Emangnya ente gak mau bashing Jokowi pake’ mengadu domba antara Jokowi vs. eko. 
Kan ini tujuan ente? Moso’ ente berbaik hati hanya mau mengkontraskan ide kedua 
orang ini?

 

Terus ente masuk ke pemerintah vs perseorangan dengan menyalahkan ane yg 
ngomong visi misi itu konteksnya adalah institusi bukan perseorangan! Memangnya 
yg ane tulis itu salah??!!!

 

Ane gak kerajinan cari cari visi misi suatu rejim. 

Oh ngomong2 ente tahu ndak visi misi suatu rejim itu bisa berubah?

Ane lebih suka pake’ konstitusi suatu negara karena gak bisa berubah. Kalau 
berubah artinya negaranya berubah. Kalau rejimnya berubah bisa bikin visi misi 
yg baru.

 

Sampai disini ente sudah ngerti belum arti visi misi strategi action plan itu? 
Kalau gak ngerti, gimana ente mau ngomongin istilah2 itu? Orang belajar 1 mata 
kuliah utk mengetahu ini loh bagi orang sekolahan. Kalau ente gak pernah 
belajar disekolahan, ente kan dengan jelas mengabaikan arti dasarnya dan 
menggunakannya utk bashing Jokowi. Ini yg ane tertawakan!!!!!

 

Nah setelah dikasih visi misi pemerintahnya Jokowi ya jelaskan gimana bisa 
bilang Jokowi prioritas infrastruktur itu salah dan eko lebih benar!

Nanti ane kasih komentarnya yg sudah pasti berkaitan dengan arti dasar dari 
visi misi strategy dan action plan itu.

 

Kita lihat bersama. Jangan lari!

Jangan hanya bisa melabel ane lari dari pemerintah ke perorangan saja yg ane 
sudah tahu tapi ente yg gak ngerti arti dasar dari istilah2 yg ente pake itu!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 29, 2016 4:25 AM
To: [email protected]; kh djie <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] 63 Persen Desa di Indonesia Masuk Kategori Tertinggal

 

  

Nah, seperti ini yang saya maksud.





Dengan membaca isi dari judul berita di atas, bisa dilihat

bahwa keinginan mendes untuk memberdayakan masyarakat 



di desa tertinggal lebih sesuai dengan visi-misi pemerintah ini 



ketimbang prioritas Jokowi soal pembangunan infrastruktur.





Jelas terlihat, visi-misi pemerintah kental dengan pembangunan 



manusia, dan bukan memprioritaskan pembangunan (dan penggusuran) 



prasarana fisik.

 

--- djiekh@... wrote:

 

  <https://polmas.files.wordpress.com/2014/09/cropped-indonesia-bendera-1.jpg> 

 

 
<https://polmas.wordpress.com/2014/09/20/visi-misi-dan-program-aksi-pemerintahan-joko-widodo-jusuf-kalla-2014-2019/#respond>
 Leave a comment

VIS <https://polmas.files.wordpress.com/2014/09/jokowi-jk.png> I
“Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan 
Gotong Royong”

MISI
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang 
kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan mencerminkan 
kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan 
negara hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai 
negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan 
berbasiskan kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

PROGRAM NAWACITA

1. Kami akan menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan 
memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
1.1. Politik luar negeri bebas-aktif.
1.2. Melindungi hak dan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri, 
khususnya pekerja migran.
1.3. Kedaulatan maritim.
1.4. Meningkatkan anggaran pertahanan 1,5 persen dari GDP dalam 5 tahun kedepan.
1.5. Mengembangkan industri pertahanan nasional.
1.6. Menjamin rasa aman warga negara dengan membangun Polri yang profesional.

2. Kami akan membuat pemerintahan tidak absen dengan membangun tata kelola 
pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
2.1. Memulihkan kepercayaan publik melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu 
dan lembaga perwakilan.
2.2. Meningkatkan peranan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan 
pembangunan.
2.3. Memperkuat kantor kepresidenan untuk menjalankan tugas-tugas kepresidenan 
secara lebih efektif.
2.4. Membangun transparansi tata kelola pemerintahan.
2.5. Menjalankan reformasi birokrasi.
2.6. Membuka partisipasi publik.

3. Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah 
dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
3.1. Desentralisasi asimateris.
3.2. Pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa, kawasan timur 
Indonesia dan kawasan perbatasan.
3.3. Penataan daerah otonom baru untuk kesejahteraan rakyat.
3.4. Implementasi Undang-Undang Desa.

4. Kami akan menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sIstem dan 
penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
4.1. Membangun politik legislasi yang kuat : pemberantasan korupsi, penegakan 
HAM, perlindungan lingkungan hidup dan reformasi lembaga penegak hukum.
4.2. Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
4.3. Memberantas mafia peradilan.
4.4. Pemberantasan tindakan penebangan liar, perikanan liar dan penambangan 
liar.
4.5. Perberantasan narkoba dan psikotropika.
4.6. Pemberantasan tindak kejahatan perbankan dan pencucian uang.
4.7. Menjamin kepastian hukum dan kepemilikan tanah.
4.8. Melindungi anak, perempuan dan kelompok masyarakat marjinal.
4.9. Menghormati HAM dan penyelesaian secara berkeadilan terhadap kasus-kasus 
pelanggaran HAM pada masa lalu.
4.10. Membangun budaya hukum.

5. Kami akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
5.1. Program “Indonesia Pintar” melalui wajib belajar 12 tahun bebas pungutan.
5.2. Program kartu “Indonesia Sehat” melalui layanan kesehatan masyarakat.
5.3. Program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” melalui reformasi 
agraria 9 juta hektar untuk rakyat tani dan buruh tani, rumah susun bersubsidi 
dan jaminan sosial.

6. Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar 
internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama 
bangsa-bangsa Asia lainnya.
6.1. Membangun infrastruktur jalan baru sepanjang sekurang-kurangnya 2.000 
kilometer.
6.2. Membangun sekurang-kurangnya 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang lama.
6.3. Membangun sekurang-kurangnya 10 bandara baru dan merenovasi yang lama.
6.4. Membangun sekurang-kurangnya 10 kawasan industri baru berikut pengembangan 
untuk hunian buruhnya.
6.5. Membangun sekurang-kurangnya 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia 
dan memodernisasikan pasar tradisional yang telah ada.
6.6. Menciptakan layanan satu atap untuk investasi, efisiensi perijinan bisnis 
menjadi maksimal 15 hari.
6.7. Membangun sejumlah Science and Tecnopark di kawasan politeknik dan SMK-SMK 
dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini.

7. Kami akan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor 
strategis ekonomi domestik.
7.1. Membangun kedaulatan pangan.
7.2. Mewujudkan kedaulatan energi.
7.3. Mewujudkan kedaulatan keuangan.
7.4. Mendirikan Bank Petani/ Nelayan dan UMKM termasuk gudang dengan fasilitas 
pengolahan paska panen ditiap sentra produksi tani/nelayan.
7.5. Mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi 
nasional.

8. Kami akan melakukan revolusi karakter bangsa.
8.1. Membangun pendidikan kewarganegaraan.
8.2. Mengevaluasi model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional.
8.3. Jaminan hidup yang memadai bagi para guru terutama bagi guru yang 
ditugaskan didaerah terpencil.
8.4. Memperbesar akses warga miskin untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
8.5. Memprioritaskan pembiayaan penelitian yang menunjang iptek.

9. Kami akan memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi social 
Indonesia.
9.1. Memperkuat pendidikan Kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antar 
warga/
9.2. Restorasi sosial untuk mengembalikan ruh kerukunan antar warga.
9.3. Membangun kembali gotong-royong sebagai modal sosial melalui rekonstruksi 
sosial.
9.4. Mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat 
kebudayaan lokal.
9.5. Meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai 
kekuatan budaya.

 

2016-09-29 8:29 GMT+02:00 ajeg :

Yang diminta itu visi-misi pemerintahan Jokowi. Bukannya jawab, 



situ malah lari kayak maling: "Visi misi itu bukan perorangan."

Artinya, situ memfitnah seolah yang diminta itu visi-misi perorangan.



 

 

(...)

 

 



Kirim email ke