APA yang saya perhatikan dan simak secara umum ialah bahwa :KELEMAHAN  yang
paling menyolok dan Pokok  dari SYSTEM PEREKONOMIAN INDONESIA dipandang
dari segi Macro  maupun Micro EKONOMI  - justru terletak pada  *System
Pengendalian atau Management Systemnya. *( >* Khusus untuk Pers dan Media
 - Bukan "System Penglolaaan "*
Para Pejabat Tinggi Pemerintah segala level  (Pusatdan Daerah / dampai
Tingkat terendah  ) dan hampir disegala Jajaran Horizontalnya  (Tingat
Kementrian) sangat Tidak memperhatikan Masalah Pokok tsb diatas ,
kemungkinan justru Mereka kurang Memperhatikan dan bahkan mungkin Kurang
 Memahami (atau kurang mendalami) *Pemahaman tentang FUNGSI dan  PERANAN
"MANAGEMENT "  (**dalam hal ini Khususunya -**KEPEMIMPINAN ) dalam arti
yang Luas dan Keseluruhannya . *

*MANAGEMENT SYSTEM as an ESSENTIAL TOOL of Economic& Political  System
(*sebagai
ALAT MEKANIK dari System Ekonomi dan Politik )*  , baik dari segi  Ekonomi
Umumnya (*Macro Econ.Strategy* )  dan Kehidupan Ekonomi Praktis ( *Micro &
Business Administration* ) , maupun dalam segi KEHIDUPAN POLITIK dan SOCIAL
khususnya - adalah merupakan **ALAT  MECHANIK dari Suatu MODEL atau System
Pemerintahan , tanpa ALAT tersebut  ( *Management System YANG BAIK DAN
MEMBUMI* )  **tak mungkin suatu System /Model Ekonomi dan Politik akan bisa
berhasil dengan baik dan menghasilkan Hasil yang benar2 diharapkan
 Bangsanya,*

*> Kehidupan setiap Keluarga adalah suatu Contoh Jasad Hidup dari NANO
EKONOMI yang kongktret** dalam Kehidupan Masyarakat bangsa yang   bisa kita
pinjam** sebagai Contoh Kecil ( Nano sample)  sbb : *
*> Bagaimana Kepala Keluarga mengatur Keuangan dan Ekonomi Rumah tangganya
, dan bagaimana Seoarng Kepala Keluarga merencanakan Kehidupan Keluarganya*
(- Pendidikan dan Masa Depan Anak2nya - Memperhatikan Kebutuhan Anak2 dan
keluarganya ( termasuk Kebutuhan , kegiatan Mental  yang creative  dan
Aktivitas Prakrtis sehari2...,dll,dll * ).... akan demikian pula KEDUDUKAN
SUATU KELUARGA dan MASA DEPANNYA sehubungan dengan KEHIDUPAN DI
KELILINGNYA.......*

*Sekian dulu secara singkat dan umum. *Dan maafkan sperntara ini saya
 masih banyak urusan yang saya perlu selesaikan dan saya terpaksa memotong
Ulsan sya tsb diatas, mengingat bahw a Maslahnya sangat luas untuk dikupas
dan waktu saya ssangat trebatas untuk bisa menulis lebih detail .
Salam hangat sampai y.ad,
Marc.

*=====================================================================================*

2016-10-22 10:18 GMT+02:00 Hsin Hui Lin [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Dalam ujung terachir tahun 50han saya manggang disuatu P Gula di daerah
> Madiun, lalu bekerja di P Gula di daerah Kediri....kedua P Gula di banungun
> dalam tahu 190.., pabrok2 gula yang direncanakan dibongkar secara bertahap
> umumnya juga dibangun dalam tahun2 itu.- jadi lebih dari 100 thun,
> ....mesin2 adalah mesin uap, demikian juga juga lain2nya benar2 kuno. Jaman
> pendudukan Jepang beberapa p gula dibongkar dan semua mesin2 diangkut ke
> Japang sebagai besi tua untuk industri militer Jepang.
> Sewaktu tiba disini, S L achir tahun 70 han, saya meninjau suatu pabrik
> gula "milik negara"dengan melengkapan mesin Skoda, wah betapa bedanya dgn
> yg ada di Indonesia , betul2 "cantik "  mesin2 /perlengkapkan Skoda yang
> relativ  "modern".....
> cumanya sewaktu saya meninjau itu, buruh P Gula sedang mogok....hingga
> hari ini tak pernah berproduksi - selama hampir 40 tahun- dua tiga kali
> pemerintah men"swatakan" tetapi Serikat buruhnya berhasil mnggagalkan dan
> para buruh  tetap trima gajih walaupun mogok........???? Lin
>
> 2016-10-22 9:09 GMT+05:30 Chalik Hamid [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]>:
>
>>
>>
>>
>>
>> Pada Sabtu, 22 Oktober 2016 3:47, "'Sunny' [email protected]
>> [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
>>
>>
>>
>> res : *Dalam  ekonomi jilid-jilitan ke berapa disebut penutupan pabrik
>> gula? hehehehehe*
>>
>> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/22/070842726/p
>> enutupan.pabrik.gula.akan.dilakukan.secara.bertahap
>>
>> Penutupan Pabrik Gula Akan *Dilakukan Secara Bertahap*
>> Sabtu, 22 Oktober 2016 | 07:08 WIB
>>
>> [image: alt]KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Direktur Utama PTPN XI, Dolly P
>> Pulungan (memegang mic), Saat Berdialog Dengan Petani Tebu di City Forest,
>> Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (21/10/2016).
>> *JEMBER, KOMPAS.com* - Direktur Utama PTPN XI, Dolly P Pulungan,
>> mengatakan bahwa penutupan sembilan pabrik gula (PG) di Jawa Timur akan
>> dilakukan secara bertahap.
>> Sembilan pabrik yang akan ditutup di antaranya PG Rejosari, Kanigoro, dan
>> Purwodadi di Madiun, lalu PG Toelangan dan PG Watoetoelis di Sidoarjo,
>> kemudian PG Meritjan di Kediri, dan tiga PG di Situbondo, yakni PG Pandji,
>> PG Olean, dan PG Wringinanom.
>> “Jadi tidak benar jika penutupan itu dilakukan sekaligus, tetap akan
>> dilakukan secara bertahap,” ungkap Dolly, Jumat (21/10/2016), di Jember,
>> Jawa Timur.
>> Menurut Dolly, pabrik yang akan ditutup tersebut rata-rata berusia di
>> atas 100 tahun.
>> “Jadi rata-rata sudah tua-tua usianya, tetapi penutupannnya bisa tiga
>> tahun, atau bahkan empat tahun lagi, sambil lalu kita lakukan studi,” tegas
>> dia.
>> Pabrik gula yang ditutup, lanjut Dolly, tidak akan dibiarkan begitu saja,
>> namun akan diubah fungsinya.
>> “Misalnya di Kabupaten Situbondo, kan ada tiga pabrik gula yang akan
>> ditutup. Jadi satu pabrik kami ubah jadi pabrik pupuk dan dua (lainnya)
>> kami jadikan pabrik *maintenance*. Kalau kami punya pusat perbengkelan,
>> kan tidak perlu kerjasama dengan rekanan, karena kami punya pabriknya
>> sendiri,” tegasnya.
>> Dengan perubahan fungsi pabrik gula tersebut, diharapkan tidak akan
>> berdampak terhadap rasionalisasi besar-besaran terhadap karyawan.
>> “Kan tetap dikaryakan atau digandeng untuk menjalin kemitraan dengan
>> kami. Kalau yang waktunya pensiun, ya tetap pensiun, jadi alamiah saja,”
>> ungkapnya.
>> Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN akan menutup
>> sejumlah pabrik gula di Jawa Timur. Alasannya, dalam rangka *re-grouping*
>> BUMN serta meningkatkan efisiensi. Pabrik gula yang ditutup adalah yang
>> berada di bawah pengelolaan PTPN IX, X, XI, dan PT Rajawali Nusantara
>> Indonesia (RNI).
>> *(Baca juga: Di Depan Dirut PTPN XI, Petani Tebu Ungkap Curhat soal
>> Penutupan Pabrik Gula)*
>> *+++++*
>> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/07/26/154845526/p
>> emerintah.dorong.revitalisasi.pabrik.gula.dan.perluasan.laha
>> n.tebu?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd
>> Pemerintah Dorong Revitalisasi Pabrik Gula dan Perluasan Lahan Tebu
>> Selasa, 26 Juli 2016 | 15:48 WIB
>>
>>
>> *JAKARTA, KOMPAS.com* — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
>> mengatakan, ada dua upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk menurunkan
>> harga gula pasir yang saat ini menembus Rp 16.000 per kilogram (kg).
>> Pertama, upaya intensifikasi, yaitu dengan memperbaiki bibit tebu melalui
>> sistem bongkar *ratoon*.
>> Sementara itu, upaya kedua berupa ekstensifikasi lahan dan revitalisasi
>> pabrik gula.
>> Amran mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan 380.000 hektar lahan untuk
>> ditanami tanaman tebu.
>> Perluasan ini dilakukan untuk menggerakkan 13 pabrik gula yang saat ini
>> terbilang masih *idle capacity*.
>> "Investasinya, untuk *on farm* dan *off farm* satu pabrik Rp 5 triliun.
>> Itu untuk satu pabrik dengan kapasitas 10.000 TCD (*ton cane per day*),"
>> kata Amran seusai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator
>> Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
>> Amran mengatakan, peningkatan produksi gula akan dikerjakan oleh
>> perusahaan-perusahaan pelat merah.
>> Sayangnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, yang
>> juga hadir dalam rapat, enggan menemui wartawan, dan memilih meninggalkan
>> Kantor Kemenko Perekonomian lewat pintu belakang.
>> "Kalau bergerak cepat, pabrik-pabrik ini bisa beroperasi, dan 3-5 tahun
>> sudah bisa menghasilkan gula," ujar Amran.
>> Sementara itu, harga gula pasir yang masih tinggi di pasaran juga menjadi
>> perhatian Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.
>> Darmin mengharapkan harga gula pasir pada akhir tahun bisa di level Rp
>> 12.500 per kg.
>> Penulis : Estu Suryowati
>> Editor : M Fajar Marta
>>
>> +++++++
>> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/18/194507826/B
>> angun.Pabrik.Gula.Pemodal.Asing.Wajib.Libatkan.Petani.Lokal.
>>
>> Bangun Pabrik Gula, Pemodal Asing Wajib Libatkan Petani Lokal
>> Senin, 18 Januari 2016 | 19:45 WIB
>>
>>
>> *JAKARTA, KOMPAS.com –* Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
>> Franky Sibarani mengatakan, pemerintah telah mengambil kesepakatan di
>> tingkat menteri koordinasi untuk membuka kesempatan bagi investasi asing
>> masih di bidang pertanian. Salah satunya adalah usaha industri pengolahan
>> hasil perkebunan di bawah kapasitas tertentu sesuai dengan peraturan
>> perundang-undangan, antara lain industri gula pasir, dan pucuk tebu.
>>
>> Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39/2014 tentang Daftar Bidang Usaha
>> yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang
>> Penanaman Modal, saat ini bidang usaha industri gula pasir (gula kristal
>> putih, gula kristal rafinasi, dan gula kristal mentah), terbuka untuk asing
>> maksimal 95 persen.
>>
>> Dalam beleid tersebut juga disebutkan, pendirian pabrik gula pasir baru
>> maupun perluasan wajib membangun terlebih dahulu perkebunan tebu milik
>> sendiri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Industri
>> gula, kalau mengikuti ketentuan sekarang kan 95 persen boleh PMA. Itu nanti
>> kita akan buka 100 persen, dengan ketentuan harus bermitra. Harus melakukan
>> kemitraan di lahan, di perkebunannya, ya dengan petani,” kata Franky, di
>> Jakarta, Senin (18/1/2016).
>>
>> Franky menambahkan, nantinya investor asing wajib menggandeng petani
>> plasma dalam penanaman modal di usaha tersebut. Kira-kira porsinya antara
>> 20 persen hingga 30 persen. “Untuk kebunnya (20-30 persen) dari plasma.
>> Tapi bukan kepemilikannya,” sambung Franky.
>>
>> Selain industri gula, pemerintah juga mempertimbangkan kesempatan bagi
>> investor asing untuk menanamkan modal di industri karet. Menteri
>> Perindustrian Saleh Husin mengatakan, di bidang perindustrian pemerintah
>> memutuskan tiga bidang usaha masih tertutup untuk asing, yakni industri
>> berbahan kimia, industri senjata kimia, dan industri minuman mengandung
>> alkohol.
>> Penulis : Estu Suryowati
>> Editor : Josephus Primus
>>
>>
>>
> 
>

Kirim email ke