Kalau benar yang dimaksudkan bung Karma berita dimedsos yang dibawah ini, saya SETUJU dengan bung Goei, pemberitaan ini HOAX! TIDAK BENAR PM Li Keqiang bikin konfrensi pers dan BISA menggertak begitu pada RI! Itu bukan peradaban bangsa Tionghoa, yang sekarang sedang mengkumandangkan HORMONIS di dunia Internasional! Dengan “Satu Jalan Satu Jalur” menyerukan usaha dagang dengan negara-negara didunia ini untuk “Menang BERSAMA, untung BERSAMA!”
Pemerintah Tiongkok tetap akan memperlakukan warga Tionghoa didunia yang sudah menjadi warganegara setempat sebagai warganegara-ASING (bagi RRT) dan SEPENUHNYA menjadi urusan NEGARA bersangkutan, Tiongkok sudah tidak bisa turun tangan mencampuri lagi! Sudah bukan urusan Tiongkok lagi! Begitulah saat peristiwa Tragedi Mei ‘98 yl, sekalipun banyak Tionghoa jadi korban kerusuhan, banyak wanita-Tionghoa diperkosa massal, ... Pemerintah Tiongkok ketika itu BUNGKAM seribu-bahasa! Jangankan menuntut ini-itu pada Pemerintah RI dalam usaha melindungi warga Tionghoa di Indonesia, sepatah Pernyataan PROTES pun TIDAK keluar! Bagaimana mungkin pemerintah Tiongkok sekarang bisa mengancam akan mengirim tentara untuk melindungi warga Tionghoa yang SEPENUHNYA sudah menjadi urusan Pemerintah RI? Saya justru merasa kemungkinan ada sementara orang bermaksud JAHAT, menyiarkan pemberitaan HOAX demikian ini untuk membuat suasana lebih keruh dan memanas-manasi kemarahan semeentara kelompok pada Ahok yang Tionghoa saja, ... Mungkinkah panasnya situasi terakhir ini kembali meletup KERUSUHAN Mei ‘98? Selama pemerintah RI, dari Presiden RI-Jokowi sampai TNI/POLRI TEGAS dan SIAP mengatasi kerusuhan yang terjadi, saya YAKIN, seyakin-yakinnya, KERUSUHAN MEI ‘98 itu TIDAK akan terulang kembali! KERUSUHAN begitu besar TIDAK AKAN terjadi lagi! Aparat keamanan RI masih tetap berkemampuan untuk menjaga, mempertahankan ketertiban dan keamanan masyarakat! Kemudian, ... kalau saya perhatikan demo 4 Nopember yl. sekalipun terhitung terbesar dari sudut jumlah peserta, tapi juga termasuk TERTIB! Sekalipun mereka menyerukan jell-jell yang cukup ekstrim dan keras, ... namun nampak jelas peserta demo itu masih terkendali dibawah nalar yang sehat. Hanya menyampaikan pendapat dan tuntutan, TIDAK membuat kerusuhan! Sedang kerusuhan yang terjadi dimalam hari itu sudah bukan lagi pendemo yang sebenarnya, ... itulah yang dikatakan ditunggangi aktor politik tertentu, dan itulah tantangan bagi aparat keamanan untuk lebih sigap dan cepat mengusut siapa sesungguhnya aktor politik itu dan menjatuhi sanksi HUKUM seberat-beratnya! Jangan biarkan aktor-aktor politik hitam begitu tetap melanglang-buana di Nusantara ini! Perusuh-perusuh yang sangat merugikan RAKYAT banyak! Mudah-mudahan keyakinan saya ini TIDAK meleset, ... dan kita semua bisa menyaksikan sekalipun ada sementara kelompok berorasi menyampaikan pendapat/tuntutannya dengan keras, namun TETAP bisa menunjukkan kedewasaan ber-DEMOKRASI dan mempertahankan kehidupan harmonis dengan SEGALA perbedaan yang ada! Dengan mekiian MEMPERTAHANKAN keamanan dan ketentram masyarakat DKI Jakarta! Salam, ChanCT From: [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, November 15, 2016 8:28 AM To: [email protected] Subject: [GELORA45] Re: PM C.. marah jika terulang 98 apakah berita yg ini? saya kok tidak menemukan di berita2 berbahasa inggris, apakah berita ini benar? kelihatannya ada yg janggal disini, kalau benar PM Li mengatakan ini pasti akan dikutip berita2 lain manca negara apalagi disebut diliput stasiun televisi internasional, selain itu kok bisa kantor PM Li di Taipei khan seharusnya di Beijing, dus nggak tahu sekedar salah ketik atau berita ngawur. --- PM Li Keqiang pun mengadakan konfrensi pers siang lalu bersama pejabat negara lainnya di Kantor Perdana Menteri China,Taipei,yang diliput stasiun televisi international. ... Selasa, 08 November 2016 22:26 WIB PM Cina Menggertak, Jika Tragedi 98 Terulang, Dia Akan Kirim Pasukan ke Indonesia Penulis: Muslikhin Effendy PM Tiongkok. (net)JAKARTA - Respon Keras datang dari Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang,Soal suasana politik yang sedang memanas di Indonesia yang mengusik kenyamanan warga keturunan tionghua yang ada di Indonesia. Kabar soal aksi damai 4 November yang berakhir dengan aksi rusuh dan penuh dengan nada ancaman yang mengarah pada etnis Tiong Hua terdengar sampai kenegri China. PM Li Keqiang pun mengadakan konfrensi pers siang lalu bersama pejabat negara lainnya di Kantor Perdana Menteri China,Taipei,yang diliput stasiun televisi international. Jelas sekali dalam konfrensi pers itu,Perdana Menteri negara tirai bambu tersebut,menyampaikan perihatinnya akan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia. PM li juga menyayangkan etnis tiong hua kembali menjadi incaran adu domba oleh beberapa politikus Indonesia demi mengambil kekuasaan secara tidak sehat. PM Li berharap pemerintah Indonesia bisa mengambil keputusan tegas dan bijak dengan apa yang terjadi saat ini. PM li sangat tidak menginginkan peristiwa kelam ditahun 1998 yang menjadikan etnis TIong Hua sebagai korban terulang lagi di Indonesia. Karena menurutnya kejadian itu harusnya tidak boleh terjadi lagi dinegara yang sudah memiliki banyak kemajuan dan perkembangan sedemikian rupa. "Tentunya saya sudah mendengar kabar dari negara tetangga kita,Indonesia yang sedang mengalami gejolak politik yang bercampur dengan urusan agama dan etnis" ujar PM Li dalam konfrensi persnya. "Kami sebagai negara sesama Asia turut perihatin melihat ini, saya berharap yang terbaik untuk bapak Presiden Joko Widodo dapat segera menenangkan suasana dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan mencegah aksi-aksi yang dapat memecah bela negaranya," ujarnya. "Namun tidak lepas saya adakan konfrensi pers ini,Saya ingin menegaskan bahwa Pemerintahan kami tidak mau dan tidak mengkhendaki,Jikalau sampai kejadian yang paling kelam terjadi pada tahun 1998 di Indonesia terulang kembali.Dijaman itu telah banyak warga keturunan kami disana diperlakukan secara kejam dan dibunuh," sambungnya. "Jika memang Pemerintah gagal melindungi warga keturunan kami disana dan terulang lagi sejarah kelam itu. Maaf jika kami pemerintah Tiongkok pun akan mencoba menaikkan banding kami ke Badan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk mengirimkan pasukan pengamanan kami ke Indonesia,Demi memindahkan keturunan kami disana," tukasnya. "Serta hubungan dari segi bisnis, perdagangan, bilateral dan yang lainnya benar-benar akan kami putus dengan Indonesia. Mohon maaf sebelumnya tapi kami juga mempunyai hak untuk melindungi warga keturunan kami dimanapun mereka berada. Jika terjadi penindasan secara sosial dan nyawanya terancam. Tapi tetap dibalik itu semua kami tidak akan mendahului Pemerintahan RI," tegasnya. "Maka itu saya berharap Presiden dan para Menteri di Indonesia dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dengan sebaik-baiknya tanpa memakan korban dari pihak manapun. Karena sesungguhnya yang sedang terjadi saya tahu betul adalah tindakan politisi Indonesia yang sedang bergejolak dengan menggunakan dan mengambing hitamkan etnis tiong hoa sebagai sasaran," tutupnya. Hal tersebut merupakan penggalan isi dari konfrensi pers yang di selenggarakan oleh PM Li,Sisa perbincangan dari konfrensi pers itu hanya membahas tentang pertukaran warga negara di Asia yang memang sudah direncanakan oleh seluruh anggota Asean. *** Sumber: kabarsatunews.com ---In [email protected], <inengahk@...> wrote : Saya baca di medsos, ada pengamat yang meremehkan pernyataan PM C.. soal demo tanggal 25 nop 2016 jika peristiwa 98 terulang Apalagi ada isu akan mendemo kantor dubes C…. dijakarta, semestinya jangan meremehkan pernyataan negara lain apalagi negara maju dan kita masih banyak punya utang banyak dengan negara ini. Orang kalau marah tak peduli kedaulatan siapan, jika c… sampai masuk kenegara kita apa yang kita perbuat, nanti pasti presiden yang disalahkan. Mestinya kita menggunakan nalar dan budi pekerti saat berbuat jika mau di hormati orang. Harapan saya jangan emosi menanggapi sesuatu, mari berpikir yang jernih
