Apa yang haram adalah ciptaan seytan bin iblis. Celaka jika semua makanan dan minuman halal, sebab permintaan akan bertambah banyak akibatnya sesuai mekanisme hukum pasar, jika permintaan bertambah dan penawaran tidak dapat mencukupi permintaan maka harga akan meroket ke angkasa.
Bayangkan saja kalau daging babi dihalalkan, maka harga daging babi akan dinaikan, karena kurang lebih satu miliar manusia yang tadinya tidak makan daging tsb sekarang mulai ramai-ramai menikmati babi guling, babi panggang, sate babi etc. Mereka mulai minum anggur, bir, whisky etc maka orang kafir pemakan dan peminum makanan dan minuman haram akan panik, sebab harga bahan-bahan tsb menjulang ke angkasa biru atau menjadi mahal. Jadi tentu saja orang-orang kafir akan bersyukur jika makanan dan minuman haram, tetap haram. Mereka tidak akan merasa dirugikan jika tidak diizinkan masuk surga, karena katana lehih baik enak-enak seenak mungkin di dunia dari pada berlagak alim di taman firdaus pada hari kemudian. Amin hehehehehe From: BILLY GUNADIE Sent: Monday, October 24, 2016 12:19 PM To: Marco 45665 ; GELORA_In ; Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; Sunny ; RKB ; kh djie ; Hsin Hui Lin ; mailto:[email protected] ; Chalik Hammid ; Jun Artemas ; Basuki Tjahaja Purnama ; Ir.Joko Widodo ; [email protected] ; Jakarta Globe ; mailto:[email protected] Subject: Re: [GELORA45] Indonesia Pasang Target Capaian Industri Halal Rp325 Triliun Kalu modalnya engga halal, yang buatnya engga halal ... hasilnya akan engga halal.... Cuma label saja .......... apa lagi pengirimannya bersebalahan dengan sausage (pork)..... Apa dosa PORK/pig itu? Ciptaan Allah juga..... di kibulin sama Yahudi Swine is unclean sebelum Quran .... On Monday, October 24, 2016 4:08 AM, Marco 45665 <[email protected]> wrote: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar pada sektor industri halal ........ [untuk bsa dijual dan dikonsumsi dan dipakai oleh MANUSIA2 dan DUNIA KAFIR BARANGKALI YAH !!! ....... HAHHAAAA ] ADA-ADA SAJA MENTERI2 INDONESIA INI,,,,,,, ( Pernyataannya tidak lebih seperti Ustad di Pesantrenan Desa... dan bukan sebgai MENTERI R.I yang seharusnya cukup Representative untuk mengartikuliskan MASALAH PERKONOMIAN- PERINDUSTRIAN ataupun MASALAH POLITIK -SOSIAL dan ATAU mASALAH KENEGARAAN dengan istilah yang lebih Ilmiah dan Resmi ..tetapi Tidak seperti keluar dari Mulut seorang HABIB RADIKAL..... ) 2016-10-24 2:39 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: Apak baju, celana dan sandal harus halal seperti yang di usulkan Mu…. From: [email protected] [mailto:mailto:[email protected]] Sent: Monday, October 24, 2016 8:10 AM To: ; Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Indonesia Pasang Target Capaian Industri Halal Rp325 Triliun res : Pada umunta Industri halal ialah bahan makanan dan minuman, tetapi bagaimana industri berat misalnya pembuatan kapal oleh PT PAL di Surabya atau pembuatan senjata oleh Pindad di Bandung juga dihalalkan? http://www.suara-islam.com/ read/index/20200/Indonesia- Pasang-Target-Capaian- Industri-Halal-Rp325-Triliun Indonesia Pasang Target Capaian Industri Halal Rp325 Triliun Minggu, 23/10/2016 11:35:36 | Facebook Twitter Gplus Menperin Airlangga Hartarto membuka IIF dan INDHEX 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10) Jakarta (SI Online) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar pada sektor industri halal. Tidak hanya mencakup produk pangan, melainkan juga pada perbankan dan pariwisata. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memanfaatkan potensi halal. Industri halal Indonesia memiliki potensi nilai pencatatan mencapai US$10 miliar setara Rp130 triliun pada perdagangan dunia. "Tahun 2019, pemerintah menargetkan capaian industri halal US$25 miliar, setara Rp325 triliun," kata Airlangga saat menyampaikan pembukaan International Islamic Fair (IIF) 2016 dan Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10) lalu. Menurutnya, Kementerian Perindustrian mempersiapkan pembahasan tentang kawasan industri halal. Para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan ini nantinya diharapkan bisa mendukung ekspor produk-produk halal Indonesia ke negara Timur Tengah. "Yang bisa kami lakukan adalah menyakinkan pasar luar negeri bahwa proses produk halal Indonesia sudah baik," kata politisi Golkar itu. Airlangga mengaku usaha untuk mewujudkan kawasan industri halal memang masih terkendala pembahasan antar lembaga. Rencananya, hasil dari perundingan Kemenperin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menghasilkan Peraturan Menteri mengenai kawasan industri halal. Terkait dengan produk halal, lanjut Airlangga, Kemenperin juga sudah mempebaharui beberapa hal termasuk Logistik Berikat yang baru saja dilaunching oleh pemerintah. "Bahwa salah satu gateway ekspor adalah makanan halal nanti masuk logistik berikat. Kawasan logistik berikat ini dapat memanfaatkan unit dari produk makanan halal, sehingga akan mendorong kepercayaan masyarakat terhadap produk halal," ungkap Airlangga. Pada kesempatan yang sama, Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim juga mendesak agar pembahasan tersebut dapat segera disahkan. Apalagi menurut Lukman, pembahasan ini telah berjalan hampir dua tahun dan belum menemukan titik terang. "Mudah-mudahan melalui kawasan industri halal ini, perdagangan halal Indonesia, utamanya ke negara-negara mayoritas Muslim yakni ke negara Timur Tengah bisa mendapat porsi lebih besar lagi. Dan melali INDHEX ini bisa meraih pusat perdaganga halal dunia seperti yang dicanangkan pada tahun 2015 lalu," pungkas Lukman. red: shodiq ramadhan
