September 20, 2014
<https://polmas.wordpress.com/2014/09/20/visi-misi-dan-program-aksi-pemerintahan-joko-widodo-jusuf-kalla-2014-2019/>

https://polmas.wordpress.com/2014/09/20/visi-misi-dan-program-aksi-pemerintahan-joko-widodo-jusuf-kalla-2014-2019/

VISI, MISI DAN PROGRAM PEMERINTAHAN JOKOWI & JK 2014-2019

   - Leave a comment
   
<https://polmas.wordpress.com/2014/09/20/visi-misi-dan-program-aksi-pemerintahan-joko-widodo-jusuf-kalla-2014-2019/#respond>

VIS[image: jokowi-jk]
<https://polmas.files.wordpress.com/2014/09/jokowi-jk.png>I
“Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian
Berlandaskan Gotong Royong”

MISI
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah,
menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan
mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan
negara hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri
sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan
sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan
berbasiskan kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

PROGRAM NAWACITA

1. Kami akan menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa
dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
1.1. Politik luar negeri bebas-aktif.
1.2. Melindungi hak dan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri,
khususnya pekerja migran.
1.3. Kedaulatan maritim.
1.4. Meningkatkan anggaran pertahanan 1,5 persen dari GDP dalam 5 tahun
kedepan.
1.5. Mengembangkan industri pertahanan nasional.
1.6. Menjamin rasa aman warga negara dengan membangun Polri yang
profesional.

2. Kami akan membuat pemerintahan tidak absen dengan membangun tata kelola
pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
2.1. Memulihkan kepercayaan publik melalui reformasi sistem kepartaian,
pemilu dan lembaga perwakilan.
2.2. Meningkatkan peranan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan
pembangunan.
2.3. Memperkuat kantor kepresidenan untuk menjalankan tugas-tugas
kepresidenan secara lebih efektif.
2.4. Membangun transparansi tata kelola pemerintahan.
2.5. Menjalankan reformasi birokrasi.
2.6. Membuka partisipasi publik.

3. Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat
daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
3.1. Desentralisasi asimateris.
3.2. Pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa, kawasan timur
Indonesia dan kawasan perbatasan.
3.3. Penataan daerah otonom baru untuk kesejahteraan rakyat.
3.4. Implementasi Undang-Undang Desa.

4. Kami akan menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sIstem dan
penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
4.1. Membangun politik legislasi yang kuat : pemberantasan korupsi,
penegakan HAM, perlindungan lingkungan hidup dan reformasi lembaga penegak
hukum.
4.2. Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
4.3. Memberantas mafia peradilan.
4.4. Pemberantasan tindakan penebangan liar, perikanan liar dan penambangan
liar.
4.5. Perberantasan narkoba dan psikotropika.
4.6. Pemberantasan tindak kejahatan perbankan dan pencucian uang.
4.7. Menjamin kepastian hukum dan kepemilikan tanah.
4.8. Melindungi anak, perempuan dan kelompok masyarakat marjinal.
4.9. Menghormati HAM dan penyelesaian secara berkeadilan terhadap
kasus-kasus pelanggaran HAM pada masa lalu.
4.10. Membangun budaya hukum.

5. Kami akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
5.1. Program “Indonesia Pintar” melalui wajib belajar 12 tahun bebas
pungutan.
5.2. Program kartu “Indonesia Sehat” melalui layanan kesehatan masyarakat.
5.3. Program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” melalui reformasi
agraria 9 juta hektar untuk rakyat tani dan buruh tani, rumah susun
bersubsidi dan jaminan sosial.

6. Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar
internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama
bangsa-bangsa Asia lainnya.
6.1. Membangun infrastruktur jalan baru sepanjang sekurang-kurangnya 2.000
kilometer.
6.2. Membangun sekurang-kurangnya 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang
lama.
6.3. Membangun sekurang-kurangnya 10 bandara baru dan merenovasi yang lama.
6.4. Membangun sekurang-kurangnya 10 kawasan industri baru berikut
pengembangan untuk hunian buruhnya.
6.5. Membangun sekurang-kurangnya 5.000 pasar tradisional di seluruh
Indonesia dan memodernisasikan pasar tradisional yang telah ada.
6.6. Menciptakan layanan satu atap untuk investasi, efisiensi perijinan
bisnis menjadi maksimal 15 hari.
6.7. Membangun sejumlah Science and Tecnopark di kawasan politeknik dan
SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini.

7. Kami akan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan
sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
7.1. Membangun kedaulatan pangan.
7.2. Mewujudkan kedaulatan energi.
7.3. Mewujudkan kedaulatan keuangan.
7.4. Mendirikan Bank Petani/ Nelayan dan UMKM termasuk gudang dengan
fasilitas pengolahan paska panen ditiap sentra produksi tani/nelayan.
7.5. Mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem
inovasi nasional.

8. Kami akan melakukan revolusi karakter bangsa.
8.1. Membangun pendidikan kewarganegaraan.
8.2. Mengevaluasi model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional.
8.3. Jaminan hidup yang memadai bagi para guru terutama bagi guru yang
ditugaskan didaerah terpencil.
8.4. Memperbesar akses warga miskin untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
8.5. Memprioritaskan pembiayaan penelitian yang menunjang iptek.

9. Kami akan memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi social
Indonesia.
9.1. Memperkuat pendidikan Kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog
antar warga/
9.2. Restorasi sosial untuk mengembalikan ruh kerukunan antar warga.
9.3. Membangun kembali gotong-royong sebagai modal sosial melalui
rekonstruksi sosial.
9.4. Mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat
kebudayaan lokal.
9.5. Meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan
sebagai kekuatan budaya.

2016-09-29 8:29 GMT+02:00 ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Yang diminta itu visi-misi *pemerintahan Jokowi*. Bukannya jawab,
> situ malah lari kayak maling: "Visi misi itu bukan perorangan."
> Artinya, situ memfitnah seolah yang diminta itu visi-misi perorangan.
>
> Apa susahnya untuk jujur ngaku "nggak tau", sehingga orang akan
> memaklumi situ nggak tau visi-misi pemerintahan Jokowi.
> Masalahnya, situ lebih bangga dikenang sebagai maling bloon.
>
> Begitu bloonnya, situ nggak ragu untuk lari telanjang begini:
> "Dari mana ente tahu ane bilang BUMN itu swasta?"
>
> Memang sih, saya taunya cuma dari orang gila.
>
> Ini katanya:
>
> | BUMN = pertamina = PT = private= swasta!
> | Jadi bacanya: PT. Pertamina adalah BUMN swasta!
> |
> | Ini berlaku dimana2 diseluruh dunia bisnis termasuk Indonesia!
>
>
> --- nesare1@... wrote:
>
> Mau fitnah lagi ya?
>
> Dari mana ente tahu ane bilang BUMN itu swasta?
> Lalu dari mana ente tahu ane bilang pemerintah itu perorangan?
>
> Hehehehe aneh mau lihat mau lari kemana?
>
> Nesare
>
> *From:* ajeg
>
> Kemarin kaok-kaok BUMN itu swasta, sekarang ngigo
> pemerintah itu perorangan.
>
> Hm,
>
> --- nesare1@... wrote:
>
> Ajeg: ya coba tunjukin visi-misi* pemerintahan Jokowi*.
>
> Nesare: mau versi pendek. Jawabannya sudah ane tulis sebelumnya: visi
> misi itu institusi. Visi misi itu bukan perorangan. Dalam konteks negara
> dan di Indonesia visi misi NKRI ada di UUD 1945 dan pancasila. Kalau
> pribadi itu keinginan. Disini ente lagi ngomongin negara. Masa bodoh
> keinginan Jokowi apa, NKRI punya visi misi tujuan bersama sbg bangsa dan
> negara. Ini hasil perjuangan!
>
> Ini isinya:
> Proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia berarti mengumumkan kepada dunia
> dan  bangsa Indonesia telah menjadi Negara yang merdeka dan berdaulat..
> Tujuan nasional bangsa Indonesia dituangkan secara jelas dalam pembukaan
> UUD 1945. Tujuan nasional tersebut adalah : (1) Melindungi segenap bangsa
> Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (2) memajukan kesejahteraan
> umum (3) Mencerdaskan kehidupan bangsa (4) melaksanakan ketertiban dunia
> yang berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian abadi dan keadilan sosial.
>
> Selanjutnya bisa dijabarkan ke setiap aspek kehidupan dalam berbangsa dan
> bernegara, misalnya: pendidikan, kesehatan, politik luar negeri, agama,
> keamanan dll . Dalam hal pendidikan, NKRI punya Tujuan Pendidikan
> Nasional. Penjabaran tujuan nasional khususnya dalam bidang pendidikan
> nasional tertuang pada undang undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem
> Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Dalam Bab II tentang dasar, fungsi dan
> tujuan ditentukan sebagai berikut : Pasal 2 : Pendidikan nasional
> berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 Pasal 3 : Pendidikan
> nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
> peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
> bangsa  bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
> manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak
> mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga Negara
> yang demokratis serta bertanggung jawab. 3.
>
> Visi dan Misi Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian pada hakekatnya
> pendidikan adalah upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah dari
> suatu Negara. Tujuannya adalah menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan
> generasi  penerusnya selaku warga masyarakat bangsa dan Negara, agar
> berguna dan bermaknaserta mampu mengantisipasi masa depan mereka yang
> senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya,
> bangsa, Negara dan hubungan internasionalnya. Pendidikan tinggi tidak dapat
> mengabaikan realita kehidupan yang mengglobal yang digambarkan sebagai
> perubahan kehidupan yang penuh dengan paradoksal dan ketakterdugaan.
> Kemampuan warga Negara agar memiliki hidup yang berguna dan bermakna serta
> mampu mengantisipasi perkembangan, perubahan masa depannya, sangat memerluk 
> pembekalan
> ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) yang berlandaskan nilai nilai
> keagamaan dan nilai  nilai budaya bangsa. Nilai nilai dasar Negara tersebut
> akan menjadi  panduan dan mewarnai keyakinan serta pegangan hidup warga
> Negara dalam kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk
> menumbuhkan wawasan dan kesadaran berbangsa, sikap serta prilaku yang cinta
> tanah air, bersendikan kebudayaan bangsa perlu diberikan pengetahuan
> tentang pancasila kepada para mahasiswa calon ilmuan warga Republik
> Indonesia yang akan mengkaji dan menguasai iptek dan seni, menjadi tujuan
> utama pendidikan pancasila. Pendidikan iptek dan seni di perguruan tinggi
> Indonesia dirancang dalam kurikulum suatu bidang studi yang memuat suatu
> dasar keilmuan dan keterampilan, mata kuliah keahlian dan perilaku
> berkarya, sesuai dengan disiplin ilmu yang diasuh. Isi kurikulum seperti
> itu perlu dibekali dengan dasar dasar sikap, perilaku dan kepribadian
> peserta didik untuk menyempurnakan pengetahuan, keterampilan serta efek
> turutan dari iptek dan seni yang didapatnya. Pembekaln kepada peserta didik
> di Indonesia berkenaan dengan pemupukan nilai nilai, sikap, dan kepribadian
> seperti tersebut diatas, diandalkan pada pendidikan pancasila,  pendidikan
> agama, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan bahasa yang disebut
> kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MKPK) dalam komponen
> kurikulum  perguruan tinggi. Untuk menumbuhkan kesadaran, sikap, dan
> perilaku yang bersendikan nilai nilai  pancasila kepada setiap warga Negara
> Republik Indonesia yang menguasai iptek dan seni tersebut merupakan misi
> atau tanggung jawab Pendidikan Pancasila. Kualitas warga Negara tergantung
> terutama pada keyakinan dan pegangan hidup mereka dalam bermasyarakat,
>  berbangsa dan bernegara disamping pada tingkat serta mutu penguasaannya
> tentang iptek dan seni. Pancasila sebagai dasar Negara dan pegangan hidup
> warga Negara harus benar
> benar dapat dirasakan bahwa pancasila adalah yang paling sesuai dengan
> kehidupan kesehariannya…..dst….dst…..
>
> Yg ente katakan Jokowi tidak ada visi misi itu kan artinya ente sudah tahu
> visi misinya?
> Apa visi misi Jokowi?
> Apa visi misi NKRI?
>
> Kalau ente gak tahu ya gak usah dijawab!
>
> Nesare
>
> *From:* ajeg
>
> Nulis panjang dan muter-muter tapi OOT. Padahal kan situ
> tinggal fokus saja ke topik judul di atas. Baca isi beritanya supaya
> nggak muter-muter striptease nelanjangin diri sendiri begini.
>
> Atau, kalau betul situ serba ngerti tentang Jokowi (bukan sekedar
> demonstran bayaran) ya coba tunjukin visi-misi pemerintahan Jokowi.
>
> Dari stripteasemu di bawah mah keliatan situ bukan cuma nggak
> paham masalah, tapi juga nggak tau bahwa pemerintahan Jokowi punya
> visi-misi. Situ samasekali nggak tau (apalagi paham).
>
> Nah, supaya kau terlihat rada pinteran dikit, ikuti petunjuk ini:
> 1. Perlihatkan kau cukup berpendidikan untuk baca berita yang dibahas.
> 2. Perlihatkan kau tau pemerintahan Jokowi punya visi-misi.
> 3. Pamerkan kewarasan kau pada 2 hal di atas.
>
> Apa?
> Tetep mau kaok-kaok OOT nelanjangin diri sendiri?! Ngenyek diri sendiri?
>
> Lha monggo....
>
> Rapopo.
>
> --- nesare1@... wrote:
>
> Koq ngurusin ane baca artikelnya atau tidak!
> Ente ini mau ikut2an temen ente jonathan yg pake’ wangsit dewa dewi nebak2
> ente sudah baca artikel atau belum ya?
>
> Emangnya ente tahu bener isi perutnya Jokowi yg gila infrastruktur dan
> Emangnya ente tahu bener isi perutnya eko yg hanya ngurusin pemberdayaan
> masyarakat?
>
> Jangan sok tahu akh. Emangnya desa bisa diberdayakan tanpa infrastruktur
> yang baik?
>
> Satu masalah esensial di jawa itu kenapa harga komoditi pertanian rakyat
> sangat murah dilevel desa itu karena masalah transportasi.
> Ane sudah tahu, ada surveynya. Ane turun lapangan lihat keluhan para
> perusahaan angkutan yg setengah mati. Organdanya pemerintah gak jalan.
> Belum lama ini timbul tandingannya Aptrindo yg sedang naik daun utk
> membenahi masalah transportasi ini.
>
> Ente itu ngerti ndak masalah transportasi dan pemberdayaan desa itu dimana
> masalahnya?
> Masalahnya bejibun. Ada orangnya. Ada perangkat sistemnya. Ada masalah
> birokrasi. Ada masalah transportasi, korupsi, kepolisian, dll.
>
> Ane mencoba utk ngerem ente yg suka jadi provokator. Seakan2 jokowi itu
> against eko.
> Sebentar lagi kan ente akan bilang Jokowi yg gila infrastruktur itu juga
> against Jonan yg juga gila transportasi ya?
>
> Setelah ane damprat (dan memang ente itu salah. Gak ngerti istilah visi
> misi dll), baru mundur bilang “terserah”, lalu suruh ane yg cari visi misi
> pemerintahan Jokowi? Sedangkan sudah ane jawab Jokowi itu presiden NKRI. Yg
> punya visi misi itu adalah institusi bukan orangnya…..bukan presidennya.
> Yang bikin visi misi itu bukan 1 atau 2 orang. Itu adalah hasil godokan
> banyak orang yg sangat kental dengan yang namanya corporate culture dalam
> perusahaan.
>
> Ngaco aja. Jelas sekali ente gak ngerti arti visi misi dll, makanya
> semakin nulis semakin ngaco.
> Mau apa lagi? Pasti diam kan? Kalau gak diam, pasti ta’ ane telanjangi
> terus.
>
> Nesare
>
> *From:* ajeg
>
> Masih nggak mau baca beritanya?
>
> Ya sudah, terserah. Padahal, keinginan mendes soal pemberdayaan
> masyarakat itu jelas lebih sesuai dengan visi-misi pemerintah ketimbang
> prioritas Jokowi soal infrastruktur.
>
> Keliatan telak situ nggak tau masalah, nggak tau visi-misi pemerintah.
> Ngoceh panjang lebar begini cuma untuk pamer nggak tau bahwa setiap
> pemerintahan juga punya visi-misi.
>
> Sana, cari visi-misi pemerintahan Jokowi.
>
> --- nesare1@... wrote:
>
> Koq ane dituduh gak tahu masalah, pengetahuan cekak dan gak punya malu?
>
> Ane sudah kasih tahu argument nya bahwa yg ente tulis itu: “Presiden
> memprioritaskan pembangunan infrastruktur
> sedangkan mendes ingin pemberdayaan masyarakat.” Ini bukan misi dan visi.
> Ane belum kasih definisi nya visi dan misi. Emangnya ente perlu dan mau
> mengerti artinya visi misi strategi action plan dst……ini ada ilmunya loh.
> Banyak disiplin ilmu pengatahuan belajar ttg artinya istilah2 ini termasuk
> ilmu bisnis dan ekonomi.
>
> Ketika ente nulis itu kan jelas sekali ente gak ngerti arti istilah2 itu.
>
> Pointnya ente mau mengadu domba antara Jokowi dan Eko Putro Sandjojo.
> Makanya ane melabel ente sbg provokator.
>
> Kalau bukan provokator, silahkan didebat pendapat ane itu. Tunjukkan ente
> ngerti arti istilah2 itu. Ente gak berdebat dan gak berargumen sama sekali,
> hanya caci maki yang ente tulis: ngeyek lah, demonstran bayaran lah, gak
> punya malu lah, gak tahu masalah lah, pengetahuan cekak lah.
>
> Wong sudah ane sebut dengan jelas: visi dan misi NKRI itu ada dalam UUD
> 45. Yang lain2 GBHN, undang undang ini itu, peraturan pemerintah ini itu
> dll itu adalah penjabarannya. Kemauan seseorang gak bisa seenak udelnya
> disebut visi misi. NKRI itu bukan milik Jokowi dan atau eko putro sandjojo
> goblok!!!!
>
> Koq bisa2nya Jokowi dan eko putro sandjojo disebut punya misi visi seperti
> itu???!!!
> Emangnya ada blue print nya visi misi Jokowi dan eko putro sandjojo ini?
>
> Ngerti ndak visi misi strategi action plan dst dst itu biasanya
> diformalkan krn inilah blue print yg harus dilaksanakan oleh suatu
> institusi. Apalagi ngomongin suatu negara. Ente pernah tahu ndak visi misi
> suatu perusahaan yg sangat transparan dan bisa dilihat. Cek sana misi visi
> suatu institusi di google sana. Lihat artinya apa. Kalau strategy action
> plan dll itu resep institusi dan biasanya menjadi rahasia.
>
> Ente ini ngelindur atau gila? Sudah gak ngerti konsepnya eh ngebacot maki2
> orang lagi!!
>
> Nesare
>
> *From:* ajeg
>
> Semakin keliatan pengetahuanmu serba cekak, nggak tau masalah,
> dan nggak punya malu.
>
> Lihat, karena malas baca isi berita yang dilansir republika ini makanya
> situ ngelantur di luar topik dan cuma ribet sendiri soal istilah.
>
> Itu pun menunjukkan di situ nggak tau masalah, nggak tau bahwa
> pemerintahan Jokowi punya visi-misi. Walhasil, bukannya membela Jokowi,
> situ malah (lagi-lagi) ngenyek diri sendiri di muka umum.
>
> Mosok pembela Jokowi nggak tau visi-misi Jokowi. Memalukan.
> Nggak beda dengan demonstran bayaran.
>
> --- nesare1@... wrote:
>
> Ajeg: Kelihatannya masih ada perbedaan visi-misi.
>
> Nesare: jelas sekali ente gak ngerti arti visi misi itu! Sudah sangat
> jelas visi misi NKRI tertera didalam UUD 45.
>
> Ajeg: Presiden memprioritaskan pembangunan infrastruktur
> sedangkan mendes ingin pemberdayaan masyarakat.
>
> Nesare: ini namanya strategy, action plan dst yaitu: penjabaran yang lebih
> detail dari suatu visi dan misi. Penjabaran ini semakin kebawah dalam
> hirarki birokrasinya semakin mendetail.
>
> Yang harus dipersoalkan ketika suatu strategy, action plan dll apakah akan
> bisa feasible? Kalau feasible bagaimana cost and benefit nya. Ini ilmu
> bisnis.
>
> Kalau yg begini saja ente gak ngerti, artinya ente gak qualified utk
> mengkritik holding company BUMN nya Jokowi.
>
> Dasar provokator!!!!! Bisanya menyerang Jokowi saja!!!!!
>
> Nesare
>
>
> 
>

Kirim email ke