omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, disatu pihak 
protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok nggak 
dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax return) 
gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar pajak atau 
nggak sih?
ngomong sama orang bigot memang susah, di US itu beli rumah tidak diperiksa 
dokumen imigrasinya, yg penting bisa bayar atau nggak gitu aja baik itu cash 
ataupun lewat financing gak masalah. Kenapa, apakah anda concern kok 
undocumented bisa beli rumah? Concern-nya kenapa? tentang financing, itu 
tergantung dari income, down payment, credit history, yg kesemuanya itu 
mempengaruhi approval ataupun interest rate yang dikenakan. sedangkan status 
keimigrasian tidak jadi bahan pertimbangan bahkan tidak dilihat sama sekali. 
seorang loan officer itu terikat dengan kode etik, utk memperpanjang license 
mereka harus mengikuti continuing education yang harus ada ethic didalamnya, 
tambahan juga rentan dituntut dipengadilan sehingga walaupun punya insurance 
juga akan sebisa mungkin memenuhi standar ethic yang ada.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Gobloknya minta ampun!Orang latino yg illegal berani petentang petenteng 
dinegara ente walaupun illegal, koq bisa gak berani beli rumah????Bisa mikir 
ndak ente ini?????Kaya’ gini gampangnya saja gak mudeng????!!! Ane memang 
sengaja ndak mau kasih tahu apa hubungannya antara illegal immigrant yg demo 
ini dengan minta mortgage beli rumah. Ehhhh bener ditanyain hehehehehe ampun2 
bodohnya!! Setelah para orang2 illegal ini mau beli rumah, koq bisa mortgage 
company nya gak mau kasih?Aduhhhhh ente ngerti bisnis ndak? Jelas ndak ya! 
Orang ada duit hanya ndak bayar pajak, koq ndak mau dikasih kredit.Sedangkan 
bank dinegara ente itu berlebihan duit kas nya krn ndak bisa ngucurin kredit 
makanya ekonomi negara ente tersendat2 jalannya. Ngomong2 ente ngerti ndak 
masalah ekonomi negara sekarang ini apa?Nih ane kasih sedikit jawabannya: 
walaupun bunga kredit rendah, kredit yg disalurkan gak banyak artinya duit kas 
di bank banyak dan ini rugi krn bank harus bayar bunga ke pemilik uang. Gimana 
bisa untung, wong duitnya ditangan gak dikucurkan sbg kredit! Makanya bunga mau 
dinaikkan dan sdh dilakukan oleh Yellen. Jelas2 ente ini ndak ngerti!!!!! Apa 
salahnya orang bekerja??!! Koq nanya??!!!Gila apa ya ente ini?Koq nanya ane 
salah apa ndak orang kerja?Tanya sana sama dewa dewi ente! Oh ya sudah nanya 
beneran atau hanya tahunya orang2 indonesia yg legal saja??!!Akh tahunya hanya 
segitu saja.Orang Indonesia yg illegal mau berani ngomong sama ente kalau 
mereka itu illegal.Wong sama2 orang Indonesia saja, mereka2 yg illegal ini ndak 
berani ngomong kalau mereka itu illegal krn takut malahan sama2 orang Indonesia 
bisa jahatin mereka2 ini.Wahhhh jelas sekali orang Indonesia illegal ini gak 
mau ngomong sama ente. Wong kelakuannya kaya’ gini!!!Emangnya ngapain illegal 
dari Indonesia ini ngasih tahu ente? Emangnya ente bisa berbuat apa buat 
mereka? Hehehehehehe sombongnya…… Orang2 illegal asal Indonesia ini tentunya 
hanya ngomong sama orang2 yg mereka percaya!Ente ndak termasuk lah…. 
Hehehehehehehe.Tanya sana sama pendeta atau pastur ente…..biar tahu lebih 
banyak. Jangan hanya tahu Tuhan ente saja!!!! Nah kasih contoh dikota ente ya. 
Ya jelas2 ndak takut orang2 itu. Kan sudah ane kasih contohnya si  mahoma lopez 
itu. Demo saja berani koq bisa takut digrebek?! Gimana sih ente ini? goblok 
bener!!! Coba lihat illegal immigrant dari negara lain ada ndak yg 
ketakutan!Coba cek diwebsite USCIS ada deportasi ndak!Kalau ada, siapa2 yg 
dideportasi. Kalau ada deportasi ada yg takut ndak?Goblok dipelihara!!! Nesare  
  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 10:59 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  apa mereka juga 
bilang minta mortgage dan biarpun income-nya nggak cukup tetap dikasih?anda itu 
kentara sekali meng-ada2, setelah bilang orang Indonesia sekarang lari lagi 
kearah yg lain. apa salahnya orang bekerja? apa salahnya orang yg bekerja ingin 
tidak diekploitasi? apa memangnya anda ingin semua undocumented itu tidak 
kerja? anda ingin semua jadi garong rampok begitu? justru biarpun undocumented 
sebaiknya tetap bekerja, tidak ada yg salah dan memalukan dengan bekerja. anda 
bigotnya kebangetan. saya tahu cukup banyak komunitas Indonesia tapi nggak 
pernah dengar anaknya nggak sekolah gara2 takut digrebek polisi, juga nggak 
pernah dengar rumahnya yg sudah dibeli ditinggal begitu saja gara2 takut 
digrebek. anda jelas ngaco saja, semua anak disini boleh sekolah tidak perduli 
status imigrasinya, tidak peduli orang tuanya undocumented ataupun tidak. juga 
bahkan dikasih breakfast dan lunch kalau income orang tuanya masih dalam 
batasan tertentu.  ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal 
immigrant?Nesare:  wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant 
yang hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada 
tayangan di 
http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/http://thehandthatfeedsfilm.com/nonton
 film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya “kiri” 
itu!Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg 
illegal kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? 
Karena gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn 
sakit bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta  di unionized! TERANG 
TERANGAN!!! Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan 
pendapatan selama demo dll. Akhirnya menang!!! Ente ini tinggal dimana? Kaya’ 
gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ pahlawan kesiangan bashing RI yg 
katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan tanya sama orang2 indonesia disekitar 
ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama orang Indonesia disekitar ente!!! 
Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti gimana ada orang Indonesia yg sdh 
beli rumah, beli perabot terus ditinggal begitu saja krn takut digrebeg polisi. 
Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba 
tanya2 dan cari tahu utk membuktikan kalau ente itu masih cinta Indonesia!!!!! 
Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari kitab suci. 
Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan dan kitab suci 
ente??!!!! Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu ya mengaku sbg 
agamais??? Hehehehehe. Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu masalah moral 
philosofi dan agama itu dogma yg irasional dan berdasarkan kepercayaan. Kalau 
etika kelihatan misalnya ente ndak pernah minta maaf kalau bikin salah. Ini 
unethical! Dosa ndak? Ane ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente sama ente!  Nesare  
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  Anda belum jawab 
darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda lihat W2 atau 
1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax return? apa anda 
loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan ngarang cerita, 
itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum? Tempo doeloe 
memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal yg 
mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada 
lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali. "A stated income loan is a 
mortgage where the lender does not verify the borrower's income by looking at 
their pay stubs, W-2 (employee income) forms, income tax returns, or other 
records. Instead, borrowers are simply asked to state their income, and taken 
at their word." Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal 
dari kitab suci, seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik 
jangan di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan 
masih banyak lagi yg lain.  Hanya orang munafik yg berbuat kebaikan sekali saja 
mungkin dan amat simple terus diteriakkan keseluruh penjuru dunia untuk 
menunjukkan betapa baiknya dirinya sambil menepuk dada. ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :


“guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya”?Apanya yg 
direview? Orang gak bayar pajak!Gimana reviewnya?Masa bodoh loan officer mau 
verify keuangan calon pembeli rumah. Wong datanya gak ada. Illegal immigrant 
kerja dibawah tangan. Kerja di restoran dibayar cash, bawa pulang dan disimpan 
dibawah bantal. Ini yg terjadi banyak sama orang Indonesia yg illegal. Nah 
hebatnya negara ente ini gak kutak katik orang2 amerika latin yg illegal. 
Malahan ada yg bayar pajak artinya terang2an declare bahwa dia illegal….ehhh 
gak dideportasi. Tetapi dari negara2 yg gak banyak orang yg illegal termasuk 
orang2 illegal dari Indonesia malahan ditangkap dan dideportasi. Moso’ ente gak 
ngerti masalah ini dinegara ente?!! Sbg seorang democrat urus masalah itu! 
Jangan bashing RI saja bisanya!!!! Ente itu gak pernah ngomong positif ttg RI, 
tahu????!!!!! “bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak”?Ya tahulah dari 
W2 atau 1040 kan bukti ente bayar pajak atau tidak. koq nanya? Ente gak pernah 
bayar pajak ya? Nah ketahuan nih yeah. Bisa2 ente ini juga illegal immigrant 
ya? Ayat kitab suci dianggap sbg standard etika? Ngaco aja! Agama itu dogma. 
Etika itu masalah moral, philosofi. Sok ngajarin orang lain sedangkan 
sendirinya gak pernah berkacamata melihat dirinya sendiri. emangnya selama ini 
ente ndak tahu, ane ini nelanjangi ente yg sok nya minta ampun. Kaya’ serba 
tahu semua ttp tahunya hanya kulit2nya saja. sudah salah gak pernah terima 
salah apalagi minta maaf. Teriak2 humanis, ttp kelakuan seperti apa. yg paling 
tepat istilahnya: narcissist! Aneh2 saja orang satu ini, siapa yg pusing ente 
mau setuju pathway to citizenship, setuju masuknya orang timur tengah dll. Itu 
urusan ente dinegara ente. Yg ane pusingin kalau ente sudah ngomong yg enggak2 
ttg RI!!! Nesare From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 7:02 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   ya memang seseorang 
sebagai guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya, credit 
history dlsb, apa salahnya disini lha wong memang harus begitu. darimana anda 
tahu nggak ada data keuangan? aneh banget. apa memangnya anda loan officer-nya 
yg tutup mata ngasih loan begitu? bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau 
nggak? pakai ayat itu saya cuman ngasih tahu betapa munafiknya anda, bantu 
orang terus di-koar2kan keseluruh dunia. ayat semacam itu ada di alkitab, 
koran, dlsb merupakan standar etika. anda sekarang balik seakan saya tahu 
orang2 yg anda bicarakan itu ilegal, aneh banget, justru saya mempertanyakan 
darimana anda tahu kalau ilegal? sso ilegal itu nggak bakalan teriak kasih tahu 
orang statusnya, kalau mereka percaya anda kemudian anda koar2kan jelas 
menunjukkan betapa munafiknya anda. saya tidak keberatan dan setuju saja 
Clinton menambah jumlah pengungsi Siria yg masuk ke US, pengungsi2 itu memang 
sudah sepatutnya ditampung dan diberi jalan hidup, saya bukan-nya paranoid 
seperti anda yg ketakutan adanya teroris yg menyusup diantara pengungsi. 
ketakutan akan teroris itu tidak membenarkan mengorbankan para pengungsi.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Susahnya apa omong sama 
ane? Hehehehehe.Jelas ente menyamakan guarantor dan co signor yang harus 
direview keuangan!Ngaco bisa baca tulisan ente sendiri ndak?!!! Ini tulisan 
ente: Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau 
bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review 
keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi. Gimana bisa 
diminta data keuangannya? Gimana bisa direview data keuangannya? Bayar pajak 
sudah ndak!!!!Goblok dipelihara! Ngomong sana sama Tuhan ente. Ane gak 
ikut2an.Ngaco aja! Bawa2 kitab suci segala!Dasar agamais tapi berkedok sok 
suci! Ketahuan sekarang belangnya! Hehehehehe. Emangnya ente mau ngomong ente 
sudah tahu orang2 indonesia yg illegal itu?Kalo sudah tahu orang2 indonesia 
illegal ini, koq bisa gak tahu gimana kehidupan mereka?Koq bisa gak tahu kalau 
mereka beli rumah ambil kredit gak usah kasih data keuangan yg mrk gak punya 
krn gak bayar pajak? Koq tahu ya ane anti pathway to citizenship? Dari mana 
wangsitnya? Dari dewa mana atau dewi mana? Sinterklas atau hantu halowen? Urus 
sana negara ente! Jangan suruh orang lain ngurusin negara ente!!!!! Ngaco 
aja!!!!Sono urus orang illegal yg puluhan juta dari amerika latin dan sebentar 
lagi kalau Clinton menang bakalan masuk tu orang2 timur tengah…biar tambah seru 
saja negara ente. Biar kita lihat rame2 gimana Obamacare yg sudah naik premi 
nya bakalan tambah babak belur enggak ditambah pengungsi2 ini. mari kita lihat 
rame2 gimana ekonomi USA nantinya. Kalau US dollar jatuh kita lihat gimana 
reaksinya si jonathan. Lucunya rupiah melemah langsung bashing. Kalau rupiah 
menguat diam saja. hehehehehe. Dasar orang kerdil hanya main data, serang dan 
kabur…..hehehehe. Jadi persoalan negara ente itu ya dinegara ente saja. Jangan 
ganggu negara2 lain termasuk Indonesia ya!!!!!! Indonesia gak pernah ganggu 
negara ente, jadi jangan ganggu RI!!!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 5:08 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   yg saya katakan 
"guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor." langsung 
diartikan guarantor sama dengan co-signor, berbicara dgn anda itu susah banget. 
anda teriak2 membantu orang tetapi anti memberikan pathway to citizenship itu 
sama saja dgn menikam dari belakang, pura2nya baik tapi orang disuruh jadi 
gelap terus tidak dikasih jalan jadi terang. tidak ada artinya. "Jadi apabila 
engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang 
dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya 
mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat 
upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu 
apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan 
tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya 
kepadamu." Matius 6:2-4
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Guarantor koq bisa sama 
dengan co signor?Teori dari mana lagi ini?!!Orang kasih garansi koq bisa sama 
dengan pembeli. Itu mah beda dul!!!!! Yg ane bilang praktis yg berjalan 
dinegara ente itu adalah co signor.Apanya yg mau diverifikasi, apa yg mau di 
review keuangannya? Bayar pajak juga enggak!Duit aja banyak yg dibawa bantal. 
Kalau gak ngerti, coba tanya2 orang2 indonesia dikota ente yg illegal.Bantu 
orang2 itu. Jangan hanya bisanya teriak2 doank ngomongin pathway to citizenship 
dll!!! Bagi ane teriakan2 ini bak kentut disiang bolong!!!! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 11:50 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan "tangan kanan memberi 
tangan kiri jangan sampai tahu" Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg 
memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor 
juga harus di-review keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap 
memenuhi. ---Nesare:Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit 
yg diajukan oleh peminta kredit.Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, 
loan officer approve ngasih 80% krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan 
dirumah itu dan juga mau ikut tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi 
income nya gak bisa di verify krn mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg 
diikutin tidak bisa jadi patokan krn loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa 
bayar lebih.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Orang satu ini gobloknya 
minta ampun dan celakanya dipelihara.Sudah ditulis sebelumnya yg diomongin 
adalah pemberian kredit bisa melebihi standard yg ditentukan oleh suatu 
perusahaan.Ane kasih tahu contoh praktik yg terjadi dinegara ente bahwa banyak 
pemberian kredit ke keluarga yg illegal immigrant melebihi standard DSR yg 
menjadi patokan perusahaan pemberi kredit.
(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke