Bagaimana bisa dikatakan PROFESIONAL kalau segala ketentuan dilanggar TIDAK ada 
tokoh-tokoh yang dicekal dan bisa dijatuhi SANKSI HUKUM??? Entah aparat HUKUM 
tidak bergigi-kuat atau pecundang-pecundang politik itu yang terlalu keras 
sehingga tidak tergigit??? 

Jadi, mestinya setiap DEMO yang dilancarkan TANPA ijin, 
penyelenggara/penanggungjawabnya MUTLAK HARUS diseret kedepan pengadilan dan 
kena sanksi sesuai besaran DEMO yang dikerahkan itu, ... makin besar jumlahnya, 
makin berat sanksi hukum yang harus ditanggung! Dan, ... seandainya saja yang 
dikatakan PERUSUH itu diluar pendemo yang tertib, yaa tentu lebih mudah 
mencekal tokoh perusuh setelah jam 18 itu, yang oleh Jokowi dinyatakan 
Aktor-politik itu! Tapi, sampai pagi hari ini belum terdengar ada yang dicekal, 
atau kuping saya kurang tajam, ... dan terlewatkan???

Salam,
ChanCT


From: 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service 
Indonesia]'[email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, November 16, 2016 8:01 AM
To: '[email protected]' ; '[email protected]' 
Subject: [GELORA45] PM C.. marah jika terulang 98




Ijin harsu tetap harus ada, ibarat warga negara asing masuk ke indonesia 
walaupun jumlah triliunan tetap pakai ijin.

Jika tak ada ijin, saat ada musibah/meninggal/luka siapa yang akan disalahkan?

Semua harus professional kalau mau selamat dan aman.

Dimana-mana yang namanya illegal pasti di basmi baik illegal loging, tki 
illegal, dll 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 15, 2016 5:02 PM
To: [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: PM C.. marah jika terulang 98

 

  

 

nggak tahu ya, tapi saya kira kalau yg demo cuman antara 50-100 orang mungkin 
ijin jadi masalah, tapi kalau 100 ribu bahkan sejuta ya nggak usah ngomongin 
ijin lagi.

---In [email protected], <inengahk@...> wrote :

Ketika buruh dan mahasiswa demo harus minta ijin dari aparat keamanan

Apakah sekarang demo tak perlu minta ijinseperti :

1.       Dimana 50-100 orang harus ada yang mengkoornir

2.       Demo sampai 18.00

3.       Demo tidak boleh ditempat umum supaya tidak mengganggu public/macet

4.       dll

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 15, 2016 10:14 AM
To: [email protected]; jonathangoeij@...
Subject: [**EXTERNAL**] [t-net] Re: [GELORA45] Re: PM C.. marah jika terulang 98

 

 

Kalau benar yang dimaksudkan bung Karma berita dimedsos yang dibawah ini, saya 
SETUJU dengan bung Goei, pemberitaan ini HOAX! TIDAK BENAR PM Li Keqiang bikin 
konfrensi pers dan BISA menggertak begitu pada RI! Itu bukan peradaban bangsa 
Tionghoa, yang sekarang sedang mengkumandangkan HORMONIS di dunia 
Internasional!  Dengan “Satu Jalan Satu Jalur” menyerukan usaha dagang dengan 
negara-negara didunia ini untuk “Menang BERSAMA, untung BERSAMA!”

 

Pemerintah Tiongkok tetap akan memperlakukan warga Tionghoa didunia yang sudah 
menjadi warganegara setempat sebagai warganegara-ASING (bagi RRT) dan 
SEPENUHNYA menjadi urusan NEGARA bersangkutan, Tiongkok sudah tidak bisa turun 
tangan mencampuri lagi! Sudah bukan urusan Tiongkok lagi! Begitulah saat 
peristiwa Tragedi Mei ‘98 yl, sekalipun banyak Tionghoa jadi korban kerusuhan, 
banyak wanita-Tionghoa diperkosa massal, ... Pemerintah Tiongkok ketika itu 
BUNGKAM seribu-bahasa! Jangankan menuntut ini-itu pada Pemerintah RI dalam 
usaha melindungi warga Tionghoa di Indonesia, sepatah Pernyataan PROTES pun 
TIDAK keluar! Bagaimana mungkin pemerintah Tiongkok sekarang bisa mengancam 
akan mengirim tentara untuk melindungi warga Tionghoa yang SEPENUHNYA sudah 
menjadi urusan Pemerintah RI?

 

Saya justru merasa kemungkinan ada sementara orang bermaksud JAHAT, menyiarkan 
pemberitaan HOAX demikian ini untuk membuat suasana lebih keruh dan 
memanas-manasi kemarahan semeentara kelompok pada Ahok yang Tionghoa saja, ... 

 

Mungkinkah panasnya situasi terakhir ini kembali meletup KERUSUHAN Mei ‘98? 
Selama pemerintah RI, dari Presiden RI-Jokowi sampai TNI/POLRI TEGAS dan SIAP 
mengatasi kerusuhan yang terjadi, saya YAKIN, seyakin-yakinnya, KERUSUHAN MEI 
‘98 itu TIDAK akan terulang kembali! KERUSUHAN begitu besar TIDAK AKAN terjadi 
lagi! Aparat keamanan RI masih tetap berkemampuan untuk menjaga, mempertahankan 
ketertiban dan keamanan masyarakat! Kemudian, ... kalau saya perhatikan demo 4 
Nopember yl. sekalipun terhitung terbesar dari sudut jumlah peserta, tapi juga 
termasuk TERTIB! Sekalipun mereka menyerukan jell-jell yang cukup ekstrim dan 
keras, ... namun nampak jelas peserta demo itu masih terkendali dibawah nalar 
yang sehat. Hanya menyampaikan pendapat dan tuntutan, TIDAK membuat kerusuhan! 
Sedang kerusuhan yang terjadi dimalam hari itu sudah bukan lagi pendemo yang 
sebenarnya, ... itulah yang dikatakan ditunggangi aktor politik tertentu, dan 
itulah tantangan bagi aparat keamanan untuk lebih sigap dan cepat mengusut 
siapa sesungguhnya aktor politik itu dan menjatuhi sanksi HUKUM 
seberat-beratnya! Jangan biarkan aktor-aktor politik hitam begitu tetap 
melanglang-buana di Nusantara ini! Perusuh-perusuh yang sangat merugikan RAKYAT 
banyak!

 

Mudah-mudahan keyakinan saya ini TIDAK meleset, ... dan kita semua bisa 
menyaksikan sekalipun ada sementara kelompok berorasi menyampaikan 
pendapat/tuntutannya dengan keras, namun TETAP bisa menunjukkan kedewasaan 
ber-DEMOKRASI dan mempertahankan kehidupan harmonis dengan SEGALA perbedaan 
yang ada! Dengan mekiian MEMPERTAHANKAN keamanan dan ketentram masyarakat DKI 
Jakarta!

 

Salam,

ChanCT

From: jonathangoeij@... [GELORA45] 

Sent: Tuesday, November 15, 2016 8:28 AM

To: [email protected] 

Subject: [GELORA45] Re: PM C.. marah jika terulang 98

 





apakah berita yg ini? saya kok tidak menemukan di berita2 berbahasa inggris, 
apakah berita ini benar?

kelihatannya ada yg janggal disini, kalau benar PM Li mengatakan ini pasti akan 
dikutip berita2 lain manca negara apalagi disebut diliput stasiun televisi 
internasional, selain itu kok bisa kantor PM Li di Taipei khan seharusnya di 
Beijing, dus nggak tahu sekedar salah ketik atau berita ngawur.

 

---

PM Li Keqiang pun mengadakan konfrensi pers siang lalu bersama pejabat negara 
lainnya di Kantor Perdana Menteri China,Taipei,yang diliput stasiun televisi 
international.

...

Selasa, 08 November 2016 22:26 WIB

PM Cina Menggertak, Jika Tragedi 98 Terulang, Dia Akan Kirim Pasukan ke 
Indonesia
Penulis: Muslikhin Effendy


    



PM Tiongkok. (net)
JAKARTA - Respon Keras datang dari Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang,Soal 
suasana politik yang sedang memanas di Indonesia yang mengusik kenyamanan warga 
keturunan tionghua yang ada di Indonesia.

 

Kabar soal aksi damai 4 November yang berakhir dengan aksi rusuh dan penuh 
dengan nada ancaman yang mengarah pada etnis Tiong Hua terdengar sampai kenegri 
China. PM Li Keqiang pun mengadakan konfrensi pers siang lalu bersama pejabat 
negara lainnya di Kantor Perdana Menteri China,Taipei,yang diliput stasiun 
televisi international.

Jelas sekali dalam konfrensi pers itu,Perdana Menteri negara tirai bambu 
tersebut,menyampaikan perihatinnya akan kondisi yang sedang terjadi di 
Indonesia. PM li juga menyayangkan etnis tiong hua kembali menjadi incaran adu 
domba oleh beberapa politikus Indonesia demi mengambil kekuasaan secara tidak 
sehat.

PM Li berharap pemerintah Indonesia bisa mengambil keputusan tegas dan bijak 
dengan apa yang terjadi saat ini. PM li sangat tidak menginginkan peristiwa 
kelam ditahun 1998 yang menjadikan etnis TIong Hua sebagai korban terulang lagi 
di Indonesia. Karena menurutnya kejadian itu harusnya tidak boleh terjadi lagi 
dinegara yang sudah memiliki banyak kemajuan dan perkembangan sedemikian rupa.

"Tentunya saya sudah mendengar kabar dari negara tetangga kita,Indonesia yang 
sedang mengalami gejolak politik yang bercampur dengan urusan agama dan etnis" 
ujar PM Li dalam konfrensi persnya.

"Kami sebagai negara sesama Asia turut perihatin melihat ini, saya berharap 
yang terbaik untuk bapak Presiden Joko Widodo dapat segera menenangkan suasana 
dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan mencegah aksi-aksi yang dapat 
memecah bela negaranya," ujarnya.

"Namun tidak lepas saya adakan konfrensi pers ini,Saya ingin menegaskan bahwa 
Pemerintahan kami tidak mau dan tidak mengkhendaki,Jikalau sampai kejadian yang 
paling kelam terjadi pada tahun 1998 di Indonesia terulang kembali.Dijaman itu 
telah banyak warga keturunan kami disana diperlakukan secara kejam dan 
dibunuh," sambungnya.

"Jika memang Pemerintah gagal melindungi warga keturunan kami disana dan 
terulang lagi sejarah kelam itu. Maaf jika kami pemerintah Tiongkok pun akan 
mencoba menaikkan banding kami ke Badan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk 
mengirimkan pasukan pengamanan kami ke Indonesia,Demi memindahkan keturunan 
kami disana," tukasnya.

"Serta hubungan dari segi bisnis, perdagangan, bilateral dan yang lainnya 
benar-benar akan kami putus dengan Indonesia. Mohon maaf sebelumnya tapi kami 
juga mempunyai hak untuk melindungi warga keturunan kami dimanapun mereka 
berada. Jika terjadi penindasan secara sosial dan nyawanya terancam. Tapi tetap 
dibalik itu semua kami tidak akan mendahului Pemerintahan RI," tegasnya.

"Maka itu saya berharap Presiden dan para Menteri di Indonesia dapat 
menyelesaikan masalah yang terjadi dengan sebaik-baiknya tanpa memakan korban 
dari pihak manapun. Karena sesungguhnya yang sedang terjadi saya tahu betul 
adalah tindakan politisi Indonesia yang sedang bergejolak dengan menggunakan 
dan mengambing hitamkan etnis tiong hoa sebagai sasaran," tutupnya.

Hal tersebut merupakan penggalan isi dari konfrensi pers yang di selenggarakan 
oleh PM Li,Sisa perbincangan dari konfrensi pers itu hanya membahas tentang 
pertukaran warga negara di Asia yang memang sudah direncanakan oleh seluruh 
anggota Asean. ***

Sumber: kabarsatunews.com
 


---In [email protected], <inengahk@...> wrote :

Saya baca di medsos, ada pengamat yang meremehkan pernyataan PM C.. soal demo 
tanggal 25 nop 2016 jika peristiwa 98 terulang

Apalagi ada isu akan mendemo kantor dubes C…. dijakarta, semestinya jangan 
meremehkan pernyataan negara lain apalagi negara maju dan kita masih banyak 
punya utang banyak dengan negara ini.

Orang kalau marah tak peduli kedaulatan siapan, jika c… sampai masuk kenegara 
kita apa yang kita perbuat, nanti pasti presiden yang disalahkan.

Mestinya kita menggunakan nalar dan budi pekerti saat berbuat jika mau di 
hormati orang.

Harapan saya jangan emosi menanggapi sesuatu, mari berpikir yang jernih

 

 





Kirim email ke