:)
Jadi, mulai lihat ya dari mana sumber bahaya di negeri ini 
berasal.
Dalam situasi ini saya tetap mendukung Presiden RI, sekalipun 
pejabatnya terlihat kebingungan dengan status 'petugas'. 

Bingung itu bagus, selama diikuti dengan buka mata dan 
bukan cuma pasang kuping.

-
Sedikit tambahan soal penggusuran.
- adalah kewajiban pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi Rakyat
- karena itu penggusuran tidak bisa dibenarkan
Walhasil, warga yang terpaksa mendiami tanah negara adalah tanggungjawab 
pemerintah. Siapapun presiden atau kepala daerahnya wajib bertanggungjawab 
atas keadaan ini serta akibat yang timbul dari keadaan tsb (al. masuknya 
aliran listrik, keberhakkan, adat, terbitnya sertifikat, dsb).

Persoalan mendasarnya adalah, partai-partai khususnya pemenang pemilu/pemegang 
kekuasan, selalu bersikap seolah pemerintah bentukkannya 
adalah pemerintahan partai. Sehingga muncul klaim-klaim pemerintahannya
berbeda dari pemerintahan lain, sekalipun mengaku sama berpegang pada 
Proklamasi 17-8-45, UUD'45, Pancasila, dan NKRI.
Jelas kelihatan ada kesalahkaprahan yang parah atau sengaja 
disalahmengertidalam memahami ketatanegaraan dan otonomi daerah. Cilakanya, 
partai-partai 
yang harusnya memberi pendidikan politik malah menjerumuskan Rakyat 
untuk larut dalam kesalahkaprahan ini.
Dari kejadian akhir-akhir ini mestinya Jokowi tersadar apa yang sebenarnya 
terjadi. Berjuanglah agar tidak terseret dalam percekcokan aktor-aktor politik. 
Bekerjalah sebagai Presiden RI. Presidennya Bangsa Indonesia.
--- jonathangoeij@... wrote:
kalau Ahok sendiri tidak akan bisa memindahkan hakim itu begitu saja, yg bisa 
tentu dep kehakiman.
saya rasa penggusuran2 itu memang merupakan kelanjutan program Jokowi atau 
setidaknya ditopang Jokowi, hal ini selain pemindahan tugas hakim itu juga bisa 
dilihat perubahan pendapat menteri agraria yg sebelumnya berkata para tergusur 
itu punya hak kemudian balik kucing.
Awalnya menteri agraria mengatakan ini:
"Ini kan prosesnya ada pembiaran lama, jadi mereka sudah punya keberhakan, 
adat, sertifikat," kata Ferry di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 
(19/2/2016).

Oleh karena itu, Ferry meminta agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 
atau Ahok mempertimbangkan faktor keberhakan tanah warga Kalijodo.
http://news.liputan6.com/read/2440270/menteri-agraria-warga-kalijodo-berhak-atas-tanahnya
kemudian balik kucing:
"Nggak (perlu ganti rugi), statusnya tanah negara yang peruntukannya bagi ruang 
terbuka hijau. Langkah yang dilakukan Pemprov sudah benar," kata Ferry di 
Gedung DPR RI, Selasa (1/3/2016).
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160301185231-20-114679/menteri-agraria-tak-perlu-ganti-rugi-penggusuran-kalijodo/

setelah itu menteri agraria diganti, kasihan juga sudah balik kucing juga tetap 
diganti ha ha ha.
--- ajegilelu@... wrote :
Tepatnya, Ahok itu sok kuasa sehingga presiden pun
mau dia dikte.

Hebatnya lagi, yang menentang Ahok akan dia bunuh.

"saya bunuh di depan anda"
--- jonathangoeij@... wrote:
warga mengajukan class action juga hakimnya dipindah
Ketua Majelis Hakim Kasus Bukit Duri Dipindahtugaskan Ke Sumatera

https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/193727  apa 
yg dilakukan ahok pada dasarnya hanyalah pendekatan kekuasaan
--- djiekh@... wrote :
Siapa yang bilang ganti rugi ?Kalau yang punya sertifikat tanah, boleh coba 
minta ganti rugi lewat pengadilan.Mungkin dapat ?
2016-11-20 23:53 GMT+01:00 jonathangoeij@...:bung Djie, pada dasarnya berbagai 
kartu itu social welfare dan sama sekali bukan ganti rugi.rusun juga sekedar 
public housing sama sekali bukan ganti rugi.
--- djiekh@... wrote :
Lha, kok tanya pada saya. Kalau orang tidak dapat kartu2 tersebut, ya nuntut 
pada A Hok lah .
2016-11-20 6:19 GMT+01:00 jonathangoeij@... :mereka2 yg tidak digusur dapat 
juga berbagai kartu atau tidak?rusun itu dikasih atau sewa?
ahok yg merencanakan menggusur seharusnya ahok yg mengajukan, anda aneh sekali.
mengatasibanjir memang tugas ahok. saya bisa melihat dan memahami 
pentingnyarevitalisasi sungai2 itu, tetapi itu bukan berarti harus 
mengorbankansekian banyak orang begitu saja jadi tumbal tanpa ganti rugi atau 
uangkerohiman sama sekali.

--- djiekh@... wrote:
Ya,semua kan sudah jauh sebelumnya direncanakan dan dianggarkan dandisetujui. 
Lihat saja, apa ada usuL DPRD untuk mengubah sesuatu dan apaalasannya. Dari 
pihak A Hok dikatakan, ada kartu sakit, ada kartusekolah, ada kartu bantuan 
orang miskin, ada kartu bus gratis, adarusun. Kalau mau meyakinkan A Hok ya, 
mesti dengan perhitungan pakaiangka, dihitung perlu berapa triljoen untuk 
pembeayaannya dan tentunyadengan perhitungan akibatnya kalau itu dilaksanakan. 
Apa orang2 Jakartaakan setuju tiap kali terus kebanjiran atau solidaritasnya 
begitu tinggio.k. sama2 menderita, biari saja mereka yang belum dipindah ?
2016-11-20 3:09 GMT+01:00 jonathangoeij@... :
bisa, dgn persetujuan dprd.lagipula yg namanya penggusuran tentu direncanakan 
sebelumnya. 

--- djiekh@... wrote :

Uangyang tersedia untuk suatu budget tertentu, tidak bisa dipakai untuksesuatu 
di luar budget itu. Apalagi mau dipakai untuk sesuatu yang tidakpernah 
dianggarkan. Lha ini justru yang diawasi ketat oleh A Hoklaporan keuangan 
on-line dari bank. Semua ya harus berdasarkan APBD yangdisetujui bersama dengan 
DPRD.
2016-11-19 22:04 GMT+01:00 jonathangoeij@... :
APBDDKI saking banyak yg nganggur sampai dipotong menkeu, sebenarnya bisakalau 
dialihkan utk bayar ganti rugi atau kerohiman atau apalah utk paratergusur 
tinggal dajukan ke dprd sudah beres. Cuman sayangnya hati parapemimpin itu tdk 
utk para proletar.
--- ajegilelu@... wrote:
Tanggal 4Agustus 2016, Jokowi membeberkan 10 propinsi yang
pelit menggunakan APBD. Ternyata, DKI paling pelit. 

Ahok punberkelit.
“Kita haruslihat itu, (Jokowi) kan cuma ngomong doang, 
kita mesti lihat serapan anggarannya. Kalau proyek kan 
enggak mungkin bayar orang langsung.”
Disindir Jokowi Soal Serapan APBD, Ahok Berkelit
 
|   | 
Disindir Jokowi Soal Serapan APBD, Ahok...
 | 
 |




Sebelumnya,April 2015, Ahok menyalahkan Jokowi:
“Kalau dibilang enggak kerja, Pak Jokowidong. Kan 10 bulan 
Pak Jokowi yang jadi Gubernur, bukan Ahok.”
 Serapan APBD 2014 rendah, Ahok salahkan Jokowi
 
|   | 
Serapan APBD 2014 rendah, Ahok salahkan...
 | 
 |

 




   

Kirim email ke