Mortgage memang tax deductible tetapi itu bagi yang pakai SSN, sedang yg pakai 
TIN tidak bisa. Dilihat disini saja argumen illegal immigrant beli rumah pakai 
mortgage untuk tax saving itu sudah tidak benar.
Sebelum th 2008 sekalipun standar DSR 28-43% itu sudah dipakai, sayangnya ada 
loopholes. Yg pertama adanya stated income yg dasarnya adalah kepercayaan, sang 
calon borrower ngibul ngaku punya income yang besar dan sayangnya pengecekan 
tidak begitu ketat sehingga pengakuan income besar itu diterima. Yg kedua 
creative financing dengan angsuran yg kecil sekali bahkan lebih kecil dari 
bunga yg dibayar utk beberapa tahun pertama sehingga mengakibatkan pokok yg 
makin membengkak, angsuran yg kecil inilah kemudian yg dipakai sebagai dasar 
perhitungan DSR, jadinya setelah masa grace period itu lewat angsuran jadi 
membengkak melebihi kemampuan bayar. Setelah financial crisis kedua praktek itu 
sudah tidak lagi dipakai atau setidaknya berkurang banyak sekali.


---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Chan: Hahaa, ... menarik juga diskusi masalah warga legal, illegal yang 
kenyataan juga terjadi di AS itu. Lalu, sehubungan dengan warga illegal membeli 
rumah bagaimana? Bagaimana pula dengan kerja mereka?Nesare: kalau ditanya 
illegal immigrant bisa beli rumah di usa, kebanyakan jawabannya negative. 
Tetapi sebetulnya di usa orang asing pun boleh beli rumah. Jadi ini masalah 
duit dan banyak mortgage program yg tersedia di usa. Ini masalah pengetahuan 
saja. biasanya orang beli rumah ambil mortgage di usa. Jarang yg beli rumah 
tunai. Kenapa? Karena bayar mortgage itu bisa jadi “tax saving deductible” 
artinya mengurangi bayar pajak krn mortgage per bulan itu bisa dipakai utk 
mengurangi penghasilan. Jadi bayar pajaknya berkurang.Pemberi kredit/mortgage 
itu hanya perlu TIN/taxpayer idenfication number yg diberikan oleh IRS/ditjen 
pajak. Hanya ini saja. ini utk mengetahui berapa pendapatan peminta mortgage. 
Standard nya ada 30-40% biasanya. Tetapi prakteknya ya berlainan. Ini urusan 
bisnis. Banyak yg ngasih lebih dari itu. Terutama dulu sebelum krisis 2008, 
subprime lending itu menjadi problem salah satunya problemnya ya dari ini 
asalnya. Orang2 illegal ini kalau pulang ke amerika latin atau dideportasi 
balik Indonesia, ya ninggalin masalah jadi kredit macet. Belum lagi ekonomi 
susah, cari kerja susah, ya jatuh berantakan real estate di usa.TIN ini tidak 
ketahuan residential status seseorang artinya dari TIN ini gak ketahuan orang 
ini legal atau tidak. jadi tidak ada gunanya IRS ngasih data ini ke 
USCIS/imigrasi krn tidak akan ketahuan status illegal atau legal pemilik TIN 
ini. jadi para illegal immigrant ini banyak yg punya TIN dan bayar pajak tanpa 
ketakutan akan ketahuan masalah legalitas mereka.Selain TIN ini, ada pengecekan 
credit history oleh pemberi kredit. Ini utk menentukan suku bunga mortgagenya. 
Kalau beresiko tinggi kena bunga yg lebih tinggi. Jadi ini aspek bisnisnya. 
Tergantung lender mau kasih atau tidak. ini masalah duit. Sijonathan itu 
cupatnya disini. Dia pake’ standard 30-40% terus lebih dari itu dia bilang 
tidak mungkin. Dia itu banyak tidak tahunya. Terus pake’ logika gimana bayarnya 
kalau bayar mortgage saja sudah 80%. Mana mungkin 20% dari pendapatan misalnya 
hanya $40.000 = $8000/tahun bisa cukup buat hidup. Dia tidak mengerti gimana 
jalannya proses pemberian mortgage itu berjalan. Juga harus bayar panjer/down 
payment. Dulu itu sebelum krisis 2008 DP 0% artinya tidak ada DP bisa ambil 
mortgage. Skrg prakteknya diperketat. Jarang bisa 0% DP. Dengan DP ini, lender 
jadi tenang. Kalau memang orang2 illegal ini dideportasi atau tidak bisa bayar, 
ya di foreclosure artinya DP  nya bisa ditahan oleh lender. Ada juga perusahaan 
yg kasih mortgage ke illegal immigrant di usa walaupun sedikit. Misalnya Venta 
Financial Group offers mortgages to illegal immigrants di bbrp states seperti 
texas, california, cevada florida. Begitu juga Citibank ngasih mortgages ke 
immigrants disetiap states lewat a partnership dgn neighborhood assistance 
corp. Masih banyak yg saya tidak krn memang HAM yg sangat dijunjung dan 
demokrasi dinegara ini bikin pemerintah tidak bisa semena2 thd illegal 
immigrant. Chan: Saya dengar di Indonesia lain lagi masalahnya. Setelah Jokowi 
keluarkan amnesti pajak terakhir ini, dengan mengejar pembayaran pajak setiap 
warga, juga terjadi masalah dalam jual-beli rumah. Orang ditanyain bukti 
kekayaan harta dari pembayaran pajak yang sudah dilakukan, akan dikejar 
darimana asal duitnya membeli rumah sebegitu mahal? Mesti bayar pajak dahulu! 
Hehehee, ... Tapi, akibatnya, jual-beli rumah juga berkurang banyak. Pengembang 
perumahan jadi berteriak, bahkan bisa terancam bankrut dengan ditindih hutang, 
... Kalau sudah begitu tentu akan memukul kelancaran perputaran ekonomi 
nasional? Entah gimana Jokowi menemukan jalan pemecahan yang baik, ...Nesare: 
bukan “mengejar” pembayaran pajak. Ini yg dimanipulasi oleh sebagian orang yg 
melabel Jokowi sbg gagal dalam program tax amnesty terus sasaran diganti ke 
rakyat miskin. Ini tidak benar. Ini terutama pendapat mereka2 yg menganggap 
dirinya sbg pembela rakyat. Semua rakyat harus bayar pajak. Dimanapun begitu. 
Jalannya negara itu harus dari pajak apalagi dijaman kapitalisme seperti 
sekarang ini. masalah bayar pajak ini tidak pernah selesai. Kenapa? Karena 
semua orang tidak mau bayar pajak. Ini tendensinya. Jarang orang itu sadar utk 
bayar pajak. Jadi harus di enforce. Mulainya dari harus punya NPWP. Di usa 
disebut: taxpayer identification number/TIN. TIN ini urusannya IRS dan gak ada 
urusannya dgn imigrasi maksudnya IRS tidak ngasih tahu imigrasi TIN ini. Juga 
TIN ini tidak mengunjukkan resindetial status: legal atau illegal. IRS 
assign/ngasih TIN itu kesemua pembayar pajak. Dalam kasus illegal immigrant 
ambil mortgage itu bisa saja terjadi kalau dia punya TIN ini. ini bisa terjadi 
sama mereka2 yg illegal dari amerika latin. Orang2 ini walaupun illegal tetapi 
punya political power krn mereka ini terlalu banyak dan sudah beranak pinak di 
usa shg pemerintah usa tidak bisa apa2 apalagi deportasi mereka krn alasan HAM. 
Tetapi perlakuan istimewa ini tidak terjadi utk illegal immigrant dari negara 
lain seperti Indonesia, turki, RRT dll. Ini yg saya tahu dari immigrant lawyer. 
Dulu ditahun 2001/2002 kalau tidak salah, imigrasi usa mengadakan survey thd 
semua imigran. Ini terkait dgn 9/11 attack. Imigrasi bilang gak apa2, ini hanya 
formulis pendataan saja. tetapi ada bbrp orang Indonesia yg tertangkap dan 
dideportasi. Kurang tahu seberapa banyak seluruh usa. Tetapi ada. Mereka2 yg 
tidak tertangkap dan tidak ikut mengisi formulir tempo hari itu masih banyak 
hidup illegal di usa dan orang2 ini setiap saat takut dgn otoritas. Ngomong 
saja hati2 sekali walaupun ngomong sama sesama orang Indonesia saja mereka2 ini 
tidak cerita kesusahan mereka. Contoh yg saya kasih ada orang Indonesia sudah 
beli rumah pake’ mortgage dan baru beli perabot rumah lalu ditinggalin krn 
ketakutan itu memang terjadi di Indianapolis. Pasangan dari bandung dengan 1 
anak cowok. Anaknya tidak sekolah krn orang tuanya was was dan takut. Waktu itu 
anak itu sdh umur 8 tahunan ditahun 2005. Orang2 indonesia disana sendiri tidak 
banyak yg tahu. Konsulat yg tahu pun diam saja tidak bisa apa2. Malahan ada 
orang2 konsulat yg akhirnya setelah tidak kerja dikonsulat lagi juga akhirnya 
illegal krn memilih tinggal di usa krn sakit jantung. Kalau pulang Indonesia ya 
kemungkinan matinya lebih besar. Kaitannya dengan rumah dan ekonomi ya jelas 
sekali. Rakyat jadi was was krn harus ngisi formulir pajak. Tadinya yg punya 
toko tidak pernah bayar pajak. Bayarpun tetapi minim sekali. Jadi orang2 dan 
perusahaan2 ini was was. Ini yg sdg terjadi diindonesia. Selalu perombakan, 
restrukturisasi bikin was was. Dan implikasinya jelas sekali ekonomi akan 
terganggu. Begitu juga kan pertama kali Jokowi dan ahok menang, korupsi dibabat 
yaitu meeting tidak diperbolehkan dihotel2 mewah lagi misalnya. Akibatnya ya 
hotel sepi. Dulu orang2 kalau korupsi ngasih mobil. Mobil sebelum diantar sbg 
sogokan didandan dulu di toko variasi mobil. Setelah pengetatan korupsi 
dilakukan oleh Jokowi dan ahok, dealer mobil sepi. Begitu juga toko variasi 
mobil sepi. Ini hanya contoh sebagian saja impak mau berbenah diri itu. Tetapi 
apakah harus dilakukan atau tidak? ini kan pertanyaan serius. Yg jawab ya harus 
rakyat Indonesia. Kalau tidak tahan dgn desrupsi/gangguan thd jalannya ekonomi 
ya diamkan saja korupsi berjalan seperti dulu, ekonominya kelihatan bagus2 saja 
jalannya. Kalau memang mau jalannya RI bagus ya harus diberesin dari skrg. 
Gangguan ini kan sama saja dgn pinjaman duit dari luar. Jokowi perlu duit jadi 
harus ngutang dari luar utk pembangunan. Ini konsekwensinya. Kalau tidak dari 
mana duit utk penyelenggaraan pembangunan ini? yg bashing itu kan hanya 
melihat2 secuil2 saja dari permasalahan yg ada. Seperti jonathan dan ajeg itu 
kan sibuknya ngurusin rupiah turun, hutang naik, orang miskin bertambah, 
ekonomi melambat, tetapi sama sekali tidak melihat secara keseluruhan gimana RI 
itu bisa lebih baik. SalamNesare From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 8:01 PM
To: [email protected]; nesare1@...
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  Hahaa, ... menarik 
juga diskusi masalah warga legal, illegal yang kenyataan juga terjadi di AS 
itu. Lalu, sehubungan dengan warga illegal membeli rumah bagaimana? Bagaimana 
pula dengan kerja mereka? Saya tidak tahu bagaimana peraturan di AS, tapi di HK 
yang berlaku tidak memperkenankan warga illegal, setiap orang baru bisa 
dapatkan kerja setelah bisa dapatkan KTP, jadi, mestinya orang itu kalau 
illegal masuk ke HK, akan kesulitan untuk dapatkan pekerjaan. Seringkali 
terjadi penangkapan orang illegal yang jadi pekerja illegal diproyek bangunan, 
kuli pengangkut truk, gudang dsb., ... bahkan cuci-piring direstoran yang hanya 
seorang, dua orang itu. Banyak diantara mereka asal Pakistan, Bengladesh, dan 
sekarang terdengar dari negara Arab. Jadi, di HK belum terdengar ada berita 
warga illegal itu bisa beli rumah. HK tidak melarang orang asing/bukan KTP HK 
untuk membeli rumah, hanya saja bagi warga asing dikenai pajak pembelian rumah 
lebih tinggi entah berapa%. Ini kebijaksanaan pemerintah HK untuk mengurangi 
kecepatan orang dari Tiongkok daratan ngeborong rumah di HK dan mengakibatkan 
harga rumah melonjak tinggi terlalu cepat. Kebijaksanaan ini jelas merugikan 
pengembang, usaha perumahan, kecepatan jual-beli rumah melambat. Penghasilan 
Pemerintah dari pemasukan pajak pembelian rumah dengan sendirinya 3 tahun 
terakhir ini menurun, tapi harga rumah jadi stabil, atau naik dengan kecepatan 
lambat saja. Ketentuan Pemerintah dibuat memang harus sesuai dengan keadaan 
konkrit PASAR yang dihadapi, ... maunya apa? Memang sebaiknya tidak dilepas 
liberal berdasarkan prinsip bisnis, kalau ada gerak jual-beli dengan kejar 
keuntungan sebesar-besarnya. Harus mempertimbangkan kepentingan warganya 
sendiri, dan kalau perlu memberi tunjangan. Saya dengar di Indonesia lain lagi 
masalahnya. Setelah Jokowi keluarkan amnesti pajak terakhir ini, dengan 
mengejar pembayaran pajak setiap warga, juga terjadi masalah dalam jual-beli 
rumah. Orang ditanyain bukti kekayaan harta dari pembayaran pajak yang sudah 
dilakukan, akan dikejar darimana asal duitnya membeli rumah sebegitu mahal? 
Mesti bayar pajak dahulu! Hehehee, ... Tapi, akibatnya, jual-beli rumah juga 
berkurang banyak. Pengembang perumahan jadi berteriak, bahkan bisa terancam 
bankrut dengan ditindih hutang, ... Kalau sudah begitu tentu akan memukul 
kelancaran perputaran ekonomi nasional? Entah gimana Jokowi menemukan jalan 
pemecahan yang baik, ... Salam,ChanCT  From: nesare1@... [GELORA45]Sent: 
Wednesday, November 2, 2016 1:37 AMTo: [email protected]: RE: 
[GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  Gobloknya minta ampun!Orang 
latino yg illegal berani petentang petenteng dinegara ente walaupun illegal, 
koq bisa gak berani beli rumah????Bisa mikir ndak ente ini?????Kaya’ gini 
gampangnya saja gak mudeng????!!!Ane memang sengaja ndak mau kasih tahu apa 
hubungannya antara illegal immigrant yg demo ini dengan minta mortgage beli 
rumah. Ehhhh bener ditanyain hehehehehe ampun2 bodohnya!!Setelah para orang2 
illegal ini mau beli rumah, koq bisa mortgage company nya gak mau 
kasih?Aduhhhhh ente ngerti bisnis ndak? Jelas ndak ya! Orang ada duit hanya 
ndak bayar pajak, koq ndak mau dikasih kredit.Sedangkan bank dinegara ente itu 
berlebihan duit kas nya krn ndak bisa ngucurin kredit makanya ekonomi negara 
ente tersendat2 jalannya. Ngomong2 ente ngerti ndak masalah ekonomi negara 
sekarang ini apa?Nih ane kasih sedikit jawabannya: walaupun bunga kredit 
rendah, kredit yg disalurkan gak banyak artinya duit kas di bank banyak dan ini 
rugi krn bank harus bayar bunga ke pemilik uang. Gimana bisa untung, wong 
duitnya ditangan gak dikucurkan sbg kredit! Makanya bunga mau dinaikkan dan sdh 
dilakukan oleh Yellen.Jelas2 ente ini ndak ngerti!!!!!Apa salahnya orang 
bekerja??!! Koq nanya??!!!Gila apa ya ente ini?Koq nanya ane salah apa ndak 
orang kerja?Tanya sana sama dewa dewi ente!Oh ya sudah nanya beneran atau hanya 
tahunya orang2 indonesia yg legal saja??!!Akh tahunya hanya segitu saja.Orang 
Indonesia yg illegal mau berani ngomong sama ente kalau mereka itu illegal.Wong 
sama2 orang Indonesia saja, mereka2 yg illegal ini ndak berani ngomong kalau 
mereka itu illegal krn takut malahan sama2 orang Indonesia bisa jahatin mereka2 
ini.Wahhhh jelas sekali orang Indonesia illegal ini gak mau ngomong sama ente. 
Wong kelakuannya kaya’ gini!!!Emangnya ngapain illegal dari Indonesia ini 
ngasih tahu ente? Emangnya ente bisa berbuat apa buat mereka? Hehehehehehe 
sombongnya……Orang2 illegal asal Indonesia ini tentunya hanya ngomong sama 
orang2 yg mereka percaya!Ente ndak termasuk lah…. Hehehehehehehe.Tanya sana 
sama pendeta atau pastur ente…..biar tahu lebih banyak. Jangan hanya tahu Tuhan 
ente saja!!!!Nah kasih contoh dikota ente ya. Ya jelas2 ndak takut orang2 itu. 
Kan sudah ane kasih contohnya si  mahoma lopez itu. Demo saja berani koq bisa 
takut digrebek?! Gimana sih ente ini? goblok bener!!!Coba lihat illegal 
immigrant dari negara lain ada ndak yg ketakutan!Coba cek diwebsite USCIS ada 
deportasi ndak!Kalau ada, siapa2 yg dideportasi. Kalau ada deportasi ada yg 
takut ndak?Goblok dipelihara!!!NesareFrom: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 10:59 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan apa mereka juga 
bilang minta mortgage dan biarpun income-nya nggak cukup tetap dikasih?anda itu 
kentara sekali meng-ada2, setelah bilang orang Indonesia sekarang lari lagi 
kearah yg lain.apa salahnya orang bekerja? apa salahnya orang yg bekerja ingin 
tidak diekploitasi? apa memangnya anda ingin semua undocumented itu tidak 
kerja? anda ingin semua jadi garong rampok begitu? justru biarpun undocumented 
sebaiknya tetap bekerja, tidak ada yg salah dan memalukan dengan bekerja. anda 
bigotnya kebangetan.saya tahu cukup banyak komunitas Indonesia tapi nggak 
pernah dengar anaknya nggak sekolah gara2 takut digrebek polisi, juga nggak 
pernah dengar rumahnya yg sudah dibeli ditinggal begitu saja gara2 takut 
digrebek. anda jelas ngaco saja, semua anak disini boleh sekolah tidak perduli 
status imigrasinya, tidak peduli orang tuanya undocumented ataupun tidak. juga 
bahkan dikasih breakfast dan lunch kalau income orang tuanya masih dalam 
batasan tertentu.---In [email protected], <nesare1@...> wrote :


Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal 
immigrant?Nesare:  wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant 
yang hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada 
tayangan di 
http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/http://thehandthatfeedsfilm.com/nonton
 film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya “kiri” 
itu!Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg 
illegal kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? 
Karena gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn 
sakit bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta  di unionized! TERANG 
TERANGAN!!! Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan 
pendapatan selama demo dll. Akhirnya menang!!!Ente ini tinggal dimana? Kaya’ 
gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ pahlawan kesiangan bashing RI yg 
katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan tanya sama orang2 indonesia disekitar 
ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama orang Indonesia disekitar ente!!! 
Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti gimana ada orang Indonesia yg sdh 
beli rumah, beli perabot terus ditinggal begitu saja krn takut digrebeg polisi. 
Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba 
tanya2 dan cari tahu utk membuktikan kalau ente itu masih cinta 
Indonesia!!!!!Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari 
kitab suci. Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan 
dan kitab suci ente??!!!!Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu 
ya mengaku sbg agamais??? Hehehehehe.Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu 
masalah moral philosofi dan agama itu dogma yg irasional dan berdasarkan 
kepercayaan. Kalau etika kelihatan misalnya ente ndak pernah minta maaf kalau 
bikin salah. Ini unethical! Dosa ndak? Ane ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente 
sama ente!NesareFrom: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan PenghisapanAnda belum jawab 
darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda lihat W2 atau 
1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax return? apa anda 
loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan ngarang cerita, 
itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum?Tempo doeloe 
memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal yg 
mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada 
lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali."A stated income loan is a 
mortgage where the lender does not verify the borrower's income by looking at 
their pay stubs, W-2 (employee income) forms, income tax returns, or other 
records. Instead, borrowers are simply asked to state their income, and taken 
at their word."Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal dari 
kitab suci, seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik 
jangan di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan 
masih banyak lagi yg lain.Hanya orang munafik yg berbuat kebaikan sekali saja 
mungkin dan amat simple terus diteriakkan keseluruh penjuru dunia untuk 
menunjukkan betapa baiknya dirinya sambil menepuk dada.---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :



“guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya”?Apanya yg 
direview? Orang gak bayar pajak!Gimana reviewnya?Masa bodoh loan officer mau 
verify keuangan calon pembeli rumah. Wong datanya gak ada. Illegal immigrant 
kerja dibawah tangan. Kerja di restoran dibayar cash, bawa pulang dan disimpan 
dibawah bantal. Ini yg terjadi banyak sama orang Indonesia yg illegal. Nah 
hebatnya negara ente ini gak kutak katik orang2 amerika latin yg illegal. 
Malahan ada yg bayar pajak artinya terang2an declare bahwa dia illegal….ehhh 
gak dideportasi. Tetapi dari negara2 yg gak banyak orang yg illegal termasuk 
orang2 illegal dari Indonesia malahan ditangkap dan dideportasi. Moso’ ente gak 
ngerti masalah ini dinegara ente?!! Sbg seorang democrat urus masalah itu! 
Jangan bashing RI saja bisanya!!!! Ente itu gak pernah ngomong positif ttg RI, 
tahu????!!!!!“bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak”?Ya tahulah dari 
W2 atau 1040 kan bukti ente bayar pajak atau tidak. koq nanya? Ente gak pernah 
bayar pajak ya? Nah ketahuan nih yeah. Bisa2 ente ini juga illegal immigrant 
ya?Ayat kitab suci dianggap sbg standard etika? Ngaco aja! Agama itu dogma. 
Etika itu masalah moral, philosofi. Sok ngajarin orang lain sedangkan 
sendirinya gak pernah berkacamata melihat dirinya sendiri. emangnya selama ini 
ente ndak tahu, ane ini nelanjangi ente yg sok nya minta ampun. Kaya’ serba 
tahu semua ttp tahunya hanya kulit2nya saja. sudah salah gak pernah terima 
salah apalagi minta maaf. Teriak2 humanis, ttp kelakuan seperti apa. yg paling 
tepat istilahnya: narcissist!Aneh2 saja orang satu ini, siapa yg pusing ente 
mau setuju pathway to citizenship, setuju masuknya orang timur tengah dll. Itu 
urusan ente dinegara ente. Yg ane pusingin kalau ente sudah ngomong yg enggak2 
ttg RI!!!NesareFrom: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 7:02 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapanya memang seseorang 
sebagai guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya, credit 
history dlsb, apa salahnya disini lha wong memang harus begitu.darimana anda 
tahu nggak ada data keuangan? aneh banget. apa memangnya anda loan officer-nya 
yg tutup mata ngasih loan begitu? bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau 
nggak?pakai ayat itu saya cuman ngasih tahu betapa munafiknya anda, bantu orang 
terus di-koar2kan keseluruh dunia. ayat semacam itu ada di alkitab, koran, dlsb 
merupakan standar etika.anda sekarang balik seakan saya tahu orang2 yg anda 
bicarakan itu ilegal, aneh banget, justru saya mempertanyakan darimana anda 
tahu kalau ilegal? sso ilegal itu nggak bakalan teriak kasih tahu orang 
statusnya, kalau mereka percaya anda kemudian anda koar2kan jelas menunjukkan 
betapa munafiknya anda.saya tidak keberatan dan setuju saja Clinton menambah 
jumlah pengungsi Siria yg masuk ke US, pengungsi2 itu memang sudah sepatutnya 
ditampung dan diberi jalan hidup, saya bukan-nya paranoid seperti anda yg 
ketakutan adanya teroris yg menyusup diantara pengungsi. ketakutan akan teroris 
itu tidak membenarkan mengorbankan para pengungsi.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Susahnya apa omong sama 
ane? Hehehehehe.Jelas ente menyamakan guarantor dan co signor yang harus 
direview keuangan!Ngaco bisa baca tulisan ente sendiri ndak?!!! Ini tulisan 
ente: Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau 
bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review 
keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi.Gimana bisa 
diminta data keuangannya? Gimana bisa direview data keuangannya? Bayar pajak 
sudah ndak!!!!Goblok dipelihara!Ngomong sana sama Tuhan ente. Ane gak 
ikut2an.Ngaco aja! Bawa2 kitab suci segala!Dasar agamais tapi berkedok sok 
suci! Ketahuan sekarang belangnya! Hehehehehe.Emangnya ente mau ngomong ente 
sudah tahu orang2 indonesia yg illegal itu?Kalo sudah tahu orang2 indonesia 
illegal ini, koq bisa gak tahu gimana kehidupan mereka?

Kirim email ke