Koreksi sedikit. Yang diperlukan untuk demo adalah 
pemberitahuan tertulis, bukan izin. Tidak ada legal / ilegal
dalam menyatakan pendapat di muka umum. Tinggal 
dilihat bagaimana pendapat itu disampaikan.

Demonstran pasti ingin pendapatnya didengar pihak seberang,
bukan ingin anarkis. Memang, semakin banyak peserta aksi
semakin rentan terhadap anarkisme. Karena itu, semakin banyak 
peserta aksi, semakin repot juga menyiapkan koordinator lapangan. 
Taruhlah perlu seorang korlap untuk 100 demonstran, bisa dihitung 
berapa korlap yang dibutuhkan untuk 100.000 peserta.
--- inengahk@... wrote:  
Ijin harsu tetap harus ada, ibarat warga negara asing masuk ke indonesia 
walaupun jumlah triliunan tetap pakai ijin.
 Jika tak ada ijin, saat ada musibah/meninggal/luka siapa yang akan disalahkan? 
Semua harus professional kalau mau selamat dan aman. Dimana-mana yang namanya 
illegal pasti di basmi baik illegal loging, tki illegal, dll
From: jonathangoeij@...
  nggak tahu ya, tapi saya kira kalau yg demo cuman antara 50-100 orang mungkin 
ijin jadi masalah, tapi kalau 100 ribu bahkan sejuta ya nggak usah ngomongin 
ijin lagi.

--- inengahk@... wrote : Ketika buruh dan mahasiswa demo harus minta ijin dari 
aparat keamanan Apakah sekarang demo tak perlu minta ijinseperti : 1.      
Dimana 50-100 orang harus ada yang mengkoornir 2.      Demo sampai 18.00 3.     
 Demo tidak boleh ditempat umum supaya tidak mengganggu public/macet 4.      dll
From:Chan CT

Kalau benar yang dimaksudkan bung Karma berita dimedsos yang dibawah ini, saya 
SETUJU dengan bung Goei, pemberitaan iniHOAX! TIDAK BENAR PM Li Keqiang bikin 
konfrensi pers dan BISA menggertak begitu pada RI! Itu bukan peradaban bangsa 
Tionghoa, yang sekarang sedang mengkumandangkan HORMONIS di dunia 
Internasional!  Dengan “Satu Jalan Satu Jalur” menyerukan usaha dagang dengan 
negara-negara didunia ini untuk “Menang BERSAMA, untung BERSAMA!”

Pemerintah Tiongkok tetap akan memperlakukan warga Tionghoa didunia yang sudah 
menjadi warganegara setempat sebagai warganegara-ASING (bagi RRT) dan 
SEPENUHNYA menjadi urusan NEGARA bersangkutan, Tiongkok sudah tidak bisa turun 
tangan mencampuri lagi! Sudah bukan urusan Tiongkok lagi! Begitulah saat 
peristiwa Tragedi Mei ‘98 yl, sekalipun banyak Tionghoa jadi korban kerusuhan, 
banyak wanita-Tionghoa diperkosa massal, ... Pemerintah Tiongkok ketika itu 
BUNGKAM seribu-bahasa! Jangankan menuntut ini-itu pada Pemerintah RI dalam 
usaha melindungi warga Tionghoa di Indonesia, sepatah Pernyataan PROTES pun 
TIDAK keluar! Bagaimana mungkin pemerintah Tiongkok sekarang bisa mengancam 
akan mengirim tentara untuk melindungi warga Tionghoa yang SEPENUHNYA sudah 
menjadi urusan Pemerintah RI?

Saya justru merasa kemungkinan ada sementara orang bermaksud JAHAT, menyiarkan 
pemberitaan HOAX demikian ini untuk membuat suasana lebih keruh dan 
memanas-manasi kemarahan semeentara kelompok pada Ahok yang Tionghoa saja, ...

Mungkinkah panasnya situasi terakhir ini kembali meletup KERUSUHAN Mei ‘98? 
Selama pemerintah RI, dari Presiden RI-Jokowi sampai TNI/POLRI TEGAS dan SIAP 
mengatasi kerusuhan yang terjadi, saya YAKIN, seyakin-yakinnya, KERUSUHAN MEI 
‘98 itu TIDAK akan terulang kembali! KERUSUHAN begitu besar TIDAK AKAN terjadi 
lagi! Aparat keamanan RI masih tetap berkemampuan untuk menjaga, mempertahankan 
ketertiban dan keamanan masyarakat! Kemudian, ... kalau saya perhatikan demo 4 
Nopember yl. sekalipun terhitung terbesar dari sudut jumlah peserta, tapi juga 
termasuk TERTIB! Sekalipun mereka menyerukan jell-jell yang cukup ekstrim dan 
keras, ... namun nampak jelas peserta demo itu masih terkendali dibawah nalar 
yang sehat. Hanya menyampaikan pendapat dan tuntutan, TIDAK membuat kerusuhan! 
Sedang kerusuhan yang terjadi dimalam hari itu sudah bukan lagi pendemo yang 
sebenarnya, ... itulah yang dikatakan ditunggangi aktor politik tertentu, dan 
itulah tantangan bagi aparat keamanan untuk lebih sigap dan cepat mengusut 
siapa sesungguhnya aktor politik itu dan menjatuhi sanksi HUKUM 
seberat-beratnya! Jangan biarkan aktor-aktor politik hitam begitu tetap 
melanglang-buana di Nusantara ini! Perusuh-perusuh yang sangat merugikan RAKYAT 
banyak!

Mudah-mudahan keyakinan saya ini TIDAK meleset, ... dan kita semua bisa 
menyaksikan sekalipun ada sementara kelompok berorasi menyampaikan 
pendapat/tuntutannya dengan keras, namun TETAP bisa menunjukkan kedewasaan 
ber-DEMOKRASI dan mempertahankan kehidupan harmonis dengan SEGALA perbedaan 
yang ada! Dengan mekiian MEMPERTAHANKAN keamanan dan ketentram masyarakat DKI 
Jakarta!

Salam,ChanCT
 From: jonathangoeij@...
 apakah berita yg ini? saya kok tidak menemukan di berita2 berbahasa inggris, 
apakah berita ini benar? kelihatannya ada yg janggal disini, kalau benar PM Li 
mengatakan ini pasti akan dikutip berita2 lain manca negara apalagi disebut 
diliput stasiun televisi internasional, selain itu kok bisa kantor PM Li di 
Taipei khan seharusnya di Beijing, dus nggak tahu sekedar salah ketik atau 
berita ngawur.
--- PM Li Keqiang pun mengadakan konfrensi pers siang lalu bersama pejabat 
negara lainnya di Kantor Perdana Menteri China,Taipei,yang diliput stasiun 
televisi international. ... Selasa, 08 November 2016 22:26 WIB 
PM Cina Menggertak, Jika Tragedi 98 Terulang, Dia Akan Kirim Pasukan ke 
Indonesia
 Penulis: Muslikhin Effendy       PM Tiongkok. (net) JAKARTA -Respon Keras 
datang dari Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang,Soal suasana politik yang 
sedang memanas di Indonesia yang mengusik kenyamanan warga keturunan tionghua 
yang ada di Indonesia.   Kabar soal aksi damai 4 November yang berakhir dengan 
aksi rusuh dan penuh dengan nada ancaman yang mengarah pada etnis Tiong Hua 
terdengar sampai kenegri China. PM Li Keqiang pun mengadakan konfrensi pers 
siang lalu bersama pejabat negara lainnya di Kantor Perdana Menteri 
China,Taipei,yang diliput stasiun televisi international. Jelas sekali dalam 
konfrensi pers itu,Perdana Menteri negara tirai bambu tersebut,menyampaikan 
perihatinnya akan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia. PM li juga 
menyayangkan etnis tiong hua kembali menjadi incaran adu domba oleh beberapa 
politikus Indonesia demi mengambil kekuasaan secara tidak sehat. PM Li berharap 
pemerintah Indonesia bisa mengambil keputusan tegas dan bijak dengan apa yang 
terjadi saat ini. PM li sangat tidak menginginkan peristiwa kelam ditahun 1998 
yang menjadikan etnis TIong Hua sebagai korban terulang lagi di Indonesia. 
Karena menurutnya kejadian itu harusnya tidak boleh terjadi lagi dinegara yang 
sudah memiliki banyak kemajuan dan perkembangan sedemikian rupa. "Tentunya saya 
sudah mendengar kabar dari negara tetangga kita,Indonesia yang sedang mengalami 
gejolak politik yang bercampur dengan urusan agama dan etnis" ujar PM Li dalam 
konfrensi persnya. "Kami sebagai negara sesama Asia turut perihatin melihat 
ini, saya berharap yang terbaik untuk bapak Presiden Joko Widodo dapat segera 
menenangkan suasana dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan mencegah 
aksi-aksi yang dapat memecah bela negaranya," ujarnya. "Namun tidak lepas saya 
adakan konfrensi pers ini,Saya ingin menegaskan bahwa Pemerintahan kami tidak 
mau dan tidak mengkhendaki,Jikalau sampai kejadian yang paling kelam terjadi 
pada tahun 1998 di Indonesia terulang kembali.Dijaman itu telah banyak warga 
keturunan kami disana diperlakukan secara kejam dan dibunuh," sambungnya. "Jika 
memang Pemerintah gagal melindungi warga keturunan kami disana dan terulang 
lagi sejarah kelam itu. Maaf jika kami pemerintah Tiongkok pun akan mencoba 
menaikkan banding kami ke Badan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk mengirimkan 
pasukan pengamanan kami ke Indonesia,Demi memindahkan keturunan kami disana," 
tukasnya. "Serta hubungan dari segi bisnis, perdagangan, bilateral dan yang 
lainnya benar-benar akan kami putus dengan Indonesia. Mohon maaf sebelumnya 
tapi kami juga mempunyai hak untuk melindungi warga keturunan kami dimanapun 
mereka berada. Jika terjadi penindasan secara sosial dan nyawanya terancam. 
Tapi tetap dibalik itu semua kami tidak akan mendahului Pemerintahan RI," 
tegasnya. "Maka itu saya berharap Presiden dan para Menteri di Indonesia dapat 
menyelesaikan masalah yang terjadi dengan sebaik-baiknya tanpa memakan korban 
dari pihak manapun. Karena sesungguhnya yang sedang terjadi saya tahu betul 
adalah tindakan politisi Indonesia yang sedang bergejolak dengan menggunakan 
dan mengambing hitamkan etnis tiong hoa sebagai sasaran," tutupnya. Hal 
tersebut merupakan penggalan isi dari konfrensi pers yang di selenggarakan oleh 
PM Li,Sisa perbincangan dari konfrensi pers itu hanya membahas tentang 
pertukaran warga negara di Asia yang memang sudah direncanakan oleh seluruh 
anggota Asean.*** Sumber:kabarsatunews.com --- inengahk@... wrote : Saya baca 
di medsos, ada pengamat yang meremehkan pernyataan PM C.. soal demo tanggal 25 
nop 2016 jika peristiwa 98 terulang Apalagi ada isu akan mendemo kantor dubes 
C…. dijakarta, semestinya jangan meremehkan pernyataan negara lain apalagi 
negara maju dan kita masih banyak punya utang banyak dengan negara ini. Orang 
kalau marah tak peduli kedaulatan siapan, jika c… sampai masuk kenegara kita 
apa yang kita perbuat, nanti pasti presiden yang disalahkan. Mestinya kita 
menggunakan nalar dan budi pekerti saat berbuat jika mau di hormati orang. 
Harapan saya jangan emosi menanggapi sesuatu, mari berpikir yang jernih

   

Kirim email ke