Jonathan: Mortgage memang tax deductible tetapi itu bagi yang pakai SSN, sedang yg pakai TIN tidak bisa. Dilihat disini saja argumen illegal immigrant beli rumah pakai mortgage untuk tax saving itu sudah tidak benar.
Nesare: orang ini lagi ngomong apa? ngaco aja! Gak ngerti tax diam saja! orang yg punya ITIN koq gak eligible buat personal deductible?!!! Gimana kalau non resident alien yg kawin sama US citizen dan married filing jointly? Diam saja kalau gak ngerti!!! Mau ikut2an tapi gak ngerti!! Oh ente mau bilang illegal immigrant tidak ada yg punya SSN? Goblok nya minta ampun! Apa susahnya ambil SSN? Orang indonesia yg international student langsung bisa dapet SSN hanya dgn student visa. Lalu setelah students ini gak pulang jadi illegal tapi sudah punya SSN!!!! Goblok dipelihara!!!! Buka otaknya! Jangan berpikir seperti kodok yang teriak dalam tempurung kelapa!! Illegal immigrant dinegara ente itu banyak yg dapet SSN palsu. Ente ngerti ndak? Ente itu ndak tahu! Kalau mau tahu tuh tanya sama latino community! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 2, 2016 11:03 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Mortgage memang tax deductible tetapi itu bagi yang pakai SSN, sedang yg pakai TIN tidak bisa. Dilihat disini saja argumen illegal immigrant beli rumah pakai mortgage untuk tax saving itu sudah tidak benar. Sebelum th 2008 sekalipun standar DSR 28-43% itu sudah dipakai, sayangnya ada loopholes. Yg pertama adanya stated income yg dasarnya adalah kepercayaan, sang calon borrower ngibul ngaku punya income yang besar dan sayangnya pengecekan tidak begitu ketat sehingga pengakuan income besar itu diterima. Yg kedua creative financing dengan angsuran yg kecil sekali bahkan lebih kecil dari bunga yg dibayar utk beberapa tahun pertama sehingga mengakibatkan pokok yg makin membengkak, angsuran yg kecil inilah kemudian yg dipakai sebagai dasar perhitungan DSR, jadinya setelah masa grace period itu lewat angsuran jadi membengkak melebihi kemampuan bayar. Setelah financial crisis kedua praktek itu sudah tidak lagi dipakai atau setidaknya berkurang banyak sekali. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Chan: Hahaa, ... menarik juga diskusi masalah warga legal, illegal yang kenyataan juga terjadi di AS itu. Lalu, sehubungan dengan warga illegal membeli rumah bagaimana? Bagaimana pula dengan kerja mereka? Nesare: kalau ditanya illegal immigrant bisa beli rumah di usa, kebanyakan jawabannya negative. Tetapi sebetulnya di usa orang asing pun boleh beli rumah. Jadi ini masalah duit dan banyak mortgage program yg tersedia di usa. Ini masalah pengetahuan saja. biasanya orang beli rumah ambil mortgage di usa. Jarang yg beli rumah tunai. Kenapa? Karena bayar mortgage itu bisa jadi “tax saving deductible” artinya mengurangi bayar pajak krn mortgage per bulan itu bisa dipakai utk mengurangi penghasilan. Jadi bayar pajaknya berkurang. Pemberi kredit/mortgage itu hanya perlu TIN/taxpayer idenfication number yg diberikan oleh IRS/ditjen pajak. Hanya ini saja. ini utk mengetahui berapa pendapatan peminta mortgage. Standard nya ada 30-40% biasanya. Tetapi prakteknya ya berlainan. Ini urusan bisnis. Banyak yg ngasih lebih dari itu. Terutama dulu sebelum krisis 2008, subprime lending itu menjadi problem salah satunya problemnya ya dari ini asalnya. Orang2 illegal ini kalau pulang ke amerika latin atau dideportasi balik Indonesia, ya ninggalin masalah jadi kredit macet. Belum lagi ekonomi susah, cari kerja susah, ya jatuh berantakan real estate di usa. TIN ini tidak ketahuan residential status seseorang artinya dari TIN ini gak ketahuan orang ini legal atau tidak. jadi tidak ada gunanya IRS ngasih data ini ke USCIS/imigrasi krn tidak akan ketahuan status illegal atau legal pemilik TIN ini. jadi para illegal immigrant ini banyak yg punya TIN dan bayar pajak tanpa ketakutan akan ketahuan masalah legalitas mereka. Selain TIN ini, ada pengecekan credit history oleh pemberi kredit. Ini utk menentukan suku bunga mortgagenya. Kalau beresiko tinggi kena bunga yg lebih tinggi. Jadi ini aspek bisnisnya. Tergantung lender mau kasih atau tidak. ini masalah duit. Sijonathan itu cupatnya disini. Dia pake’ standard 30-40% terus lebih dari itu dia bilang tidak mungkin. Dia itu banyak tidak tahunya. Terus pake’ logika gimana bayarnya kalau bayar mortgage saja sudah 80%. Mana mungkin 20% dari pendapatan misalnya hanya $40.000 = $8000/tahun bisa cukup buat hidup. Dia tidak mengerti gimana jalannya proses pemberian mortgage itu berjalan. Juga harus bayar panjer/down payment. Dulu itu sebelum krisis 2008 DP 0% artinya tidak ada DP bisa ambil mortgage. Skrg prakteknya diperketat. Jarang bisa 0% DP. Dengan DP ini, lender jadi tenang. Kalau memang orang2 illegal ini dideportasi atau tidak bisa bayar, ya di foreclosure artinya DP nya bisa ditahan oleh lender. Ada juga perusahaan yg kasih mortgage ke illegal immigrant di usa walaupun sedikit. Misalnya Venta Financial Group offers mortgages to illegal immigrants di bbrp states seperti texas, california, cevada florida. Begitu juga Citibank ngasih mortgages ke immigrants disetiap states lewat a partnership dgn neighborhood assistance corp. Masih banyak yg saya tidak krn memang HAM yg sangat dijunjung dan demokrasi dinegara ini bikin pemerintah tidak bisa semena2 thd illegal immigrant. Chan: Saya dengar di Indonesia lain lagi masalahnya. Setelah Jokowi keluarkan amnesti pajak terakhir ini, dengan mengejar pembayaran pajak setiap warga, juga terjadi masalah dalam jual-beli rumah. Orang ditanyain bukti kekayaan harta dari pembayaran pajak yang sudah dilakukan, akan dikejar darimana asal duitnya membeli rumah sebegitu mahal? Mesti bayar pajak dahulu! Hehehee, ... Tapi, akibatnya, jual-beli rumah juga berkurang banyak. Pengembang perumahan jadi berteriak, bahkan bisa terancam bankrut dengan ditindih hutang, ... Kalau sudah begitu tentu akan memukul kelancaran perputaran ekonomi nasional? Entah gimana Jokowi menemukan jalan pemecahan yang baik, ... Nesare: bukan “mengejar” pembayaran pajak. Ini yg dimanipulasi oleh sebagian orang yg melabel Jokowi sbg gagal dalam program tax amnesty terus sasaran diganti ke rakyat miskin. Ini tidak benar. Ini terutama pendapat mereka2 yg menganggap dirinya sbg pembela rakyat. Semua rakyat harus bayar pajak. Dimanapun begitu. Jalannya negara itu harus dari pajak apalagi dijaman kapitalisme seperti sekarang ini. masalah bayar pajak ini tidak pernah selesai. Kenapa? Karena semua orang tidak mau bayar pajak. Ini tendensinya. Jarang orang itu sadar utk bayar pajak. Jadi harus di enforce. Mulainya dari harus punya NPWP. Di usa disebut: taxpayer identification number/TIN. TIN ini urusannya IRS dan gak ada urusannya dgn imigrasi maksudnya IRS tidak ngasih tahu imigrasi TIN ini. Juga TIN ini tidak mengunjukkan resindetial status: legal atau illegal. IRS assign/ngasih TIN itu kesemua pembayar pajak. Dalam kasus illegal immigrant ambil mortgage itu bisa saja terjadi kalau dia punya TIN ini. ini bisa terjadi sama mereka2 yg illegal dari amerika latin. Orang2 ini walaupun illegal tetapi punya political power krn mereka ini terlalu banyak dan sudah beranak pinak di usa shg pemerintah usa tidak bisa apa2 apalagi deportasi mereka krn alasan HAM. Tetapi perlakuan istimewa ini tidak terjadi utk illegal immigrant dari negara lain seperti Indonesia, turki, RRT dll. Ini yg saya tahu dari immigrant lawyer. Dulu ditahun 2001/2002 kalau tidak salah, imigrasi usa mengadakan survey thd semua imigran. Ini terkait dgn 9/11 attack. Imigrasi bilang gak apa2, ini hanya formulis pendataan saja. tetapi ada bbrp orang Indonesia yg tertangkap dan dideportasi. Kurang tahu seberapa banyak seluruh usa. Tetapi ada. Mereka2 yg tidak tertangkap dan tidak ikut mengisi formulir tempo hari itu masih banyak hidup illegal di usa dan orang2 ini setiap saat takut dgn otoritas. Ngomong saja hati2 sekali walaupun ngomong sama sesama orang Indonesia saja mereka2 ini tidak cerita kesusahan mereka. Contoh yg saya kasih ada orang Indonesia sudah beli rumah pake’ mortgage dan baru beli perabot rumah lalu ditinggalin krn ketakutan itu memang terjadi di Indianapolis. Pasangan dari bandung dengan 1 anak cowok. Anaknya tidak sekolah krn orang tuanya was was dan takut. Waktu itu anak itu sdh umur 8 tahunan ditahun 2005. Orang2 indonesia disana sendiri tidak banyak yg tahu. Konsulat yg tahu pun diam saja tidak bisa apa2. Malahan ada orang2 konsulat yg akhirnya setelah tidak kerja dikonsulat lagi juga akhirnya illegal krn memilih tinggal di usa krn sakit jantung. Kalau pulang Indonesia ya kemungkinan matinya lebih besar. Kaitannya dengan rumah dan ekonomi ya jelas sekali. Rakyat jadi was was krn harus ngisi formulir pajak. Tadinya yg punya toko tidak pernah bayar pajak. Bayarpun tetapi minim sekali. Jadi orang2 dan perusahaan2 ini was was. Ini yg sdg terjadi diindonesia. Selalu perombakan, restrukturisasi bikin was was. Dan implikasinya jelas sekali ekonomi akan terganggu. Begitu juga kan pertama kali Jokowi dan ahok menang, korupsi dibabat yaitu meeting tidak diperbolehkan dihotel2 mewah lagi misalnya. Akibatnya ya hotel sepi. Dulu orang2 kalau korupsi ngasih mobil. Mobil sebelum diantar sbg sogokan didandan dulu di toko variasi mobil. Setelah pengetatan korupsi dilakukan oleh Jokowi dan ahok, dealer mobil sepi. Begitu juga toko variasi mobil sepi. Ini hanya contoh sebagian saja impak mau berbenah diri itu. Tetapi apakah harus dilakukan atau tidak? ini kan pertanyaan serius. Yg jawab ya harus rakyat Indonesia. Kalau tidak tahan dgn desrupsi/gangguan thd jalannya ekonomi ya diamkan saja korupsi berjalan seperti dulu, ekonominya kelihatan bagus2 saja jalannya. Kalau memang mau jalannya RI bagus ya harus diberesin dari skrg. Gangguan ini kan sama saja dgn pinjaman duit dari luar. Jokowi perlu duit jadi harus ngutang dari luar utk pembangunan. Ini konsekwensinya. Kalau tidak dari mana duit utk penyelenggaraan pembangunan ini? yg bashing itu kan hanya melihat2 secuil2 saja dari permasalahan yg ada. Seperti jonathan dan ajeg itu kan sibuknya ngurusin rupiah turun, hutang naik, orang miskin bertambah, ekonomi melambat, tetapi sama sekali tidak melihat secara keseluruhan gimana RI itu bisa lebih baik. Salam Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, November 1, 2016 8:01 PM To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; nesare1@... Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Hahaa, ... menarik juga diskusi masalah warga legal, illegal yang kenyataan juga terjadi di AS itu. Lalu, sehubungan dengan warga illegal membeli rumah bagaimana? Bagaimana pula dengan kerja mereka? Saya tidak tahu bagaimana peraturan di AS, tapi di HK yang berlaku tidak memperkenankan warga illegal, setiap orang baru bisa dapatkan kerja setelah bisa dapatkan KTP, jadi, mestinya orang itu kalau illegal masuk ke HK, akan kesulitan untuk dapatkan pekerjaan. Seringkali terjadi penangkapan orang illegal yang jadi pekerja illegal diproyek bangunan, kuli pengangkut truk, gudang dsb., ... bahkan cuci-piring direstoran yang hanya seorang, dua orang itu. Banyak diantara mereka asal Pakistan, Bengladesh, dan sekarang terdengar dari negara Arab. Jadi, di HK belum terdengar ada berita warga illegal itu bisa beli rumah. HK tidak melarang orang asing/bukan KTP HK untuk membeli rumah, hanya saja bagi warga asing dikenai pajak pembelian rumah lebih tinggi entah berapa%. Ini kebijaksanaan pemerintah HK untuk mengurangi kecepatan orang dari Tiongkok daratan ngeborong rumah di HK dan mengakibatkan harga rumah melonjak tinggi terlalu cepat. Kebijaksanaan ini jelas merugikan pengembang, usaha perumahan, kecepatan jual-beli rumah melambat. Penghasilan Pemerintah dari pemasukan pajak pembelian rumah dengan sendirinya 3 tahun terakhir ini menurun, tapi harga rumah jadi stabil, atau naik dengan kecepatan lambat saja. Ketentuan Pemerintah dibuat memang harus sesuai dengan keadaan konkrit PASAR yang dihadapi, ... maunya apa? Memang sebaiknya tidak dilepas liberal berdasarkan prinsip bisnis, kalau ada gerak jual-beli dengan kejar keuntungan sebesar-besarnya. Harus mempertimbangkan kepentingan warganya sendiri, dan kalau perlu memberi tunjangan. Saya dengar di Indonesia lain lagi masalahnya. Setelah Jokowi keluarkan amnesti pajak terakhir ini, dengan mengejar pembayaran pajak setiap warga, juga terjadi masalah dalam jual-beli rumah. Orang ditanyain bukti kekayaan harta dari pembayaran pajak yang sudah dilakukan, akan dikejar darimana asal duitnya membeli rumah sebegitu mahal? Mesti bayar pajak dahulu! Hehehee, ... Tapi, akibatnya, jual-beli rumah juga berkurang banyak. Pengembang perumahan jadi berteriak, bahkan bisa terancam bankrut dengan ditindih hutang, ... Kalau sudah begitu tentu akan memukul kelancaran perputaran ekonomi nasional? Entah gimana Jokowi menemukan jalan pemecahan yang baik, ... Salam, ChanCT From: <mailto:nesare1@...> nesare1@... [GELORA45] Sent: Wednesday, November 2, 2016 1:37 AM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Gobloknya minta ampun! Orang latino yg illegal berani petentang petenteng dinegara ente walaupun illegal, koq bisa gak berani beli rumah???? Bisa mikir ndak ente ini????? Kaya’ gini gampangnya saja gak mudeng????!!! Ane memang sengaja ndak mau kasih tahu apa hubungannya antara illegal immigrant yg demo ini dengan minta mortgage beli rumah. Ehhhh bener ditanyain hehehehehe ampun2 bodohnya!! Setelah para orang2 illegal ini mau beli rumah, koq bisa mortgage company nya gak mau kasih? Aduhhhhh ente ngerti bisnis ndak? Jelas ndak ya! Orang ada duit hanya ndak bayar pajak, koq ndak mau dikasih kredit. Sedangkan bank dinegara ente itu berlebihan duit kas nya krn ndak bisa ngucurin kredit makanya ekonomi negara ente tersendat2 jalannya. Ngomong2 ente ngerti ndak masalah ekonomi negara sekarang ini apa? Nih ane kasih sedikit jawabannya: walaupun bunga kredit rendah, kredit yg disalurkan gak banyak artinya duit kas di bank banyak dan ini rugi krn bank harus bayar bunga ke pemilik uang. Gimana bisa untung, wong duitnya ditangan gak dikucurkan sbg kredit! Makanya bunga mau dinaikkan dan sdh dilakukan oleh Yellen. Jelas2 ente ini ndak ngerti!!!!! Apa salahnya orang bekerja??!! Koq nanya??!!! Gila apa ya ente ini? Koq nanya ane salah apa ndak orang kerja? Tanya sana sama dewa dewi ente! Oh ya sudah nanya beneran atau hanya tahunya orang2 indonesia yg legal saja??!! Akh tahunya hanya segitu saja. Orang Indonesia yg illegal mau berani ngomong sama ente kalau mereka itu illegal. Wong sama2 orang Indonesia saja, mereka2 yg illegal ini ndak berani ngomong kalau mereka itu illegal krn takut malahan sama2 orang Indonesia bisa jahatin mereka2 ini. Wahhhh jelas sekali orang Indonesia illegal ini gak mau ngomong sama ente. Wong kelakuannya kaya’ gini!!! Emangnya ngapain illegal dari Indonesia ini ngasih tahu ente? Emangnya ente bisa berbuat apa buat mereka? Hehehehehehe sombongnya…… Orang2 illegal asal Indonesia ini tentunya hanya ngomong sama orang2 yg mereka percaya! Ente ndak termasuk lah…. Hehehehehehehe. Tanya sana sama pendeta atau pastur ente…..biar tahu lebih banyak. Jangan hanya tahu Tuhan ente saja!!!! Nah kasih contoh dikota ente ya. Ya jelas2 ndak takut orang2 itu. Kan sudah ane kasih contohnya si mahoma lopez itu. Demo saja berani koq bisa takut digrebek?! Gimana sih ente ini? goblok bener!!! Coba lihat illegal immigrant dari negara lain ada ndak yg ketakutan! Coba cek diwebsite USCIS ada deportasi ndak! Kalau ada, siapa2 yg dideportasi. Kalau ada deportasi ada yg takut ndak? Goblok dipelihara!!! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, November 1, 2016 10:59 AM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan apa mereka juga bilang minta mortgage dan biarpun income-nya nggak cukup tetap dikasih? anda itu kentara sekali meng-ada2, setelah bilang orang Indonesia sekarang lari lagi kearah yg lain. apa salahnya orang bekerja? apa salahnya orang yg bekerja ingin tidak diekploitasi? apa memangnya anda ingin semua undocumented itu tidak kerja? anda ingin semua jadi garong rampok begitu? justru biarpun undocumented sebaiknya tetap bekerja, tidak ada yg salah dan memalukan dengan bekerja. anda bigotnya kebangetan. saya tahu cukup banyak komunitas Indonesia tapi nggak pernah dengar anaknya nggak sekolah gara2 takut digrebek polisi, juga nggak pernah dengar rumahnya yg sudah dibeli ditinggal begitu saja gara2 takut digrebek. anda jelas ngaco saja, semua anak disini boleh sekolah tidak perduli status imigrasinya, tidak peduli orang tuanya undocumented ataupun tidak. juga bahkan dikasih breakfast dan lunch kalau income orang tuanya masih dalam batasan tertentu. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? Nesare: wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant yang hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada tayangan di <http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/> http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/ <http://thehandthatfeedsfilm.com/> http://thehandthatfeedsfilm.com/ nonton film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya “kiri” itu! Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg illegal kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? Karena gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn sakit bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta di unionized! TERANG TERANGAN!!! Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan pendapatan selama demo dll. Akhirnya menang!!! Ente ini tinggal dimana? Kaya’ gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ pahlawan kesiangan bashing RI yg katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan tanya sama orang2 indonesia disekitar ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama orang Indonesia disekitar ente!!! Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti gimana ada orang Indonesia yg sdh beli rumah, beli perabot terus ditinggal begitu saja krn takut digrebeg polisi. Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba tanya2 dan cari tahu utk membuktikan kalau ente itu masih cinta Indonesia!!!!! Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari kitab suci. Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan dan kitab suci ente??!!!! Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu ya mengaku sbg agamais??? Hehehehehe. Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu masalah moral philosofi dan agama itu dogma yg irasional dan berdasarkan kepercayaan. Kalau etika kelihatan misalnya ente ndak pernah minta maaf kalau bikin salah. Ini unethical! Dosa ndak? Ane ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente sama ente! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda lihat W2 atau 1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax return? apa anda loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan ngarang cerita, itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum? Tempo doeloe memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal yg mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali. "A stated income loan is a mortgage where the lender does not verify the borrower's income by looking at their pay stubs, W-2 (employee income) forms, income tax returns, or other records. Instead, borrowers are simply asked to state their income, and taken at their word." Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal dari kitab suci, seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik jangan di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan masih banyak lagi yg lain. Hanya orang munafik yg berbuat kebaikan sekali saja mungkin dan amat simple terus diteriakkan keseluruh penjuru dunia untuk menunjukkan betapa baiknya dirinya sambil menepuk dada. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : “guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya”? Apanya yg direview? Orang gak bayar pajak! Gimana reviewnya? Masa bodoh loan officer mau verify keuangan calon pembeli rumah. Wong datanya gak ada. Illegal immigrant kerja dibawah tangan. Kerja di restoran dibayar cash, bawa pulang dan disimpan dibawah bantal. Ini yg terjadi banyak sama orang Indonesia yg illegal. Nah hebatnya negara ente ini gak kutak katik orang2 amerika latin yg illegal. Malahan ada yg bayar pajak artinya terang2an declare bahwa dia illegal….ehhh gak dideportasi. Tetapi dari negara2 yg gak banyak orang yg illegal termasuk orang2 illegal dari Indonesia malahan ditangkap dan dideportasi. Moso’ ente gak ngerti masalah ini dinegara ente?!! Sbg seorang democrat urus masalah itu! Jangan bashing RI saja bisanya!!!! Ente itu gak pernah ngomong positif ttg RI, tahu????!!!!! “bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak”? Ya tahulah dari W2 atau 1040 kan bukti ente bayar pajak atau tidak. koq nanya? Ente gak pernah bayar pajak ya? Nah ketahuan nih yeah. Bisa2 ente ini juga illegal immigrant ya? Ayat kitab suci dianggap sbg standard etika? Ngaco aja! Agama itu dogma. Etika itu masalah moral, philosofi. Sok ngajarin orang lain sedangkan sendirinya gak pernah berkacamata melihat dirinya sendiri. emangnya selama ini ente ndak tahu, ane ini nelanjangi ente yg sok nya minta ampun. Kaya’ serba tahu semua ttp tahunya hanya kulit2nya saja. sudah salah gak pernah terima salah apalagi minta maaf. Teriak2 humanis, ttp kelakuan seperti apa. yg paling tepat istilahnya: narcissist! Aneh2 saja orang satu ini, siapa yg pusing ente mau setuju pathway to citizenship, setuju masuknya orang timur tengah dll. Itu urusan ente dinegara ente. Yg ane pusingin kalau ente sudah ngomong yg enggak2 ttg RI!!! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Sunday, October 30, 2016 7:02 PM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan ya memang seseorang sebagai guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya, credit history dlsb, apa salahnya disini lha wong memang harus begitu. darimana anda tahu nggak ada data keuangan? aneh banget. apa memangnya anda loan officer-nya yg tutup mata ngasih loan begitu? bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak? pakai ayat itu saya cuman ngasih tahu betapa munafiknya anda, bantu orang terus di-koar2kan keseluruh dunia. ayat semacam itu ada di alkitab, koran, dlsb merupakan standar etika. anda sekarang balik seakan saya tahu orang2 yg anda bicarakan itu ilegal, aneh banget, justru saya mempertanyakan darimana anda tahu kalau ilegal? sso ilegal itu nggak bakalan teriak kasih tahu orang statusnya, kalau mereka percaya anda kemudian anda koar2kan jelas menunjukkan betapa munafiknya anda. saya tidak keberatan dan setuju saja Clinton menambah jumlah pengungsi Siria yg masuk ke US, pengungsi2 itu memang sudah sepatutnya ditampung dan diberi jalan hidup, saya bukan-nya paranoid seperti anda yg ketakutan adanya teroris yg menyusup diantara pengungsi. ketakutan akan teroris itu tidak membenarkan mengorbankan para pengungsi. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Susahnya apa omong sama ane? Hehehehehe. Jelas ente menyamakan guarantor dan co signor yang harus direview keuangan! Ngaco bisa baca tulisan ente sendiri ndak?!!! Ini tulisan ente: Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi. Gimana bisa diminta data keuangannya? Gimana bisa direview data keuangannya? Bayar pajak sudah ndak!!!! Goblok dipelihara! Ngomong sana sama Tuhan ente. Ane gak ikut2an. Ngaco aja! Bawa2 kitab suci segala! Dasar agamais tapi berkedok sok suci! Ketahuan sekarang belangnya! Hehehehehe. Emangnya ente mau ngomong ente sudah tahu orang2 indonesia yg illegal itu? Kalo sudah tahu orang2 indonesia illegal ini, koq bisa gak tahu gimana kehidupan mereka?
