Dalam ujung terachir tahun 50han saya manggang disuatu P Gula di daerah
Madiun, lalu bekerja di P Gula di daerah Kediri....kedua P Gula di banungun
dalam tahu 190.., pabrok2 gula yang direncanakan dibongkar secara bertahap
umumnya juga dibangun dalam tahun2 itu.- jadi lebih dari 100 thun,
....mesin2 adalah mesin uap, demikian juga juga lain2nya benar2 kuno. Jaman
pendudukan Jepang beberapa p gula dibongkar dan semua mesin2 diangkut ke
Japang sebagai besi tua untuk industri militer Jepang.
Sewaktu tiba disini, S L achir tahun 70 han, saya meninjau suatu pabrik
gula "milik negara"dengan melengkapan mesin Skoda, wah betapa bedanya dgn
yg ada di Indonesia , betul2 "cantik "  mesin2 /perlengkapkan Skoda yang
relativ  "modern".....
cumanya sewaktu saya meninjau itu, buruh P Gula sedang mogok....hingga hari
ini tak pernah berproduksi - selama hampir 40 tahun- dua tiga kali
pemerintah men"swatakan" tetapi Serikat buruhnya berhasil mnggagalkan dan
para buruh  tetap trima gajih walaupun mogok........???? Lin

2016-10-22 9:09 GMT+05:30 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> Pada Sabtu, 22 Oktober 2016 3:47, "'Sunny' [email protected]
> [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
>
>
>
> res : *Dalam  ekonomi jilid-jilitan ke berapa disebut penutupan pabrik
> gula? hehehehehe*
>
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/22/070842726/
> penutupan.pabrik.gula.akan.dilakukan.secara.bertahap
>
> Penutupan Pabrik Gula Akan *Dilakukan Secara Bertahap*
> Sabtu, 22 Oktober 2016 | 07:08 WIB
>
> [image: alt]KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Direktur Utama PTPN XI, Dolly P
> Pulungan (memegang mic), Saat Berdialog Dengan Petani Tebu di City Forest,
> Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (21/10/2016).
> *JEMBER, KOMPAS.com* - Direktur Utama PTPN XI, Dolly P Pulungan,
> mengatakan bahwa penutupan sembilan pabrik gula (PG) di Jawa Timur akan
> dilakukan secara bertahap.
> Sembilan pabrik yang akan ditutup di antaranya PG Rejosari, Kanigoro, dan
> Purwodadi di Madiun, lalu PG Toelangan dan PG Watoetoelis di Sidoarjo,
> kemudian PG Meritjan di Kediri, dan tiga PG di Situbondo, yakni PG Pandji,
> PG Olean, dan PG Wringinanom.
> “Jadi tidak benar jika penutupan itu dilakukan sekaligus, tetap akan
> dilakukan secara bertahap,” ungkap Dolly, Jumat (21/10/2016), di Jember,
> Jawa Timur.
> Menurut Dolly, pabrik yang akan ditutup tersebut rata-rata berusia di atas
> 100 tahun.
> “Jadi rata-rata sudah tua-tua usianya, tetapi penutupannnya bisa tiga
> tahun, atau bahkan empat tahun lagi, sambil lalu kita lakukan studi,” tegas
> dia.
> Pabrik gula yang ditutup, lanjut Dolly, tidak akan dibiarkan begitu saja,
> namun akan diubah fungsinya.
> “Misalnya di Kabupaten Situbondo, kan ada tiga pabrik gula yang akan
> ditutup. Jadi satu pabrik kami ubah jadi pabrik pupuk dan dua (lainnya)
> kami jadikan pabrik *maintenance*. Kalau kami punya pusat perbengkelan,
> kan tidak perlu kerjasama dengan rekanan, karena kami punya pabriknya
> sendiri,” tegasnya.
> Dengan perubahan fungsi pabrik gula tersebut, diharapkan tidak akan
> berdampak terhadap rasionalisasi besar-besaran terhadap karyawan.
> “Kan tetap dikaryakan atau digandeng untuk menjalin kemitraan dengan kami.
> Kalau yang waktunya pensiun, ya tetap pensiun, jadi alamiah saja,”
> ungkapnya.
> Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN akan menutup
> sejumlah pabrik gula di Jawa Timur. Alasannya, dalam rangka *re-grouping*
> BUMN serta meningkatkan efisiensi. Pabrik gula yang ditutup adalah yang
> berada di bawah pengelolaan PTPN IX, X, XI, dan PT Rajawali Nusantara
> Indonesia (RNI).
> *(Baca juga: Di Depan Dirut PTPN XI, Petani Tebu Ungkap Curhat soal
> Penutupan Pabrik Gula)*
> *+++++*
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/07/26/154845526/
> pemerintah.dorong.revitalisasi.pabrik.gula.dan.perluasan.lahan.tebu?utm_
> source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd
> Pemerintah Dorong Revitalisasi Pabrik Gula dan Perluasan Lahan Tebu
> Selasa, 26 Juli 2016 | 15:48 WIB
>
>
> *JAKARTA, KOMPAS.com* — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan,
> ada dua upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk menurunkan harga gula
> pasir yang saat ini menembus Rp 16.000 per kilogram (kg).
> Pertama, upaya intensifikasi, yaitu dengan memperbaiki bibit tebu melalui
> sistem bongkar *ratoon*.
> Sementara itu, upaya kedua berupa ekstensifikasi lahan dan revitalisasi
> pabrik gula.
> Amran mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan 380.000 hektar lahan untuk
> ditanami tanaman tebu.
> Perluasan ini dilakukan untuk menggerakkan 13 pabrik gula yang saat ini
> terbilang masih *idle capacity*.
> "Investasinya, untuk *on farm* dan *off farm* satu pabrik Rp 5 triliun.
> Itu untuk satu pabrik dengan kapasitas 10.000 TCD (*ton cane per day*),"
> kata Amran seusai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator
> Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
> Amran mengatakan, peningkatan produksi gula akan dikerjakan oleh
> perusahaan-perusahaan pelat merah.
> Sayangnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, yang
> juga hadir dalam rapat, enggan menemui wartawan, dan memilih meninggalkan
> Kantor Kemenko Perekonomian lewat pintu belakang.
> "Kalau bergerak cepat, pabrik-pabrik ini bisa beroperasi, dan 3-5 tahun
> sudah bisa menghasilkan gula," ujar Amran.
> Sementara itu, harga gula pasir yang masih tinggi di pasaran juga menjadi
> perhatian Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.
> Darmin mengharapkan harga gula pasir pada akhir tahun bisa di level Rp
> 12.500 per kg.
> Penulis : Estu Suryowati
> Editor : M Fajar Marta
>
> +++++++
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/18/194507826/
> Bangun.Pabrik.Gula.Pemodal.Asing.Wajib.Libatkan.Petani.Lokal.
>
> Bangun Pabrik Gula, Pemodal Asing Wajib Libatkan Petani Lokal
> Senin, 18 Januari 2016 | 19:45 WIB
>
>
> *JAKARTA, KOMPAS.com –* Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
> Franky Sibarani mengatakan, pemerintah telah mengambil kesepakatan di
> tingkat menteri koordinasi untuk membuka kesempatan bagi investasi asing
> masih di bidang pertanian. Salah satunya adalah usaha industri pengolahan
> hasil perkebunan di bawah kapasitas tertentu sesuai dengan peraturan
> perundang-undangan, antara lain industri gula pasir, dan pucuk tebu.
>
> Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39/2014 tentang Daftar Bidang Usaha
> yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang
> Penanaman Modal, saat ini bidang usaha industri gula pasir (gula kristal
> putih, gula kristal rafinasi, dan gula kristal mentah), terbuka untuk asing
> maksimal 95 persen.
>
> Dalam beleid tersebut juga disebutkan, pendirian pabrik gula pasir baru
> maupun perluasan wajib membangun terlebih dahulu perkebunan tebu milik
> sendiri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Industri
> gula, kalau mengikuti ketentuan sekarang kan 95 persen boleh PMA. Itu nanti
> kita akan buka 100 persen, dengan ketentuan harus bermitra. Harus melakukan
> kemitraan di lahan, di perkebunannya, ya dengan petani,” kata Franky, di
> Jakarta, Senin (18/1/2016).
>
> Franky menambahkan, nantinya investor asing wajib menggandeng petani
> plasma dalam penanaman modal di usaha tersebut. Kira-kira porsinya antara
> 20 persen hingga 30 persen. “Untuk kebunnya (20-30 persen) dari plasma.
> Tapi bukan kepemilikannya,” sambung Franky.
>
> Selain industri gula, pemerintah juga mempertimbangkan kesempatan bagi
> investor asing untuk menanamkan modal di industri karet. Menteri
> Perindustrian Saleh Husin mengatakan, di bidang perindustrian pemerintah
> memutuskan tiga bidang usaha masih tertutup untuk asing, yakni industri
> berbahan kimia, industri senjata kimia, dan industri minuman mengandung
> alkohol.
> Penulis : Estu Suryowati
> Editor : Josephus Primus
>
>
> 
>

Kirim email ke