Bung Lin, Dulu saya pernah kerja praktek di pabrik gula Tasikmadu, milik NV Mangkunegoro. Mangkunegoro punya 2 pabrik gula Tasikmadu dan Colomadu. Mesinnya besar2, mesin uap, terpelihara baik. Masa campagne, giling tebu hanya 3 bulan. Selebihnya 9 bulan dipakai untuk revisi dan reparatie mesin2. Waktu itu hampir semua yan tanggung jawab pengentalan air tebu untuk dibiarkan mengkristal adalah Tionghoa2 totok dari daerah Rembang Blora. Ada satu penduduk Tasikmadu setelah bertahun tahun dididik, bisa, dan boleh kerja sendiri. Mereka pakai sapi lidi, untuk lihat apa kentalnya sudah cukup. Kerja praktek tahun berikutnya di pabrik kertas Padalarang. Salam, KH
2016-10-22 10:18 GMT+02:00 Hsin Hui Lin [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Dalam ujung terachir tahun 50han saya manggang disuatu P Gula di daerah > Madiun, lalu bekerja di P Gula di daerah Kediri....kedua P Gula di banungun > dalam tahu 190.., pabrok2 gula yang direncanakan dibongkar secara bertahap > umumnya juga dibangun dalam tahun2 itu.- jadi lebih dari 100 thun, > ....mesin2 adalah mesin uap, demikian juga juga lain2nya benar2 kuno. Jaman > pendudukan Jepang beberapa p gula dibongkar dan semua mesin2 diangkut ke > Japang sebagai besi tua untuk industri militer Jepang. > Sewaktu tiba disini, S L achir tahun 70 han, saya meninjau suatu pabrik > gula "milik negara"dengan melengkapan mesin Skoda, wah betapa bedanya dgn > yg ada di Indonesia , betul2 "cantik " mesin2 /perlengkapkan Skoda yang > relativ "modern"..... > cumanya sewaktu saya meninjau itu, buruh P Gula sedang mogok....hingga > hari ini tak pernah berproduksi - selama hampir 40 tahun- dua tiga kali > pemerintah men"swatakan" tetapi Serikat buruhnya berhasil mnggagalkan dan > para buruh tetap trima gajih walaupun mogok........???? Lin > > 2016-10-22 9:09 GMT+05:30 Chalik Hamid [email protected] > [GELORA45] <[email protected]>: > >> >> >> >> >> Pada Sabtu, 22 Oktober 2016 3:47, "'Sunny' [email protected] >> [nasional-list]" <[email protected]> menulis: >> >> >> >> res : *Dalam ekonomi jilid-jilitan ke berapa disebut penutupan pabrik >> gula? hehehehehe* >> >> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/22/070842726/p >> enutupan.pabrik.gula.akan.dilakukan.secara.bertahap >> >> Penutupan Pabrik Gula Akan *Dilakukan Secara Bertahap* >> Sabtu, 22 Oktober 2016 | 07:08 WIB >> >> [image: alt]KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Direktur Utama PTPN XI, Dolly P >> Pulungan (memegang mic), Saat Berdialog Dengan Petani Tebu di City Forest, >> Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (21/10/2016). >> *JEMBER, KOMPAS.com* - Direktur Utama PTPN XI, Dolly P Pulungan, >> mengatakan bahwa penutupan sembilan pabrik gula (PG) di Jawa Timur akan >> dilakukan secara bertahap. >> Sembilan pabrik yang akan ditutup di antaranya PG Rejosari, Kanigoro, dan >> Purwodadi di Madiun, lalu PG Toelangan dan PG Watoetoelis di Sidoarjo, >> kemudian PG Meritjan di Kediri, dan tiga PG di Situbondo, yakni PG Pandji, >> PG Olean, dan PG Wringinanom. >> “Jadi tidak benar jika penutupan itu dilakukan sekaligus, tetap akan >> dilakukan secara bertahap,” ungkap Dolly, Jumat (21/10/2016), di Jember, >> Jawa Timur. >> Menurut Dolly, pabrik yang akan ditutup tersebut rata-rata berusia di >> atas 100 tahun. >> “Jadi rata-rata sudah tua-tua usianya, tetapi penutupannnya bisa tiga >> tahun, atau bahkan empat tahun lagi, sambil lalu kita lakukan studi,” tegas >> dia. >> Pabrik gula yang ditutup, lanjut Dolly, tidak akan dibiarkan begitu saja, >> namun akan diubah fungsinya. >> “Misalnya di Kabupaten Situbondo, kan ada tiga pabrik gula yang akan >> ditutup. Jadi satu pabrik kami ubah jadi pabrik pupuk dan dua (lainnya) >> kami jadikan pabrik *maintenance*. Kalau kami punya pusat perbengkelan, >> kan tidak perlu kerjasama dengan rekanan, karena kami punya pabriknya >> sendiri,” tegasnya. >> Dengan perubahan fungsi pabrik gula tersebut, diharapkan tidak akan >> berdampak terhadap rasionalisasi besar-besaran terhadap karyawan. >> “Kan tetap dikaryakan atau digandeng untuk menjalin kemitraan dengan >> kami. Kalau yang waktunya pensiun, ya tetap pensiun, jadi alamiah saja,” >> ungkapnya. >> Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN akan menutup >> sejumlah pabrik gula di Jawa Timur. Alasannya, dalam rangka *re-grouping* >> BUMN serta meningkatkan efisiensi. Pabrik gula yang ditutup adalah yang >> berada di bawah pengelolaan PTPN IX, X, XI, dan PT Rajawali Nusantara >> Indonesia (RNI). >> *(Baca juga: Di Depan Dirut PTPN XI, Petani Tebu Ungkap Curhat soal >> Penutupan Pabrik Gula)* >> *+++++* >> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/07/26/154845526/p >> emerintah.dorong.revitalisasi.pabrik.gula.dan.perluasan. >> lahan.tebu?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd >> Pemerintah Dorong Revitalisasi Pabrik Gula dan Perluasan Lahan Tebu >> Selasa, 26 Juli 2016 | 15:48 WIB >> >> >> *JAKARTA, KOMPAS.com* — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman >> mengatakan, ada dua upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk menurunkan >> harga gula pasir yang saat ini menembus Rp 16.000 per kilogram (kg). >> Pertama, upaya intensifikasi, yaitu dengan memperbaiki bibit tebu melalui >> sistem bongkar *ratoon*. >> Sementara itu, upaya kedua berupa ekstensifikasi lahan dan revitalisasi >> pabrik gula. >> Amran mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan 380.000 hektar lahan untuk >> ditanami tanaman tebu. >> Perluasan ini dilakukan untuk menggerakkan 13 pabrik gula yang saat ini >> terbilang masih *idle capacity*. >> "Investasinya, untuk *on farm* dan *off farm* satu pabrik Rp 5 triliun. >> Itu untuk satu pabrik dengan kapasitas 10.000 TCD (*ton cane per day*)," >> kata Amran seusai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator >> Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/7/2016). >> Amran mengatakan, peningkatan produksi gula akan dikerjakan oleh >> perusahaan-perusahaan pelat merah. >> Sayangnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, yang >> juga hadir dalam rapat, enggan menemui wartawan, dan memilih meninggalkan >> Kantor Kemenko Perekonomian lewat pintu belakang. >> "Kalau bergerak cepat, pabrik-pabrik ini bisa beroperasi, dan 3-5 tahun >> sudah bisa menghasilkan gula," ujar Amran. >> Sementara itu, harga gula pasir yang masih tinggi di pasaran juga menjadi >> perhatian Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. >> Darmin mengharapkan harga gula pasir pada akhir tahun bisa di level Rp >> 12.500 per kg. >> Penulis : Estu Suryowati >> Editor : M Fajar Marta >> >> +++++++ >> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/18/194507826/B >> angun.Pabrik.Gula.Pemodal.Asing.Wajib.Libatkan.Petani.Lokal. >> >> Bangun Pabrik Gula, Pemodal Asing Wajib Libatkan Petani Lokal >> Senin, 18 Januari 2016 | 19:45 WIB >> >> >> *JAKARTA, KOMPAS.com –* Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) >> Franky Sibarani mengatakan, pemerintah telah mengambil kesepakatan di >> tingkat menteri koordinasi untuk membuka kesempatan bagi investasi asing >> masih di bidang pertanian. Salah satunya adalah usaha industri pengolahan >> hasil perkebunan di bawah kapasitas tertentu sesuai dengan peraturan >> perundang-undangan, antara lain industri gula pasir, dan pucuk tebu. >> >> Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39/2014 tentang Daftar Bidang Usaha >> yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang >> Penanaman Modal, saat ini bidang usaha industri gula pasir (gula kristal >> putih, gula kristal rafinasi, dan gula kristal mentah), terbuka untuk asing >> maksimal 95 persen. >> >> Dalam beleid tersebut juga disebutkan, pendirian pabrik gula pasir baru >> maupun perluasan wajib membangun terlebih dahulu perkebunan tebu milik >> sendiri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Industri >> gula, kalau mengikuti ketentuan sekarang kan 95 persen boleh PMA. Itu nanti >> kita akan buka 100 persen, dengan ketentuan harus bermitra. Harus melakukan >> kemitraan di lahan, di perkebunannya, ya dengan petani,” kata Franky, di >> Jakarta, Senin (18/1/2016). >> >> Franky menambahkan, nantinya investor asing wajib menggandeng petani >> plasma dalam penanaman modal di usaha tersebut. Kira-kira porsinya antara >> 20 persen hingga 30 persen. “Untuk kebunnya (20-30 persen) dari plasma. >> Tapi bukan kepemilikannya,” sambung Franky. >> >> Selain industri gula, pemerintah juga mempertimbangkan kesempatan bagi >> investor asing untuk menanamkan modal di industri karet. Menteri >> Perindustrian Saleh Husin mengatakan, di bidang perindustrian pemerintah >> memutuskan tiga bidang usaha masih tertutup untuk asing, yakni industri >> berbahan kimia, industri senjata kimia, dan industri minuman mengandung >> alkohol. >> Penulis : Estu Suryowati >> Editor : Josephus Primus >> >> >> > >
