuju menjual baik saham maupun voting rights.  
Jonathan: menurut ibu Rini memang begitu kok, diadakan RUPS Luar Biasa 
menentukan berapa harga sahamnya kemudian ditetapkan melalui PP. Saham public 
cuman 43% sedang saham pemerintah sekitar 57%. Suara pemerintah yg 57% itu khan 
jelas satu mewakilin suaranya ibu Rini atawa pak Jokowi sedang public yg 43% 
itu jelas bervariasi karena banyak orang. Hasil komposisi seperti ini hasil 
RUPSLB itu tinggal ketok palu.   Nesare: Busett…..koq sudah tahu ibu rini akan 
mengadakan RUPS ketok palu beli saham PGN.Ente ini sudah gila atau memang 
bener2 gila?Holding, gimana tata kerja dll saja belum terjadi, koq bisa2nya ibu 
rini akan ketok palu gelontorkan duit.Emangnya duit ini lagi2 duit engkongmu yg 
dikasih ke ibu rini mu ya?!! Hahahaha Ini bantahan ilmiahnya: bank of America 
dulu ambil alih merryl lynch 2008 terus kenal class action lawsuit of $2.43 
billion.Walaupun CEOnya BOA bilang dia dipaksa oleh otoritas keuangan dan FED, 
tetapi rakyat pemegang saham nuntut pake class action. Jadi ente jangan 
sembarangan bilang ibu rini akan paksa pertamina ambil PGN!!!! Silahkan2 saja 
kalau ente yg konglomerat yg dapet duit dari engkongmu dikasih ke ibu rini.Tapi 
yg jelas Indonesia gak akan punya duit segini banyak buat talang2an ala negara 
ente. Jonathan: ini memang menimbulkan pertanyaan besar, Pertamina itu khan 
perusahaan tertutup yg jerohannya hanya diketahui pemiliknya saja (pemerintah 
dan pejabat2 terkait) sedang PGN itu perusahaan terbuka yg semua orang bisa 
lihat laporan keuangannya. Kenapa kok perusahaan tertutup yg mengakuisisi 
perusahaan terbuka, yg sudah terbuka dan baik dijadikan tertutup lagi. Ajeg: 
Taruhlah akuisisi Pertamina terhadap PGN berjalan mulus, kira-kira seperti apa 
nasib anak-anak perusahaan BUMN-BUMN itu dalam holding migas?Nesare: ini 
pertanyaan bagus. Disini letaknya jalannya holding companies ini harus 
dimonitor. Rakyat bisa monitor krn ini adalah perusahaan negara. Negara harus 
transparansi. Jangan seperti pertamina sekarang yg susah dibuka krn boroknya 
sudah parah. Disini peran DPR bisa bermain. Marilah Indonesia belajar 
berdemokrasi. Kasih kesempatan lah. Belum jalan sudah dibashing. Momen nya ada 
di jaman Jokowi ini walaupun tidak sempurna. Jonathan: kelihatannya saat ini 
BUMN2 itu sudah merupakan konglomerasi sendiri2. akan perlu saling tukar anak2 
perusahaan besar2an di sesuaikan dgn jenis2 BUMN ituNesare: gobloknya ampun2an 
bisa bilang “bumn bumn sudah mrpk konglomerasi.” Sok tahu amat! Ngerti aja 
belum teori dasarnya. Terus tahu juga enggak detail perusahaannya. Sok2an 
menggeneralisasi. Bumn adallah konglomerat. Ngaco aja. Asal cuap aja. Kaya’ 
gini klaim dirinya orang pinter?? Hehehehe.Jonathan: Sebenarnya kalau PGN yg 
mengakuisisi Petragas itu cukup masuk akal, para BUMN itu disesuaikan dgn 
bidangnya minyak sendiri, gas sendiri, dll, selain itu dari segi tranparansi 
PGN yg tbk itu by law harus menyajikan laporan keuangannya ke public jadinya 
Petragas akan ikut transparant.  Nesare: Sok tahu banget! Gak ngerti bisnis mau 
ngasih masukan seperti ini?Mana ada teori bisnis yang mengharuskan pertamina 
gak boleh akuisisi PGN?Mana ada teori bisnis yang bilang PGN masuk akal 
akuisisi petragas? Alasan yang dipakai: transparansi dan yang satu private dan 
yang lain public. Ini kan ngaco gak keruan2. Koq orang mau merger acquisition 
pakai transparansi dan private vs. public. Diseluruh dunia: transparansi itu 
adalah hasil dari suatu regulasi. Regulator yg menentukan bagaimana 
transparansi harus dilakukan. Di usa ada misalnya ada Sarbanes oxley yang 
mengatur bagaimana financial numbers harus dipresentasikan. Perusahaan punya 
data financial sendiri utk analisa internal tetapi ini tidak boleh dipergunakan 
utk file income tax misalnya krn tidak sesuai dgn peraturan Sarbanes oxley. 
Diseluruh dunia gak ada peraturan yg mengatakan private company boleh atau 
tidak boleh merger/acquire public company.Gak ada!!!!!Memangnya ada? Luar biasa 
kalau ada. Mungkin di korea utara, cuba, Venezuela, mars atau pluto kali ya? 
Hehehehe Sudah diskusi segini lama, masih gak ngerti pendapat ane. Gimana bisa 
diskusi sama orang2 seperti ente yg mottonya: “pokoke Jokowi goblok”. Yang 
paling parah adalah: ente itu sepertinya lebih mengetahui perusahaan2 itu semua 
(pertamina, PGN, petragas) sehingga begitu yakinnya seolah2 konsultan bisnis 
ala KKR yang bikin M&A terbesar dalam dunia dan takeover termahal didunia pada 
tahun 1988. Ane jadi geli lihat tingkah laku ente ini seolah2 mengerti merger 
acquisition yang begitu kompleks dalam dunia bisnis keuangan. Segmen bisnis ini 
adalah segmen yg sangat eksklusif dalam dunia keuangan dunia dan orang2 yg 
kerja didunia ini adalah orang2 yg pintar yg kebanyakan lulusan sekolah2 bisnis 
terkenal dunia berkecimpung didunia ini. dunianya begitu kompleks shg proses 
pengambilan keputusan utk ketok palu mengatakan go or not go suatu M&A itu 
sangat luar biasa analisanya terutama financial numbersnya. Ini baru numbers 
nya, belum lagi aspek non bisnis seperti politik, nasionalisme dll termasuk 
aspek kwalitatif. Ini kan sudah pernah didiskusikan dimana ane dari dulu sdh 
tahu dan bilang ente itu gak ngerti bisnis. Gimana ente mau ngomong feasibility 
study sedangkan ente gak tahu apa itu feasibility study. Hanya pernah lihat 
feasibility study lalu ente klaim ngerti. Aduhhhhh ini ane ketawain….tahu 
ndak??!!11 Ente sama sekali gak ngerti dunia ini. teori dasar M&A saja ente gak 
ngerti. Orang gila yang berani bilang perusahaan yg boleh M&A itu adalah 
perusahaan bagus dan perusahaan bagus yg harus akuisisi perusahaan jelek. INI 
NGACO!!!! Pertanyaan ente di thread lain seperti system apa yg membuat 
transparan itu mengunjukkan ente itu bukan orang bisnis. Hanya sok tahu lalu 
pakai logika bikin statement. Nah disinilah perannya ane utk menelanjangi ente 
yg sebetulnya sudah telanjang. hehehehe Jonathan: pertamina itu dimiliki 
negara, bagaimana kok bisa jadi private?Nesare: Nah ini gobloknya 
diperlihatkan.Jelas sekali kan ente gak ngerti arti perusahaan private itu 
apa!!!!!Google sana artinya private company, public company itu apa dulu 
akh……………….. Minta ampun. Goblok dipertontonkan!!!!Lihat dari sini sebetulnya 
jonathan ini sudah mengaku private = non government tetapi dia ngeyel, malu 
salah, terus baca2 digoogle terus bilang private itu kontrasnya adalah 
government, bukan private vs. public. Artinya private tidak sama dengan non 
government lagi dan ngeyelnya sampai sekarang!!! Apa tidak memalukan? Sudah 
mengaku terus mengingkari? Jonathan: ok.... private company itu 
non-governmental company. "pertamina itu dimiliki negara, bagaimana kok bisa 
jadi private?"Jonathan: memangnya sejak kapan Pertamina itu private? Nesare: 
Lihat pertama mengaku private = non government terus nanya pertamina = private? 
Disini kan jelas sekali dia gak ngerti arti private itu diukur dari 
kepemilikan. Saya jelaskan panjang lebar, eh dia bilang muter2. Lucunya dia yg 
nulis begini dgn ngasih referensi UU no. 19 tahun 2003: BUMN PT terbagi dua, 
yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. Saya kasih jawaban telaknya: Sejak 
dulu kala! Sejak diambil alih oleh pemerintah Indonesia!Ketika saya nulis 
begini, dia gak ngerti. Kelihatan sekali diotaknya enggak ngerti arti private 
itu adalah kepemilikan dan pertamina itu sudah sejak dulu private bukan public 
company. Lalu dia menekankan lagi menerima bahwa private itu = non government 
tetapi salah mengartikan “yg belum go public”, dengan menulis begini:Jonathan: 
saya rasa anda hanya belagak pilon atau belagu, ok saya turutin saja. 
perusahaan swasta itu perusahaan milik swasta (bukan perusahaan milik negara) 
yang belum/tidak go public.  Nesare: salah! Private atau public companies itu 
diukur oleh pemegang saham bukan dimiliki oleh pemerintah atau bukan 
pemerintah! Hehehehe. Ane mau lihat sampai dimana ilmunya ente itu. Dikit2 aja 
kita bukanya. Biar kelihatan gobloknya dimana. Nah disini terus dia jawab: 
private vs. government! Dia ngeyel dan berubah lagi yg tadinya dia bilang 
private = non government!Jonathan: anda itu mau main apa sih? belagu keminter 
atau apa? kata perusahaan swasta itu sebagai lawan kata dari perusahaan negara 
sedang perusahaan public atau terbuka itu sahamnya sudah ditawarkan ke 
public/umum  Seterusnya diskusinya ditambahi oleh si ajeg ngomongin ttg 
pertamina, PGN dan petragas. Saya gak mau posting disini krn saya enggak 
keinginan ajeg dan jonathan yg maunya begini dan begitu: seharusnya pertamina 
gak akuisisi PGN; seharusnya PGN akuisisi petragas dll itu menjadi lucu. Jelas 
sekali mereka ini bukan orang bisnis. Gak ngerti bisnis sekali! Sudah saya 
jawab telak: gak ada teori akuisisi itu harus begini dan begitu kaya’ 
matematika solusinya. Gak ada! Siapa yg mau merger silahkan. Siapa mau akuisisi 
silahkan. Hasilnya akan sukses atau berantakan gak ada yg tahu! Ketahuannya 
kalau sudah terjadi. Setelah dia tahu dia salah, dia lari ke hokum dagang 
Indonesia. Sampai sekarang dia masih gak ngerti bahwa BUMN PT terbuka dan BUMN 
PT tertutup itu sudah menjawab salahnya dia bahwa pemerintah = swasta. 
Jonathan: BUMN PT tertutup artinya apa? Kan BUMN yg private?!!! Contohnya 
apa?Nesare: Contohnya BUMN PT tertutup adalah: BUMN yg kepemilikannya belum 
diperdagangkan dibursa.  Ini contoh2 BUMN private: PT. sarina, PT. pertamina, 
PT. pelni, PT. KAI, PT. sucofindo, PT. surveyor Indonesia, PT. pegadaian dan 
BUMN/persero BUMN/persero yang sudah IPO/go public alias saham2nya sudah 
diperdagangkan di bursa.Ini contoh2 BUMN terbuka: PT. timah, PT. bank mandiri, 
PT. adhi karya, PT.telkom, PT. BNI, PT. BRI, PT. BTN, PT. pembangunan perumahan 
dan BUMN/persero BUMN/persero yg belum IPO alias saham2nya diperdagangkan 
dibursa. PT. Pertamina itu adalah BUMN yang kepemilikannya seluruhnya ditangan 
pemerintah Indonesia. Ini artinya private company. Pertamina bukan public 
company karena kepemilikannya tidak diperdagangkan dibursa. Ini artinya 
pertamina = BUMN tertutup alias BUMN private. Ayo sekarang ente berkomentar 
begini: Ingatan anda benar2 parah banget, sudah periksa neurologist belum? 
Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu balik ke Sekolah Dasar belajar 
PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab. Sejak awal diskusi BUMN sudah 
jelas yg dibicarakan Pertamina yg BUMN tertutup akan mengakuisisi PGN yg BUMN 
terbuka. Memang contoh apalagi yg diperlukan? Hehehehe sekarang sudah terima ya 
pertamina = BUMN tertutup = BUMN private ya? Dan mau lari lagi? Mau lari ke 
masalah pertamina akuisisi PGN?What’s your point if you have one? Nesare     
From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Wednesday, September 28, 2016 12:27 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)   Ingatan anda benar2 parah banget, sudah 
periksa neurologist belum? Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu balik 
ke Sekolah Dasar belajar PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab. Sejak 
awal diskusi BUMN sudah jelas yg dibicarakan Pertamina yg BUMN tertutup akan 
mengakuisisi PGN yg BUMN terbuka. Memang contoh apalagi yg diperlukan? ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :

Jonathan: BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT 
tertutupNesare: Apa BUMN tertutup itu? Contohnya apa?Kan ente maunya pendek2?!! 
Hehehehe. Goblok dipelihara! Eh malahan komentar one liner “ha ha ha anda 
benar2 harus periksa kedokter saraf”, tetapi argumennya gak ada!!!!! Nesare   
From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, September 27, 2016 7:20 PM
To: yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)  ha ha ha anda benar2 harus periksa 
kedokter saraf Nesare:Koq masih ngeyel dan gak ngerti BUMN terbuka itu adalah 
BUMN yg sudah go public dan BUMN tertutup itu adalah BUMN yg belum go public 
alias private alias swasta. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote 
:


Penjelasan panjang bukan muter2. Kalau ente berani bilang ane muter2, tunjukin 
dimana muter2. Yg terpenting tunjukin salahnya dimana.Kalau kesalahan ente 
sudah ane jelaskan dengan panjang lebar dari pengertian umum ilmu bisnis sampai 
dengan hokum dagang di Indonesia. Kesalahan ente hanya 1: mengkontraskan 
government vs private. Seharusnya private vs. public. Pemilik tidak menjadi 
persoalan diseluruh dunia dalam menentukan suatu perusahaan itu private/swasta 
atau public. Sudah ente tulis sendiri dan pake’ referensi segala bahwa: BUMN PT 
terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. Ini jelas tertera 
dalam UU no. 19 tahun 2003, Koq masih ngeyel dan gak ngerti BUMN terbuka itu 
adalah BUMN yg sudah go public dan BUMN tertutup itu adalah BUMN yg belum go 
public alias private alias swasta. Terus sudah ane kasih tahu BUMN BUMN apa 
saja yang termasuk BUMN terbuka dan BUMN tertutup. Mau apa lagi? Ini ‘kan 
pendapat ente yg ente tulis: tetapi tetap saja tidak bisa sebuah perusahaan 
negara disebut swasta atau private” dan minta contoh BUMN yg swasta. Kan sudah 
ane jawab dua duanya. Kalau bukan goblok apa namanya?  Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, September 27, 2016 12:51 PM
To: yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)  saya malas nanggapin omongan putar puter 
hal yg obvious kayak gini, ya terserah anda saja kalau anda menganggap 
perusahaan negara itu sama dengan swasta. Bagi saya hal ini jelas sekali 
perusahaan negara itu milik negara yg mengemban misi khusus dan harus 
dipertanggung jawabkan pada seluruh rakyat sesedikitnya melalui wakil2nya di 
DPR, sama sekali tidak bisa diperlalukan seenak udel seakan perusahaan swasta. 
satu hal yg anda ahli adalah memanipulasi, anda benar2 manipulator ulung, 
angkat topi utk ini. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :



Jonathan: private ownershipthe fact of being owned by a private individual or 
organization, rather than by the state or a public body  nesare: ya definisinya 
bener. Yg goblok adalah ente lihat state nya. Gak lihat non statenya! Nesare: 
Tempo hari ente udah kasih referensi dengan jelas di bold lagi: BUMN PT terbagi 
dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. Ente kan setuju ada BUMN 
terbuka dan BUMN tertutup. Ini kan sama artinya ada BUMN yg terbuka/public dan 
ada BUMN yg tertutup/private????????? Ini kan artinya mengkontraskan public vs. 
private dalam arti kepemilikan bukan mengkontraskan private dalam arti 
government vs. public dalam arti non government????!!!! "BUMN Indonesia diatur 
melalui Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. 
Menurut undang-undang ini, perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) 
dan perusahaan umum (Perum) adalah dua bentuk BUMN. BUMN PT terbagi dua, yakni 
BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. BUMN terbuka adalah BUMN yang sahamnya 
dijual di bursa efek atau sahamnya terbagi dalam penguasaan banyak orang 
(fragmented), sedangkan BUMN PT tertutup dan Perum adalah BUMN yang sahamnya 
terkonsentrasi pada tangan Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Negara Badan 
Usaha Milik Negara."

(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke