Nah, seperti ini yang saya maksud.
Dengan membaca isi dari judul berita di atas, bisa dilihatbahwa keinginan 
mendes untuk memberdayakan masyarakat 
di desa tertinggal lebih sesuai dengan visi-misi pemerintah ini 
ketimbang prioritas Jokowi soal pembangunan infrastruktur.
Jelas terlihat, visi-misi pemerintah kental dengan pembangunan 
manusia, dan bukan memprioritaskan pembangunan (dan penggusuran) 
prasarana fisik.
--- djiekh@... wrote:
  
Leave a comment VISI
“Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan 
Gotong Royong”MISI
 1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, 
menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan 
mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
 2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan 
negara hukum.
 3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai 
negara maritim.
 4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
 5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
 6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan 
berbasiskan kepentingan nasional.
 7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.PROGRAM 
NAWACITA1. Kami akan menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap 
bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
 1.1. Politik luar negeri bebas-aktif.
 1.2. Melindungi hak dan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri, 
khususnya pekerja migran.
 1.3. Kedaulatan maritim.
 1.4. Meningkatkan anggaran pertahanan 1,5 persen dari GDP dalam 5 tahun 
kedepan.
 1.5. Mengembangkan industri pertahanan nasional.
 1.6. Menjamin rasa aman warga negara dengan membangun Polri yang 
profesional.2. Kami akan membuat pemerintahan tidak absen dengan membangun tata 
kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
 2.1. Memulihkan kepercayaan publik melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu 
dan lembaga perwakilan.
 2.2. Meningkatkan peranan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan 
pembangunan.
 2.3. Memperkuat kantor kepresidenan untuk menjalankan tugas-tugas kepresidenan 
secara lebih efektif.
 2.4. Membangun transparansi tata kelola pemerintahan.
 2.5. Menjalankan reformasi birokrasi.
 2.6. Membuka partisipasi publik.3. Kami akan membangun Indonesia dari 
pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara 
kesatuan.
 3.1. Desentralisasi asimateris.
 3.2. Pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa, kawasan timur 
Indonesia dan kawasan perbatasan.
 3.3. Penataan daerah otonom baru untuk kesejahteraan rakyat.
 3.4. Implementasi Undang-Undang Desa.4. Kami akan menolak negara lemah dengan 
melakukan reformasi sIstem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat 
dan terpercaya.
 4.1. Membangun politik legislasi yang kuat : pemberantasan korupsi, penegakan 
HAM, perlindungan lingkungan hidup dan reformasi lembaga penegak hukum.
 4.2. Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 4.3. Memberantas mafia peradilan.
 4.4. Pemberantasan tindakan penebangan liar, perikanan liar dan penambangan 
liar.
 4.5. Perberantasan narkoba dan psikotropika.
 4.6. Pemberantasan tindak kejahatan perbankan dan pencucian uang.
 4.7. Menjamin kepastian hukum dan kepemilikan tanah.
 4.8. Melindungi anak, perempuan dan kelompok masyarakat marjinal.
 4.9. Menghormati HAM dan penyelesaian secara berkeadilan terhadap kasus-kasus 
pelanggaran HAM pada masa lalu.
 4.10. Membangun budaya hukum.5. Kami akan meningkatkan kualitas hidup manusia 
Indonesia.
 5.1. Program “Indonesia Pintar” melalui wajib belajar 12 tahun bebas pungutan.
 5.2. Program kartu “Indonesia Sehat” melalui layanan kesehatan masyarakat.
 5.3. Program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” melalui reformasi 
agraria 9 juta hektar untuk rakyat tani dan buruh tani, rumah susun bersubsidi 
dan jaminan sosial.6. Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya 
saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit 
bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
 6.1. Membangun infrastruktur jalan baru sepanjang sekurang-kurangnya 2.000 
kilometer.
 6.2. Membangun sekurang-kurangnya 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang lama.
 6.3. Membangun sekurang-kurangnya 10 bandara baru dan merenovasi yang lama.
 6.4. Membangun sekurang-kurangnya 10 kawasan industri baru berikut 
pengembangan untuk hunian buruhnya.
 6.5. Membangun sekurang-kurangnya 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia 
dan memodernisasikan pasar tradisional yang telah ada.
 6.6. Menciptakan layanan satu atap untuk investasi, efisiensi perijinan bisnis 
menjadi maksimal 15 hari.
 6.7. Membangun sejumlah Science and Tecnopark di kawasan politeknik dan 
SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini.7. Kami akan 
mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis 
ekonomi domestik.
 7.1. Membangun kedaulatan pangan.
 7.2. Mewujudkan kedaulatan energi.
 7.3. Mewujudkan kedaulatan keuangan.
 7.4. Mendirikan Bank Petani/ Nelayan dan UMKM termasuk gudang dengan fasilitas 
pengolahan paska panen ditiap sentra produksi tani/nelayan.
 7.5. Mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem 
inovasi nasional.8. Kami akan melakukan revolusi karakter bangsa.
 8.1. Membangun pendidikan kewarganegaraan.
 8.2. Mengevaluasi model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional.
 8.3. Jaminan hidup yang memadai bagi para guru terutama bagi guru yang 
ditugaskan didaerah terpencil.
 8.4. Memperbesar akses warga miskin untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
 8.5. Memprioritaskan pembiayaan penelitian yang menunjang iptek.9. Kami akan 
memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi social Indonesia.
 9.1. Memperkuat pendidikan Kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog 
antar warga/
 9.2. Restorasi sosial untuk mengembalikan ruh kerukunan antar warga.
 9.3. Membangun kembali gotong-royong sebagai modal sosial melalui rekonstruksi 
sosial.
 9.4. Mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat 
kebudayaan lokal.
 9.5. Meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai 
kekuatan budaya.
2016-09-29 8:29 GMT+02:00 ajeg :Yang diminta itu visi-misi pemerintahan Jokowi. 
Bukannya jawab, 
situ malah lari kayak maling: "Visi misi itu bukan perorangan."Artinya, situ 
memfitnah seolah yang diminta itu visi-misi perorangan.


(...)

   

Kirim email ke