*Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar pada sektor industri halal ........* [untuk bsa dijual dan dikonsumsi dan dipakai oleh MANUSIA2 dan DUNIA KAFIR BARANGKALI YAH !!! ....... HAHHAAAA ]
*ADA-ADA SAJA MENTERI2 INDONESIA INI,,,,,,,* *( *Pernyataannya tidak lebih seperti Ustad di Pesantrenan Desa... dan bukan sebgai MENTERI R.I yang seharusnya cukup Representative untuk mengartikuliskan MASALAH PERKONOMIAN- PERINDUSTRIAN ataupun MASALAH POLITIK -SOSIAL dan ATAU mASALAH KENEGARAAN dengan istilah yang lebih Ilmiah dan Resmi ..tetapi Tidak seperti keluar dari Mulut seorang HABIB RADIKAL..... *)* 2016-10-24 2:39 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > Apak baju, celana dan sandal harus halal seperti yang di usulkan Mu…. > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Monday, October 24, 2016 8:10 AM > *To:* ; > *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] Indonesia Pasang Target Capaian > Industri Halal Rp325 Triliun > > > > > > res : *Pada umunta Industri halal ialah bahan makanan dan minuman, > tetapi bagaimana industri berat misalnya pembuatan kapal oleh PT PAL di > Surabya atau pembuatan senjata oleh Pindad di Bandung juga dihalalkan?* > > > > http://www.suara-islam.com/read/index/20200/Indonesia- > Pasang-Target-Capaian-Industri-Halal-Rp325-Triliun > > > Indonesia Pasang Target Capaian Industri Halal Rp325 Triliun > > Minggu, 23/10/2016 11:35:36 | > > Facebook Twitter Gplus > > Menperin Airlangga Hartarto membuka IIF dan INDHEX 2016 di JIExpo, > Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10) > > > > *Jakarta (SI Online) *- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto > mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar pada sektor > industri halal. Tidak hanya mencakup produk pangan, melainkan juga pada > perbankan dan pariwisata. > > > > Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus > memanfaatkan potensi halal. Industri halal Indonesia memiliki potensi nilai > pencatatan mencapai US$10 miliar setara Rp130 triliun pada perdagangan > dunia. > > > > "Tahun 2019, pemerintah menargetkan capaian industri halal US$25 miliar, > setara Rp325 triliun," kata Airlangga saat menyampaikan pembukaan > International Islamic Fair (IIF) 2016 dan Indonesia International Halal > Expo (INDHEX) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10) lalu. > > > > Menurutnya, Kementerian Perindustrian mempersiapkan pembahasan tentang > kawasan industri halal. Para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan ini > nantinya diharapkan bisa mendukung ekspor produk-produk halal Indonesia ke > negara Timur Tengah. > > > > "Yang bisa kami lakukan adalah menyakinkan pasar luar negeri bahwa proses > produk halal Indonesia sudah baik," kata politisi Golkar itu. > > > > Airlangga mengaku usaha untuk mewujudkan kawasan industri halal memang > masih terkendala pembahasan antar lembaga. Rencananya, hasil dari > perundingan Kemenperin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menghasilkan > Peraturan Menteri mengenai kawasan industri halal. > > > > Terkait dengan produk halal, lanjut Airlangga, Kemenperin juga sudah > mempebaharui beberapa hal termasuk Logistik Berikat yang baru saja > dilaunching oleh pemerintah. "Bahwa salah satu gateway ekspor adalah > makanan halal nanti masuk logistik berikat. Kawasan logistik berikat ini > dapat memanfaatkan unit dari produk makanan halal, sehingga akan > mendorong kepercayaan masyarakat terhadap produk halal," ungkap Airlangga. > > > > Pada kesempatan yang sama, Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim juga mendesak > agar pembahasan tersebut dapat segera disahkan. Apalagi menurut Lukman, > pembahasan ini telah berjalan hampir dua tahun dan belum menemukan titik > terang. > > > > "Mudah-mudahan melalui kawasan industri halal ini, perdagangan halal > Indonesia, utamanya ke negara-negara mayoritas Muslim yakni ke negara Timur > Tengah bisa mendapat porsi lebih besar lagi. Dan melali INDHEX ini bisa > meraih pusat perdaganga halal dunia seperti yang dicanangkan pada tahun > 2015 lalu," pungkas Lukman. > > > > red: shodiq ramadhan > > >
